27 C
Medan
Friday, January 9, 2026
Home Blog Page 676

Merawat Pesisir Toba, Kinerja Lingkungan Inalum Unit Paritohan di 2023

TOBA, SUMUTPOS.CO – PT Indonesia Asahan Aluminium atau (Inalum) periode 2019-2023, bergerak aktif menjaga keanekaragaman hayati flora-fauna di kawasan PLTA Paritohan dan Kawasan Danau Toba. Hal tersebut senada dengan visi TJSL Inalum dan Sustainability Pathway Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID).

Corporate Secretary Inalum selaku Mahyaruddin Ende menyampaikan, kerja keras rekan-rekan yang berada di unit PLTA Paritohan semata-mata bekerja untuk menjaga ekosistem sekitar sekaligus menjaga lingkungan agar pasokan energi yang menjadi tulang punggung operasional tetap terjaga.

“Ada beberapa program besar yang dilakukan PLTA Unit Paritohan dalam menjaga ekosistem dan lingkungan sekitar PLTA. Program-program ini dibentuk sebagai usaha Inalum dalam mewujudkan sustainability operasional yang ramah lingkungan. Perusahaan pun melakukan program tersebut dengan kolaborasi dan sinergi bersama seluruh elemen masyarakat sehingga keberadaan Inalum dan lingkungan tetap bersanding sekaligus ketersediaan energi untuk operasional peleburan tetap terjaga,” ujar Mahyaruddin.

Program-program yang dilaksanakan antara lain:

-Program Konservasi Danau Toba
Program ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi Daerah Tangkapan Air Kawasan Danau Toba sebagai daerah penyangga ketersediaan dan kestabilan level air Danau Toba. Tidak hanya menanam pohon, tetapi juga dilakukan pemeliharaan, monitoring dan evaluasi. Total pada tahun 2023 sebanyak 668.880 pohon telah tertanam yang terdiri dari 25 jenis spesies di lahan 1.436,8 hektar. Adapun pohon yang ditanam merupakan pohon buah-buahan berkayu dan hasil penanamannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sehingga secara tidak langsung program ini melibatkan peran aktif masyarakat.

-Optimalisasi Pembibitan Pohon
Program ini merupakan awal dari kegiatan penanaman pohon. Bibit tanaman yang sudah siap akan ditanam di sekitar lokasi perusahaan. Bibit tanaman juga dibagikan kepada masyarakat sekitar agar dapat dimanfaatkan. Tercatat telah melakukan pembibitan untuk 4.418 spesies di lahan 0.10 hektar.

-Pemberdayaan Ikan Jurung
Keberadaan Ikan Jurung di Sungai asahan mulai terancam karena masyarakat sekitar menangkap tanpa melakukan budidaya atau pengembangbiakan. Program ini mengusung konsep Ex-Situ dan berhasil menghadirkan 1.352 ikan jurung di lahan 0,15 hektar.

-Taman Kehati Perumahan PLTA Paritohan
Program ini merupakan program penanaman pohon endemik di lahan seluas 4 hektar. Pada tahun 2023, ada 700 pohon berhasil ditanam yang berasal dari 5 spesies (kemenyan, andaliman, sotul, teratai, dan klambang)

-Pembibitan Tanaman Multi Purpose Tree Species
Program ini sebagai Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, lahan yang saat ini ada masih bisa dikatakan cukup kritis karena adanya pembangunan dan penebangan liar. PT Inalum bekerjasama dengan Yayasan Warisan Hidup Sumatera (WHIS) melakukan pembibitan tanaman di Kebun Raya Samosir. Total ada 17.000 pohon yang di tanam dengan jenis multi purposes tree species.

Program-program keberlanjutan Inalum adalah komitmen perusahaan dalam membangun masa depan yang berkelanjutan. Inalum memprioritaskan pelestarian lingkungan, mengedepankan tanggung jawab sosial, mempertahankan praktik tata kelola yang efektif, membina hubungan yang kuat dengan investor, serta menyampaikan laporan keberlanjutan yang transparan.

Dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip ini, perusahaan memastikan keberlanjutan dan dampak positif dari kegiatan operasional perusahaan, serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal dan masyarakat luas. (tri)

Telkomsel Terus Akselerasikan Transformasi Digital UKM sebagai Komitmen Implementasi Prinsip ESG

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel gelar roadhshow program Digital Creative Entrepreneurs (DCE) di kota Medan. Program ini digelar guna mendorong akselerasi transformasi digital di sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia, dimana kegiatan ini sudah berlangsung di tahun ketiga dalam pelaksanaanya. Secara special roadshow yang hadir di kota Medan ini dihadiri oleh berbagai pelaku UKM dari berbagai kategori seperti F&B, Fashion, Craft dan Personal Care.

Dengan mengusung tema “Upgrade to Accelerate”, program DCE kali ini berfokus pada peningkatan kapasitas dan kapabilitas digital UKM yang dapat memaksimalkan potensi ekonomi digital Indonesia. Sebagai Small Medium Enterprise (SME) impact accelerator, program DCE merupakan upaya penciptaan dampak sosial dalam proses bisnis berkelanjutan Telkomsel yang mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG).

General Manager Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel Erwin T Saragih mengatakan, “Selaras dengan semangat Indonesia untuk berbagi harapan akan kemajuan negeri, yang menginspirasi semangat Telkomsel untuk terus berupaya menciptakan dampak sosial dalam proses bisnis berkelanjutan melalui pengimplementasian prinsip ESG. Program DCE kembali dihadirkan Telkomsel dengan mengambil peran sebagai SME impact accelerator guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para entrepreneur dan brand owners UKM lokal seperti yang hadir di kota Medan pada kegiatan roadshow ini.”

Di tahun ke-3 ini, Telkomsel meningkatkan program DCE dengan kurikulum yang dikembangkan khusus untuk akselerasi pertumbuhan skala usaha UKM, membuka peluang proposal kolaborasi dengan ekosistem digital Telkomsel, penyelenggaraan kelas intensif bersama mentor dan ahli secara offline, keterlibatan komunitas-komunitas pendukung UKM seperti Rumah BUMN, inkubator bisnis kampus, dan komunitas kreatif lokal, serta peningkatan peran alumni sebagai pendamping mentor. Telkomsel membuka pendaftaran program DCE hingga 27 Februari 2024 bagi UKM dari empat kategori Accelerate SME Tracks, yaitu F&B, Fashion, Craft, dan Personal Care.

Dalam mendorong keikutsertaan dari pegiat UKM di wilayah kota Medan dan sekitarnya, Telkomsel menggelar roadshow DCE dengan menghadirkan berbagai Expert Talk seperti Brand Manager Six6Street Alberth Halim dan 3rd DCE Head Mentor & Founder Amygdala Bamboo Harry A. Mawardi. Selain di kota Medan, kegiatan Roadshow bersama komunitas UKM dan Alumni program DCE juga akan berlangsung di berbagai kota lain seperti Surabaya (24 Januari 2024), Balikpapan (7 Februari 2024), dan Bandung (21 Februari 2024).

Selanjutnya, upaya akselerasi pertumbuhan bisnis UKM dalam program DCE ke-3 akan dilakukan melalui kegiatan Onboarding bagi 300 peserta terseleksi dari seluruh pendaftar untuk mengenal lebih jauh ekosistem digital Telkomsel dan pemanfaatannya untuk pengembangan usaha, kegiatan Pitching Tracks bagi 32 peserta terpilih untuk penilaian business plan dan pemanfaatan digital dalam usahanya, kegiatan Academy bagi 12 peserta unggulan untuk membangun kapasitas bersama mentor dan ahli serta interaksi secara offline, serta kegiatan Awarding untuk final pitch dari 5 peserta terbaik.

DCE adalah program corporate social responsibility (CSR) Telkomsel yang berfokus membuka lebih banyak peluang dengan mengambil peran sebagai platform akselerasi untuk meningkatkan kapabilitas, kompetensi, dan kreativitas digital para pelaku UKM di Indonesia melalui pemanfaatan ekosistem aset dan kapabilitas Telkomsel. Program DCE dirancang secara khusus untuk mendukung UKM lokal agar dapat mencapai potensi maksimalnya, menciptakan dampak melalui inovasi yang inspiratif, serta memperkuat daya saing mereka di era ekonomi digital, baik di tingkat nasional maupun global. Dihadirkan sejak 2021, hingga tahun ketiga pelaksanaannya program DCE telah mendukung pengembangan lebih dari 2.500 UKM lokal dan mencatatkan hingga 350 UKM terbaik sebagai alumninya.

“Telkomsel berharap program DCE dapat terus secara relevan mengakselerasi perkembangan bisnis UKM agar dapat bergerak dan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara inklusif dan berkelanjutan, termasuk para pelaku UKM di kota Medan” Pungkas Erwin.

Informasi lebih lanjut mengenai program DCE ke-3 dapat diakses melalui laman dce.co.id dan media sosial @dce_id.(rel)

Jangan Sembarangan, Ini Bahaya Pakai Jas Hujan Ponco Saat Berkendara

Jas hujan-Ilustrasi

SUMUTPOS – Siklus hujan masih tinggi di beberapa kota di Indonesia, bahkan sampai menyebabkan banjir dan longsor. Banyak orang memilih menggunakan jas hujan ponco karena mudah digunakan dan bisa untuk penumpang belakang. Sayangnya, banyak bahaya mengintai ketika Anda menggunakan jas hujan model ini.

Bahaya Pakai Jas Hujan Ponco Saat Berkendara

Menurut Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana mengatakan jenis jas hujan motor model ponco sebaiknya tidak digunakan saat naik motor. Alasan utamanya yaitu jasa hujan jenis ini mudah diterpa angin dan membahayakan pengguna. Hadirnya model ponco dibuat khusus untuk pejalan kaki.

Simak beberapa alasan lain mengapa mantel model ponco membahayakan saat digunakan untuk berkendara berikut ini:

1. Risiko Tersangkut pada Kendaraan

Bentuk mantel ponco sangat lebar bagian kiri dan kanannya terbuka. Umumnya terdapat kancing untuk mengkaitkan jas hujan. Jenis ini mantel ponco ukurannya besar, sehingga cocok untuk mereka yang memiliki postur tubuh besar atau saat sedang membawa tas. Siapa sangka di balik kepraktisan mantel ponco menghadirkan resiko tersendiri.

Jenis mantel ponco beresiko tersangkut di kendaraan dan akan berakibat fatal. Umumnya jas hujan jenis ini tersangkut di bagian roda, kemudian tubuh akan tertarik dan akhirnya anda akan terjatuh. Dampak terburuknya yaitu pengendara akan terlempar dari kendaraan atau mengalami kecelakaan terutama saat kondisi jalan sedang ramai.

Jika Anda tidak ingin mengalami kejadian berbahaya seperti ini, maka sebaiknya menggunakan jenis mantel pakaian. Mantel pakaian dinilai lebih aman karena menempel menyesuaikan bentuk tubuh. Selain itu, mantel ini memiliki kemampuan menahan air yang mengenai tubuh.

2. Badan Tetap Basah

Selain risiko tersangkut di roda, penggunaan mantel ponco juga berisiko badan tetap basah terkena air hujan. Resiko ini akan Anda alami terutama saat hujan deras disertai angin dan terkena cipratan dari kendaraan lainnya. Terlebih lagi saat Anda membonceng orang lain di belakang kemungkinan besar bagian samping akan terbuka.

Anda maupun orang yang dibonceng akan basah cukup parah. Oleh karena itu, lebih baik menggunakan mantel pakaian agar tidak terganggu dengan air hujan yang masuk melalui celah jas hujan.

3. Tubuh Tidak Seimbang

Mantel model ponco tidak disarankan digunakan saat berkendara karena sangat berat, terutama ketika menghadapi hujan deras. Beberapa bagian jas hujan akan menampung air, sehingga tubuh menjadi lebih berat. Selain itu, angin yang mengenai mantel akan menimbulkan gesekan dengan udara semakin besar.

Jika tubuh Anda tidak kuat menahan tekanan dari angin, maka lebih baik berhenti. Saat keseimbangan terganggu akan rawan mengalami kecelakaan di jalan. Sebaiknya gunakan mantel pakaian untuk mengurangi tekanan udara.

4. Handling Kendaraan Tidak Maksimal

Saat tubuh Anda tidak kuat lagi menahan tekanan angin, maka pegangan saat berkendara pun tidak maksimal. Kemungkinan yang terjadi yaitu Anda mudah berbelok atau tidak stabil. Belum lagi jika tangan dingin dan tubuh bergetar akan memperbesar peluang Anda jatuh atau mengalami tabrakan.

Untuk menghindari kecelakaan, maka sebaiknya menepi terlebih dahulu dan menunggu angin reda. Jika terus dipaksakan justru nyawa yang jadi taruhan.

5. Membahayakan Diri Sendiri dan Orang Lain

Saat berkendara menggunakan mantel ponco, orang yang ada di belakang Anda bisa terkena dampaknya. Jas hujan yang terbuka lebar membuat orang di belakang tidak bisa melihat ke depan dengan jelas. Pandangan pengendara lain akan tertutup oleh hujan yang Anda kenakan.

Selain itu, bila Anda jatuh kemungkinan besar akan terjadi kecelakaan beruntun. Terlebih lagi saat menghadapi hujan deras, jalanan cenderung menjadi lebih licin. Ada baiknya memakai mantel jenis lain yang tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Namun, mengapa jas hujan model ini tetap populer? Jawabannya mungkin terletak pada kombinasi antara kepraktisan dan kurangnya kesadaran akan risiko yang ada. Di sini, peran pemerintah dan organisasi keselamatan berkendara menjadi penting. Mereka harus lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang risiko keselamatan yang terkait dengan pilihan perlengkapan berkendara, termasuk jas hujan.

Tapi Anda harus sadari bahwa banyak bahaya yang ditimbulkan ketika Anda menggunakan jas hujan ponco terutama saat berkendara dalam kondisi hujan dan angin kencang. Oleh karena itu, sebaiknya memilih jenis jas hujan lain yang lebih aman misalnya, jas hujan pakaian.

Blibli menyediakan beragam jenis jas hujan motor yang aman untuk pengendara motor. Platform e-commerce terbaik di Indonesia ini menjamin mutu barang-barang yang dijual para seller. Barang pun sampai dalam kondisi baik dan sesuai estimasi yang dijanjikan. (rel)

Sebut Kemiskinan dan Pengangguran di Medan Meningkat, Mulia Syahputra Minta PSP Bicara Pakai Data

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Gerindra, Mulia Syahputra Nasution, memberikan tanggapan atas statement Koordinator Bapilu DPP Partai NasDem, Prananda Surya Paloh (PSP) yang menyebutkan terjadinya peningkatan angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Medan.

Menurut Mulia, penilaian yang diungkapkan putra Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh itu sangat keliru dan tidak mendasar. Tak hanya itu, ungkapan meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Medan juga dinilai sebagai informasi yang menyesatkan dan bentuk pembodohan terhadap rakyat.

“Kalau beliau (PSP) bilang angka kemiskinan di Kota Medan meningkat, saya bilang itu sangat keliru sekaligus bentuk pembodohan terhadap rakyat. Faktanya, angka kemiskinan di Kota Medan menurun. Setelah kita sempat dilanda pandemi Covid-19 lebih kurang dua tahun lamanya, faktanya Kota Medan bisa membuktikan dirinya untuk bangkit dan kembali bertumbuh, termasuk dari sektor ekonomi,” ucap Mulia kepada Sumut Pos, Rabu (17/1/2024).

Dikatakan Mulia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara tercatat, persentase kemiskinan di Sumatera Utara berada di posisi 8,49 persen atau 1,27 juta jiwa usai dilanda Pandemi Covid-19, terpatnya per September 2021. Jumlah ini mengalami penurunan hingga 9,01 persen atau sekitar 70,8 ribu jiwa hanya dalam satu semester (Maret – September 2021).

“Dan Kota Medan menjadi Kabupaten/Kota di Sumut yang memberikan sumbangan terbesar dalam penurunan angka kemiskinan tersebut,” ujarnya.

Mulia yang juga merupakan Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan itu mengatakan, ucapan PSP terkait meningkatnya angka pengangguran di Kota Medan juga sebagai kekeliruan besar. Sebab faktanya, angka pengangguran di Kota Medan justru menurun berdasarkan data yang ada.

“Mari kita lihat data. Pada Agustus 2021 angka TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) di Medan mencapai 10,81 persen, namun pada Agustus 2022 angka itu turun sebesar 1,92 persen poin menjadi 8,89 persen. Data ini merupakan data yang dirilis secara resmi oleh BPS Sumut. Bahkan, persentase penurunan TPT pada Agustus 2022 ini lebih besar dari pada Sumut yang berada di angka 0,17 persen poin,” katanya.

Oleh sebab itu, Mulia mengajak semua pihak untuk tidak lagi memberikan informasi yang menyesatkan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembodohan terhadap rakyat tidak boleh dilakukan dengan alasan apapun, apalagi untuk kepentingan politik di masa kampanye Pemilu 2024 ini.

“Silahkan bicara, negara ini negara demokrasi yang membebaskan warga negaranya untuk berbicara. Tapi biasakan bicara pakai data, agar ucapan yang kita sampaikan tidak menyesatkan rakyat. Sebagai wakil rakyat, tentunya saya tidak ingin rakyat Kota Medan diberi informasi yang menyesatkan, apalagi tujuannya hanya untuk kepentingan politik. Tolong jangan korbankan rakyat hanya untuk kepentingan politik,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Koordinator Bapilu DPP Partai NasDem, Prananda Surya Paloh (PSP), melakukan konsolidasi di Sumatera Utara. Saat itu, PSP menyoroti tingkat kemiskinan hingga pengangguran yang tinggi di Kota Medan. Hal itu disampaikan PSP dalam Konsolidasi Tim Pemenangan yang terlaksana di Kota Medan, Deli Serdang dan Kota Tebing Tinggi dalam rentang waktu 12-14 Januari lalu.

“Saya melihat di Kota Medan juga kemiskinan makin tinggi, pengangguran meningkat, harga bahan pokok meningkat, maka dibutuhkan perubahan dari tingkat legislator Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, sampai dengan Wali Kota Medan yang kita butuhkan untuk diubah. Kita butuh Pileg dimenangkan, Pilpres dimenangkan dan Pilkada dimenangkan,” kata PSP. (map)

Sudah Sepekan Pipa PAM Tirtanadi di Jalan Sumatera Bocor, Anak-anak Malah Mandi di Kubangan Air

BERMAIN: Sejumlah anak-anak bermain dan mandi di kubangan lubang akibat bocornya pipa PAM Tirtanadi di Jalan Sumatera, Kelurahan Belawan I, Medan Belawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kondisi Jalan di Jalan Sumatera, Kelurahan Belawan I, Medan Belawan sudah sepekan lebih rusak parah akibatkan pipa milik PDAM Tirtanadi Belawan pecah di depan kantornya sejak Sabtu (13/1) lalu.

Kini air dari pipa yang pecah tersebut menggenangi badan Jalan Sumatera dan sudah menjadi kubangan yang digenangi air sehingga membaha-yakan pengguna jalan sepeda motor.

Namun hal itu malah dimanfaatkan sejumlah anak-anak untuk bermain dan mandi, bahkan menjadi tempat untuk mencuci pakaian. Sampai saat ini belum ada tanda-tandan

yang dilakukan oleh PDAM Tirtanadi Belawan untuk memperbaiki pipa yang bocor tersebut.

Menurut para pedagang buah dan sayuran yang berjualan di pinggir Jalan Sumatera, Ernawati Br Tobing dan Ekel Hutahean, pipa milik PDAM Belawan itu sudah sepekan pecah dan airnya mengalir ke Jalan Sumatera dan menggenangi lapak jualan mereka.

Selain itu, kini jalan Sumatera Belawan menjadi rusak dan ada pula kolam bekas pengorekan di badan jalan yang tidak ditutup sehingga membahayakan pengguna Jalan.

Kepala PDAM Tirtanadi Cabang Belawan, Iskandar ketika ditemui di Kantornya tidak berada di tempat, dan ketika Sumut Pos mencoba mengkonfirmasi via WA tidak ada tanggapan.(mag-1/ila)

Kapoldasu Rayakan Nataru 2024, Rayakan Perdamaian, Tumbuhkan Toleransi

BERSAMA: Kapoldasu Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi bersama Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Mochammad Hasan, Pj Gubsu Hassanudin serta para pejabat lainnya, di Mapoldasu, Senin (15/1) malam. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 bersama unsur Forkopimda dan personel kepolisian, di Mapoldasu, Senin (15/1) malam.

Perayaan Nataru 2024 ini, dihadiri Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Mochammad Hasan, Pj Gubernur Sumut Hassanudin serta para pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Kapoldasu Agung mengucapkan, Selamat Natal dan Tahun Baru 2024 kepada seluruh personel Polda Sumut beserta tamu dan undangan yang hadir.”n

Semoga Perayaan Natal ini membawa suka cita, kedamaian dan kesejahteraan bagi semua,” ujarnya.

Agung mengatakan, perayaan Natal membawa pesan damai dan kasih yang mencerminkan nilai-nilai kerukunan, harmoni dan kepedulian terhadap sesama yang menjadi tema sentral Perayaan Kelahiran Yesus Kristus.

Pesan damai, lanjutnya, seringkali mengingatkan tentang arti penting perdamaian dalam kehidupan, bukan hanya sebagai ketiadaan konflik fisik tetapi sebagai keadaan hati yang tenang dan relasi harmonis antara individu maupun komunitas.

“Natal mengajarkan kita untuk merayakan perdamaian, menumbuhkan toleransi dan menghormati keberagaman. Pesan kasih pada natal menekankan pentingnya berbagi cinta dan kebaikan dengan sesama,” terang jenderal bintang dua tersebut.

Agung menambahkan, konteks Perayaan Natal banyak pesan damai dan kasih yang menekankan betapa penting menjaga kedamaian dalam keluarga, komunitas dan dunia pada umumnya.

“Pesan ini juga mengajak untuk merenungkan arti sejati Natal, memberikan inspirasi dan motivasi bagi setiap individu yang terlepas dari latar belakang keagamaan atau budaya,” pungkasnya. (dwi/ila)

Kelurahan Sei Mati Medan Labuhan Gelar PAAR, Meningkatkan Pola Asuh Anak dan Remaja

GELAR : Kelurahan Sei Mati menggelar PAAR di Aula SMA Negeri 19 Medan, Jalan Sesuai, Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan, Selasa (16/1).istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kelurahan Sei Mati menggelar Perlombaan Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) yang digelar di Aula SMA Negeri 19 Medan, Jalan Seruwai, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Selasa (16/1).

Kegiatan yang digelar atas kerjasama antara Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kelurahan Sei Mati ini dengan SMA Negeri 19 Medan ini dikemas dalam bentuk perlombaan yang diikuti oleh masyarakat yang mewakili wilayah lingkungan masing masing.

Dan kegiatan ini juga memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK yang jatuh pada 27 Desember 2023 kemarin.

Acara dibuka langsung oleh Ketua Tim Supervisi yang juga Ketua Tim PPK Kelurahan Sei Mati, Sri Juliani. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan yakni yel-yel yang dinamakan oleh seluruh peserta yang mewakili 18 lingkungan yang ada di Kelurahan Sei Mati.

Adapun yel-yel yang sudah ditetapkan oleh pihak panitia yakni butir-butir pancasila, PKBN, PKDRT, GNAKSA, NAFZA, Administrasi Kependudukan, dan traficking, dan juga adanya penampilan tadi dan parodi yang dibawakan oleh Siswi SMA Negeri 19 Medan.

Ketua Tim Supervisi yang juga Ketua Tim PKK, Kelurahan Sei Mati Sri Juliani mengatakan, jika perlombaan ini merupakan serangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK yang melibatkan masyarakat, khususnya anggota PKK sendiri dari kalangan Remaja.

Sri Juliani menambahkan, jika kegiatan tersebut menghimbau kepada masyarakat akan mengingatkan 7 unsur PAAR. Di antaranya, narkoba, unsur kejahatan pada anak, human tracfiking, pengamalan ideologi pancasila, dan administrasi kependudukan .

“Keseluruhan peserta berjumlah 150 orang yang mayoritas adalah kader PKK sendiri, dan untuk pemenang akan diumumkan selanjutnya nanti,” ujar Sri.

Sri berharap, untuk kegiatan ini lebih ditingkatkan ke depannya karena merupakan bagian dari pemerintah. “Kegiatan ini merupakan simulasi, dimana disekitar kita terdapat isu-isu yang terjadi, yang mempunyai payung hukum yang tetap, tuturnya.

Lurah Sei Mati, Eko Hartad turut mendukung kegiatan tersebut. Sebab, Sei Mati ditunjuk dari Kecamatan Medan Labuhan untuk menyelenggarakan perlombaan yang dimana bertujuan untuk meningkatkan pola asuh anak dan remaja khususnya di Kelurahan Sei Mati.

“Saya berharap agar ke depan para peserta ini lebih mengerti tentang bahaya narkoba, human tracfiking, kejahatan pada anak, dan lainya,” harapnya.

Hadir pada kegiatan tersebut, Camat Medan Labuhan Khairun Nasir, Kapolsek Medan Labuhan, Kepala Lingkungan se Kelurahan Sei Mati, Kader PKK se kelurahan Sei Mati, para peserta lomba. (mag-1/ila)

BSI Dorong Digitalisasi Pembayaran di Pasar Gede

SEVP Digital Banking Saut Parulian Saragih (kiri) menggunakan BSI Mobile untuk transaksi QRIS di salah satu kios buah di Pasar Gede Solo, Surakarta, Senin (15/01).

SOLO, SUMUTPOS.CO — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mendorong digitalisasi pembayaran melalui Quick Respons Code Indonesia Standar (QRIS) oleh pedagang di Pasar Gede Solo, guna mendukung inklusivitas perbankan syariah.

SEVP Digital Banking BSI Saut Parulian Saragih mengatakan, insiatif digital yang telah diimplementasikan oleh BSI tidak hanya untuk memberikan kemudahan akses ke layanan perbankan syariah, tetapi juga untuk menciptakan solusi inklusif yang dapat dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas.

Pasar Gede Solo dikenal menjadi simbol harmoni kehidupan sosial budaya di Surakarta. Tidak jauh dari lokasi pasar ini, terdapat pemukiman warga Tionghoa lengkap dengan bangunan klenteng tertua di Solo, Klenteng Tien Kok Sie.

Pasar Gede terletak di Jalan Urip Sumoharjo di seberang Balai Kota Surakarta, yang merupakan daerah pecinan, Chinatown kota Surakarta. Di wilayah tersebut, banyak orang keturunan Tionghoa tinggal dan berdagang. Selesai dibangun pad 1930, bangunan pasar ini diberi nama Pasar Gedhé Hardjanagara. Penamaan pasar gedhé atau “pasar besar” berasal dari atapnya yang besar. Seiring dengan perkembangan masa, pasar ini menjadi pasar terbesar dan termegah di Surakarta.

Adanya digitalisasi dalam transaksi pembayaran di Pasar Gede Solo diharapkan juga mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah kepada masyarakat, khususnya di lingkungan Pasar Gede Solo yang beragam. Dengan demikian, kesan inklusivitas BSI sebagai beyond syariah banking lebih terasa.

“Kami terus menjadikan platform digital sebagai pintu masuk transaksi di BSI, sehingga nasabah dapat dengan mudah mengakses BSI di manapun dan kapanpun dengan aman,” kata Saut.

Per November 2023, BSI telah menyediakaan layanan QRIS pada 259 ribu merchant dari berbagai sektor seperti makanan & minuman, fashion, dan barang kebutuhan sehari-hari di seluruh Indonesia. Khusus di kota Solo sendiri, terdapat 5.325 merchant QRIS.

Sedangkan untuk di Regional Semarang (Jawa Tengah dan Yogyakarta), BSI berhasil mencatatkan kinerja cukup impresif untuk transaksi QRIS dengan jumlah volume transaksi yang mencapai Rp 17,6 miliar per November 2023.

“Hal ini membuktikan bahwa BSI berhasil menciptakan gebrakan signifikan dalam meningkatkan aksesibilitas layanan keuangan dan mengurangi ketergantungan pada uang tunai, salah satunya di lingkungan pasar,” ujar Saut.

Di Solo sendiri, per 30 November 2023 BSI menunjukkan kinerja yang mengesankan, dengan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp4,2 T, pencairan pembiayaan sebesar Rp1,18T dan saldo baki debit pembiayaan ritel sebesar Rp2,5 T. Meskipun berfokus pada pertumbuhan, BSI tetap menjaga rasio risiko dengan rasio Kol 2 sebesar 1,51% dan pembiayaan bermasalah (NPF) sebesar 2,23%.

Inisiatif digitalisasi ini tidak hanya membawa pasar ke era baru teknologi keuangan, tetapi juga memberikan kontribusi positif pada pelestarian budaya dan sejarah di Chinatown Surakarta. Dengan semakin tumbuhnya peran Pasar Gede Solo sebagai pusat kegiatan ekonomi dan budaya, langkah berani BSI diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

“Langkah-langkah ini mencerminkan komitmen BSI dalam memperluas cakupan dan efisiensi layanan digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah dengan lebih baik,” jelas Saut.

Saut juga mengungkapkan bahwa BSI saat ini tengah aktif memperluas kolaborasinya di dalam ekosistem halal. Kerja sama ini melibatkan sektor-sektor strategis seperti pendidikan, layanan haji dan umrah, pariwisata halal, industri makanan dan minuman, ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf), masjid, pesantren, dan sebagainya.

Dengan terlibat secara luas dalam ekosistem halal, BSI berkomitmen untuk menjadi pemain kunci dalam mendukung ekonomi syariah dan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia.

Langkah ini juga sejalan dengan visi BSI untuk menjadi bank syariah terkemuka yang tidak hanya memberikan layanan perbankan yang inovatif, tetapi juga mendukung pertumbuhan berkelanjutan sektor-sektor yang terkait dengan prinsip-prinsip syariah.

“Ke depan, secara konsisten BSI menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan fokus pada berbagai inisiatif strategis dengan mengakselerasi pembentukan Islamic Ecosystem dan memberikan dukungan penuh pada inisiatif-inisiatif yang memperkuat Global Halal Hub. Melalui langkah-langkah ini, BSI berharap dapat memainkan peran kunci dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah secara global,” tutup Saut.(rel)

Sepekan, Karantina Sibolga Keluarkan Sertifikasi Produk Senilai Rp14,53 M

FASILITASI: Badan Karantina Indonesia, melalui Satuan Pelayanan Pelabuhan Laut Sibolga Balai Besar Karantina Hewan Ikan Tumbuhan (BBKHIT) Sumatera Utara fasilitasi sertifikasi.

SUMUTPOS.CO – Badan Karantina Indonesia, melalui Satuan Pelayanan Pelabuhan Laut Sibolga Balai Besar Karantina Hewan Ikan Tumbuhan (BBKHIT) Sumatera Utara fasilitasi sertifikasi antar area komoditas tumbuhan, hewan, dan ikan dengan nilai ekonomis sebesar Rp14,53 miliar, terhitung mulai 7-12 Januari 2024.

Produk yang disertifikasi tersebut berupa produk hewan yaitu 37,7 ribu ekor ayam, 23,1 ribu, DOC dan 575 ekor babi. Sedangkan produk ikan berupa ikan beku sebanyak 643 ton serta produk tumbuhan berupa 30 ton karet lempengan, dan 70 ton kopra yang dilalulintaskan ke Nias dan Gunungsitoli.

“Sebelum dilalulintaskan, semua produk hewan, ikan tumbuhan, telah melalui pemeriksaan oleh pejabat Karantina Satuan Pelayanan Pelabuhan Laut Sibolga berupa pemeriksaan fisik maupun kelengkapan dokumen sebagai persyaratan administrasi, kata N. Prayatno Ginting selaku Plt. Karantina Sumatera Utara dalam keterangan persnya, Selasa (16/01).

Menurut Ginting, pihaknya selalu menjaga kualitas komoditas ekspor maupun antar area yang dilalulintaskan melalui tindakan karantina dan pengawasan keamanan pangan. Hal ini untuk menjaga kualitas komoditas asal sumatera Utara agar tetap terjaga dan diakui didalam negeri maupun luar negeri.

Hal ini sejalan dengan arahan Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean untuk melakukan penguatan kesisteman perkarantinaan, seperti fasilitas pemeriksaan baik sarana dan prasarana laboratorium serta kemampuan petugasnya untuk dapat memastikan kesehatan dan keamanan produk yang dilalulintaskan.

Lebih lanjut, Ginting menjelaskan bahwa Kota Sibolga memiliki potensi besar di bidang perikanan dan pertanian karena terletak di pesisir pantai barat Sumatera, sehingga bisa dijadikan dasar untuk meningkatkan perdangangan hingga ke manca negara.(mag-1/han)

Ketua PKK Sumut Kunker di Sergai, Serahkan Bantuan Bibit Cabai dan Makanan Tambahan Anak

fadly/SUMUT POS DISAMBUT: Pj.Ketua TP-PKK Sumut Hj. Dessy Hassanuddin disambut Ketua TP PKK Sergai Rosdiana Darma WijayaWijaya ketika melakukan kunker di Perbaungan.

PERBAUNGAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Sergai Hj. Rosmaida Saragih Darma Wijaya menerima kunjungan kerja (Kunker) Pj Ketua TP PKK Sumut, Hj. Dessy Hassanuddin. Kunker ini beragendakan kunjungan ke Posyandu dan kegiatan tanam cabai di Desa Sukajadi, Kecamatan Perbaungan, Selasa(16/1).

Darma Wijaya menyampaikan terima kasih untuk perhatian Ketua TP-PKK Sumut yang memilih Kabupaten Sergai sebagai daerah yang mendapat bantuan bibit cabai dan makanan tambahan kepada anak tersebut.

Ia menyebut, pemberian bantuan bibit cabai ini merupakan salah satu upaya yang digalakkan oleh TP PKK dalam mengatasi krisis pangan.

Menurutnya, menanam cabai di pekarangan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi lebih mandiri secara pangan. Dengan memiliki sumber daya pangan di rumah, sebut Bupati, keluarga dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan mereka sendiri. Hal ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dan memperkuat kemandirian masyarakat.

“Tanaman cabai yang ditanam di pekarangan tidak hanya membantu pasokan pangan rumah tangga, tetapi juga dapat menghemat pengeluaran keluarga. Keluarga dapat memanfaatkan hasil tanaman di pekarangan sendiri. Hal ini dapat meredakan beban ekonomi keluarga, terutama di masa-masa sulit,” ujar Bupati.

Darma Wijaya juga berharap bibit cabai ini dapat benar-benar dimaksimalkan oleh warga sekitar untuk ditanami dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Sementara itu Ketua TP-PKK Sergai mengapresiasi bantuan makanan tambahan yang diberikan oleh Ketua TP-PKK Sumut. Rosmaida Saragih berpendapat, seiring dengan perkembangan zaman, kesehatan anak-anak merupakan salah satu aspek yang harus menjadi perhatian utama kita bersama. Oleh karena itu, pemberian makanan tambahan menjadi inisiatif yang sangat tepat dalam mendukung kesehatan bayi dan balita. Ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan pertumbuhan anak sesuai dengan umurnya, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk penanggulangan stunting.

“Program bantuan ini khususnya ditujukan untuk ibu hamil (Bumil) dan bayi bawah dua tahun (Baduta), karena pada rentang waktu tersebut, kebutuhan gizi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan yang optimal,” jelasnya lebih lanjut. (fad/han)