29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 68

Salurkan Empat Karung Pakaian Lengkap, Laznas AQL Peduli Jangkau Desa Alur Nunang

ACEH TAMIANG, SUMUTPOS.CO— Laznas AQL Peduli menyalurkan bantuan sandang ke Desa Alur Nunang, Kecamatan Banda Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bagian dari respons penanganan dampak banjir yang melanda wilayah tersebut.

Bantuan yang disalurkan berupa empat karung pakaian lengkap yang telah dikemas per paket, berisi pakaian layak pakai untuk dewasa dan anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, agar pendistribusian kepada warga terdampak dapat dilakukan secara merata dan tepat sasaran.

Tim Lapangan Laznas AQL Peduli, Zakariyah, menjelaskan, bantuan disiapkan dalam bentuk paket untuk memudahkan pembagian di tingkat desa. “Bantuan ini kami kemas per paket, isinya pakaian lengkap untuk dewasa dan anak-anak. Totalnya empat karung, sehingga bisa langsung dibagikan kepada warga sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Zakariyah.

Salah satu warga Desa Alur Nunang, Indra, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima oleh masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan pakaian ini. Bantuan ini sangat berarti bagi warga, dan kami mendoakan semoga para donatur serta relawan selalu diberi kesehatan dan kebaikan,” kata Indra.

Relawan Laznas AQL Peduli sekaligus warga lokal Aceh Tamiang, Yus, mengatakan bahwa kebutuhan sandang menjadi persoalan mendesak bagi warga pascabanjir. “Setelah banjir, banyak warga kehilangan pakaian dan belum mampu menggantinya. Bantuan sandang seperti ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ungkap Yus.

Sementara itu, Azmi Habiburrahman, Pimpinan Posko AQL Peduli Aceh Tamiang, menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan prioritas kebutuhan lapangan, bukan sekadar pemerataan wilayah.

“Kami tidak hanya menghitung jumlah lokasi, tetapi menimbang tingkat kebutuhan warga. Desa-desa yang masih mengalami kekurangan sandang akan terus kami dampingi agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi selama masa pemulihan pascabanjir,” tegas Azmi. (adz)

Kolaborasi SATGAS DPR RI dan Kementerian (GALAPANA), Telkomsel Pulihkan Seluruh BTS di Aceh Pascabencana

Aceh, Sumutpos.co – Sebagai bagian dari kolaborasi Satuan Tugas (SATGAS) DPR RI bersama Kementerian melalui program GALAPANA, Telkomsel menuntaskan pemulihan seluruh infrastruktur jaringan telekomunikasi di Provinsi Aceh pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Hingga siang hari ini, 100% BTS Telkomsel di Aceh telah berhasil dipulihkan, dengan tingkat kestabilan layanan jaringan mendekati 90%, bergantung pada stabilitas pasokan listrik di masing-masing wilayah.

Keterlibatan Telkomsel dalam upaya pemulihan bencana berskala besar ini mencakup tiga fokus utama, yakni Pemulihan konektivitas dan Jaringan, Dukungan Digitalisasi Data Terpadu, serta Dukungan Logistik dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).

Ketiga aspek tersebut dijalankan secara terintegrasi untuk mendukung efektivitas koordinasi penanganan bencana bersama SATGAS DPR RI dan Kementerian.

Pemulihan jaringan di Aceh dilakukan secara bertahap dan terukur sejak awal bencana, dengan mengedepankan keselamatan tim serta menyesuaikan kondisi akses dan kesiapan infrastruktur pendukung di lapangan. Tantangan utama yang masih dihadapi hingga saat ini adalah fluktuasi pasokan listrik di sejumlah wilayah, yang memengaruhi optimalisasi kualitas layanan.
Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho A. Wibowo, menyampaikan bahwa pemulihan jaringan merupakan prioritas utama dalam mendukung aktivitas masyarakat dan koordinasi penanganan bencana.

“Siang hari ini seluruh BTS Telkomsel di Aceh telah berhasil kami pulihkan. Fokus kami saat ini adalah menjaga dan meningkatkan kestabilan layanan seiring dengan membaiknya pasokan listrik di wilayah terdampak, agar konektivitas tetap mendukung kebutuhan masyarakat dan proses pemulihan,” ujar Nugroho.

Dalam mendukung percepatan pemulihan jaringan, Telkomsel mengoperasikan berbagai perangkat pendukung, antara lain 5 unit Compact Mobile BTS (Combat) untuk memperkuat cakupan jaringan di lokasi terdampak dan kawasan hunian sementara (Huntara), serta 316 unit genset sebagai sumber listrik cadangan.

Melalui sinergi bersama SATGAS DPR RI dan Kementerian dalam program GALAPANA, Telkomsel akan terus melakukan pemantauan dan optimalisasi jaringan secara berkelanjutan, sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan layanan komunikasi tetap andal selama masa pemulihan pascabencana.(rel)

Laznas AQL Peduli Salurkan Bantuan ke Dusun Lubuk Sidup yang Tersisa 4 Rumah dan 1 Masjid

ACEH TAMIANG, SUMUTPOS.CO— Pascabencana banjir di Aceh Tamiang, Dusun Lubuk Sidup, Kecamatan Sekarak, menjadi potret wilayah yang mengalami kerusakan terparah. Dari lebih 170 rumah warga, hanya empat rumah dan satu masjid tersisa.

Tim Lapangan Laznas AQL Peduli, Gus Rumasisin mengatakan, secara geografis jarak Dusun Lubuk Sidup ke ibukota Aceh Tamiang sekitar 10-an Kilometer. Kondisi wilayahnya mengalami kerusakan infrastrukturnya sangat rusak, baik kerusakan rumah, fasilitas ibadah dan fasilitas jalan umum.

“Sedangkan warga-warganya, korban bencana masih banyak yang tidur di bawah tenda-tenda yang berdiri di tenah warga masing-masing,” kata Gus kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).

 

Atas kondisi ini, Gus mengatakan, Laznas AQL Peduli menyalurkan bantuan logistik ke Dusun Lubuk Sidup sebagai bagian dari upaya pendampingan bagi warga terdampak bencana. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan sandang serta paket pangan bernutrisi sepeti kurma.

“Penyaluran bantuan kali ini disesuaikan dengan hasil asesmen lapangan yang menunjukkan tingkat kerusakan ekstrem di wilayah tersebut,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan, dusun ini termasuk yang paling parah terdampak. “Bayangkan, dari lebih 170 rumah, hanya empat rumah dan satu masjid yang tersisa. Sisanya rusak berat bahkan rata dengan tanah. Itulah mengapa bantuan sandang dan pangan menjadi prioritas kami saat ini,” ungkapnya.

Pimpinan AQL Wilayah Aceh–Sumatera Utara, Affan Lubis menegaskan, penyaluran bantuan ke wilayah terpencil menjadi perhatian utama lembaga dalam merespons bencana.
“Kami berupaya untuk terus hadir dan mendampingi masyarakat terdampak hingga kondisi berangsur pulih. Tidak hanya di pusat wilayah, tetapi juga di dusun-dusun terpencil yang aksesnya sulit,” tutur Affan.

Bantuan logistik tersebut diserahkan kepada warga melalui Arma, istri Datuk (Kepala Dusun) Lubuk Sidup, untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur atas kepedulian para donatur di tengah situasi mereka yang kehilangan harta benda.

“Terima kasih banyak atas bantuan pakaian dan makanannya. Kami tidak bisa membalas kebaikan kalian kecuali dengan doa. Semoga kalian dan seluruh penyumbang diberikan kesehatan selalu,” ucap Ibu Arma penuh haru.

Pada kesempatan terpisah, Azmi Habiburrahman selaku pimpinan posko AQL Peduli Aceh Tamiang menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Laznas AQL Peduli yang hingga saat ini masih membuka posko bantuan di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah dengan tingkat kerusakan tinggi, agar warga dapat kembali beraktivitas secara bertahap dalam masa pemulihan pascabanjir. (adz)

Penyalahgunaan AI dan Keresahan Publik: Ketika Teknologi Berlari Lebih Cepat dari Etika

Oleh: Annisa Zain Rofifah, Fenny Risnanda Aulia Rahmi
(Mahasiswa Pascasarjana Magister Ilmu Komunikasi UNISKA Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin)

Maraknya pemberitaan tentang penyalahgunaan Grok AI untuk menghasilkan konten manipulative dan asusila menunjukan bahwa perkembangan kecerdasan buatan tidak selalu sejalan dengan kesiapan etika dan perlindungan publik. Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara, sehingga jelas bersifat global. Namun bagi Masyarakat, dampaknya terasa sangat personal dan nyata.

Kasus-kasus ini memunculkan rasa resah dan tidak aman di ruang digital. Foto, identitas, dan citra diri yang seharusnya bersifat pribadi, kini dapat dengan mudah disalahgunakan melalui bantuan teknologi.

Ketika AI mampu memanipulasi wajah dan tubuh seseorang tanpa izin, batas antara kenyataan dan rekayasa menjadi kabur. Akibatnya, kepercayaan masyarakat terhadap ruang digital perlahan terkikis.

Di sisi lain, respons pemerintah melalui penyelidikan, peringatan, hingga ancaman pemblokiran menunjukan bahwa negara tidak sepenuhnya berdiam. Namun, dari sudut pandang khalayak, langkah ini masih terasa reaktif.

Kebijakan baru muncul setelah kasus viral dan tekanan publik meningkat. Pola seperti ini menimbulkan Kesan bahwa perlindungan masyarakat baru diberikan setelah kerugian terjadi, bukan dicegah sejak awal.

Masalah ini juga memperlihatkan lemahnya posisi masyarakat dalam ekosistem komunikasi digital. Ketika konten bermasalah beredar, publik seringkali kebingungan harus mengadu kemana dan siapa yang bertanggung jawab.

Dalam konteks ini, penyalahgunaan AI seharusnya dipandang bukan sekedar pelanggaran teknologi, tetapi sebagai masalah komunikasi publik. Konten yang dihasilkan AI tetap merupakan pesan yang memiliki makna , dampak dan konsekuensi sosial. Jika pesan tersebut merendahkan martabat manusia, maka yang terjadi adalah kekerasan simbolik yang merugikan masyarakat luas.

Solusi yang ditawarkan tidak bisa hanya berhenti pada pemblokiran atau sanksi sesaat. Pemerintah perlu membangun pendekatan yang lebih menyeluruh.

Pertama, regulasi harus secara tegas mengatur batas penggunaan AI, terutama yang berkaitan dengan manipulasi identitas dan konten asusila. Aturan ini perlu disosialisasikan secara luas agar Masyarakat memahami hak dan perlindungannya.

Kedua, penyedia teknologi dan platform digital diwajibkan memperkuat sistem pengamanan dan bertanggung jawab atas dampak produknya. Keuntungan ekonomi dari teknologi tidak boleh mengalahkan keselamatan publik.

Ketiga, literasi digital masyarakat harus ditingkatkan, bukan hanya soal cara menggunakan teknologinya, tetapi juga tentang etika, tanggung jawab, dan dampak sosial dari setiap konten yang diproduksi dan dibagikan.

Terakhir, masyarakat perlu dilibatkan sebagai subjek yang dilindungi, bukan sekedar objek kebijakan. Saluran pelaporan yang mudah diakses, pendampingan korban, serta komunikasi public yang transparan akan membantu memulihkan rasa aman di ruang digital.

Penyalahgunaan Grok AI menjadi peringatan bahwa kecanggihan teknologi tanpa kendali etika hanya akan memperluas ketimpangan kuasa antara sistem dan manusia. Jika tidak ditangani dengan serius dan berkelanjutan, public akan terus hidup dalam keresahan di ruang yang seharusnya memberi manfaat. AI seharusnya mempermudah kehidupan manusia, bukan membuat manusia merasa terancam oleh ciptaannya sendiri.(rel)

Telkomsel Sigap Jaga Konektivitas Dan Salurkan Bantuan Sejak Awal Bencana

Medan, SUMUTPOS.CO – Sejak awal terjadinya bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Telkomsel bergerak cepat melakukan langkah-langkah strategis untuk memastikan layanan komunikasi tetap berjalan serta menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.

Telkomsel mengaktifkan status siaga darurat sejak hari pertama dengan menurunkan tim teknis ke lapangan, meskipun harus menghadapi tantangan akses jalan terputus, medan berat, cuaca ekstrem, serta keterbatasan logistik.

Tim melakukan pengecekan infrastruktur, perbaikan perangkat, serta optimalisasi jaringan agar layanan kembali stabil.
Vice President Area Network Operation Sumatera Telkomsel, Nugroho Adi Wibowo, mengatakan, “Sejak awal bencana, kami langsung mengerahkan tim untuk memastikan jaringan tetap berfungsi. Konektivitas menjadi kebutuhan vital masyarakat, khususnya dalam situasi darurat seperti ini.”

Selain pemulihan jaringan, Telkomsel menyalurkan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa kebutuhan pokok dan dukungan layanan komunikasi di berbagai wilayah terdampak. Di Provinsi Sumatera Barat, bantuan disalurkan di Padang Panjang, Agam, Pariaman, Kota Padang, Solok, dan Tanah Datar. Sementara di Provinsi Sumatera Utara, penyaluran bantuan dilakukan di Tapanuli Tengah, Binjai, Medan, Pematang Siantar, dan Sibolga. Adapun di Provinsi Aceh, bantuan menjangkau wilayah Langsa, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Takengon, Aceh Selatan, Bireuen, serta wilayah Gayo.

Saat ini, jaringan di wilayah terdampak berangsur pulih dan terus dipantau secara intensif agar kualitas layanan tetap optimal dan stabil. Melalui berbagai upaya tersebut, Telkomsel menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga konektivitas, serta mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak bencana.(rel)

Tersangka Persetubuhan Anak di Bawah Umur Ditangkap

TERSANGKA: Polisi saat mengamankan tersangka pelaku persetubuhan anak di bawah umur, di Palas. Istimewa/Sumut Pos
TERSANGKA: Polisi saat mengamankan tersangka pelaku persetubuhan anak di bawah umur, di Palas. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resor Padanglawas (Polres Palas) mengamankan seorang pria berinisial AMH (42) yang diduga terlibat dalam tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Peristiwa tersebut terjadi di Aek Nabara Barumun, Kabupaten Palas.

Tersangka saat ini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Palas, guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah Polda Sumatera Utara (Polda Sumut), Kombes Pol Ferry Walintukan mengakui bahwa penanganan perkara tersebut sedang dalam proses hukum dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Polres Padanglawas telah menerima laporan dan mengamankan terduga pelaku. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif untuk melengkapi berkas perkara,” ujarnya, Jumat (9/1).

Ia menjelaskan, perkara ini bermula dari laporan polisi yang diterima pada Senin (5/1), sekira pukul 12.55 WIB. Laporan tersebut dibuat oleh seorang perempuan berinisial S (38), yang merupakan warga Desa Payabaung, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Palas.

Ferry menambahkan, demi kepentingan penyidikan dan perlindungan terhadap korban, pihak Kepolisian tidak mengungkapkan identitas korban secara rinci, karena yang bersangkutan masih di bawah umur.

“Tersangka telah dilakukan penahanan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Penyidik menerapkan pasal dugaan persetubuhan terhadap anak sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,” jelasnya.

Ia menegaskan, Polda Sumut berkomitmen dalam menangani setiap laporan tindak pidana. Khususnya yang menyangkut perlindungan perempuan dan anak secara profesional, transparan, dan berkeadilan serta mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana serupa. (dwi/azw)

Oknum Polres Deliserdang Curi Motor Polisi

PAPARKAN: Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana SIK MSi didampingi Kasat Reskrim Risqi Akbar SIK MH saat memaparkan oknum polisi mencuri motor personel Deliserdang.
PAPARKAN: Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana SIK MSi didampingi Kasat Reskrim Risqi Akbar SIK MH saat memaparkan oknum polisi mencuri motor personel Deliserdang.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Satuan Reskrim Polresta Deliserdang mengamankan oknum polisi berinisial FE yang ketahuan mencuri sepeda motor Honda CRF BK 5174 AKC milik personel polisi, Alfreezy Angga Sembiring (22) pada Rabu (31/12/2025) lalu. Dalam penangkapan FE, sempat dilakukan pencarian beberapa hari namun akhirnya berhasil dibekuk, Senin (5/1).

Kronologis penangkapan berawal, Alfreezy Angga Sembiring (22) memarkirkan motornya di Jalan Sudirman Kecamatan Lubukpakam tepatnya di Barak Lajang Mapolresta Deliserdang.

Saa itu korban baru usai salat di masjid. Kemudian melihat FE melintasi masjid dengan mengendarai sepeda motor miliknya yang diparkirkannya di Barak Lajang. Selanjutnya korban menunggu tersangka FE kembali. Namun sampai Jumat depannya, (2/1/2026), FE belum juga kembali. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polresta Deliserdang.

Hasil interogasi, tersangka FE mengakui perbuatanya serta menjual sepeda motor tersebut ke seseorang berinisial T di daerah Tembung dengan harga Rp9,5 juta.

Atas kejadian itu, Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana SIK MSi didampingi Kasat Reskrim Risqi Akbar SIK MH, mengakui bahwa tersangka FE merupakan personel Polri yang bertugas di Polresta Deliserdang.

Tersangka dalam kasus ini dikenakan pasal pencurian pemberatan yang masuk dalam Pasal 477 ayat (1) ke-F subs pasal 476 dari Undang-undang RI No 1 Tahun 2023 tentang KUHP. “Kita tegas dalam proses Pelanggaran Kode Etik dengan sanksi PTDH melalui Sie Propam Polresta Deliserdang,” tegasnya.(btr/azw)

Bupati Deliserdang Kerahkan TPK Dampingi Ibu Hamil Berisiko Tinggi, Asri Ludin: Ini Perintah..

RAKOR: Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Maternal dan Neonatal yang dihadiri pula oleh Wakil Bupati Deliserdang, Lom Lom Suwondo SS di Aula RSUD Drs H Amri Tambunan, Kamis (8/1).
RAKOR: Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Maternal dan Neonatal yang dihadiri pula oleh Wakil Bupati Deliserdang, Lom Lom Suwondo SS di Aula RSUD Drs H Amri Tambunan, Kamis (8/1).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang mengerahkan sebanyak 2.900 anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk mendampinggi ibu hamil berisiko tinggi. Hal itu terungkap pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Maternal dan Neonatal di Aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Drs H Amri Tambunan, Kamis (8/1).

Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliderdang akan kembali menguatkan pola pendampingan ibu hamil berisiko tinggi. Melalui penandaan khusus berupa stiker merah di rumah ibu hamil risiko tinggi tersebut.

“Ke depan, ibu hamil yang berisiko tinggi akan kita kelola secara khusus. Mulai dari jadwal pemeriksaan Antenatal Care (ANC), pendampingan kader, hingga penjemputan menjelang persalinan bila diperlukan. Terutama bagi ibu-ibu dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, intervensi pemerintah harus hadir,” tegas Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan.

Ada 2.900 anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kabupaten Deliserdang yang terdiri dari unsur Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), bidan, dan kader Keluarga Berencana (KB), serta didukung oleh bidan desa dan kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

“Tidak boleh ada kader yang hanya ingin menerima honor tanpa bekerja. Kita butuh orang yang benar-benar mau turun ke lapangan dan peduli. Jangan karena jabatan atau kedekatan, lalu orang yang tidak mau bekerja justru ditunjuk,” terangnya.

Selain itu, Bupati Deliserdang juga menginstruksikan agar pelayanan rujukan ibu hamil dan bayi berisiko dilakukan secara cepat dan proaktif. Puskesmas dan rumah sakit jangan menunggu, namun harus segera menjemput pasien menggunakan ambulans jika diperlukan.

“Ini perintah. Jika tidak dilaksanakan akan ada sanksi. Kita ingin tidak ada lagi keterlambatan penanganan yang berujung pada kematian ibu dan bayi,” jelasnya.

Bupati berharap, sepanjang Tahun 2026, akan terjadi penurunan signifikan angka kematian maternal dan neonatal, serta angka stunting di Kabupaten Deliserdang.

Untuk itu, seluruh aparatur sipil negara (ASN) harus keluar dari zona nyaman dan bekerja sungguh-sungguh demi masyarakat.

“Saya ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Tidak ada orangtua yang ingin anaknya lahir sakit atau meninggal. Ketidakmampuan dan keterbatasan merekalah yang membuat kehadiran pemerintah menjadi sangat penting,” pungkasnya.(btr/azw)

Pengalaman Perdana Berdinas di Sumut, AKBP Mirzal Maulana Mohon Dukungan di Binjai

SAMBUTAN: Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana saat menyampaikan kata sambutan di Pendopo Umar Baki, Jumat (9/1). (Teddy Akbari/Sumut Pos)
SAMBUTAN: Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana saat menyampaikan kata sambutan di Pendopo Umar Baki, Jumat (9/1). (Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – AKBP Mirzal Maulana resmi menjabat Kapolres Binjai usai dilakukan serah terima jabatan di Polda Sumut. Jebolan Akademi Kepolisian 2004 ini, memohon dukungan selama berdinas di Kota Binjai.

Itu disampaikan Mirzal dalam kesempatan pisah sambut yang digelar Pemko Binjai di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Binjai, Jumat (9/1).

“Mohon dukungan dari semua pihak, kita sama-sama bekerja dan bersinergi untuk masyarakat. Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kegiatan penerimaan ini, saya sebagai warga baru mohon diterima, mohon dibimbing,” ungkap Mirzal.

Sebelum berdinas di Kota Binjai, Mirzal pernah menduduki jabatan strategis pada bidang fungsi reserse di jajaran Polda Jawa Timur. Bahkan sebelum di Jawa Timur, ayah anak dua ini, juga pernah berdinas di lingkungan Polda Metro Jaya.

“Sebelum berdinas di Polres Binjai, saya berdinas di Polda Jawa Timur dari 2020 sampai akhir 2025. Sebelumnya, di Polda Metro Jaya dari 2015 sampai 2020,” bebernya.

“Ini pengalaman pertama di Sumatera Utara,” sambung Mirzal.
Mirzal juga mengenalkan istrinya beserta kedua anaknya. Merajut hubungan dengan istrinya sejak masih duduk di bangku SMA.
“Pada dasarnya, kami ingin bisa bersama-sama, karena kami tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, mantan Kapolres Binjai AKBP Bambang Christanto Utomo menjabat selama satu tahun enam bulan. Dia mengucapkan terima kasih atas dukungan Forkopimda selama bertugas memimpin Polres Binjai. Baginya, Kota Binjai cukup menyenangkan.

“Menjadi satu bagian cerita yang sangat indah dalam perjalanan karir saya di Binjai, kota yang menyenangkan. Kalau bisa diperpanjang, diperpanjang,” harapnya. (ted/saz)