31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 775

DPRD Medan Gelar Paripurna Pembukaan Masa Sidang Tahun 2024

SIDANG: DPRD Medan menggelar rapat paripurna pembukaan masa sidang kesatu Tahun 2024 di ruang rapat gedung DPRD Medan Jalan Maulana Pohan, Selasa (2/1/2024) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Medan menggelar rapat paripurna pembukaan masa sidang kesatu Tahun 2024 di ruang rapat gedung DPRD Medan Jalan Maulana Pohan, Selasa (2/1/2024) sore. Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Medan, Hasyim SE, Wakil Ketua DPRD Medan H. Rajudin Sagala dan dihadiri sejumlah Anggota DPRD Medan.

Dalam rapat paripurna tersebut disampaikan, Anggota DPRD Medan akan melaksanakan sejumlah agenda ataupun kegiatan kelewatan.

“Di awal tahun 2024 ini, DPRD Medan menggelar rapat paripurna sekaligus mengagendakan jadwal kegiatan DPRD Medan ke depan,” ucap Hasyim.

Adapun kegiatan yang dilakukan mulai dari pelaksanaan Sosialisasi Peraturan (Sosper) Daerah hingga pelaksanaan Reses kesatu Tahun 2024.

Ditambahkan Hasyim SE yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan itu, selain Sosper dan Reses, DPRD Kota Medan juga akan melakukan pembahasan beberapa Ranperda Kota Medan yang menjadi prioritas.

“Kemudian DPRD Kota Medan juga akan melakukan beberapa agenda rapat Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Medan, seperti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di komisi, rapat Badan Musyawarah (Banmus), dan kunjungan kerja,” pungkasnya.
(map/ram)

Wali Kota Medan Pimpin Apel HAB ke-78 Kemenag RI

BERSAMA: Wali Kota Medan, Bobby Nasution foto bersama stakeholder pada peringatan HAB ke 78, Rabu (3/1/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kota Medan, menggelar Apel dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-78 Kementerian Agama RI di Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan, Rabu (3/1/2024).

Wali Kota Medan M Bobby Afif Nasution bertindak sebagai inspektur apel pada peringatan HAB ke-78 dan membacakan sambutan Menteri Agama RI.

“Hari Amal Bakti tentu tidak semata sebuah nama, tetapi di dalamnya terkandung harapan dan tekad untuk mencurahkan pengabdian kita kepada seluruh umat beragama. Pada peringatan Hari Amal Bakti ke-78 Kementerian Agama ini, saya mengajak kita semua untuk terus meningkatkan semangat pengabdian dan perjuangan kita mewujudkan segala cita dibentuknya Kementerian Agama,” ucap Bobby.

Bobby menyampaikan, sebagai institusi yang memiliki tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama dan pendidikan keagamaan, tugas Kementerian Agama tidaklah ringan.

“Diantara tugas berat kita adalah menjaga harmoni kehidupan beragama sebagai salah satu pilar kerukunan nasional. Tugas berat ini dilaksanakan diantaranya dengan memberikan layanan yang adil, transparan, dan akuntabel untuk seluruh umat beragama,” ungkapnya.

“Selain itu, kita juga memiliki tugas untuk membangun karakter bangsa melalui pendidikan agama. Bekal pendidikan agama yang moderat adalah fondasi kokoh dalam mewujudkan kerukunan umat beragama demi tercapainya tujuan Pembangunan,” sambungnya.

Wali Kota Medan menambahkan, melalui berbagai program reguler dan Tujuh Program Prioritas Kementerian Agama, kita terus bekerja keras melaksanakan tugas-tugas yang dimandatkan kepada kita semua. Penguatan Moderasi Beragama, Transformasi Digital, Revitalisasi KUA, Kemandirian Pesantren, Cyber Islamic University, Religiousity Index, Tahun Kerukunan Umat Beragama adalah ikhtiar dalam memberikan layanan yang sebaik-baiknya kepada seluruh umat.

“Selamat memperingati Hari Amal Bakti ke-78 Kementerian Agama. Semoga Kementerian Agama terus jaya, serta menjadi oase dan pelayanan umat yang terbaik,” pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Impun Siregar, Ketua MUI Kota Medan, Ketua FKUB Kota Medan, Ketua Baznas Kota Medan, Pimpinan Majelis Agama Kota Medan, Ketua Ormas Islam Kota Medan, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Medan, Kepala Seksi dan Penyelenggara, Kepala Kantor Urusan Agama dan Kepala Madrasah, Ketua DWP Kemenag Kota Medan dan Anggota serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PPPK Kemenag Kota Medan. (man/ram)

Terkait Pencoretan 11 Caleg Kota Medan, Bawaslu Medan Tunggu Permohonan Partai Pengusung

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menindaklanjuti keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan yang mencoret 11 calon legislatif (caleg), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan sampai saat ini masih menunggu permohonan partai politik (parpol) pengusung dari 11 caleg tersebut.

“Sampai hari ini (Rabu) belum ada yang masuk permohonan. Namun kemarin dan hari ini sudah ada datang ke kita (Bawaslu Medan) dari perwakilan parpol terkait teknis permohonannya,” ucap Ketua Bawaslu Medan, David Reynold Tampubolon saat dikonfirmasi, Rabu (3/1/2024).

Dijelaskan David, sesuai aturan, batas waktu permohonan yang harus diajukan masing-masing parpol pengusung 11 caleg tersebut sampai 4 Januari 2024.

“Artinya, besok hari terakhir pengajuan permohonan. Dan yang mengajukan permohonan harus parpol pengusung, tidak bisa yang bersangkutan langsung,” ujarnya.

Dikatakan David, jika nanti permohonan sudah diberikan, pihaknya akan mengecek syarat formil dan materilnya, sebelum akhirnya dilakukan mediasi.

“Kita berharap masing-masing parpol pengusung bisa memanfaatkan waktu yang diberikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Medan, Mutia Atiqah saat dikonfirmasi mengaku bahwa semua proses penyelesaian 11 caleg tersebut ada di Bawaslu Kota Medan.

“Kita sifatnya menunggu dari Bawaslu, nanti apa hasilnya dari mereka baru kita tindaklanjuti,” ungkapnya.

Sebelumnya, sesuai Keputusan KPU Kota Medan No 931 Tahun 2023 Tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Medan Nomor 778 Tahun 2023 Tentang DCT Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Medan Dalam Pemilihan Umum Tahun 2024, Tanggal 30 Desember 2023 yang ditandatangani Ketua KPU Kota Medan Mutia Atiqah, 11 calon legislatif (caleg) Kota Medan dicoret.

Informasi dihimpun, pencoretan 11 caleg tersebut lantaran masih terdaftar sebagai tenaga ahli Fraksi dan tenaga ahli pakar di DPRD Kota Medan.

Berikut daftar nama caleg yang dicoret KPU Kota Medan dari DCT Anggota DPRD Kota Medan Pemilu 2024.

1. Fuad Akbar (PDIP Dapil 2 Kota Medan)
2. Boydo HK Panjaitan (PDIP Dapil 4 Kota Medan)
3. Hermanto Sagala (PDIP Dapil 4 Kota Medan)
4. Thomson A Hutahean (Partai Golkar Dapil 3 Kota Medan)
5. Muhammad Ichwan (Partai Nasdem Dapil 3 Kota Medan)
6. Rio Adrian Sukma (Partai Nasdem Dapil 4 Kota Medan 4)
7. Zulkifli Miraza (PAN Dapil 2 Kota Medan)
8. Zulaspan Tupti (PAN Dapil 3 Kota Medan)
9. Adrizal (PAN Dapil 4 Kota Medan)
10. Agam Surapaty Ginting (PAN Dapil 5 Kota Medan)
11. Dedy Mauritz W Simanjuntak (PSI Dapil 5 Kota Medan)
(map/ram)

Kapolres Tanah Karo Berikan Tali Asih Kepada Petugas Pam Ops Lilin Toba 2023

TALI ASIH: Kapolres Tanah Karo AKBP Wahyudi Rahman, memberikan tali asih kepada petugas Pos Pam dan Pos Yan Operasi Lilin Toba 2023-2024.

KARO, SUMUTPOS.CO – Kapolres Tanah Karo AKBP Wahyudi Rahman, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Karo Astri, didampingi Wakapolres Kompol Aron Siahaan, dan para PJU, serta pengurus Bhayangkari, mengunjungi Pos Pengamanan (Pam) dan Pos Pelayanan (Yan) Operasi Lilin Toba 2023-2024 Polres Tanah Karo, 30 Desember 2023 lalu.

Kedatangan Kapolres Tanah Karo dan rombongan tersebut, disambut hangat para personel TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, dan Dinkes, yang bertugas di Pos Pelayanan Tigapanah dan Pos Pengamanan Tugu Juang Berastagi.

Pada kesempatan itu, Wahyudi mengatakan, kunjungan ini sebagai wujud kepedulian dan dukungan semangat kepada personel yang bertugas dalam Operasi Lilin Toba 2023. Pada kesempatan tersebut juga, dia dan Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Karo, memberikan bingkisan berupa makanan dan minuman energi kepada anggota Pos Yan dan Pos Pam.

“Jadi, ini kami berikan kepada petugas yang melaksanakan pengamanan Nataru (Natal 2023 dan tahun baru 2024) di pos, untuk menambah stamina dan semangat. Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,” ungkap Wahyudi.

Di sela kunjungan tersebut, Wahyudi juga memberikan apresiasi dan motivasi kepada petugas Pos Pam dan Pos Yan, untuk tetap semangat dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, serta humanis.

“Semoga kunjungan ini dapat meningkatkan semangat dan motivasi rekan personel pengamanan. Sehingga mereka dapat melaksanakan tugas dengan tanggung jawab, menjaga keamanan serta kelancaran arus lalu lintas selama Nataru,” harapnya.

Operasi Lilin Toba yang merupakan operasi rutin setiap tahunnya, dilaksanakan untuk menjaga kamtibmas dan juga kamseltibcarlantas selama Nataru. Dukungan dari Kapolres Tanah Karo dan Ketua Bhayangkari ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat anggota dalam bertugas melayani dan melindungi masyarakat. (deo/saz)

24 Personel, 6 Perwira Naik Pangkat, Kapolres Dairi Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat

SIRAM BUNGA: Kapolres Dairi AKBP Agus Bahari melakukan siram bunga kepada Kasi Humas Polres Dairi AKP Donny Saleh.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Dairi AKBP Agus Bahari, memimpin upacara kenaikan pangkat bagi 24 personel di halaman Mapolres Dairi, Minggu (31/12) lalu. Dari 24 personel yang mendapat kenaikan pangkat, 6 di antaranya merupakan perwira

Seorang di antaranya adalah Kasi Humas Donny Saleh, yang sebelumnya berpangkat Ipda, naik satu tingkat menjadi AKP. Dan 18 personel lainnya merupakan Bintara.

Pada kesempatam itu, Agus mengingatkan kepada para personel yang mendapat kenaikan pangkat, untuk selalu meningkatkan performa tugasnya sebagai anggota Polri.

“Kenaikan pangkat yang saudara terima ini, merupakan tanggung jawab baru dalam mengemban tugas sebagai anggota Polri. Jaga amanah yang sudah dicapai dan torehkan prestasi,” imbau Agus.

Sementara kepada para ibu Bhayangkari, Agus berpesan, untuk tetap setia mendampingi suami selama bertugas menjadi anggota Polri.

“Tetap berikan support kepada suami, berikan kasih sayang terbaik, sehingga apa yang dikerjakan suami dapat menjadi berkah untuk keluarga dan karirnya,” jelasnya.

Usai menggelar upacara kenaikan pangkat, tradisi selanjutnya Kapolres Dairi melakukan siram bunga kepada personel yang naik pangkat. (rud/saz)

Dugaan Korupsi Pembangunan Jalur Kereta Api Besitang – Langsa, Kejagung Periksa Tiga Saksi

net ACEH: Stasiun kereta api di Aceh. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung saat ini menangani perkara dugaan korupsi proyek pembangunan jalur kereta api Besitang – Langsa.

SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Agung (Kejagung) terus memproses seluruh perkara yang tengah mereka tangani. Termasuk diantaranya, perkara dugaan korupsi.

Di hari pertama kerja pada 2024, pen-yidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung langsung meneruskan penanganan perkara dugaan korupsi dalam proyek pembangunan jalur kereta api Besitang – Langsa.

Perkara korupsi itu diduga terjadi pada Balai Teknik Perkeretaapian Medan medio 2017 – 2023. Kemarin (2/1) penyidik JAM Pidsus Kejagung memanggil tiga orang saksi. Mereka berasal dari unsur swasta dan pejabat negara.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana.

Ketut pun membeber ketiga saksi yang diperiksa dalam perkara tersebut. Mereka adalah Direktur PT Tiga Putra Mandiri Jaya berinisial ZZZ, Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jalur Kereta Api Besitang – Langsa pada Balai Perkeretaapian Medan Tahun 2017 – 2019 berinisial AAS, dan satu saksi lain berinisial RMY. “RMY selaku Kepala Seksi Prasarana Balai Teknis Perkeretaapian Medan Tahun 2017,” jelasnya.

Selain itu, RMY juga merupakan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pembangunan Jalur Kereta Api Besitang – Langsa pada Balai Teknik Perkeretaapian Medan Tahun 2017 – 2023. Sebagaimana telah disampaikan oleh Kejagung, dalam proyek pembangunan jalur kereta dari Sumatera Utara ke Aceh itu adalah salah satu pekerjaan besar. Nilai proyeknya mencapai Rp1,3 triliun. Kejagung terus mendalami perkara dugaan korupsi tersebut.

ICW: IPK Indonesia Kembali Merosot

Tak seriusnya penanganan korupsi dan kinerja KPK yang memburuk membuat indeks persepsi korupsi (IPK) tanah air mengalami penurunan.

Kemerosotan semakin dalam sejak lima tahun terakhir akibat melempemnya pemberantasan korupsi dan pimpinan KPK tak lagi berintegritas. Melihat kondisi tersebut, Indonesia Corruption Watch pesimistis IPK Indonesia akan membaik. Mereka memprediksi angka akan kembali turun.

Hal itu disampaikan langsung oleh Peneliti Divisi Hukum ICW Diky Anandya kemarin (2/1).  “Dan melihat kecenderungan ini, kemungkinan besar hasil survei IPK 2023 akan makin turun dari tahun sebelumnya,” ucap Diky saat diwawancari oleh Jawa Pos (Grup Sumut Pos).

Menurut dia, kondisi tersebut tak lepas dari kebijakan penanganan korupsi di Indonesia yang semakin lemah dan tak serius.

Indikatornya bisa dilihat dari sejak diterbitkannya revisi Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019. Sejak dibawah payung eksekutif, KPK makin melempem.

Tak hanya itu, payung hukum lewat UU yang menggembosi keberanian KPK tersebut juga berdampak pada integritas KPK. Yang terbaru, tentu ditetapkannya Ketua KPK Firli Bahuri atas kasus pemerasan.

Hasil capaian IPK pada 2022 juga menunjukkan selama sepuluh tahun, tak ada keseriusan dalam penanganan korupsi. Sebab, skor 34 di 2022 itu sama dengan skor IPK pada tahun 2014. “Artinya mandek. Bahwa bisa disebut sebagai kemerosotan,” paparnya. IPK tertinggi pernah dicapai pada 2019 dengan skor 40.

Untuk memperbaiki citra pemberantasan korupsi ke depan, pengembalian UU KPK menjadi salah satu poin. Dan tentu saja segera disahkannya RUU perampasan aset dan pemberantasan uang kartal. Ini akan menjadi barier kuat pemberantasan korupsi.

Utamanya RUU perampasan aset. ICW pernah mendata, kerugian negara akibat ulah koruptor di 2022 mencapai Rp48,6 triliun. Namun, yang berhasil dikembalikan ke negara dari uang yang dirampok itu hanya tujuh persen. “Artinya perampasan aset ini sangat lah penting,” pungkasnya. (elo/jpg/ila)

Kapolda Perlu Taktik dan Strategi Menahan Firli Bahuri

GEDUNG DEWAS KPK: Ketua KPK Nonaktif KPK Firli Bahuri meninggalkan Gedung Dewas KPK, Kamis (21/12/2023) lalu.FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menahan Ketua KPK Firli Bahuri bukan jadi prioritas utama Polda Metro Jaya. Sebab saat ini Polda Metro Jaya tengah memprioritaskan agar berkas perkara pemerasan dalam jabatan TPPU bisa dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti atau dinyatakan P21.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto mengungkapkan bahwa menahan sosok Firli Bahuri tersebut menurutnya adalah perkara mudah. Yang sulit itu ketika berkas perkaranya belum lengkap, dan tidak P21.

Jika jaksa peneliti telah menyatakan kasus tersebut berstatus P21, penyidik akan menahan Firli Bahuri kemudian menyerahkan kepada Kejaksaan tingi (Kejati) DKI Jakarta. “Menahan itu gampang kok, hari ini kalau memang, bisa tahan, ya saya tahan, tapi kan kita perlu taktik dan strategi yang tepat, sehingga nanti kita tidak buang-buang waktu,” katanya.

Sementara itu Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menilai soal Ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yang belum ditahan bukan merupakan tidak menjadi persoalan, karena yang terpenting adalah kasus tersebut harus tuntas.

Menurut Listyo, hal paling utama dalam kasus dugaan pemerasan oleh Firli terhadap mantan Menteri Pertanian (mentan) Syahrul Yasin Limpo itu ialah bagaimana perkara dapat memberikan kepastian hukum kepada semua pihak yang terlibat. “Saya kira semuanya tetap berproses dan saya kira yang penting (adalah) bagaimana kasus ini dituntaskan,” kata Listyo usai menghadiri penandatanganan Kerja Sama Koordinasi dan Supervisi KPK-Polri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (4/12).

Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, mengatakan Keppres tersebut ditandatangani Presiden Jokowi pada 28 Desember 2023 dan berlaku sesuai tanggal ditetapkan.

Sementara itu, Indonesia Police Watch (IPW) pun juga menilai bahwa penahanan mantan Ketua KPK Firli Bahuri bukanlah suatu prioritas utama bagi Polda Metro Jaya.

“Bahwa penyidik Polda Metro Jaya tidak memprioritaskan mengenai penahanan Firli Bahuri tetapi memprioritaskan agar berkas perkara dengan beberapa pasal yang dikenakan pasal pemerasan dalam jabatan, tindak pidana pencucian uang (TPPU), ini bisa dibuktikan dengan sempurna bisa dilengkapi dengan satu pemeriksaan yang lengkap,” beber Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso. (jpg/ila)

Rizal Ramli Meninggal Dunia

SEMASA HIDUP: Foto Rizal Ramli semasa hidup.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kabar mengejutkan dari Ekonom senior Rizal Ramli yang baru saja dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (2/1/2024) malam.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh staf Rizal Ramli, Tri Wibowo melalui pesan di WhatsApp.”Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang, bapak/kakek/mertua kami, Rizal Ramli pada 2 Januari 2024 pukul 19.30 WIB,” tulis pesan tersebut.

Dalam pesan singkat itu, keluarga juga memohon maaf apabila semasa hidup Rizal Ramli melakukan kesalahan.

“Kami segenap keluarga memohon maaf jika ada kesalahan beliau selama hidupnya,” demikian pesan tersebut.

Diketahui sebelum meninggal dunia, Rizal Ramli sempat dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Namun pihak JawaPos.com (Grup Sumut Pos) masih belum mengetahui penyebab Rizal Ramli meninggal dunia, hanya menurut berita yang beredar pria kelahiran 10 Desember 1954 ini memiliki riwayat penyakit diabetes.

Dikenal dengan ucapan ’rajawali ngepret’ atau Raja Ngepret, Rizal Ramli adalah seorang mantan tokoh pergerakan mahasiswa, ahli ekonomi dan politisi Indonesia.

Adapun profil dan biodata lengkap Rizal Ramli yakni; Prof Dr Ir H Rizal Ramli, MA lahir pada 10 Desember 1954 di Padang, Sumatera Barat. Ia pernah menikah dua kali.

Pernikahan pertamanya dengan Herawati Moelyono. Namun istrinya itu kemudian meninggal karena penyakit kanker.

Rizal Ramli kemudian menikah untuk kali kedua dengan Marijani. Lagi-lagi ia ditinggal pergi sang istri untuk selama-lamanya karena meninggal dengan penyakit yang sama seperti istri pertama, yakni kanker.

Rizal Ramli memiliki tiga orang anak yakni Daisy Orlana Ramli, Dipo Satria Ramli, Dhitta Puti Saraswati Ramli

Rizal Ramli menyelesaikan S1-nya di jurusan Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB). Sosoknya juga dikenal sebagai orang aktivis yang kritis saat berkuliah. Terbukti ia sampai pernah dipenjara oleh rezim Presiden Soeharto di masa Orde Baru.

Di tengah kesibukannya sebagai seorang aktivis, Pria 69 tahun ini berhasil menyelesaikan pendidikan S2-nya di Boston University, Amerika Serikat dengan mengambil jurusan dan lulus pada usia 36 tahun. Setelah berhasil mendapatkan gelar doktor di Amerika Serikat, Rizal Ramli pulang ke Indonesia.

Ia kemudian mendirikan ECONIT Advisory Group bersama dengan rekan-rekan ekonom lainnya seperti. Lembaga yang didirikannya itu selalu kritis pada kebijakan pemerintah yang berkuasa.

Tak hanya itu, Rizal Ramli juga berprofesi sebagai dosen Program Magister Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Rizal Ramli kemudian mulai menduduki berbagai jabatan strategis di pemerintahan usai runtuhnya rezim orde baru.

Pada era Presiden Abdurrahman Wahid tahun 2000 Rizal Ramli dipercaya untuk menduduki jabatan Kepala Badan Urusan Logistik (Kabulog), Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan dengan memimpin selama 15 bulan.

Kemudian, ia diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Agustus 2000 menggantikan Kwik Kian Gie. Namun, pada 12 Juni 2001, Gus Dur menggeser posisi Rizal Ramli menjadi Menteri Keuangan.

Selanjutnya pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ia dipercaya menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Semen Gresik Tbk pada 2006 sampai 2008.

Terakhir di era pemimpin Jokowi, ia juga diberi amanah sebagai Presiden Komisaris Bank BNI dan Menteri Koordinator Maritim. Sayang, Rizal Ramli kemudian direshuffle oleh Presiden Jokowi. (jpc/ila)