Home Blog Page 84

Pencabutan Izin 15 Perusahaan di Sumut, Pengamat: Jadi Penyebab Tingginya Pengangguran

Kepala Departemen  Hubungan Industrial Asosiasi Profesor Doktor Hukum Indonesia Wilayah Sumatera, Dr Minggu Saragih SH MH. (Istimewa/Sumut Pos)
Kepala Departemen  Hubungan Industrial Asosiasi Profesor Doktor Hukum Indonesia Wilayah Sumatera, Dr Minggu Saragih SH MH. (Istimewa/Sumut Pos)

MEDAN – Tingginya angka Pengangguran, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), biaya berusaha yang mahal serta faktor penghambat investasi masih menjadi permasalahan Jelang Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada 1 Mei 2026.

Pencabutan izin usaha dari 28 perusahaan di Sumatera dan di antaranya 15 perusahaan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sebagai salah satu faktor penyebab tingginya angka pengangguran dan PHK yang berdampak bagi buruh atau pekerja dan dunia usaha, sehingga dapat mengganggu stabilitas Pemerintahan Pusat Prabowo-Gibran serta Bobby Nasution-Surya.

Demikian dikatakan Kepala Departemen  Hubungan Industrial Asosiasi Profesor Doktor Hukum Indonesia Wilayah Sumatera, Dr Minggu Saragih SH MH kepada Sumut Pos di Medan, Selasa (14/4).

“Karena itu harus segera ambil langkah cepat untuk menyelamatkan kehidupan dan kesejahteraan buruh dan keberlangsungan dunia usaha di Sumut,” katanya.

Menurutnya, meski pencabutan izin ke 28 perusahaan tersebut pada pertengahan Januari 2026, karena adanya bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumut dan Sumatera Barat (Sumbar) yang mengakibatkan banyak korban jiwa, kehilangan tempat tinggal dan putusnya aksen jalan di daerah terkena bencana itu, tetapi akibat dari pencabutan ijin itu pasti berdampak pada meningkatnya angka pengangguran dan terjadinya PHK bagi buruh, sehingga Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Sumut Bobby Nasution harus segera mengambil langkah untuk mengurangi angka pengangguran ini.

“Walau pencabutan izin 28 perusahaan di Sumatera dan 15 perusahaan di Sumut (terbanyak) akibat pelanggaran aturan pemanfaatan hutan yang menyebabkan bencana ekologi, yakni banjir dan longsor, namun berdampak kepada buruh yang kehilangan sumber dari mata pencariannya,” ungkapnya.

Minggu merinci 28 perusahaan yang izinnya dicabut, yaitu terdiri dari 22 perusahaan pemanfaatan hutan (PBPH) dan 6 perusahaan di bidang tambang atau perkebunan. Penyebabnya adalah, Satgas Penertiban Kawasan Hutan menemukan bahwa pelanggaran oleh 28 perusahaan ini, mengakibatkan bencana banjir dan longsor di Sumatera pada akhir tahun 2025, antara lain PT Toba Pulp Lestari, PT Anugerah Rimba Makmur, PT Barumun Raya Padang Langkat, PT Gunung Raya Utama Timber, dan PT Hutan Barumun Perkasa. Pencabutan izin ini memastikan perusahaan perusahaan tersebut tidak lagi beroperasi.

Sedangkan, papar Minggu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumut per November 2025, tercatat sebesar 5,28 persen, atau sekitar 445 ribu orang. Angka ini menunjukkan tren penurunan sebesar 0,04 persen poin dibandingkan Agustus 2025 yang berada di angka 5,32 persen.

Dalam hal ini, Minggu yang juga pernah menjabat ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sumut pada 2011-2015, memprediksi korban PHK masih akan terus bertambah sampai akhir tahun 2026, sehingga akan meningkatkan jumlah angka pengangguran jika pemerintah tidak melakukan langkah nyata dan kerja kerja kongkrit.

“Sektor pertanian, pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan sektor riil yang harus segera digenjot untuk mengatasi masalah ini,” tandasnya. (dwi/azw)

Kepling di Kota Tebinginggi Diminta Lebih Inovatif

BERSAMA KEPLING: Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih bersma dengan Sekdako Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik, dan beberapa jajaran pejabat lainnya saat foto bersama kepala lingkungan di Gedung Pemko Tebingtinggi, Selasa (14/4) //Azan purba /sumut pos.
BERSAMA KEPLING: Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih bersma dengan Sekdako Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik, dan beberapa jajaran pejabat lainnya saat foto bersama kepala lingkungan di Gedung Pemko Tebingtinggi, Selasa (14/4) //Azan purba /sumut pos.

TEBINGTINGGI – Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi menggelar kegiatan pembekalan kepala lingkungan (kepling)  sekaligus sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2026. Dalam kegiatan tersebut diikuti sebanyak 179 kepala lingkungan yang hadir berasal dari lima kecamatan dari 35 kelurahan yang di laksanakan  di Gedung Lantai 4 Pemko Tebingtinggi di Jalan Sutomo (14/04/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih, Sekretaris Daerah Erwin Suheri, Kepala BPJS Ketenagakerjaam Tebingtinggi Asipola Rohana  Malau, Kepala Dinas DPM3APM Sahirwan, Kepala Dinas Perhubungan Bernard Hutapea, Kepala Dinas Pendidikan M Deni Saragih,serta sejumlah jajaran Pemerintah Kota Tebingtinggi lainnya.

Dalam arahannya, Iman Irdian Saragih menekankan pentingnya koordinasi dengan Babinsa untuk menjaga kondusivitas lingkungan. Selain itu, Iman juga mendorong kepala lingkungan agar terus berinovasi, khususnya dalam upaya pencegahan dini bencana serta pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan, guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Iman menegaskan bahwa kegiatan pembekalan dan sosialisasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya untuk menyamakan persepsi serta meningkatkan kapasitas kerja kepala lingkungan.

Hal ini bertujuan agar para kepala lingkungan memahami fungsi dan tugasnya dalam meningkatkan pelayanan publik serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing.

Iman Irdian Saragih juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan serius agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara maksimal di lapangan.

Iman juga mengingatkan agar kepala lingkungan bekerja dengan sepenuh hati, siap melayani masyarakat, serta aktif mendukung program pemerintah kota.

Menurutnya, kepala lingkungan merupakan garda terdepan pemerintah yang berhadapan langsung dengan kondisi riil di masyarakat. Oleh karena itu, sinergi dan koordinasi dengan lurah serta camat dinilai sangat krusial dalam menjalankan tugas.

Di akhir sambutannya, Iman Irdian Saragih menyampaikan apresiasi kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Ia sekaligus secara resmi membuka acara dan berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan ke depannya. (mag-3/azw)

Lom-lom Sampaikan LKPJ Bupati Deliserdang TA 2025

SAMPAIKAN LKPJ: Wakil Bupati Deliserdang, Lom Lom Suwondo SS menyampaikan penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Deliserdang Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deliserdang, Senin (13/4).
SAMPAIKAN LKPJ: Wakil Bupati Deliserdang, Lom Lom Suwondo SS menyampaikan penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Deliserdang Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deliserdang, Senin (13/4).

LUBUKPAKAM – Wakil Bupati Deliserdang, Lom Lom Suwondo SS menyampaikan penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Deliserdang Tahun Anggaran (TA) 2025 pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deliserdang, Senin (13/4).

LKPJ Tahun Anggaran 2025 disusun berdasarkan hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, yang mencakup capaian kinerja pelaksanaan program dan kegiatan, pelaksanaan tugas pembantuan dan tugas umum pemerintahan, serta permasalahan yang dihadapi berikut upaya penyelesaiannya, termasuk kebijakan strategis yang ditetapkan sepanjang tahun anggaran berjalan.

Dalam hal pengelolaan keuangan daerah, Pemerintah Kabupaten Deliserdang pada Tahun Anggaran 2025 tetap berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Pengelolaan keuangan daerah dilaksanakan secara tertib, taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan, kepatutan, dan manfaat bagi masyarakat.

Adapun realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2025 dari target sebesar Rp1.599.788.162.625,00 terealisasi sebesar Rp1.426.322.825.952,45 atau 89,16 persen, dengan rincian pajak daerah sebesar 85,79 persen. Kemudian retribusi daerah sebesar 50,85 persen, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar 104,80 persen, serta lain-lain PAD yang sah sebesar 124,52 persen.

“Untuk belanja Kabupaten Deliserdang pada Tahun 2025 dianggarkan sebesar Rp5.048.003.583.084,00 sedangkan realisasinya sebesar Rp4.263.545.147.642,69 atau 84,46 persen,” papar Lom-lom.

Sementara itu, pendapatan transfer dari target sebesar Rp3.239.041.723.809,00 terealisasi sebesar Rp3.402.782.860.599,00 atau 105,06 persen.

Dengan demikian, total pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar Rp4.842.829.886.434,00 terealisasi sebesar Rp4.833.274.556.551,45 atau 99,80 persen.

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Deliserdang Zakky Shahri SH bersama Wakil Ketua DPRD H Hamdani Saputra SSos dan Agustiawan Saragih.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa laporan pertanggungjawaban pengelolaan pendapatan, belanja daerah, dan pembiayaan daerah Tahun Anggaran 2025 telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia dan saat ini masih dalam proses audit lanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Deliserdang menyadari bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan masih terdapat berbagai hal yang perlu dibenahi,” ujarnya.

“Kami beromitmen untuk terus melakukan perbaikan, meningkatkan kinerja, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat akan senantiasa menjadi prioritas dalam pelaksanaan pembangunan daerah,” pungkas Lom-lom.(btr/azw)

Wawako Binjai Duduk Bersama Pedagang Jalan Olahraga dan Bandung, Cari Solusi Pasca Penertiban

BERDIALOG: Wawako Binjai Hasanul Jihadi berdialog dengan pedagang kaki lima yang digusur. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
BERDIALOG: Wawako Binjai Hasanul Jihadi berdialog dengan pedagang kaki lima yang digusur. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI — Puluhan pedagang yang terdampak penertiban di kawasan Jalan Olahraga dan Jalan Bandung akhirnya mendapat ruang dialog bersama Pemerintah Kota Binjai.

Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi, memimpin langsung pertemuan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Binjai Timur, Jalan Bejomuna, Selasa (14/4/2026), sebagai upaya mencari solusi terbaik bagi seluruh pihak.

Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari polemik penggusuran pedagang yang sebelumnya dilakukan di dua titik tersebut. Dalam suasana dialog terbuka, para pedagang menyampaikan keluhan, harapan, sekaligus permintaan agar tetap diberikan ruang untuk berjualan.

Wakil Wali Kota Binjai yang akrab disapa Jiji itu menegaskan bahwa pemerintah kota tidak memiliki niat untuk merugikan masyarakat kecil. Ia menyebut, forum tersebut merupakan langkah awal untuk mencari jalan tengah yang adil dan manusiawi.

“Kami berharap apa yang dilakukan hari ini adalah niat yang baik. Mudah-mudahan dengan cara yang baik kita bisa menemukan solusi bersama,” ujar Hasanul Jihadi.

Dalam kesempatan itu, ia juga menawarkan solusi sementara bagi para pedagang terdampak, yakni dengan memanfaatkan momentum pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Binjai yang akan digelar di Masjid Al-Fatih. Para pedagang akan difasilitasi tempat berjualan secara gratis dengan puluhan stan yang telah disiapkan pemerintah.

“Ada banyak event di Kota Binjai. Dalam waktu dekat kita akan menggelar MTQ. Pedagang bisa berjualan di sana secara gratis, silakan mendaftar ke dinas terkait,” jelasnya.

Selain itu, Hasanul Jihadi juga menyampaikan permohonan maaf atas dinamika yang terjadi selama proses penertiban. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat maupun DPRD.

“Atas nama Pemko Binjai dan pribadi, saya mohon maaf jika ada cara yang kurang tepat dalam penertiban ini. Kami tidak ingin berseberangan dengan masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lepas tangan dan akan terus mencari solusi terbaik bersama para pedagang. “Kami tidak akan lari dari persoalan ini. Kita akan terus duduk bersama mencari solusi yang terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, para pedagang menyampaikan aspirasi mereka secara langsung. Ikhwan, pedagang rujak yang telah berjualan selama delapan tahun di Jalan Olahraga, mengaku tetap mendukung kebijakan pemerintah, namun berharap tetap diberikan ruang untuk kembali berjualan.

“Kami mendukung kebijakan pemerintah selama itu pro rakyat. Kami mohon bisa kembali berjualan di Jalan Olahraga, kami siap ditata agar tidak macet dan tidak kumuh,” ujarnya.

Dia juga mengaku sedih, karena buat menambah jumlah pengangguran. Sebab, dua anggota kerjanya tidak lagi dapat berjualan karena penggusuran tersebut. “Saya sedih jadinya, karena saya juga mempekerjakan dua orang ibu-ibu, yang satu suaminya tukang becak yang satu lagi tukang bangunan. Saya gaji mereka Rp600 ribu, mereka sempat tanya sama saya, kapan bisa jualan lagi,” ujar Ikhwan.

Hal senada juga disampaikan Mahyadi, pedagang kopi di Jalan Bandung yang telah berjualan selama 23 tahun. Ia berharap pemerintah memberikan solusi agar para pedagang kecil tetap bisa mencari nafkah. “Kami hanya mencari makan, bukan merusak. Kami mohon bisa kembali berjualan dan siap diatur,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi titik awal penyelesaian yang lebih adil, antara penataan kota dan keberlangsungan ekonomi para pedagang kecil di Kota Binjai. (ted/ila)

Bupati Vickner Sinaga Bertemu PGRI Dairi, Tekankan Pentingnya Leadership Guru

FOTO BERSAMA: Bupati Dairi Vickner Sinaga dan pengurus PGRI, foto bersama, Selasa (14/4).istimewa.
FOTO BERSAMA: Bupati Dairi Vickner Sinaga dan pengurus PGRI, foto bersama, Selasa (14/4).istimewa.

DAIRI — Bupati Dairi Vickner Sinaga menekankan pentingnya penguatan jiwa kepemimpinan (leadership) di kalangan guru dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang. Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kabupaten Dairi, Selasa (14/4).

Audiensi tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan konferensi luar biasa PGRI, menyusul berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Jolenta Haloho yang telah berakhir sejak 2024. Pertemuan ini turut dihadiri pengurus PGRI tingkat kabupaten dan kecamatan dengan agenda utama membahas kepengurusan baru periode 2025–2030.

Dalam suasana pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Vickner Sinaga menegaskan bahwa forum PGRI tidak hanya sebatas membahas pergantian struktur organisasi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi dan pembaruan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Dairi.

Ia menekankan bahwa guru bukan hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai pemimpin yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter peserta didik maupun lingkungan sosial di sekitarnya.

“Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pemimpin di ruang kelas dan di tengah masyarakat. Kepemimpinan itu harus mampu menginspirasi, bukan sekadar mengarahkan,” ujar Vickner Sinaga.

Menurutnya, di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, guru dituntut untuk memiliki kemampuan leadership yang adaptif, visioner, serta mampu menjadi teladan bagi siswa. Ia juga menegaskan bahwa nilai kepemimpinan harus tercermin dalam sikap sehari-hari seorang pendidik.

“Anak-anak tidak hanya mendengar apa yang kita ajarkan, tetapi juga meniru apa yang kita lakukan. Di situlah letak kepemimpinan sejati seorang guru,” ujarnya.

Bupati Dairi menyampaikan bahwa guru juga memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi kepada masyarakat, termasuk terkait program dan capaian pembangunan pemerintah daerah. Hal ini menjadikan profesi guru memiliki posisi yang sangat penting dalam pembangunan daerah.

Ia juga berharap konferensi luar biasa PGRI yang akan digelar dapat menjadi momentum lahirnya kepengurusan baru yang lebih kuat, berintegritas, serta memiliki semangat inovasi dalam memajukan dunia pendidikan di Dairi.

“Regenerasi kepemimpinan di tubuh PGRI harus melahirkan figur-figur yang berintegritas, berkomitmen, dan berani berinovasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Vickner Sinaga turut didampingi Asisten Pemerintahan Agel Siregar, Staf Ahli Bupati Ruspal Simarmata, serta Kepala Dinas Pendidikan Jaspin Sihombing. (rud/ila)

Pemdes Sempajaya Gandeng IPB University, Gelar Pelatihan Pemupukan

PEMUPUKAN: Pemdes Sempajaya dan IPB memberi pelatihan pemupukan pada petani.
PEMUPUKAN: Pemdes Sempajaya dan IPB memberi pelatihan pemupukan pada petani.

KARO – Tingkatkan kualitas di sektor pertanian, Pemerintah Desa (Pemdes) Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo bekerja sama dengan IPB University menggelar kegiatan penelitian sekaligus pelatihan teknis pembuatan data dan rekomendasi pemupukan partisipatif ke tanaman.

Desa Sempajaya, yang juga dikenal dengan sebutan Peceren, merupakan salah satu desa di dataran tinggi Berastagi yang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pariwisata. Dengan iklim sejuk khas pegunungan serta infrastruktur pertanian yang terus berkembang, desa ini kerap menjadi lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan pelatihan dan penelitian ini dilaksanakan di Jambur Desa Sempajaya pada Sabtu (11/4), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari kelompok tani (Gapoktan), pemerhati pertanian, perangkat desa, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dalam kegiatan tersebut, Pemdes Sempajaya menghadirkan narasumber dari akademisi IPB serta perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Karo. Materi yang disampaikan berfokus pada teknik penyusunan data pertanian serta penyusunan rekomendasi pemupukan berbasis partisipatif.

Kepala Desa Sempajaya, Meliala Purba, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini sangat penting dan berdampak positif bagi masyarakat.“Desa kita memiliki ribuan penduduk, dan sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas pertanian masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, teknik pemupukan partisipatif merupakan pendekatan kolaboratif yang melibatkan petani secara aktif dalam proses pengumpulan data lahan, analisis kebutuhan unsur hara, hingga penentuan dosis pupuk yang tepat. “Pendekatan ini bertujuan menghasilkan rekomendasi yang spesifik lokasi, lebih akurat, dan sesuai dengan kemampuan petani,” tambahnya.

Salah satu narasumber dari kalangan akademisi, Prof. Baba Barus, turut memberikan paparan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk “dosen pulang kampung” yang bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu secara langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo melalui Kepala Bidang Hortikultura, Ronal Jamo Simangunsong, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, melalui pelatihan ini, Desa Sempajaya diharapkan mampu menghasilkan data pertanian yang presisi sehingga dapat menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan pertanian yang lebih tepat sasaran.

“Data yang akurat akan sangat membantu dalam menentukan pola tanam, sistem budidaya, kebutuhan infrastruktur pertanian, hingga pengelolaan sektor pertanian secara keseluruhan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan tim IPB dalam mendukung kemajuan pertanian di Kabupaten Karo, yang sejalan dengan upaya pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Karo, Antonius Ginting. (deo/ila)

Menjawab Kebutuhan Talenta AI Industri Digital, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikuti IndonesiaNEXT Tahun ke-10

Telkomsel kembali menghadirkan program CSR IndonesiaNEXT ke-10 bertema “AI Driven Digital Talents: Enhancing Skills for Future Challenges” sebagai inisiatif pengembangan talenta digital berbasis Artificial Intelligence (AI). Program ini diawali melalui rangkaian roadshow IndonesiaNEXT Goes to Campus yang dimulai di Institut Teknologi Bandung (ITB) (14/4) dan akan dilanjutkan ke beberapa universitas lainnya di Indonesia.
Telkomsel kembali menghadirkan program CSR IndonesiaNEXT ke-10 bertema “AI Driven Digital Talents: Enhancing Skills for Future Challenges” sebagai inisiatif pengembangan talenta digital berbasis Artificial Intelligence (AI). Program ini diawali melalui rangkaian roadshow IndonesiaNEXT Goes to Campus yang dimulai di Institut Teknologi Bandung (ITB) (14/4) dan akan dilanjutkan ke beberapa universitas lainnya di Indonesia.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel kembali menyelenggarakan IndonesiaNEXT bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang memasuki tahun ke-10 sebagai inisiatif pengembangan kapabilitas talenta digital Indonesia. Mengusung tema AI Driven Digital Talents: Enhancing Skills for Future Challenges, IndonesiaNEXT hadir untuk menyiapkan talenta muda menghadapi transformasi industri digital berbasis Artificial Intelligence. Program ini dirancang untuk menjembatani dunia pendidikan dan kebutuhan industri melalui pembelajaran yang aplikatif, relevan, dan future-oriented.

Dalam perjalanannya memasuki satu dekade, IndonesiaNEXT menghadirkan unique approach berbasis peran dengan membina peserta sebagai Hustler (Project Manager), Hipster (UI/UX Designer), dan Hacker (Programmer). Pengembangan kompetensi dilakukan secara terstruktur melalui rangkaian TechBased CertificationPlacement TestIdeation Bootcamp, hingga Digitalent Academy.

Telkomsel memperkuat kurikulum IndonesiaNEXT dengan empat various enhancements yang dirancang untuk mempercepat kesiapan karier peserta, meliputi:

  1. Hackathon: Tantangan bagi peserta untuk menyelesaikan masalah digital secara kreatif menggunakan teknologi.
  2. Role-Oriented Tutoring: Sesi praktik langsung yang membawa peserta merasakan ritme kerja nyata sesuai dengan peran karier yang mereka pilih.
  3. Career Coaching: Bimbingan persiapan karier yang memberikan peserta akses ke jaringan industri dan peluang kerja.
  4. 1-on-1 Mentoring: Sesi pendampingan secara intensif bersama pakar industri berpengalaman untuk mempercepat penguasaan keterampilan.

Menjembatani Kebutuhan Industri dan Kesiapan Talenta Muda

IndonesiaNEXT tahun ke‑10 berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap talenta digital berbasis Artificial Intelligence. Laporan industri menunjukkan bahwa Indonesia masih membutuhkan sekitar 400 ribu talenta digital baru setiap tahun¹, sementara sekitar 70 persen perusahaan telah mulai mengadopsi AI dalam operasional bisnis mereka². Di sisi lain, evaluasi terhadap pendidikan tinggi memperlihatkan bahwa integrasi teknologi AI dalam program studi masih terbatas, sehingga menciptakan kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan talenta muda³.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan “Telkomsel berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan talenta digital Indonesia melalui IndonesiaNEXT. Program ini kami rancang untuk membekali generasi muda dengan pembelajaran berbasis AI yang aplikatif, eksposur langsung terhadap perspektif industri, serta proses pendampingan yang konsisten dan terarah, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi terbaik dan berkontribusi nyata di ekosistem digital nasional.”

Program IndonesiaNEXT tahun ke10 dirancang untuk menyeleksi dan membina best individuals in their specific roles melalui advanced certification, capaian optimal dalam proses seleksi dan tantangan, perkembangan kompetensi yang berkelanjutan, serta tingkat komitmen yang tinggi terhadap industri digital. Pada tahap akhir, peserta terbaik akan ditetapkan sebagai The Best Hustler, The Best Hipster, The Best Hacker serta The Team with The Most Innovative Solution.

 

Bekali Mahasiswa dengan Pengalaman dan Sertifikasi

Pelaksanaan program ini dimulai dengan roadshow IndonesiaNEXT Goes to Campus yang dimulai di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 14 April 2026, kemudian dilanjutkan ke Universitas Gadjah Mada (30 April 2026)BINUS University Bekasi (7 Mei 2026), dan Universitas Brawijaya (12 Mei 2026). Roadshow ini merupakan bagian dari upaya mendekatkan program pengembangan talenta digital secara langsung ke lingkungan kampus.

Sejak pertama kali bergulir, IndonesiaNEXT telah menjangkau lebih dari 96.000 mahasiswa dari 705 perguruan tinggi di 38 provinsi, serta membekali lebih dari 9.000 peserta dengan sertifikasi berstandar industri. Capaian ini menjadi kontribusi Telkomsel dalam memperkuat ekosistem digital nasional dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Pendaftaran IndonesiaNEXT tahun ke-10 dibuka hingga 31 Mei 2026 dan dapat dilakukan secara online melalui tsel.id/10indonesiaNEXT.

Fahmi menambahkan, “Memasuki satu dekade perjalanan IndonesiaNEXT, kami ingin memastikan program ini terus relevan dan berdampak dengan menghadirkan pengalaman pembelajaran menyeluruh, dari penguatan kompetensi AI hingga kesiapan karier, agar talenta muda Indonesia mampu menjawab tantangan industri digital yang terus berkembang.” (rel)