Home Blog Page 857

TPN: Ganjar-Mahfud Bakal Permudah Pasangan Muda Beli Rumah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud, Aryo Seno Bagaskoro mengatakan, pasangan capres-cawapres nomor 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD berkomitmen menuntaskan masalah perumahan bagi anak-anak muda atau generasi milenial dan Gen Z.

“Masalah perumahan dan hunian bagi anak-anak muda akan dipermudah. Harapannya, beli rumah harus semudah beli motor. Agar bisa jadi jawaban bagi pasangan muda pasca pernikahan,” kata Seno kepada wartawan, Selasa (19/12).

Seno mengatakan, Ganjar-Mahfud juga ingin memastikan ruang kreatif bagi anak-anak mudah diperbanyak di setiap kota dan daerah. “Bukan hanya ruang terbuka, tapi juga ruang menyalurkan ekspresi,” ujarnya.

Menurutnya, ruang-ruang ekspresi ini penting untuk menjaga mental wellness, mental health kawan-kawan muda khususnya di perkotaan. “Selain dengan memperbanyak pos layanan konseling dan mengaktifkan konselor-konselor sebaya,” katanya.

Ganjar dan Mahfud terus berkampanye ke sejumlah daerah untuk menyampaikan visi-misi, program, dan menyerap aspirasi masyarakat. Pasangan nomor urut 3 ini mendatangi daerah yang berbeda.

Pada Jumat (22/12), Mahfud akan mengikuti debat pertama cawapres 2024. Ia akan menghadapi Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan Gibran Rakabuming. Debat rencananya akan digelar mulai pukul 19.00 WIB di Jakarta Convention Center (JCC). Tema yang akan dibahas meliputi Ekonomi Kerakyatan, Ekonomi Digital, Keuangan, Investasi Pajak, Perdagangan, Pengelolaan APBN/APBD, Infrastruktur, dan Perkotaan. (adz)

Soal Besarnya Biaya Pengungsi Rohingya, Pemerintah Minta Tanggung Jawab UNHCR

SUAPKAN NASI: Seorang balita disuapkan nasi oleh orangtuanya yang merupakan pengungsi Muslim Rohingnya yang terlantar di Pekanbaru, Kamis (14/12). Saat ini pemerintah Indonesia bersedia menampung pengungsi Rohingya.MHD AKHWAN/RIAU POS.

SUMUTPOS.CO – Eksodus pengungsi Rohingya ke Indonesia menuai sorotan. Selain soal perilalu sebagian dari pengungsi yang dinilai kurang ramah, juga adanyan praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan sikap pemerintah terkini terkait pengungsi Rohingya tersebut.

Ma’ruf mengatakan atas dasar kemanusiaan, pemerintah Indonesia bersedia menampung pengungsi Rohingya. “Tapi tentu ini juga memerlukan biaya besar. Karena itu kita berkoordinasi dengan UNHCR yang bertanggungjawab,” katanya di Jakarta kemarin (18/12).

UNHCR adalah lembaga di bawah payung PBB yang berfokus menangani pengungsi. Termasuk pengungsi Rohingya yang masuk ke Indonesia. Ma’ruf juga menyampaikan, pemerintah Indonesia sedang mempelajari kenapa warga Rohingya itu berduyun-duyun masuk ke Indonesia.

“Kan Indonesia bukan negara tujuan sata kira. Tapi (tujuan) sementara, semacam transit,” kata dia. Namun kemudian malah muncul kasus TPPO pengungsi Rohingya di Indonesia. Ma’ruf meminta praktik TPPO itu harus dicegah dan ditindak tegas pelakunya. Namun untuk aspek kemanusiaan, Ma’ruf mengatakan pemerintah tetap menangani para pengungsi itu. Diantaranya dengan mencarikan tempat penampungan yang baik serta tidak menganggu masyarakat setempat atau sekitarnya.

Munculnya eksodus pengungsi Rohingya itu, tidak lepas dari adanya konflik bernuansa agama di Myanmar. Masih maraknya kekerasan atau peperangan berlatarbelakang keagamaan itu, juga menjadi keprihatinan Kementerian Agama (Kemenag) bersama PBNU. Keduanya bakal menggelar The Asia-Africa and Latin America Conference and Religious Moderation, untuk meredam konflik bernuansa agama di belahan dunia.

Ketua PBNU Ulil Abshar Abdallah mengatakan ada fenomena merebaknya politik identitas di sejumlah negara di Eropa. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat memicu konflik. “Di Eropa sekarang mulai bangkitnya partai-partai (beraliran) kanan,” ungkap Ulil.

Menurut Ulil kebangkitan partai-partai beraliran kanan tersebut, mengancam perdamaian di Barat. Dia menyebut penyelenggaraan The Asia-Africa and Latin America Conference and Religious Moderation oleh Kementerian Agama (Kemenag) sangat penting. Yaitu untuk menghadirkan pemahaman keagamaan yang moderat. Tidak ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Moderasi beragama itu berlaku untuk semua agama, tidak hanya bagi Islam.

“Agama jangan jadi bensin di setiap konflik,” katanya. Ulil menuturkan masih banyak ditemukan bahwa konflik di berbagai negara, muncul karena agama. Padahal semua agama memiliki inti ajaran yang sama. Yaitu menjunjung tinggi perdamaian. Serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Ulil mengakui bahwa tokoh agama tidak memiliki peran mengatur sebuah negara. Kendali sebuah negara tetap ada di tokoh politik yang menjadi kepala negara. Namun tokoh atau pemuka agama bisa memberikan masukan bahkan meluruskan pemahaman yang kurang tepat. Apalagi banyak kepala negara yang terikat kuat kepada tokoh agama, untuk mendapatkan simpati dari rakyatnya. (wan/jpg/ila)

Februari 2024 Groundbreaking , BRT Solusi Urai Kemacetan di Medan

Iswar Lubis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bus Rapid Transit (BRT) salah satu solusi memecahkan masalah kemacetan di Medan. Pada Februari 2024 mendatang mulai groundbreaking, baik itu depo maupun jalur-jalur koridor, khususnya dari Amplas ke Pinangbaris yang melewati inti kota.

Ini diungkapkan Kadis Perhubungan Me-dan Iswar Lubis dalam salah satu sesi podcast Kolaborasi Medan Berkah Edisi Ngobrol Asik Bareng Perangkat Daerah (Ngobras Pede) yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Medan, kemarin.

“Kemungkinan DED selesai Desember 2023 atau Januari 2024. Jadi di Februari langsung groundbreaking, langsung pekerjaan sampai selesai. Target kita sampai 15 koridor, tapi pastinya akan dikerjakan secara bertahap,” ujarnya dalam podcast yang berlangsung di Studio Dinas Komunikasi dan Informatika Medan dengan host Kabid Statistik dan Informasi Publik, Rizka Firdahlia

Iswar menginformasikan, saat ini proses pengadaan BRT ini sudah sampai pada finalisasi Detail Engineering Design (DED) untuk mengoperasikan 17 koridor di Medan Binjai Deliserdang. Sesuai dengan arahan Menteri Perhubungan, saat DED siap langsung dilakukan pekerjaan sampai selesai.

DED merupakan dokumen desain teknis bangunan yang terdiri dari gambar teknis, spesifikasi teknis dan spesifikasi umum, volume serta biaya pekerjaan. “Dari 17 koridor, 15 ada di Medan, dua ada di Binjai dan Lubukpakam,” ungkapnya.

Menurutnya, operasional angkutan massal modern yang didukung kesadaran masyarakat menggunanya bisa mengurangi 50 persen kemacetan.

“Saya bisa menjamin kemacetan itu berkurang 50 persen, tetapi dengan catatan penumpang memiliki kesadaran tidak lagi menggunakan kendaraan pribadinya dan beralih ke BRT ini nantinya,” ucapnya.

Iswar menjelaskan, setiap kota mempunyai problem kemacetan lalu lintas. Kota Medan, sebagai ibu kota Sumatra Utara harus melakukan langkah-langkah meng-atasi masalah i.ni.

“Empat sampai lima tahun ke depan, menurut saya akan stagnan dan macet total Kota Medan jika kita melakukan perubahan dan langkah-langkah lainnya,” ungkapnya.

Operasional BRT, kata Iswar, salah satu langkah solutif. Dia menjelaskan, mengatasi kemacetan dapat dilakukan dengan mengecilkan volume atau memperbesar kapasitas. Pilihan memperbesar kapasitas dengan menambah ruas jalan, sebutnya, membutuhkan biaya yang mahal.

“Kita harus berpikir bagaimana memanajemen perjalanan. Kita kecilkan perjalanan. Hak masyarakat berpindah dari A ke B tetap kita jamin, namun dengan moda yang ditentukan oleh pemerintah yang nyamannya sama dengan kendaraan pribadinya,” ungkapnya.

Dengan BRT ini, lanjut Iswar, jumlah orang yang bisa berpindah tetap sama, bahkan bisa bertambah, namun jumlah kendaraannya berkurang. Dengan demikian, kelancaran lalu lintas pun meningkat. “Kita ingin memanjakan masyarakat, tidak memanjakan kendaraannya. Yang dimanjakan orang, bukan barang.”

Sebagaimana diketahui, dalam waktu dekat pembangunan BRT Medan-Binjai-Deliserdang dimulai. Wali Kota Medan, Bobby Nasution, pada 16 Oktober lalu juga telah menandatangani Pembaharuan Working Level Agreement (WLA) Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang ini di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubsu.

Turut menandatangani WLA proyek percontohan nasional yang didukung World Bank dan AFD Pracis ini Wakil Bupati Deliserdang Ali Yusuf Siregar, Wali Kota Binjai Amir Hamzah, Pj Gubsu Hassanudin, dan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubung-an Darat Amirulloh. (map/ila)

Konsisten Hadirkan Layanan Terbaik di Kota Medan, Telkomsel Gelar Customer Gathering

General Manager Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel Erwin T Saragih beserta jajaran Telkomsel saat mengunjungi beberapa pelanggan loyal di Kota Medan. Kegiatan ini merupakan bagian dari voice of customer sekaligus memberikan pelayanan terbaik dan apresiasi kepada pelanggan setia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam meningkatakan loyalitas serta apresiasi kepada pelanggan setia, Telkomsel gelar acara Customer Gathering yang dilakukan di kota Medan. Acara ini digelar secara eksklusif di mana Manajemen Telkomsel hadir menyapa dan mendengar langsung berbagai masukan serta insight menarik mengenai produk dan layanan Telkomsel yang digunakan.

Genaral Manager Consumer Business Region Sumbagut Erwin T Saragih mengatakanSebagai digital telecomunication company terdepan di Indonesia, Telkomsel hadir untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan baik itu pengguna Indihome maupun produk Prabayar dan Pascabayar. Secara rutin kami juga hadir untuk menyapa para pelanggan setia serta mendengarkan langsung berbagai masukan yang membangun untuk kemajuan perusahaan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana silaturahmi dan berbagi insight dari sudut pandang customer serta meningkatkan loyalitas pelanggan.”

Telkomsel mengundang beberapa pelanggan loyal terpilih pada acara Customer Gathering yang digelar tidak hanya di kota Medan tetapi nantinya akan diadakan di berbagai wilayah operasional lainnya seperti Aceh, Binjai, Rantau Prapat, Padang Sidempuan dan Pematang Siantar hingga akhir tahun ini. Selain Customer Gathering, Manajemen Telkomsel juga hadir mengunjungi dan menyapa langsung pelanggan setia serta membagikan beragam merchandise menarik sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan. Kegiatan yang di gelar beberapa hari lalu di kota Medan ini juga mendapatkan respon positif dari Pelanggan serta apresiasi terhadap layanan terbaik yang diberikan.

“Terimakasih banyak kepada Telkomsel atas kunjungan dan segala perhatiannya kepada customer yang sudah cukup bagus serta intens. Semoga kedepannya Telkomsel terus konsisten menghadirkan berbagai program baru yang memberi nilai tambah.” Pungkas pelanggan loyal Telkomsel Sutan P Siregar saat dikunjungi di kediamannya.

Selain itu salah satu pelanggan loyal Telkomsel di Kota Medan Harry Marbun juga ikut mengapresiasi Telkomsel yang selalu setia memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. “Terimakasih Telkomsel sebagai kebanggaan Indonesia karena selama 23 tahun menjadi pelanggan setia, pelayanan yang saya dapatkan sangat baik dan hampir semua wilayah di Indonesia sudah di cover dengan jaringan Telkomsel. Semoga Telkomsel semakin jaya dan makin disukai oleh masyarakat.” Ungkap Harry Marbun saat di kunjungi oleh Manajemen Telkomsel di kota Medan.

“Selama ini kami mendapatkan pelayanan yang baik dan respon yang cepat dari Telkomsel. Terimakasih banyak untuk Telkomsel yang selalu hadir memberikan pelayanan terbaik untuk kami. Semoga kedepannya Telkomsel selalu konsisten dalam melayani serta terus memberikan dampak yang positif untuk para pelanggan” Pungkas bapak Pajlih Amruh pada acara Customer Gathering Telkomsel di kota Medan (18/12).

“Telkomsel berkomitmen untuk selalu membuka lebih banyak melalui berbagai produk dan layanan digital yang inklusif serta mendukung perkembangan ekosistem digital di Indonesia. Dalam menghadirkan layanan tersebut Telkomsel juga menerapkan prinsip customer centricity, dimana layanan yang hadir merupakan selaras dengan kebutuhan pelanggan. Baik layanan Fix Broadband seperti Indihome maupun layanan mobile seperti Telkomsel Prabayar dan Pascabayar, Telkomsel ingin seluruh pelanggan dapat menikmati experience yang maksimal serta membantu dalam memenuhi digital lifestyle pelanggan” Pungkas Erwin.(rel)

Kapoldasu Berikan Pembekalan 441 Siswa Diktuk Bintara

FOTO BERSAMA: Kapoldasu Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi foto bersama usai memberikan pembekalan, di Aula Tribrata Mapoldasu, Senin (18/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi memberikan pembekalan kepada 441 Siswa Diktuk Bintara Polri Gelombang ll Angkatan 49 Tahun Anggaran 2023, di Aula Tribrata Mapoldasu, Senin (18/12).

“Pembekalan yang saya berikan ini dengan Tema “Kesiapan Lulusan Diktuba Polri dalam menghadapi era 5.0,” katanya saat membuka acara yang dihadiri seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut.

Agung mengungkapkan, untuk menjadi polisi yang baik, para siswa harus mencintai pendidikan dan pelatihannya. “Saya ingin punya polisi yang berwatak Bhayangkara, mengerti dan tidak ada keraguan selama bertugas dan terpenting rasa percaya diri tumbuh karena anda memegang nilai kejujuran,” harapnya.

Agung meminta kepada seluruh calon Bintara Polri untuk memanfaatkan waktu lebih baik dengan kehadiran di tengah-tengah masyarakat, sehingga menjadikan polisi yang semakin baik dan dicintai.

“Saat ini dan seterusnya, yang kurang pada diri anda harus diperbaiki. Anda bukan orang-orang yang berdarah biru, tunjukkan dan buktikan diri anda kepada semua, bahwa anda mampu bertugas dengan baik. Profesional dan dapat menampilkan sosok polisi modern,” pungkasnya. (dwi/ila)

Limbah Perusahaan Karet Diduga Cemari Saluran Drainase KIM 3

WARNA HITAM: Diduga limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) dari salah satu perusahaan karet mencemari drainase di Jalan Pulau Bunaken, Kelurahan Tangkahan, Medan Labuhan, Kawasan Industri Medan 3.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) dari salah satu perusahaan karet diduga mencemari drainase di Jalan Pulau Bunaken, Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan, Kawasan Industri Medan 3, Sabtu (16/12).

Limbah yang mencemari dan berbau tidak sedap itu berasal dari perusahaan PT Karet Hijau Nusantara yang sehari seharinya melakukan aktifitas pengolahan limbah ban.

Salah satu warga setempat Irwan mengatakan, limbah yang diduga berasal dari perusahan dibuang langsung melalui saluran air parit. “Setiap kami melintas di sini memang tercium aroma yang tidak sedap dan bau busuk dan menyengat berasal dari parit ini. Lihat itu airnya tampak hitam berminyak kalau saat hujan dan banjir, air di sini kadang berubah menjadi hitam agak putih kecoklatan, baunya sangat luar biasa bang,” ujarnya.

Melihat kejadian tersebut berbekal dari sample air yang diambil dari saluran yang berasal dari perusahaan tersebut, terlihat hitam dan berminyak.

Kemudian awak media mencoba melakukan konfirmasi ke pihak perusahaan. “Masalah limbah tidak ada urusan dengan perusahaan kami. Semua sudah kami limpahkan ke PT KIM Pak,” ujar dari salah satu perwakilan dari perusahaan tersebut yang tidak mau menyebutkan nama dan jabatannya kepada awak media yang saat itu ada di lokasi.

Humas Kawasan Industri Medan, Niko ketika dikonfirmasi tidak berada di tempat, dan awak media sempat dihalang-halangi oleh pihak keamanan setiap kali melakukan peliputan maupun konfirmasi.

Ketua umum AMPHIBI Kecamatan Medan Labuhan Agus Salim Tanjung ketika dikonfirmasi Sumut Pos mengatakan, permasalahan lingkungan yang terjadi di Kawasan Industri Medan sangat klasik.

Hal ini dikarenakan kurangnya pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, hampir mayoritas perusahaan yang menghasilkan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) di Kawasan Industri Medan tidak melakukan pengelolaan sesuai aturan yang berlaku.

“Coba rekan rekan media mempertanyakan hal tersebut kepada Dinas LH setempat terkait laporan tentang ketaatan dan kepatuhan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan khususnya tentang laporan limbah B3 setiap triwulannya. Nanti saya coba arahkan pengurus AMPHIBI Medan Labuhan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat di sana,” ucapnya.(mag-1)

Hanafi Ajak Warga Jaga Kesehatan dengan Berolahraga Voli

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS H Hanafi Lc mengajak masyarakat menjaga kesehatan dengan berolahraga, diantaranya dengan bermain bola voli. Hal ini disampaikan Hanafi saat menghadiri pembukaan Turnamen Bola Volly H Hidayatullah Cup yang digelar di lapangam voli Jalan Dame, Kelurahan Timbang Deli, Medan Amplas, Minggu (17/12).

Selain menyalurkan hobi dan bakat, bermain bola voli juga bisa menjaga kesehatan.

“Kita harus pintar-pintar menjaga kesehatan, apalagi di musim panca roba seperti sekarang. Olahraga voli bisa menjadi salah satu pilihan untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Maka dari itu, saya mengapresiasi gelaran Turnamen Bola Voli Hidayatullah Cup.Turnamen seperti ini akan menyemangati kita untuk lebih rajin berolah raga utamanya bola volly,” kata kader senior PKS ini.

Hanafi juga berterima kasih kepada para panitia yang sudah bekerja keras sehingga turnamen bola voli ini bisa terlaksana sesuai jadwal yang telah ditentukan. “Selamat bertanding kepada 16 tim peserta. Tetap junjung fair play dan sportivitas. Semoga dengan adanya Open Turnamen Bola Volly Hidayatullah Cup ini silaturahim kita semakin terjaga dengan baik,” ujarnya.

Hanafi yang juga Caleg untuk DPRD Sumut dapil Sumut 1 ini memohon doa dan dukungan kepada masyarakat yang hadir agar niat baiknya mendapatkan hasil yang baik juga harapnya.

Sedangkan Sugiharto selaku Ketua Panitia Pelaksana Open Tournament Volly Ball Hidayatullah Cup, mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPR RI Hidayatullah yang telah menfasilitasi sehingga turnamen ini dapat terlaksana. Tampak hadir pada pembukaan turnamen tersebut diantaranya tokoh masyarakat Jalan Dame Ustadz Harisman Arifin dan pengurus PKS Medan Amplas, Suwarno ketua PKS Medan Amplas, Syafrudin Sekretaris PKS Medan Amplas, Tembal Siregar Ketua Kaderisasi PKS Medan Amplas, Ahmad ketua Kepemudaan PKS Medan Amplas dan Khairuddin Butarbutar ketua BPC IV PKS. (adz)

Pemilu Sebagai Uji Kecerdasan, Dedi Iskandar : Nilai Kritis Mahasiswa Terhadap Bangsa

Anggota DPD RI, Ust H Dedi Iskandar Batubara.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Momentum Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024, merupakan ajang bagi para pemuda, khususnya mahasiswa untuk menguji sejauh mana nilai kritis anak muda, terhadap keberlangsungan bangsa.

Hal itu, diungkapkan oleh Anggota DPD RI, Ust H Dedi Iskandar Batubara, Selasa (19/12). Ia mengatakan dalam hal ini, menitikberatkan kepada kecerdasan moral, dimana hal itu berkaitan erat dengan pendidikan dan politik.

“Salah satu fakta yang tak bisa dibantah adalah, banyak masyarakat yang alergi terhadap politik. Berusaha memisahkan antara politik dengan urusan lain di luar politik. Ekonomi, pendidikan, sosial budaya, dan lain-lain. Mereka menganggap bahwa semua ranah tersebut punya garis demarkasi masing-masing. Tidak boleh dicampuradukkan dengan politik,” kata Dedi Iskandar.

Terhadap relasi antara politik dan pendidikan, kata Dedi Iskandar Batubara, ada yang berusaha memisahkan antara politik dan pendidikan. Biasanya mengatakan bahwa education is outside politics atau pendidikan berada di luar politik. Lawannya adalah orang yang berpendapat education and politics are inextricably linked atau pendidikan dan politik terkait tanpa bisa dipisahkan.

“Kelompok pertama beralasan bahwa politik dan pendidikan adalah dua hal yang berbeda. Keduanya harus dipisahkan untuk menjaga otonomi pendidikan dan profesionalitas tenaga pendidikan dari intervensi kekuasaan,” kata Dedi Iskandar Batubara.

“Sementara kelompok kedua beralasan bahwa pendidikan merupakan wahana paling efektif untuk menanamkan ideologi negara. Membentuk karakter masyarakat, serta fakta bahwa banyak penyelenggaraan lembaga pendidikan yang bergantung pada bantuan negara,” sebut Ketua PW Al-Washliyah Sumatera Utara ini.

Kedua cara pandang masyarakat terhadap relasi politik dan pendidikan ini sebut Dedi Iskandar Batubara, terjadi secara universal di semua negara. Dari negara yang menganut sistem demokratis, hingga yang setia pada sistem monarki, baik adidaya hingga negara berkembang, dari negara liberal, hingga negara yang mencantumkan agama sebagai dasar ideologinya. Realitas ini sebenarnya wajar dan lumrah karena dua alasan, sosio-historis dan idealisme-profesional.

“Pertama, secara sosio-historis banyak masyarakat yang kecewa terhadap penyelenggara negara. Kekecewaan ini terjadi karena banyak faktor. Misalnya intervensi kekuasaan yang dianggap terlalu jauh terhadap dunia pendidikan. Tidak ada koherensi yang jelas antara proses pembentukan karakter di dunia pendidikan, dengan perilaku politisi setelah berkuasa. Politik hanya menjadikan pendidikan sebagai objek dari kekuasaan, dan masih banyak lagi,” jelas Dedi Iskandar Batubara.

Kedua, secara idealisme-profesional, banyak orang meyakini bahwa proses pendidikan tidak boleh dicampuradukkan dengan politik. Pendidikan murni untuk ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter.

“Sedangkan politik adalah seni mengatur dan mengelola negara. Jika keduanya dicampuradukkan, maka ada potensi produk ilmu pengetahuan hanya akan dimanfaatkan untuk kepentingan politik,” tutur Iskandar Dedi Batubara.

Dari realita itu, Dedi Iskandar Batubara pun melihat bahwa ada kecenderungan bahwa Indonesia mengarah pada pandangan yang memisahkan antara pendidikan dan politik. Termasuk diantaranya larangan berkampanye di kampus, dengan alasan mengganggu konsentrasi belajar/kuliah.

“Jika itu alasannya, maka justru mahasiswa hampir diarahkan kepada sikap apatisme politik. Sebab, melarang politisi masuk kampus, dianggap sama saja dengan menutup peluang untuk menguji kualitas dan kapasitas seorang calon pemimpin. Padahal, bukankah mahasiswa merupakan kelompok masyarakat yang paling cerdas dan idealis? Bukankah akan lebih tepat jika semua calon pemimpin dihadapkan kepada mahasiswa untuk diuji, agar ketahuan tingkat kecerdasan dan kapabilitasnya?” kata Ketua PPUU DPD RI ini.

Karena itu menurut Dedi Iskandar Batubara (DIB), momentum Pemilu ini perlu dijadikan sebagai ajang uji kecerdasan moral mahasiswa, menguji calon pemimpin melalui keilmuan, idealisme dan sikap kritis serta kepedulian melihat masa depan bangsa ini. Dengan begitu, kampus tidak lagi menjadi menara gading yang kosong dan terpisah dari realitas kehidupan bermasyarakat, tetapi penuh dengan ide, idieologi serta moralitas yang tinggi.

“Sejatinya, politik pembangunan itu berorientasi memanusiakan manusia. Semua produk budaya dan ilmu pengetahuan, memang diperuntukkan untuk menopang keluhuran nilai-nilai kemanusiaan. Jadi, betapa pun majunya ekonomi dan ilmu pengetahuan suatu bangsa,” jelas Dedi Iskandar.

“Jika moralitas dan budaya masyarakatnya justru bertentangan dengan nilai luhur kemanusiaan, bisa dipastikan ada yang salah dalam politik. Dan peran menjaga nilai itu, satu diantaranya adalah gerakan mahasiswa sebagai pilar kelima demokrasi,” jelas Dedi Iskandar Batubara.(gus)

Relawan Gerbang Ganjar Siap Menangkan Ganjar-Mahfud di 2024

Ketua Relawan Gerbang Ganjar Sukarman saat membacakan pernyataan deklarasi.

SEIREMPAH, SUMUTPOS.CO – Relawan pendukung Ganjar Pranowo – Mahfud MD terus bermunculan. Kali ini, Gerakan Buruh Tani Menangkan Ganjar (Gerbang Ganjar) mendeklarasikan diri di Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Senin (18/12).

Kegiatan tersebut ditandai dengan pembacaan pernyataan deklarasi yang dibacakan oleh Ketua Relawan Gerbang Ganjar Sukarman yang diikuti seluruh peserta yang hadir. Deklarasi Gerbang Ganjar turut dihadiri 300-an buruh tani di sana.

Ketua Relawan Gerbang Ganjar Sukarman didampingi Sekjend Sugiono dan Bendahara Yono, mengatakan, relawan ini merupakan salah satu organ relawan yang berkomitmen secara penuh mendukung Ganjar Pranowo dalam perjuangan politiknya menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029.

“Deklarasi ini merupakan bagian dari bentuk dukungan buruh tani Sei Rampah untuk memenangkan Ganjar Pranowo di kontestasi Pilpres 2024,” ujarnya.

Dukungan diberikan kepada Ganjar, menurut Sukarman, karena sosoknya dinilai memiliki kapasitas sebagai seorang pemimpin sekaligus telah dicalonkan menjadi bakal capres dari partai politik (parpol).

“Kita harus menjadi pemilih yang rasional. Jangan memilih bak membeli kucing dalam karung. Kita menyakini Ganjar mampu untuk memimpin negara ini,” tegas Sukarman.

Ia menegaskan siap berjuang bersama mengawal dan mensukseskan Ganjar Pranowo menjadi presiden untuk pembangunan Indonesia yang berkelanjutan dan mensejahterakan rakyat.

“Kita akan turun ke tengah-tengah buruh tani untuk membantu menjelaskan program Ganjar yang pro dengan rakyat. Selain itu membuat pendidikan politik agar buruh tani melek untuk memilih Ganjar,” beber Sukarman.

Ia juga menyakini Ganjar mampu melanjutkan dan mempercepat pembangunan Indonesia untuk menjadi negara maju, sebagaimana yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo. (rel/tri)