Home Blog Page 861

Dongkrak Suara Prabowo – Gibran, BPP Labuhanbatu Gelar Pekan Gemoy

PEKAN GEMOY: BPP Labuhanbatu menggelar Pekan Gemoy dan Turnamen E-Sports Mobile Legend.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Ketua Barisan Pengusaha Pejuang (BPP) Labuhanbatu, Chepy Aditya menjelaskan pagelaran Pekan Gemoy di Labuhanbatu rangkaian acara menggalang suara dan pemenangan pasangan Prabowo – Gibran nomor 02 di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, .

“BPP Labuhanbatu menginisiasi pekan Gemoy. Berisi sejumlah kegiatan. Diantaranya, turnamen cabang olahraga (Cabor) E-Sport Mobile Legend,” kata Chepy saat membuka acara Turnamen Mobile Legend, Minggu 14 Januari 2024 di Warung Kampoeng Belakang di kawasan Jalan SM Raja, Rantauprapat.

Selain itu, mereka juga mengadakan Lomba Nasyid emak-emak dan Lomba baca dan cipta Puisi pada Sabtu 20 Januari 2024 di Warkop Kampoeng Belakang, Cindelaras. Serta Poto contest dan puncak acara Minggu 28 Januari 2024 di lapangan Ika Bina Rantaupapat.

Turnamen E-Sports Mobile Legend merupakan bahagian dari upaya penyaluran hobi para generasi milenial dan Gen-Z untuk lebih kreatif, fokus dan semangat. Sehingga dapat terhindar dari hal negatif.

“Sebab generasi milenial dan Gen-Z merupakan generasi emas di Labuhanbatu. Sehingga dengan upaya menyalurkan hobi dan kreatifitas generasi muda akan memiliki talenta dan keterampilan,” katanya.

Dia menjelaskan momen turnamen cabang olahraga (Cabor) E-Sport Mobile Legend dapat menjadi penyeleksi dan pencarian bibit atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) ke- XXI, Sumut- Aceh September 2024.

Menurut Chepy di acara yang diikuti sebanyak 37 tim di masing-masing beranggotakan sebanyak 5 personel itu, keberhasilan Indonesia Emas akan didapat dengan berhasilnya mendidik generasi muda sejak saat ini. Sebab dalam 10 tahun kedepan, para generasi milenial akan menjadi para angkatan kerja produktif.

Sedangkan Ketua Tim Kampanye Pemenangan (TKP) Prabowo – Gibran, Abdul Karim Hasibuan dalam pandangan politiknya di acara itu berharap dapat menggelorakan semangat generasi muda untuk mendukung dan memilih pasangan Prabowo – Gibran nomor urut 02 dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden mendatang.

Karim meyakini pasangan Prabowo -Gibran dapat menang di kabupaten Labuhanbatu. Alasannya, karena dalam 2 kali Pilpres, Prabowo mampu memperoleh dukungan suara terbesar.

Karim juga mengharapkan acara tersebut dapat terselenggara secara aman dan tentram. Sehingga dapat berjalan lancar dan baik.

Pembukaan acara juga dihadiri relawan Projo Muda Labuhanbatu serta koalisi Partai Indonesia Maju.(fdh)

IMI Sumut Gelar Silaturahim Insan Otomotif

POSE: Klub-klub Anggota IMI Sumut, atlit balap Sumut di PON 2024 dan para Simpatisan pose bersama Penasehat IMI Sumut John Ismadi Lubis, Ketua Harian Rudy Siregar, Sekretaris Ahmad Syauqi Anas dan jajaran pengurus IMI Sumut lainnya di acara silaturahmi di Medan. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara menggelar silaturahim dengan insan otomotif Sumut di restoran di Medan. Silaturahim yang berlangsung Sabtu (13/1) sore, merupakan kegiatan rutin yang digelar IMI Sumut di setiap tahun.

“Kegiatan dihadiri klub-klub Anggota IMI Sumut, atlit balap Sumut di PON 2024 dan para simpatisan yang selama ini berperan aktif membesarkan IMI-Sumut,” kata Ketua Harian IMI Sumut Rudy Siregar.

Hadir Penasihat IMI Sumut John Ismadi Lubis, Sekum A. Syauqi Anas, para Kabid dan lainnya. “Ini merupakan silaturahim. Di kegiatan ini kita terbuka untuk berdiskusi, dialog dan sumbang saran untuk kemajuan olahraga otomotif Sumut. Sembari bertemu dengan senior-senior dan para atlet,” ungkap Rudy Siregar.

Penasihat IMI Sumut John Ismadi Lubis di kesempatan ini mengatakan 2024 merupakan tahun ‘berat’. Karena ada Pemilu di Februari, kemudian Pilkada dan juga PON XXI yang berlangsung di Sumut dan Aceh.

“Tahun ini ada PON, kita tentu berharap meraih medali emas dari olahraga otomotif, setelah terakhir meraih medali perunggu di PON 2012 Riau. Ini adalah peluang terbaik mengingat Sumut menjadi tuan rumah bersama Aceh,” ujar John Lubis.

“Ada delapan pembalap Sumut yang masuk Pelatda PON dari dua disiplin nomor yaitu road race dan grass track. Kemudian, banyak insan otomotif dan pengurus IMI Sumut ikut serta dalam Pemilu 2024. Tentunya mereka nantinya juga akan berjuang untuk kemajuan olahraga otomotif Sumut,” ungkapnya lagi.

Disebutkannya, ada empat pembalap Sumut untuk PON XXI dari nomor balap motor road race adalah Fahri Irawan, Andrian Aritonang, Deri Satrio dan M Iksan, dengan pelatih Yusserdi Sugiarto (Aket).

Sementara untuk nomor grastrack, juga ada 4 pembalap yakni Ahmad Yusrizal, Ahmad Fadillah, Rizky Revanza, dan Bima Artawibowo dengan pelatih H Syabra Buana.

Ketua Harian IMI Sumut Rudy Siregar mengatakan, di antara yang ikut Pemilu Legislatif adalah Dewan Pembina IMI Sumut H Musa Rajekshah, Ketua IMI Sumut Harun Mustafa Nasution keduanya untuk DPR RI, Melanie Armelia Desky, pembalap wanita juara nasional grup N 16 tahun 2005, untuk DPRD Provinsi Sumut. Kemudian Mhd Agus Poerwanto Rangkuty, untuk DPRD Kota Medan serta Efriwadi untuk DPRD Kabupaten Deliserdang.

“Kita tentu berharap ada dari jajaran IMI Sumut dan insan otomotif duduk di legislatif melalui Pemilu 2024 nanti,” pungkas Sekum IMI Sumut Ahmad Syauqi Anas. (gus)

Kuda Zacklyne Buktikan Ketangguhan di Jateng Derby 2024

TROFI: Tim official Sumatera Utara memperlihatkan trofi yang doraih pada Kejuaraan Pacuan Kuda Jateng Derby di Gelanggang Tegal Waton, Salatiga, Jawa Tengah, Minggu (14/1). (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kuda Zacklyne asal Sumatera Utara meraih juara kedua pada Kejuaraan Pacuan Kuda Jateng Derby di Gelanggang Tegal Waton, Salatiga, Jawa Tengah, Minggu (14/1). Kuda Zacklyne yang ditunggangi joki Yanni Rondonuwu (atlet Pelatda Sumut) menduduki urutan dua pada jarak 1.300 meter.

Di nomor bergengsi tersebut, Kuda Zacklyne bersaing dengan Amanecer Nagari dari Sulawesi Utara yang menduduki juara pertama, dan Kuda Andalan Sion (Sulut) di urutan tiga. Namun Zacklyne mampu mendahului Kuda Queen Paltra (Sumbar), Arceus Nagari (DKI Jakarta), Gailardia (Jabar), Dragon Arupacaka (Jatim), dan Nadien Kartika (DKI Jakarta).

Pada kejuaraan ini, Pordasi Sumut menurun kan dua Kuda, yakni; Kuda Punto Dewo dan Kuda Zacklyne. Kuda Punto Dewo bersaing di kelas A sprint jarak 1.300 meter harus puas berada diurutan empat

Kuda Punto Dewo kalah bersaing dengan kuda Bujangga Manik (Jabar), Bintang Gejora (Jatim), Baldomire, Voux Lamoape (DKI Jakarta), Jhon People (Kalsel), dan kuda Quana Eclipse tuan rumah (Jateng).

Untuk kelas ini sprint 1300 meter, juara diraih Quana Cclipse disusul Buldomire, Bujangga Manaik, dan Punto Dewo. Pemilik Kuda Punto dewo adalah Joko Prabowo dengan Joki Yanni Rondonuwu serta pelatih Joko Suranta.

Owner Kuda Punto Dewo dan Zacklyne Sumut Joko Prabowo menyebut kan kondisi Punto Dewo dan Zacklyne sangat baik.

“Persaingan sangat ketat dan kuda-kuda provinsi lain yang ikut bagus-bagus pada masing-masing kelas. Yang bersaing merupakan kuda-kuda yang akan turun pada PON 2024. Kita bersyukur bisa meraih juara dua di salah satu kelas yang dipertandingkan,” kata Joko Prabowo saat dihubungi, Minggu (14/1).

Lebih jauh dia mengatakan, Kuda pacu dengan Joki Yanni Rondonuwu bisa bersaing meraih prestasi di Jateng Derby ini.

“Kuda Zacklyne sudah berusaha maksimal, namun masih belum bisa juara satu. Kedepan kita harus bisa lagi lebih baik,” katanya didampingi Angkup, Ketua Komisi Pacu Pengprov Pordasi Sumut yang hadir pada kejuaraan tersebut.

Kejuaraan Pacuan Kuda Jateng Derby yang menjadi kalender pacuan PP Pordasi yang dilaksanakan Pengprov Pordasi Jateng itu diikuti sebanyak 226 kuda yang berpacu di 29 race. (dek)

Dedi Iskandar: Program Tidak Lepas dari Pendidikan, Dakwah

Ketua PW Al Jam'iyatul Washliyah (Al-Washliyah) Sumatera Utara, Ust Dedi Iskandar Batubara hadiri Pelantikan PD Angkatan Putri Al-Washliyah Dairi.(ist/SUMUT POS)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ketua PW Al Jam’iyatul Washliyah (Al-Washliyah) Sumatera Utara, Ust Dedi Iskandar Batubara menyampaikan pesan kepada jajaran Pengurus Daerah (PD) Angkatan Putri Al-Washliyah Kabupaten Dairi untuk menjadikan organisasi sebagai wadah untuk melayani umat.

Pesan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Pelantikan Pengurus Daerah Angkatan Putri Al-Washliyah Kabupaten Dairi, di Gedung MAN Dairi, Sidikalang, Sabtu (13/1) sore. Hadir diantaranya, Ketua PD Al-Washliyah Dairi Mahyudin Limbong, Ketua PD Al-Washliyah Pakpak Bharat Edh Syahrem Manik, Sekretaris PW Angkatan Putri Al-Washliyah Provinsi Sumatera Utara Zubaidah Khan, Penasehat PD Al-Washliyah sekaligus Ketua MUI Dairi Wahlin Munte, serta para pengurus organ bagian seperti Muslimat, GPA dan IPA Dairi.

Sebelum pelantikan, berlangsung Musyawarah Daerah (Musda) pertama, dimana pertemuan tersebut menghasilkan keputusan, memilih nama Rini Mulyasari sebagai Ketua PD Angkatan Putri Al-Washliyah (APA) Dairi, Yulisa Faijiah Sagala sebagia Sekretaris dan Liyani Azizah Lingga selaku Bendahara, beserta 30-an orang pengurus lainnya.

“Kepada para pengurus Angkatan Putri, jadikan organisasi sebagai tempat yang menggembirakan. Begitu juga dengan programnya, yang ringan saja dan tidak memberatkan kita. Misalnya, membuka majelis ta’lim rutin, mengajar Alquran di kampung-kampung, dan lainnya,” ujar Dedi Iskandar Batubara.

Pada intinya lanjut Dedi Iskandar Batubara, berorganisasi adalah tempat berhimpun dan berkumpul. Serta bagaimana kehadirannya bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Karena itu sumber daya manusia (SDM) yang ada, punya potensi untuk menunjukkan kiprah organ bagian Al-Washliyah ini untuk kebaikan umat.

“Program Al-Washliyah tidak lepas dari pendidikan, dakwah dan amal sosial. Apalagi banyak warga Washliyah ini berprofesi guru dan ustadz. Jadi kita yang dibesarkan umat, bagaimana kita membesarkan umat. Itu identitas Al Jam’iyatul Washliyah, dan kemuliaan organisasi,” jelas Anggota DPD RI ini.

Yang terpenting kata Dedi Iskandar Batubara, para pengurus perlu menjalankan kerja organisasi, baik sebagai pembelajaran bagi diri sendiri, maupun memperoleh berkah, dimana dalam periode 4 tahun kedepan, melaksanakan program kerja karena Allah.

Sementara Ketua PW APA Sumut Hj Azizah, melalui Sekretaris PW APA Sumut Zubaidah Khan usai melantik jajaran pengurus daerah Kabupaten Dairi, mengungkapkan bahwa proses pemilihan berlangsung cepat, meskipun proses kaderisasi sudah berlangsung sejak lama.

“Selamat kepada semua pengurus yang sudah dilantik. Karena proses pemilihannya sudah seperti melamar anak gadis. Kita sudah berupaya mencari siapa sosok yang bisa membawa bendera Angkatan Putri Al-Washliyah di Dairi. Sebagaimana pada tahun sebelumnya, kami pengurus wilayah mendatangi dan melihat langsung orangnya, yang siap menjalankan amanah,” ujar Zubaidah Khan.

Dalam pesannya, Zubaidah pun meminta pada pengurus daerah APA Dairi untuk saling mengisi dan menerima. Sehingga, konsolidasi dapat berjalan harmonis. “Jangan takut berdiskusi, terutama kepada kami pengurus wilayah. Kepada seluruh pengurus, tunjukkan bahwa kita bisa menjadi yang terbaik,” sebut Zubaidah.

Usai pelantikan, Ketua terpilih PD APA Dairi, Rini Mulyasari berharap jajarannya bisa menjadikan organisasi ini maju. Dengan modal intelektual, ibadah dan akhlak yang baik, seluruh kader menularkannya untuk masyarakat. Sehingga pihaknya bisa Istiqomah menjalankan roda organisasi.

“Ini tanggung jawab kita semua, menjalankan program organisasi, terutama mengibarkan bendera Angkatan Putri Al-Washliyah di Dairi. Terimakasih kepada semua yang memberikan dukungan, semoga kami bisa menjalankan amanah ini dengan baik,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Penasehat PD Al-Washliyah yang juga Ketua MUI Dairi, Wahlin Munthe menyebutkan bahwa Al-Washliyah adalah ormas yang mengakar hingga ke pelosok daerah di Sumatera Utara. Apalagi berdiri tahun 1930, di provinsi ini.

“Mari besarkan Washliyah di Dairi, karena ini bagian dari tugas kita. Semoga kehadiran mereka (Angkatan Putri Al-Washliyah) membawa kebaikan bagi umat, dan kemajuan bagi Al-Washliyah,” tutupnya.(gus)

Kadis PUPR Binjai Bungkam Soal Proyek 2023 Lanjut 2024, DPRD: Rekanan Dapat Difinalti

Kadis PUPR Binjai, Elvi Kristina (kanan).Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sejumlah proyek yang sejatinya harus tuntas dikerjakan pada tahun 2023, terpantau masih berjalan. Apalagi proyek tersebut merupakan pengerjaan fisik.

Adapun proyek yang sejatinya harus tuntas pada 2023 namun tetap dikerjakan pada Januari 2024 yakni, rehabilitasi musala di Balai Kota Binjai Binjai, kemudian proyek di Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker), proyek trotoar di Binjai Kota hingga proyek drainase di Jalan Gunung Jaya Wijaya, Binjai Selatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Binjai, Elvi Kristina tidak merespon konfirmasi yang dilayangkan wartawan, Minggu (14/1/2024). Elvi memilih bungkam dan diduga mengabaikan konfirmasi wartawan demi keberimbangan berita.

Elvi menjabat sebagai Kadis PUPR Binjai cukup lama. Elvi menjabat sejak tahun 2016 yang saat itu Wali Kota Binjai diamanahkan kepada HM Idaham.

Meski kepemimpinan sudah berganti, tapi Elvi tetap masih duduk di kursi empuk sebagai orang nomor satu di Dinas PUPR Kota Binjai. Terhitung Elvi menjabat sebagai Kadis PUPR sudah 7 tahun lebih.

Terpisah, DPRD Binjai menyoroti persoalan proyek pembangunan yang tidak tuntas hingga tutup tahun 2023. Wakil Ketua Komisi DPRD Binjai, Zainal Abiddin Nasution menegaskan, program maupun proyek-proyek pekerjaan fisik yang berjalan sepanjang tahun 2023 merupakan bentuk realisasi program dari pemerintah daerah.

Karenanya, dia menilai, dalam progres maupun penyelesaiannya harus dapat dipertanggung jawabkan. “Ada aduan dari masyarakat terkait sejumlah proyek yang masih tengah dikerjakan hingga tahun 2024. Padahal notabenenya, seharusnya pengerjaan menggunakan tahun anggaran 2023 telah selesai. Namun kondisi di lapangan, beberapa pembangunan infrastruktur masih dalam progres,” ujarnya.

Dia pun mempertanyakan kewajiban denda sebesar 5 persen yang harus dipenuhi pihak rekanan jika pengerjaan pembangunan tahun 2023 belum beres, dan dilanjutkan tahun 2024.

“Secara aturan, jika dalam kontrak masa kerja melebihi jangka waktu, pihak rekanan bakal terkena pinalti. Namun bisa dilanjutkan pekerjaannya dengan syarat pihak rekanan membayar uang pinalti sebesar 5 persen dari nilai kontrak,” sebutnya.

 

Dia menegaskan, dalam hal ini peran dan tugas Pejabat Pelaksana Teknis (PPTK) pada instansi terkait (PUPR) sangat penting, lantaran berwenang untuk menilai. Apakah pekerjaan tersebut bisa dilanjutkan atau tidak. “Dievaluasi lah dulu oleh PPTK (proyek TA 2023), caranya dengan memanggil pihak rekanan yang hingga sekarang pengerjaan proyeknya belum selesai,” tukasnya. (ted)

Ketua Komisi III DPRD Medan: Penutupan Medan Zoo Bukanlah Suatu Opsi

Ketua Komisi III DPRD MEDAN, Afif Abdillah

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Ketua Komisi III DPRD Kota Medan, Afif Abdillah, menanggapi adanya opsi atau pilihan untuk menutup Kebun Binatang Medan (Medan Zoo) oleh Pemerintah Kota Medan guna mengatasi kondisi Medan Zoo yang kian memprihatinkan.

Afif menyebutkan, penutupan Medan Zoo bukanlah sebuah pilihan yang layak untuk dimasukkan ke dalam daftar list solusi untuk dipertimbangkan.

“Kita memang sangat prihatin dengan kondisi Medan Zoo saat ini. Tapi saya tegaskan, penutupan (Medan Zoo) bukanlah opsi yang layak untuk dipertimbangkan,” ucap Afif Abdillah kepada Sumut Pos, Minggu (14/1/2024) sore.

Dikatakan Ketua Partai NasDem Kota Medan itu, kondisi Medan Zoo yang memprihatinkan seharusnya menjadi kondisi yang membuat Pemko Medan semakin bekerja keras dalam mempertahankan keberadaan Kebun Binatang milik Pemko Medan tersebut.

“Masih banyak opsi yang lain yang harus diupayakan dengan maksimal. Kita sangat menyayangkan kalau pemerintah sampai memasukkan opsi penutupan Medan Zoo ke dalam list pilihan solusi yang dipertimbangkan. Kalau pemerintah saja sudah menyerah, ya mau bagaimana lagi nasib Medan Zoo itu,” ujarnya.

Diterangkan Afif, seyogiyanya Pemko Medan harus sudah mengantisipasi kondisi Medan Zoo yang semakin memprihatinkan tersebut sejak jauh-jauh hari. Pasalnya, kesulitan demi kesulitan memang sudah dialami Medan Zoo sejak lama, namun belakangan ini kondisi Medan Zoo semakin memprihatinkan.

“Kita sebenarnya sejak lama kan sudah mendorong agar Pemko Medan dan PUD Pembangunan segera mencari investor atau membuka kerjasama dengan pihak ketiga. Tapi sayangnya sampai sekarang kita tidak melihat ada investor yang mau bekerjasama untuk mengelola Medan Zoo,” katanya.

Kemudian, ungkap Afif, bila belum juga mendapatkan investor yang bersedia mengelola Medan Zoo, pihaknya di Komisi III juga sudah memberikan opsi agar Medan Zoo dapat bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta, baik lokal maupun nasional agar mau menjadi ‘bapak asuh’ untuk setiap jenis satwa yang ada di Medan Zoo.

“Misalnya perusahaan A jadi bapak asuh satwa gajah, perusahaan B jadi bapak asuh satwa rusa, perusahaan C jadi bapak asuh satwa harimau, dan seterusnya. Setiap bapak asuh memberikan sumbangan pakan dan obat-obatan secara rutin setiap bulannya, bisa lewat dana CSR atau dalam bentuk sumbangan. Jadi tidak ada istilah satwa makan tidak makan, bahkan Medan Zoo sampai utang pakan seperti saat ini,” ungkapnya.

Kondisi tidak jalannya sejumlah opsi tersebut, lanjut Afif, merupakan bukti kurang baiknya kolaborasi yang ada di lingkungan Pemko Medan, khususnya kolaborasi PUD Pembangunan dengan pihak-pihak swasta.

“Seharusnya opsi-opsi itu berjalan maksimal, itulah makna kolaborasi yang sesungguhnya. Kalau kondisi Medan Zoo seperti saat ini, ya artinya kolaborasi itu tidak berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Selanjutnya, Afif juga meminta kepada Pemko Medan agar tidak memaksakan PUD Pembangunan Kota Medan untuk dapat mengelola Medan Zoo tanpa adanya bantuan dari APBD Kota Medan, khususnya dalam kondisi genting seperti saat ini.

“Menunggu jalannya opsi investor, bapak asuh satwa dan opsi-opsi lainnya itu berjalan, seharusnya Pemko Medan juga mengajukan permohonan anggaran untuk membantu PUD Pembangunan dalam mengelola Medan Zoo. Kita di DPRD Medan pasti siap membantu penganggarannya selama ada pengajuan dari Pemko Medan ataupun PUD Pembangunan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Medan Bobby Nasution, angkat bicara soal kondisi Medan Zooyang kian memprihatinkan. Bahkan, Bobby sempat menuturkan adanya opsi untuk menutup Kebun Binatang milik Pemko Medan yang dikelola PUD Pembangunan Kota Medan tersebut.

“Opsi pasti banyak yang kita buat, yang untuk harus melihat segala aspek. Opsi tetap dibuka, opsi ditutup, opsi relokasi, pasti nanti jadi opsi-opsi yang sudah kita lis, nanti opsi mana yang paling tepat kita pilih keputusan bersama,” kata Bobby kepada wartawan, Rabu (10/1) malam.

Bobby menegaskan, Pemko Medan melalui PUD Pembangunan selama ini sudah berupaya untuk membenahi Medan Zoo.

“Iya (memprihatinkan dan darurat kondisinya). Saya sudah sampaikan soal Medan Zoo ini, justru sebelum hal-hal ini terjadi dari awal kita di sini, Medan Zoo sudah jadi perhatian kita,” ungkapnya.
(map)

Hadiri Kebaktian GBI Kota Medan, Mahfud MD Ajak Jemaat Pilih Pakai Hati Nurani

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Wakil Presiden (Cawapres) RI, Nomor Urut 3, Mahfud MD, menghadiri kebakitan minggu di Gereja Bathel Indonesia (GBI) Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (14/1/2024). Pada kesempatan itu, Mahfud MD meminta seluruh jemaat yang hadir untuk memilih pemimpin dengan menggunakan hati nurani pada Pemilu 2024 mendatang.

 

Mahfud menegaskan, saat ini ada banyak oknum yang memberi tekanan kepada masyarakat untuk memilih pasangan calon (paslon) tertentu. Menurutnya, masyarakat tidak boleh diam atas tekanan seperti itu, sebab Pemilu 2024 merupakan pesta demokrasi yang tidak boleh dicoreng dengan hal semacam itu.

 

Bahkan, Mahfud sendiri menegaskan, bahwa dirinya sendiri pun tidak berani untuk mengatakan kepada masyarakat bahwa dirinya sosok yang paling pantas untuk dipilih. Oleh sebab itu, Mahfud mengembalikan pilihan kepada masyarakat. Ia berharap, masyarakat dapat menilai paslon dari sejauh mana kinerja dan track record paslon yang dipilih.

“Semua punya alat untuk menilai siapa yang dipilih. Saya sendiri nggak berani mengatakan saya yang cocok untuk dipilih. Saya katakan, kembali saja ke hati nurani. Semua warga negara punya hak menentukan pilihan dengan bebas,” ucap Mahfud di GBI Selecta Medan, Minggu (14/1/2024).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu juga menegaskan, pesan yang disampaikannya kepada para jemaat yang hadir adalah pesan kebangsaan. Menurutnya, masyarakat harus tetap bersatu di tengah perbedaan pilihan saat ini.

“Pesan saya pesan kebangsaan ya, bahwa kita itu bukan sekadar fisik bangsa, tapi juga ide dan gagasannya menyatu disitu. Kalau bangsa itu intinya kan nations, tadi saya menyampaikan soal notions (gagasan), notions itu tentang gagasan besar dalam kebersatuan kita. Yaitu kita tidak bermusuhan, (bermusuhan) karena perbedaan suku, agama, dan ras,” ujarnya.

Mahfud juga menegaskan, bahwa manusia sama-sama merupakan ciptaan Tuhan. Hanya saja yang membedakan dalam diri manusia adalah geopolitik. Aman tetapi, Mahfud MD mengingatkan bahwa pendiri bangsa telah mengingatkan tentang persatuan dan kesatuan sejak dahulu.

“Nanti di geopolitik itu punya tujuan sendiri-sendiri dan notions (gagasan) sendiri-sendiri. Indonesia itu punya notions tentang kebersatuan di dalam perbedaan, dan itu sudah dirancang sudah lama oleh para pendiri negara kita berdasarkan penghayatan hidup bangsa selama berabad-abad,” katanya.

Masih pada kesempatan itu, Mahfud MD juga berterimakasih kepada jemaat gereja yang hadir. Dia berharap agar Tuhan menyambut doa-doa para jemaat.

“Jadi saya mendapat doa, terima kasih kepada warga gereja di sini. Doa untuk saya untuk memberi pelayanan yang terbaik bagi kehidupan masyarakat. Mudah-mudahan Tuhan menyambut doa kita,” pungkasnya.
(map)

Ketua Komisi II Dorong Pemko Medan Tambah Bantuan Produktif dari APBD

Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Sudari ST.Foto (Markus Pasaribu).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kebijakan Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang berencana akan merotasi masyarakat penerima bantuan sosial secara bergantian setiap tahunnya, mendapatkan perhatian dan dukungan dari Komisi II DPRD Medan.

Mengingat, kebijakan itu dilakukan agar seluruh warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) bisa mendapatkan bantuan secara bergilir. Dengan demikian, bantuan sosial yang diberikan pemerintah dapat dirasakan secara merata.

“Bila memang bisa dirotasi, tentu kita mendukung, sebab tujuannya agar semua yang masuk DTKS bisa mendapatkan bantuan secara bergilir. Jadi nanti tidak ada istilah ada warga yang masuk DTKS tapi tidak pernah dapat bantuan,” ucap Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST kepada Sumut Pos, Minggu (14/1/2024).

Meskipun begitu, Sudari juga berharap dan mendorong Pemko Medan agar dapat meningkatkan jumlah bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Selain dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial, Sudari juga berharap agar Pemko Medan dapat menambah bantuan yang bersifat produktip melalui APBD.

“Jadi mereka yang masuk DTKS namun tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat bisa terakomodir dengan adanya bantuan-bantuan dari APBD, khususnya APBD Kota Medan. Namun tentunya harus didata dengan baik, agar tidak ada warga yang sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat tapi dapat lagi bantuan dari APBD,” ujarnya.

Kemudian, sambung Sudari, bantuan juga dapat diberikan dengan berbagai bentuk, mulai dari bantuan modal usaha hingga bantuan berupa alat usaha serta pembinaan.

“Saat ini dibawah kepemimpinan Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution, bantuan-bantuan UMKM meningkat secara signifikan dan kita sangat mendukung hal itu. Harapan kita, bantuan seperti dari APBD dapat terus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Sekretaris PAN Kota Medan itu meminta kepada setiap OPD terkait di lingkungan Pemko Medan beserta perangkat di kewilayahan untuk melakukan pendataan secara akurat terhadap warga penerima bantuan.

Tak hanya untuk memastikan agar bantuan dapat tersalurkan secara merata, tetapi juga diharapkan dapat memberikan data terbaru terkait warga yang layak mendapatkan bantuan.

“Kita juga mendorong adanya eliminasi terhadap warga yang sudah sejahtera agar tidak lagi mendapatkan bantuan. Tujuannya, agar bantuan tersebut dapat dialihkan kepada warga lainnya yang membutuhkan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Bobby Nasution mengungkapkan, jumlah DTKS di Kota Medan saat ini berjumlah lebih dari 200.000 orang dari total 2,5 juta jiwa jumlah total penduduk Kota Medan. Namun dari 200.000 orang itu, baru 65.000 orang yang mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Tentunya bagi warga yang tidak mendapatkan bantuan, mereka pastinya bertanya-tanya, mengapa tidak dapat. Oleh karenanya kami berencana agar bantuan yang diberikan itu dilakukan secara bergilir (rotasi),” kata Bobby Nasution.

Bobby juga menuturkan bahwa bantuan secara bergilir ini telah dimulai di Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan pada akhir tahun lalu dan berhasil. Untuk tahun ini, bantuan akan diberikan kepada warga yang belum mendapatkan bantuan.

“Artinya, Kelurahan Sicanang menjadi contoh untuk diterapkan di kelurahan lainnya di kota Medan,” pungkasnya.
(map)