26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 868

Jelang Pemilu 2024, Komisi I Minta Perangkat Kewilayahan Jaga Kondusifitas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi I DPRD Medan selaku Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang membidangi pemerintahan dan hukum di Kota Medan meminta seluruh perangkat kewilayahan, mulai dari Kecamatan, Kelurahan, hingga Lingkungan untuk menjaga kondusifitas di wilayahnya masing-masing. Mengingat saat ini, masyarakat akan dihadapkan dengan Pemilihan Umum (Pemilu).

“Kita minta perangkat di kewilayahan, yaitu teman-teman di kecamatan, kelurahan hingga lingkungan, agar lebih fokus dalam menjaga kondusifitas di wilayahnya masing-masing,” ucap Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus kepada Sumut Pos, Selasa (5/12/2023).

Dikatakan Robi, tahun-tahun politik seperti saat ini memang rentan dengan adanya gesekan-gesekan di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, para pemangku wilayah harus terus memantau kondisi wilayahnya masing-masing untuk meminimalisir potensi-potensi gesekan yang terjadi.

“Jangan sampai gesekan itu menimbulkan perpecahan bahkan kegaduhan di masyarakat. Semua harus dikontrol,” ujar Ketua Fraksi PDIP itu.

Robi pun mengaku sepakat dengan Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang memerintahkan setiap camat dan lurah di Kora Medan untuk senantiasa menjaga kondusivitas Kota Medan agar tetap terjaga.

“Sebab mereka ini para pemangku wilayah yang paling mengenal dan mengerti kondisi warganya masing-masing. Langkah pencegahan juga paling efektif dilakukan mulai dari lingkup terkecil,” katanya.

Untuk itu, sambung Robi, pihak kecamatan dan kelurahan juga harus aktif menyosialisasikan pentingnya menjaga iklim politik yang sehat menjelang Pemilu 2024.

“Sosialisasi ini penting, sebab Pemilu ini bukan ajang pertarungan, melainkan pesta demokrasi yang harus dirasakan kebahagiaannya oleh semua masyarakat. Menjaga pemilu yang damai sama dengan menjaga demokrasi yang sehat,” pungkasnya.
(map/ram)

Warga Aceh Usia 60 Tahun Divonis Mati karena jadi Perantara Sabu 43 Kg

PUTUSAN: Sidang pembacaan putusan terhadap Wardani Ibrahim, terdakwa kasus sabu secara virtual, Selasa (5/12/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Wardani Ibrahim (60) warga asal Aceh divonis mati oleh hakim. Dia terbukti bersalah atas kasus perantara sabu seberat 43 kilogram, dalam sidang virtual di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (5/12/2023).

Majelis hakim diketuai Dahlan dalam amar putusannya menyatakan, perbuatan terdakwa diyakini terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menghukum terdakwa Wardani Ibrahim alias Ibrahim oleh karena itu dengan pidana mati,” tegas Dahlan.

Menurut Hakim, hal-hal yang memberatkan terdakwa yakni, perbuatan terdakwa Ibrahim bertentangan dengan program pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba, membahayakan dan merusak generasi muda. “Hal-hal yang meringankan tidak ditemukan,” kata hakim.

Atas putusan itu, Dahlan memberikan waktu 7 hari pikir-pikir kepada penasehat hukum terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Risnawati Ginting, untuk menyatakan sikap menerima atau mengajukan banding. Putusan tersebut sama (conform) dengan tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana mati.

Pada 2 April 2022 sekira pukul 22.00 WIB, terdakwa Sofyan dihubungi oleh terdakwa Wardani Ibrahim (berkas terpisah) bahwa nantinya ada orang yang akan menitipkan sabu di rumah terdakwa.

Lalu terdakwa membolehkan dan menunggu telepon dari teman Wardani yang mau menitipkan sabu tersebut. Keesokan harinya, pada 3 April 2022 sekira pukul 06.00 WIB, terdakwa dihubungi oleh seseorang yang tidak dikenal dan bertemu di depan Masjid Al-Badar.

Kemudian, terdakwa bersama-sama dengan orang tidak dikenal tersebut menuju ke rumah terdakwa di Jalan Kakatua, Kecamatan Medan Sunggal dan menurunkan 2 buah tas jinjing berisikan narkotika jenis sabu.

Empat jam kemudian, Wardani dihubungi oleh terdakwa memberitahu bahwa barang berupa narkotika jenis sabu sudah diterima, kemudian Wardani menghubungi Acong (DPO) memberitahukan bahwa narkotika jenis sabu sudah diterima oleh terdakwa.

Selanjutnya, Wardani diperintahkan oleh Acong untuk menghitung jumlah sabu yang ada di dalam 2 tas jinjing tersebut, tidak lama kemudian Wardani Ibrahim menghubungi terdakwa untuk menghitung narkotika jenis sabu yang berada di dalam tas yang diketahui sebanyak 43 bungkus.

Pada 6 April 2022, Wardani dihubungi terdakwa berkata minta uang untuk sewa rumah untuk memindahkan narkotika jenis sabu dari rumah terdakwa, kemudian Wardani melakukan transfer sebesar Rp500 ribu.

Kemudian pada 10 April 2022, bertempat di depan rumah yang berlokasi di Gang Juntak, Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan, Sumatera Utara terdakwa Sofyan diamankan oleh petugas BNN dan mengamankan barang bukti berupa 41 bungkus kemasan teh cina berisikan sabu seberat 43 kg.

Di tempat terpisah, petugas BNN juga mengamankan Wardani yang sedang duduk di teras rumah di Perumahan Pinang Baris Permai, Jalan TB Simatupang, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. (man/ram)

68 Persen Masyarakat Sumut Berbelanja Melalui Aplikasi

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut, Naslindo Sirait.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Utara, mencatat sekitar 72 persen masyarakat di Sumut sudah terakses dengan internet. Dari data tersebut, 68 persen masyarakat melakukan transaksi belanja setiap pekannya melalui aplikasi atau belanja online.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut, Naslindo Sirait mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, terus melakukan pembinaan menuju UMKM Go Digital.

“Jadi, bisnis harus masuk digital. Kalau tidak masuk bisnis digital, akan tertinggal. Bagaimana UMKM ini, masuk bisnis digital,” kata Naslindo dalam jumpa pers di lantai II, Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan, Selasa (5/12/2023) sore.

Naslindo mengatakan saat UMKM di Sumut ini, secara pemasaran yang belum modern, yang terdigitalisasi. Sehingga mendorong pelaku usaha di Sumut, harus melek dan paham dengan pemasaran digitalisasi.

“Sekarang ini, hampir 72 persen kita sudah terakses dengan internet, 68 persen masyarakat kita berbelanja secara online. Apakah itu, beli makanan, pesan tiket, pesan hotel, pesan transportasi online. 68 persen setiap pekan, setiap minggu,” jelas Naslindo.

Didampingi Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfo Sumut Harvina Zuhra. Lanjut, Naslindo mengungkapkan pihaknya menyiapkan sejumlah strategi dalam upaya meningkatkan kualitas daya saing Koperasi dan UMKM di Sumut.

“Koperasi dan UMKM memiliki peranan penting terhadap perekonomian dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Sehingga peningkatan daya saing Koperasi dan UMKM akan terus menjadi perhatian pemerintah,” jelas Naslindo.

Strategi yang dimaksud, kata Naslindo, seperti penguatan legalitas usaha Koperasi dan UMKM dengan mendorong KUMKM ke sektor formal melalui layanan pendampingan perijinan, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap usaha.

Strategi lainnya, yakni penguatan kualitas Koperasi dan UMKM (scale up) melalui inkubator bisnis dan plut entrepreneur learning centre (pelatihan peningkatan kualitas SDM, struktur organisasi, pengelolaan usaha, pemasaran, permodalan, sarana dan prasarana usaha, jaringan bisnis).

“Ada juga peningkatan kualitas produk Koperasi dan UMKM dengan standardisasi melalui kegiatan fasilitasi sertifikasi produk (halal dan HaKi),” katanya.

Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi melalui kegiatan fasilitasi sarana dan prasarana usaha dan pembangunan rumah produksi bersama. Peningkatan tampilan/keragaman produk melalui layanan rumah kemasan

“Kita juga menyiapkan strategi akselerasi percepatan dukungan Koperasi dan UMKM Go Digital melalui layanan #GoDigital PLUT (manajemen media sosial, lab foto & video untuk pembuatan konten iklan & endorsement). Dukungan pemasaran melalui event expo (dalam dan luar negeri). Peningkatan visibility produk Koperasi dan UMKM melalui kemitraan usaha besar dan regulasi kemitraan dengan stakeholder usaha,” terangnya.

Kemudian, peningkatan kelembagaan UMKM menjadi usaha koperasi melalui fasilitasi koperasi sektor riil, serta peningkatan akses pembiayaan dan permodalan melalui kerja sama dengan lembaga pembiayaan dan permodalan.

Strategi tersebut, kata Naslindo, akan dan sudah dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM Sumut. Dengan startegi itu, dia optimis kualitas Koperasi dan UMKM di Sumut bisa ‘naik kelas’ seiring dengan adanya sejumlah tantangan yang dihadapi.

Saat ini, jumlah koperasi di Sumut tercatat 13.208 unit, sebanyak 41% koperasi yang aktif. Sementara jumlah UMKM di Sumut yang terdata dari Portal Satu Data BAPPENAS tahun 2021 sebanyak 1.712.091 yang terdiri dari usaha skala mikro 68%, kecil 18% dan menengah 13%.

Naslindo mengatakan, untuk meningkatkan kualitas daya saing Koperasi dan UMKM, maka diperlukan sinergi dari semua stakeholder, sehingga terbentuk ekosistem usaha yang sehat.

“Misalnya dari pemerintah terkait regulasi, perizinan, fasilitasi, edukasi. Kemudian perguruan tinggi terakit edukasi dan pemagangan. Masalah permodalan dan pembiayaan ada di perbankan. Begitupula dengan BUMN, BUMD, swasta, serta LSM,” ucapnya.(gus/ram)

KPU Kota Tebingtinggi Terima Perlengkapan Alat Pencoblosan di TPS

AWASI: KPU Kota Tebingtinggi, Bawaslu dan Kepolisian Polres Tebingtinggi melakukan pengamanan dan pengecekan perlengkapan logistik pemilu yang disimpan di Gudang KPU Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tebingtinggi menerima perlengkapan alat mencoblos pemilihan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) berupa bantalan alat coblos, paku, tali pengikat, tanda pengenal petugas KPPS, tanda pengenal petugas ketertiban TPS, tanda pengenal saksi, lem, ballpoint, spidol dan label kotak suara.

Semua perlengkapan alat mencoblos yang diterima KPU Kota Tebingtinggi dari KPU RI langsung disimpan di Gudang milik KPU di Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi dengan mendapatkan pengawalan pihak kepolisian Polres Tebingtinggi, anggota Komisioner KPU dan Bawaslu Kota Tebingtinggi, Senin (4/12/2023) malam.

Ketua Komisioner KPU Kota Tebingtinggi Emil Sofyan membenarkan bawah pihak KPU Kota Tebingtinggi sudah menerima perlengkapan alat mencoblos seperti bantalan, paku dan tali pengikat. “Semuanya perlengkapan sudah disimpan di gudang logistik milik KPU Kota Tebingtinggi,” jelasnya.

Menurut Emil Sofyan, pihak KPU juga saat ini masih menunggu masuknya kertas surat suara dari KPU RI sebagai persiapan menjelang pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2024. “Diperkirakan pertengahan Bulan Desember kertas surat suara pemilu serentak tahun 2024 akan tiba,” papar Emil.

Hadir juga Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tebingtinggi, Amsal Franky H Tambun bersama anggota Bawaslu lainnya, mereka melakukan pengawasan dan pemantauan perkembangan alat mencoblos seperti bantalan paku, tali pengikat, tanda pengenal petugas KPPS, tanda pengenal petugas ketertiban TPS, tanda pengenal saksi, lem, ballpoint, spidol dan label kotak suara.

Sedangkan pihak kepolisian Polres Tebingtinggi melalui Kasi Humas AKP Agus Arianto menyatakan bahwa pengamanan yang dilaksanakan oleh Satgas Preemtif dan Satgas Preventif yang tergabung dalam Operasi Mantap Brata (OMB) ini dilakukan untuk menciptakan rasa aman dan memastikan keberadaan barang barang logistik sudah pada tempatnya sehingga dapat meminimalisir hal hal yang tidak diinginkan.

“Kedatangan barang barang logistik pemilu itu di gudang logistik pemilu Pemilu Kota Tebingtinggi mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Tebingtinggi,” papar AKP Agus Arianto.

Sambungan, baik pengawalan kedatangan barang barang logistik maupun gudang logistik dilakukan dengan pengawalan ketat oleh personel Polres Tebingtinggi. “Hal tersebut untuk memastikan barang logistik tiba dalam keadaan aman dan tidak rusak,” tandanya. (ian/ram)

Anak Putus Sekolah Dapat Bantuan Rp1,5 Juta per Tahun

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melakukan sejumlah program yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di Kota Medan serta membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dalam rangka mempersiapkan Indonesia Emas 2045.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar didampingi Kabid Pembinaan dan Ketenagaan, Mujiono mengatakan, adapun program yang akan berjalan di tahun 2024, yakni pemberian pendidikan gratis bagi anak putus sekolah di Kota Medan.

Total, sebanyak 1.350 orang anak putus sekolah, baik untuk tingkat SD maupun SMP siap ditampung oleh Pemko Medan.

“Pemko Medan siap menampung 1.350 anak putus sekolah, baik tingkat SD maupun SMP,” ucap Benny Sinomba, Selasa (5/12/2023).

Selain mendapatkan pendidikan gratis, kata Benny, siswa putus sekolah yang akan disekolahkan kembali oleh Pemko Medan tersebut juga akan diberikan bantuan pendidikan.

“Kemudian setiap orangnya juga akan diberi bantuan Rp1,5 Juta/orang dalam satu tahun,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, tambah Benny, pada tahun 2024 nanti, Pemko Medan melalui Disdikbud juga akan merealisasikan pemberian bantuan insentif kepada operator sekolah swasta sebesar Rp500 ribu perbulan.

“Total akan ada 850 orang operator sekolah swasta tingkat SD dan SMP di Kota Medan yang akan mendapatkan bantuan tersebut,” katanya.

Selain itu, tambah Benny lagi, di tahun 2024 nanti, Pemko Medan juga akan menaikkan insentif bantuan kesejahteraan guru (BKG) honorer dari Rp250 ribu menjadi Rp400 ribu perbulan.

Adapun jumlah guru honorer di Kota Medan yang menerima insentif BKG tersebut, yakni sebanyak 12.942 guru yang dimulai dari tingkat TK/PAUD, SD hingga SMP sederajat, baik itu sekolah negeri maupun swasta.

“Yang baru terealisasi per November 2023 yaitu pembayaran BPJS Ketenagakerjaan untuk guru honorer sebanyak 944 orang dengan manfaat jaminan kecelakaan dan jamiman kematian kerja,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST memberikan apresiasi untuk program Disdikbud Kota Medan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 tersebut.

“Apa yang dilaksanakan Pemko Medan untuk memastikan tidak adanya lagi warga Medan yang putus sekolah adalah bentuk keseriusan dan komitmen dalam membangun mutu pendidikan dasar di Kota Medan,” kata Sudari, Selasa (5/12/2023).

Dikatakan Sudari, Komisi II DPRD Medan yang membidangi pendidikan akan terus bermitra dan kolaborasi dengan Pemko Medan dalam hal peningkatan mutu pendidikan di Kota Medan

“Apapun yang dilakukan Pemko Medan, selama tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Medan, tentu kita siap berkolaborasi dan mendukungnya,” pungkasnya.
(map/ram)

Cegah Stunting dengan Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh dan Sanitasi

PENYULUHAN: Bd Riska Maulidanita SST MKM memberi penyuluhan di Kelurahan Padangmerbau, Kota Tebingtinggi, Senin (4/12).ISTIMEWA.

ISU stunting yang hangat diperbicangkan untuk menuntaskan masalah kesehatan anak, dimulai dari seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) sampai usia 59 bulan. Stunting ini bukan hanya masalah gizi, tetapi juga soal pola asuh, pola makan dan sanitasi.

Dosen Institut Kesehatan Helvetia Bd Riska Maulidanita SST MKM bergerak memberikan penyuluhan terutama bagi Wanita Usia Subur (WUS) yang akan mempersiapkan kehamilan, ibu hamil dan ibu yang memiliki balita di Kelurahan Padangmerbau, Kecamatan Padanghilir, Kota Tebingtinggi, Senin (4/12).

Kegiatan ini didasarkan pada mata kuliah kesehatan ibu dan anak serta gizi dalam kesehatan reproduksi yang mengaitkan bahwa anak dengan gizi kurang, gizi buruk dan stunting yang sangat berisiko memiliki keterlambatan tumbuh kembang dan keterlambatan menerima informasi yang diberikan.

Hal ini bisa dicegah dengan pemberian gizi yang baik pada saat kehamilan, pemberian ASI eksklusif hingga enam bulan dan pemberian MP-ASI dengan tekstur makanan sesuai dengan usia. Pola makan dan pola asuh sangat diharapkan bagi ibu yang siap berdasarkan usia dan ekonomi sehingga pemenuhan gizi pre dan post hamil tercukupi dengan baik.

Makanan yang dikonsumsi juga tidak harus mahal yang terpenting memiliki kandungan gizi yang cukup. Bagi anak balita yang tinggi dan berat badannya tidak normal maka dianjurkan untuk mengonsumsi minimal sebutir telur/hari seperti yang disampaikan dr Hasto Wardoyo SpOG selaku kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat sekaligus ketua percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, Sumut berhasil menurunkan angka prevalensi 4,7 persen yakni dari 25,8 persen (2021) menjadi 21,1 persen (2022). ”Sedangkan di Kota Tebingtinggi, terjadi kenaikan 2,3 persen. Prevalensi stunting dari 17,3 persen (2021) menjadi 19,60 persen (2022),” kata Bd Riska Maulidanita SST MKM.

Pj Wali Kota Tebingtinggi Drs Syarmadani MSi pada pertemuan rembuk stunting Juni 2023 menyampaikan bahwa peningkatan prevalensi stunting kemungkinan karena indeks kemiskinan bertambah sehingga tingkat kesehatan menurun.

Untuk itu perlu kerja sama multi-sektor secara pentahelix sesuai Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Bd Riska Maulidanita SST MKM menyebutkan bahwa program pemerintah seperti ‘bapak asuh anak stunting’ juga sudah dijalankan di Tebingtinggi. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu penurunan prevalensi stunting demi mewujudkan generasi emas 2045.

Pembinaan dan edukasi, lanjut Bd Riska Maulidanita SST MKM, untuk memenuhi kebutuhan protein hewani sebagai langkah meminimalisir potensi stunting pada anak dengan memantau tumbuh kembang anak ke Posyandu. ”Kegiatan sanitasi total berbasis masyarakat merupakan pendekatan dan mengedepankan perubahan prilaku masyarakat dengan bersih sehingga mencegah bersentuhan langsung dengan bahan-bahan yang kotor,” ujarnya. (dmp)

Manfaat Mendengarkan Musik, Salah Satunya Meningkatkan Produktivitas

SUMUTPOS.CO – Musik adalah keajaiban universal yang memengaruhi suasana hati, emosi, dan produktivitas kita sehari-hari. Dalam kehidupan yang sibuk dan terkadang monoton, peran musik dalam menyemangati, merelaksasi, dan memberikan semangat dalam menjalani aktivitas rutin tidak bisa diremehkan. Apakah Anda menyadari bagaimana kehadiran musik dapat mengubah cara kita menjalani pekerjaan sehari-hari. Bicara soal download lagu online bisa melalui ytmp3.

Musik sebagai Pengubah Suasana:

Pada pagi yang tenang, seringkali kita memulai hari dengan suara musik yang menyenangkan. Sebuah lagu yang penuh semangat atau melodi yang menenangkan dapat memengaruhi suasana hati kita. Musik pagi yang menyenangkan dapat membantu kita memulai hari dengan semangat yang lebih tinggi, menghilangkan rasa kantuk, dan mempersiapkan diri untuk menjalani tugas-tugas yang menanti.

Fokus dan Produktivitas yang Ditingkatkan:

Ketika duduk di meja kerja dengan tumpukan pekerjaan, musik dapat menjadi teman setia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa musik dengan irama yang tepat dapat meningkatkan fokus dan produktivitas. Bagi sebagian orang, musik dengan melodi instrumental atau lirik yang minim dapat membantu meningkatkan konsentrasi, sementara bagi yang lain, lagu-lagu yang lebih energik bisa memberikan dorongan semangat dalam menyelesaikan tugas-tugas yang menantang.

Musik sebagai Penenang Pikiran:

Stres adalah bagian tak terelakkan dari kehidupan sehari-hari. Saat beban pekerjaan dan tekanan menumpuk, musik memiliki kemampuan untuk menjadi pelarian yang membantu mengurangi tingkat stres. Iringan melodi yang tenang atau lagu-lagu yang menyentuh dapat membantu menenangkan pikiran, mengurangi tingkat stres, dan memberikan kesempatan untuk istirahat sejenak dari tekanan yang dirasakan.

Meningkatkan Kolaborasi dan Kreativitas:

Dalam lingkungan kerja yang memerlukan kolaborasi, musik dapat menjadi penghubung. Musik dengan suasana yang positif dapat meningkatkan semangat tim, menciptakan atmosfer yang lebih terbuka untuk berbagi ide, dan bahkan merangsang kreativitas. Pilihan lagu yang sesuai dengan preferensi tim dapat membantu membangun suasana kerja yang lebih harmonis dan memicu inspirasi.

Mengatasi Monoton dan Kebosanan:

Tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa pekerjaan terkadang monoton dan membosankan. Dalam situasi seperti ini, musik hadir sebagai penyelamat. Dengan mendengarkan playlist favorit atau menemukan lagu-lagu baru, aktivitas yang monoton dapat menjadi lebih menyenangkan. Musik membantu menjaga semangat dan menjauhkan perasaan bosan dalam menjalani rutinitas yang sama setiap hari.

 

Mengatur Ritme dan Kecepatan:

Ada saatnya di mana kita memerlukan dorongan ekstra untuk menyelesaikan tugas dengan cepat. Musik dengan tempo yang sesuai dapat membantu mengatur ritme kerja. Beat yang cepat seringkali dapat meningkatkan kecepatan kerja, sementara lagu dengan tempo yang lebih lambat dapat membantu kita mengambil waktu yang lebih tenang dan menghadapi tugas dengan lebih hati-hati.

 

Musik sebagai Pengingat Memori:

Terkadang, musik juga memiliki kekuatan untuk mengingatkan kita pada momen-momen tertentu atau membawa kembali kenangan yang berharga. Lagu-lagu yang pernah kita dengarkan saat mencapai prestasi atau melalui masa-masa sulit dapat menjadi pengingat akan kekuatan, keberanian, atau kebahagiaan yang pernah kita rasakan.

Pilihan Musik yang Tepat:

Meskipun musik memiliki pengaruh yang kuat, penting untuk memilih jenis musik yang sesuai dengan suasana hati dan jenis pekerjaan yang sedang dijalani. Bagi beberapa orang, musik klasik atau jazz bisa menjadi pilihan terbaik sementara yang lain lebih suka musik pop atau elektronik. Selalu penting untuk menghargai preferensi pribadi dan memilih musik yang cocok dengan suasana yang diinginkan.

Kesimpulan:

Musik bukan hanya sekadar suara, tetapi juga sahabat setia dalam menjalani rutinitas harian. Dengan pengaruhnya yang luar biasa terhadap suasana hati, fokus, dan produktivitas, musik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Memilih lagu yang tepat sesuai dengan suasana hati dan situasi dapat memberikan pengaruh yang besar dalam menjalani pekerjaan dengan lebih efisien dan menyenangkan. Jadi, mengapa tidak merayakan kehadiran musik dalam kehidupan sehari-hari Anda mulai dari sekarang? (rel/sih)

Milenial Relawan Banteng Militan Medan Utara Siap Menangkan Ganjar di Pemilu 2024

MENANGKAN: Kelompok Milenial Relawan Banteng Militan Medan Deli siap memenangkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden RI di perhelatan Pemilu 2024.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kelompok Milenial Relawan Banteng Militan Medan Utara siap memenangkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden RI di perhelatan Pemilu 2024.

Ketua Milenial Relawan Banteng Militan Medan Utara, Fauzan mengatakan, keyakinan tersebut karena pihaknya mendapat dukungan penuh dari kaum Milenial. Apalagi, 70 persen pemilih di Indonesia mayoritas adalah pemilih pemula ataupun kaum milenial.

“Kami sebagai kelompok muda membuat program untuk menaikkan partisipasi pemilih muda, seperti pengajian remaja, karena kebetulan saya juga sebagai Ketua Remaja Masjid,” ujarnya saat dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa, (5/12/2023).

Selain itu, pihaknya juga membuat kegiatan olahraga seperti futsal, badminton, sama jalan santai setiap hari Minggu, dan tak lupa pula kegemaran anak muda sekarang adalah nongkrong sambil ngopi bareng untuk mensosialisasikan program-program Relawan. Dan untuk mengganti suasana, para relawan juga melakukan touring juga untuk menjaga solidaritas.

“Yang pastinya dari muslim sampai yang non muslim kita bersama-sama untuk memenangkan Ganjar,” ucapnya.

Fauzan menambahkan, dukungan untuk Ganjar, karena mantan Gubernur Jawa Tengah ini sosok yang peduli pada kesejahteraan rakyat, bersih dari korupsi, tegas, berani, santun dan merakyat.

Ia berharap jika Pak Ganjar menjadi Presiden RI bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi anak bangsa dan bisa bekerja di negara sendiri, jangan lagi KAI bekerja di negeri orang.

“Kami berharap tidak di persulit untuk masuk kerja minimal di pabrik-pabrik, itu yang dirasakan sama teman-teman sekarang,” ucapnya. (mag-1/ram)

Pemprov Sumut Kirim Usulan Calon Pj Bupati ke Kemendagri untuk 6 Kabupaten

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 6 Kepala Daerah di Sumatera Utara, akan berakhir massa jabatannya pada Desember ini. Untuk menghilangkan kekosongan pemimpin, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sudah mempersiapkan nama-nama 6 Penjabat (Pj) Bupati untuk diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

“Paling lambat tanggal 6 Desember 2023 ini,, kita kirim (pengusulan nama calon Pj Bupati ke Kemendagri),” ungkap Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Juliadi Harahap, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa (5/12/2023) siang.

Keenam Kabupaten yang masa jabatan Bupati berakhir pada bulan Desember ini, yakni Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Kabupaten Langkat, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kabupaten Dairi dan Kabupaten Batubara.

Juliadi mengakui sudah menerima surat pengajuan atau pengusulan nama-nama kelima Pj Bupati tersebut, dari Kemendagri.

“Surat sudah kita terima dari Kemendagri, berdasarkan itu kita tindaklanjuti,” jelas Juliadi.

Lanjut, Juliadi mengungkapkan bahwa Pemprov Sumut sudah mengantongi nama-nama calon Pj Bupati di 6 Kabupaten tersebut, untuk diusulkan dan disampaikan ke Kemendagri RI.

“Jadi, sama kita. Sudah kita rumuskan (nama-nama Pj Bupati yang diusulkan) itu,” tutur Juliadi.

Dengan itu, tiga nama calon Pj Bupati diusulkan dari Pemprov Sumut dan 3 nama calon lainnya, diusulkan masing-masing DPRD kelima Kabupaten tersebut.

“Itu mekanisme Kabupaten mengusulkan melalui DPRD dan Pemprov Sumut juga diminta untuk mengusulkan nama-nama Pj Bupati,” kata Juliadi.

Disinggung siapa-siapa saja nama para Pj Bupati yang diusulkan Pemprov Sumut ke Kemendagri. Juliadi enggan membeberkan nama tersebut, dengan alasan belum terpilih.

“Rawan, tidak baik. Belum tentu dia (terpilih Pj Bupati) terus-terusan (diberitakan), kasihan kita sama kandidat itu,” kata Juliadi.

Untuk diketahui, 6 kepala daerah berakhir masa jabatannya pada bulan Desember 2023 ini, yakni Plt Bupati Palas, Ahmad Zarnawi Pasaribu, Plt Bupati Langkat, Syah Afandi, Plt Bupati Deli Serdang, H.M Ali Yusuf Siregar.

Kemudian, Bupati Batubara, Zahir, Bupati Tapanuli Utara (Taput), Nikson Nababan dan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu.

Juliadi menambahkan nama-nama calon Pj Bupati akan ditetapkan oleh tim penilai dari Kemendagri RI. Selanjutnya, akan dilantik oleh Pj Gubernur Sumut, Hassanudin, akhir bulan ini.

“Berproses dan nanti ada tim penilai terakhir. Itu di ranah Kemendagri lah (memutuskan dan menetapkan Pj Bupati tersebut). Apa yang ditugaskan kepada kita dan kita tindaklanjuti,” tandas Juliadi.(gus/ram)

DPRD Medan Minta Pemko Medan Sinkronkan Data PPJ

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pimpinan DPRD Kota Medan bersama Wali Kota Medan telah menandatangani keputusan bersama persetujuan pengesahan Perda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di ruang paripurna gedung DPRD Medan, Senin (4/12/2023) lalu. Pengambilan keputusan dilakukan setelah 8 Fraksi di DPRD Medan menerima dan menyetujui Ranperda menjadi Perda dalam rapat paripurna.

Menanggapi hal itu, Anggota Fraksi PDIP DPRD Medan, Edward Hutabarat, meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan untuk memperbanyak kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada para wajib pajak dan wajib retribusi guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan mereka dalam membayar pajak dan retribusinya.

“Setelah Perda tersebut disahkan, kita minta agar Bapenda Kota Medan segera menyosialisasikannya. Kita mau kedepannya para wajib pajak dan wajib retribusi ini dapat meningkat kesadarannya dalam menunaikan kewajibannya,” ucap Edward, Selasa (5/12/2023).

Menurut Anggota Komisi III DPRD Medan itu, Bapenda Kota Medan juga harus mempersiapkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas untuk mengutip pajak dam retribusi daerah.

“Sehingga dengan adanya pengalihan pengelolaan opsen Pajak Pokok Kendaran Bermotor (PKB) dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang selama ini dikelola Pemerintah Provinsi, tidak mengalami kendala dengan diberlakukannya Perda baru,” ujarnya.

Agar Perda tersebut berjalan dengan maksimal, Edward juga meminta kepada Pemko Medan agar segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai turunan Perda sekaligus petunjuk teknis (juknis) bagi petugas dalam mengutip pajak dan retribusi daerah.

“Sehingga Pemerintah Kota Medan dapat segera melakukan sosialisasi dan penerapan Perda di Januari 2024 mendatang, seiring amanat UU No 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” katanya.

Selain itu, Edward Hutabarat menyoroti terkait Pajak Penerangan Jalan (PPJ) merupakan salah satu pajak yang memiliki porsi besar dalam rasio PAD. Namun sampai saat ini, data PPJ di Bapenda dalam menghitung nilai pajak kerap tidak sinkron dengan data yang dimiliki PT PLN Cabang Medan sehingga berpotensi terjadi kebocoran PAD.

“Kita minta agar data ini disinkronkan dengan baik, sehingga pajak PPJ yang dibebankan kepada warga dapat disetorkan secara keseluruhan ke kas daerah Kota Medan,” pungkasnya. (map/ram)