Home Blog Page 874

Asisten Bupati Tegur Pimpinan OPD, Realisasi PAD Labuhanbatu Masih 66 Persen

APEL: Asisten 3 Pemkab Labuhanbatu, Zaid Harahap saat memimpin apel gabungan.fajar/sumut pos.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kesal capaian realisasi pendapatan asli daerah (PAD) masih 66 persen, Asisten 3 Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Zaid Harahap menegur sejumlah pimpinan OPD pada apel gabungan di Halaman Kantor BKPP Labuhanbatu, Senin(4/12).

Zaid menjelaskan, berdasarkan realisasi pendapatan daerah tersebut, kondisi realisasi pendapatan masih jauh dari yang seharusnya terutama dari komponen pendapatan asli daerah.

“Tentu hal ini akan mempengaruhi kemampuan daerah dalam mengelola belanja daerah sampai dengan akhir Tahun Anggaran 2023,”katanya.

Untuk itu, lanjut Zaid, agar seluruh pimpinan OPD pengelola pendapatan daerah, terutama pengelola Pendapatan Asli Daerah, pajak daerah maupun retribusi daerah supaya lebih energik dalam meningkatkan capaian realisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“Sehingga belanja daerah juga dapat direalisasikan sebagaimana mestinya”, ucapnya.

Zaid juga meminta kepada seluruh kepala OPD dalam hal pengelolaan belanja menjelang akhir tahun anggaran, agar dapat mempedomani surat edaran Bupati Nomor: 900/3602/BPKAD/2023 tentang Langkah-langkah penyelesaian Akhir tahun atas pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2023.

Turut menghadiri apel gabungan tersebut para Asisten, para kepala OPD, pejabat eselon 3 dan 4, jabatan fungsional, dan staf di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. (fdh/han)

Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Dairi Resmi Berakhir 31 Desember Nanti

TANDA TANGAN: Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani disaksikan Wakil Ketua Halvensius Tondang dan Wanseptember Situmorang, menandatangani berita acara pengumuman masa akhir jabatan Bupati dan Wakil Bupati Dairi, Senin (4/11).Rudy Sitanggang/Sumut Pos.

SUMUTPOS.CO – DPRD Dairi resmi mengumumkan masa akhir jabatan Bupati dan Wakil Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu-Jimmy Andrea Lukita Sihombing. Pengumuman masa akhir jabatan kedua pejabat ini, digelar pada Rapat Paripirna DPRD Dairi, yang dipimpin Ketua Sabam Sibarani, didampingi Wakil Halvensius Tondang dan Wanseptember Situmorang, Senin (4/12).

Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani mengatakan, pokok acara Rapat Paripurna adalah pengumuman masa akhir jabatan Bupati dan Wakil Bupati Dairi. Menurutnya, sesuai Pasal 201 ayat (5) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014, tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Dalam Undang-Undang itu, dinyatakan, Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, serta Wali Kota/Wakil Wali Kota hasil pemilihan 2018, menjabat sampai dengan 2023. Pasal 79 ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintah Daerah, menyatakan, pemberhentian kepala daerah/wakil kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 78 ayat (1) huruf a dan huruf b serta ayat (2) huruf a dan huruf b, diumumkan oleh DPRD kepada presiden melalui menteri, untuk gubernur/wakil gubernur; serta kepada menteri melalui gubernur sebagai wakil pemerintah pusat untuk bupati/wakil bupati atau wali kota/wakil wali kota, untuk mendapatkan penetapan pemberhentian.

Selanjutnya, angka 2 Surat Menteri Dalam Negeri Nomor: 100.2.1.3/6047/SJ tertanggal 9 November 2023, hal usul nama calon penjabat bupati/wali kota yang berbunyi berdasarkan ketentuan Pasal 201 ayat (5) UU Nomor 10 Tahun 2016, menegaskan, gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, serta wali kota/wakil wali kota hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018, 2019, dan 2020, sesuai amanat regulasi dimaksud, masa jabatanya berakhir pada 31 Desember 2023.

Serta keputusan pimpinan DPRD Dairi Nomor: 172/21/K-PIMP/DPRD/2023 tertanggal 27 November 2023, tentang penetapan jadwal kegiatan DPRD pada 27 November 2023 sampai dengan 11 Desember 2023.

Sabam juga mengatakan, untuk mengisi kekosongan jabatan itu, akan diangkat Penjabat (Pj) Bupati Dairi.

Sementara itu, sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu DPRD Dairi telah mengusulkan 3 nama untuk menjadi Pj Bupati Dairi. Adapun 3 nama itu, yakni Eddy Banurea Inspektur Pemkab Dairi; Leonardus Sihotang, Staf Ahli Bupati Dairi yang juga mantan Sekdakab Dairi; dan Naslindo Sirait, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM.

Rapat Paripurna tersebut, hanya dihadiri Wakil Bupati Jimmy Andrea Lukita Sihombing, tanpa Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu. Menurut informasi, awalnya bupati hadir, dan tidak diketahui kenapa bupati meninggalkan gedung dan rapat tersebut.

Dalam sambutanya, Wakil Bupati Dairi, Jimmy Andrea Lukita Sihombing mengatakan, mereka dilantik jadi bupati dan wakil bupati pada 23 April 2019, seyogianya berakhir 23 April 2024.

“Sebagai warga negara yang baik, kami taat Undang-Undang dan proses sesuai regulasi. Kami menyampaikan terima kasih kepada DPRD dan lembaga lainnya, yang sudah bekerja dengan baik selama ini. Selama kami bekerja ataupun menjabat kurang lebih 4 tahun 7 bulan, mungkin belum bisa sesuai harapan masyarakat. Kami sudah bekerja maksimal, walaupun belum semuanya bisa diakomodir untuk membangun Dairi,” pungkasnya. (rud/saz)

Pemkab Dairi Peringati Hari Penyandang Disabilitas, Bupati Serahkan 26 Kursi Roda dan 1 Tripod

SERAHKAN: Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, didampingi Plt Kepala Dinsos Tumpal Pasaribu, dan Ketua TP PKK Romy Mariani Simarmata, saat menyerahkan bantuan kursi roda bagi penyandang disabilitas di Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang, Senin (4/12)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemkab Dairi melalui Dinas Sosial (Dinsos), memperingati Hari Penyandang Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember 2023 lalu. Seremoni perayaan digelar di Gedung Nasional Djauli Manik, Senin (4/11). Peringatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para penyandang disabilitas di dunia.

Perayaan peringatan ini, pun ditandai dengan penyerahan bantuan kursi roda dan tripod kepada para penyandang disabilitas di Kabupaten Dairi. Pada kesempatan itu, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Tumpal Pasaribu, dan disaksikan Ketua Pokja Wilayah Kerja Kabupaten Dairi UPT Sentra Insyaf Kemensos di Kota Medan, Lerry Simatupang, secara simbolis menyerahkan bantuan kepada tersebut kepada penerima manfaat.

Eddy menjelaskan, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama seperti manusia lainnya, dan tidak untuk didiskriminasikan. Dan menurutnya, belum semua negara memiliki mekanisme memadai sepenuhnya ramah terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. Di sisi lain, lanjut Eddy, inklusi disabilitas penting dimasukkan pada perencanaan, pengembangan, dan pengambilan keputusan dalam sistem kesehatan.

“Hari ini (Minggu) kita memperingatinya (Hari Penyandang Disabilitas Internasional), untuk membuktikan Pemkab Dairi hadir di tengah masyarakat, secara khusus penyandang disabilitas. Walaupun mengalami keterbatasan anggaran, kami tetap memberi perhatian penuh. Dan program ini, akan tetap berjalan ke depannya,”ungkap Eddy.

Eddy juga mengatakan, adapun tema Hari Penyandang Disabilitas Internasional 2023 kali ini, yakni ‘United in action to rescue and achieve the SDGs for, with, and by persons with disabilities’. Tema ini, merupakan seruan untuk mengambil tindakan berguna demi mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), untuk, bersama, dan oleh para penyandang disabilitas.

“Peringatan Hari Disabilitas ini, sengaja dilakukan dan dianggarkan untuk semangat baru, sebagai perwujudan visi dan misi. Bukan hanya dalam ucapan, tapi dilakukan. Walau sederhana, tapi semoga membawa dampak positif bagi kita semua,” harapnya.

Diketahui, Perayaan Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini, dilaksanakan selama 2 hari. Hari pertama sebagai peringatan dan penyerahan bantuan 26 kursi roda dan satu tripod. Dan di hari kedua, digelar kegiatan bimbingan mental dan psikologis untuk 75 penyandang disabilitas. (rud/saz)

Kick Off Klaster Pangan Binaan pada PTBI 2023, Kendalikan Inflasi dan Ketahanan Pangan

SELEBRASI: Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang, saat Selebrasi Kick Off Klaster Pangan Binaan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2023 di Convention Hall Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, baru-baru ini.Istimewa.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang, menghadiri Kick Off Klaster Pangan Binaan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2023 di Convention Hall Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, baru-baru ini.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendukung Program Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan di Sumatera Utara (Sumut).

Pada kesempatan ini, Cory menyampaikan, klaster cabai merah Gapoktan Ari Ersada, Gapoktan Desa Bukit, dan Gapoktan Sada Perari Kabupaten Karo, memenuhi kriteria masuk sebagai klaster pangan binaan Bank Indonesia 2023.

Penyelenggaraan program akan dimulai dengan Selebrasi Kick Off yang dirangkaikan dengan acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Sumut 2023, yang akan dihadiri para stakeholder strategis, yang mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia di daerah. (deo/saz)

KPK Periksa Wamenkumham 5 Jam Lebih

FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS GEDUNG KPK: Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej meninggalkan Gedung Merah Putih KPK usai diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi, Senin (4/12/203). Edward telah ditetapkan sebagai tersangka.

SUMUTPOS.CO – Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej memenuhi panggilan KPK kemarin. Diperiksa sebagai saksi, Eddy sapaan akrabnya, dia seribu bahasa ketika ditodong puluhan wartawan yang menunggu.

Mengenakan kameja merah dilipat lengan dan kacamata yang dicentelkan ke jidat, Eddy tak seperti biasa kemarin. Dia tak ramah dan berani berbicara lugas dan tenang seperti saat tampil dipengadilan maupun arena publik lain.

Keluar dari ruangan penyidik pukul 16.12 WIB, Eddy langsung bergegas menuju mobil. Di depan, Eddy dikawal oleh pengacaranya. Di belakang, ada dua orang yang seolah melindungi Eddy dari kerumunan media yqng menunggunya sejak pagi.

Dia juga tak bergeming saat diberondong pertanyaan wartawan. Eddy hanya menjawab saat masuk pemeriksaan di KPK pukul 9.36 WIB. “Sehat walafiat,” katanya saat ditanya kabar.

Sejak Wakil Ketua KPK Alexander Mawarta menyebut namanya sebagai tersangka pada 9 November lalu, Eddy memang seolah mengindar dari media. Dia tak pernah menjawab terang-terangan di publik. Dia seperti tahu statusnya dalam kasus itu.

Ketua KPK Sementara Nawawi Pomolango pada 30 November lalu juga telah menyebut, Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap para tersangka sudah ditandatangi. Surat tersebut juga telah diberikan kepada presiden.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kembali memaparkan bahwa Eddy dipanggil kapasitasnya sebagai saksi. Untuk memberikan kesaksian atas tersangka lain yang telah ditetapkan KPK terkait kasus suap dan gratifikasi tersebut.

“Terutama para tersangka yang rumahnya telah digeledah oleh tim penyidik KPK beberapa waktu yang lalu,” ucapnya dalam konferensi pers kemarin. Sedang Eddy diperiksa kemarin untuk kebutuhan pengetahuannya terkait kasus tersebut.

Dia belum berani memaparkan terkait proses pemeriksaan oleh penyidik. Dia berjanji akan menyampaikan hasil tersebut usai pemeriksaan oleh tim penyidik rampung digelar. Ali juga menghimbau soal status Eddy dalam perkara ini. “Penetapan tersangka akan diumumkan dalam konferensi pers,” paparnya.

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso agak kecewa saat melihat proses pengusutan perkara yang mereka laporkan ke KPK Maret lalu. “Saya kok agak pemisimis lihat perkembangan yang ada,” celetuknya. Seharusnya, jika sudah ditetapkan sebagai tersangka Eddy bisa ditahan oleh KPK. Namun, kenyataan saat ini, Eddy masih bebas seperti biasa.

IPW juga menyoroti soal penerapan pasal suap dan gratifikasi dalam kasus ini. Sebab, saat mereka laporkan ke KPK, sebenarnya perkara yang menjerat Wamenkumham ini adalah pemerasan. Terkait pengurusan badan hukum di Kemenkumham. “Tapi kami lihat saja lah perkembangannya ke depan,” ucapnya. (elo/jpg/ila)

Fokus ke Kalangan Milenial, Arus Ganjar Siap Menangkan Ganjar-Mahfud MD

DEKLARASI : Deklarasi relawan Aliansi Rakyat untuk Sumut - Ganjar (Arus Ganjar). di Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam Medan, Minggu (3/12).Tim Arus Ganjar .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasangan capres-cawapres, Ganjar Pranowo – Mahfud MD terus mendapat tambahan dukungan dari pendukung. Kali ini dari pendukung yang mengatasnamakan relawan Aliansi Rakyat untuk Sumut – Ganjar (Arus Ganjar).

Relawan Arus Ganjar telah mendeklarasikan diri dan ikrar untuk mendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut tiga itu di Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam Medan, Minggu (3/12).

Ketua DPD Sumut Relawan Arus Ganjar, Ir Romi HS mengatakan siap mengkampanyekan Ganjar – Mahfud hingga pelosok daerah yang ada di Sumut.

Deklarasi ini dipelopori oleh Hj. Dr Fitriani Manurung & Ir. Romi HS beserta jajaran pengurus lainnya. Acara tersebut turut dihadiri oleh tamu undangan termasuk Sobat Gan’Pran Sumut, Sergap, Tim Sumut Rumah Kita, Anak Motor Ganjar Sumut, dan lainnya.

Dikatakan Romi, kehadiran para relawan dan jajaran Arus Ganjar nantinya akan tegak lurus kepada Ganjar-Mahfud. ‘’Walaupun ketiga Paslon bagus semua, akan tetapi kita tetap mencari yang terbaik, yang bisa menjaga toleransi, dan tetap kita mengedepankan mencari pemimpin yang kualifikasi tinggi. Jadi kenapa kita membentuk relawan namanya “Arus Ganjar ‘’ yang artinya Aliansi Rakyar untuk Sumut Sumut – Ganjar, ini kita bicara kepanjangannya, tapi Arus Ganjar secara hakiki adalah semacam satu dorongan yang tidak bisa dibendung dari kelas grassroots,” ujarnya.

Ditanya apa langkah ke depannya setelah Deklarasi Arus Ganjar di Sumatera Utara, Romi mengatakan, akan fokus menggandeng kaum milenial. “Langkah kita adalah kita akan menemukan para kaum milenial untuk bergabung ke Arus Ganjar, karena mereka ini kaum milenial merupakan kaum yang energik yang tampil prima untuk bisa mengajak masyarakat agar memilih pasangan Ganjar-Mahfud dan kaum milenial ini mempunyai cara tersendiri yang tidak dimiliki orang tua dalam hal strategi, yaitu caranya dengan menekan satu tombol perangkat medsosnya, maka akan menggetarkan satu bangsa, jadi tidak lagi bermain face to face,” ungkap Romi.

Ditambahkan Roni, sebelum ia membuka Arus Ganjar di Sumut, ia sudah membuka di tiga negara, yaitu Bangkok, Kuala Lumpur dan Vietnam.

“Kita masyarakat harus bangkit agar sama-sama berjuang. Harus ada semacam satu lompatan secara Ilmiah agar bisa meraih sesuatu. Kita akan turun ke kampus, karena kita juga ada yang namanya milenial kreatif, yang tujuannya akan memberikan penerangan, supaya anak milenial bisa melihat apa yang terjadi dan apa yang dibutuhkan,’’ ujarnya. (rel/sih)

Dance Sport Sumut Butuh Tambahan Atlet

BERSAMA: Ketua IODI Sumut dr Tetty bersama atlet dan pelatih dance sport Sumut. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Provinsi (Pengrov) Ikatan Olahraga Dance Sport Indonesia (IODI) Sumatera Utara (Sumut) meminta kepada KONI Sumut tambahan atlet. Itu sesuai dengan kuota 30 atlet yang akan bertanding pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut.

Hal ini dikatakan Ketua Pengrov IODI Sumut, drg Tetty saat visitasi tim Publikasi PON XXI/2024 Wilayah Sumut meninjau lokasi latihan di Jalan Merbau Medan, Senin (4/12). Peninjauan tempat atlet latihan dihadiri Sakino (Dispora Sumut), dan Dahlia SKM MSi (Wasping KONI Sumut).

“Sebagai tuan rumah meminta kuota penuh 30 atlet untuk melakoni 21 nomor pertandingan di PON 2024. Saat ini kita memiliki 16 atlet, jadi butuh 14 lalu. Dari 14 atlet itu, minimal kita harus ada enam atlet. Kita juga mempersiapkan atlet untuk memenuhi kuota,” ujar Tetty.

Untuk saat ini ada sebanyak 16 atlet yang menjadi penghuni pelatda yang terdiri dari 1 atlet dari Deliserdang dan 15 atlet dari Medan. Latihan fokus ke teknik dan fisik sudah mencapai 70 persen. Saat ini para atlet sedang berusaha mempertajam latihan sehingga dapat mencapai 100 persen.

IODI juga akan mengirimkan atlet mengikuti kejuaraan untuk melatih mental. Sebab suasana latihan berbeda dengan suasana pertandingan. “Kebetulan saya membawa anak-anak ikut pertandingan ke Malaysia. Sebelum bertanding si atlet tampak sudah gelisah secara mental si atlet sudah terganggu sebelum pertandingan,” ungkapnya..

Sebagian atlet sudah try out ke Cina dan Jepang atas bantuan KONI Sumut. Hasil evaluasi setelah atlet mengikuti try out semakin percaya diri.

Tetty juga mengeluhkan fasilitas tempat latihan, karena mereka menyewa di studio. “Memang IODI Sumut diberi sarana latihan di UPT Dispora Sumut. Namun, sarana dan prasarana latihan kurang dingin atau udara ruangan panas sehingga mengganggu kosentrasi atlet latihan. IODI Sumut berharap ini segera di atasi,” terang Tetty.

Selain itu, Tetty butuh dana untuk aransemen lagu. Aransemen itu tidak bisa digunakan untuk musik yang telah dipakai. Aransemen lagu harus mengandung tiga budaya di Indonesia yang digabungkan dan dikoreokan serta dimoderisasikan, selain itu mempunyai unsur sport dan tiga lagu tersebut diaransemen dan dikoreokan serta digabung-gabung. Hal itulah yang sulit didapakan untuk latihan para atlet.

Di tempat yang sama, Sakino dari Dispora Sumut mengatakan dalam olahraga prestasi faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi olahraga antara lain faktor internal dan faktor eksternal antara lain fasilitas sarana dan prasarana.

“Masalah kurang dingin tempat latihan atlet akan diatasi dengan penambahan AC sehingga atlet fokus latihan dan dapat mendulang prestasi terbaik pada PON 2024”, pungkas Sakino
PON 2024 Cabor dance sport dilatih drg Tetty untuk nomor dansa, sedangkan nomor tradisionil dance ditangani oleh Agus Salim Samosir, dan untuk nomor hiphop dance dipegang Fabian Suma Putra.

Saat ini sebanyak 16 atlet dansa yang tergabung dalam Pelatda yakni Muhammad Farhan (breaking), Stevany (latin), Khairunnisa (latin), M. Ikhsan Prayogi (traditional), Zidan Pratama Putra (traditional), Gerry Alexander Tandy (hip hop), Aji Prihartanto (hip hop), Ervina (hip hop), Hendra (hip hop duo), Yoga Kuswara Guspan (standart ballroom), Sheka Prananda (ballroom/latin), M. Kevin Devisco (ballroom/latin), Rosalinda Nasution (ballroom/latin), Najmina Azzahra (ballroom/latin), Alwin Giovano (breaking) dan Joelly Lai Yi Wen (breaking). (dek)