Home Blog Page 898

Konvoi Becak Sambut Tahun Baru 2024, Alween Ong Tancap Gas untuk Pariwisata Tebingtinggi

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Alween Ong dan abang becak di Tebingtinggi menyambut tahun baru 2024 dengan kegiatan konvoi becak sebagai wujud peningkatan pariwisata di Tebingtinggi.

Dengan semangat baru, Alween Ong, calon legislatif DPR RI Sumut 1 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) nomor urut 6, memimpin konvoi becak Tebingtinggi yang bukan hanya sekadar pawai, tetapi juga sebagai upaya nyata untuk mengangkat citra Tebingtinggi sebagai destinasi pariwisata yang menarik dan pusat pendidikan usia dini yang unggul.

Pagi cerah menyapa Tebingtinggi ketika konvoi becak yang diprakarsai oleh Alween Ong, mulai melintasi jalanan kota. Becak-becak yang dihiasi dengan warna-warni menggema di setiap sudut, menciptakan pemandangan yang menarik dan mengundang decak kagum dari warga yang menyaksikan. Tebingtinggi, yang kerap dijuluki sebagai Kota Lemang, kini merayakan keberagaman dan keunikan melalui konvoi becak ini.

Alween Ong yang tengah memasuki pertarungan di dapil Neraka Sumut 1, tidak hanya memandang konvoi becak sebagai acara hiburan semata. Dalam sambutannya sebelum konvoi dimulai, Alween Ong menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pariwisata Tebingtinggi.

“Becak bukan hanya kendaraan tradisional, tapi juga menjadi ikon kota kita. Melalui konvoi ini, kita ingin menyampaikan kepada dunia bahwa Tebingtinggi siap menjadi destinasi wisata yang berbeda dan menarik,” ujarnya.

Konvoi becak ini juga sejalan dengan visi Alween Ong untuk meningkatkan branding Tebingtinggi sebagai kota pariwisata dan pusat pendidikan usia dini. “Saya percaya bahwa pariwisata dan pendidikan adalah dua aspek penting untuk mengembangkan kota kita. Tebingtinggi memiliki potensi besar, dan kita ingin menggali itu bersama-sama,” ujar Alween Ong.

Tidak hanya Alween Ong yang terlibat, tetapi konvoi becak ini juga melibatkan Gerakan Kawan Awen dan Sahabat Sapriadi. Kedua gerakan ini mendukung penuh kegiatan ini sebagai bentuk sinergi dalam mewujudkan visi Tebingtinggi yang lebih maju dan berdaya saing. Mereka ikut serta dalam konvoi, memberikan pesan kebersamaan dan dukungan terhadap upaya pengembangan kota.

Setelah konvoi yang meriah, Alween Ong melanjutkan kegiatan dengan makan bersama para pengemudi becak. Acara ini sebagai bentuk apresiasi dan kedekatan pribadi dengan abang-abang becak.

Alween Ong berbicara dengan setiap pengemudi, mendengarkan cerita dan aspirasi mereka, menciptakan suasana akrab dan hangat. Dalam percakapan dengan beberapa pengemudi becak, terungkap bahwa mereka tidak hanya melihat konvoi ini sebagai kegiatan hiburan semata. Mereka berharap bahwa dengan meningkatnya pariwisata, akan terjadi peningkatan ekonomi di kota mereka.

Selain itu, komitmen Alween Ong untuk mendukung pendidikan usia dini juga mendapat apresiasi tinggi. Beberapa pengemudi becak menyampaikan bahwa mereka berharap generasi muda Tebingtinggi dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.

Didukung Penuh Masyarakat

Masyarakat Tebingtinggi turut serta merayakan konvoi becak ini. Warga berkumpul di sepanjang rute konvoi, melambaikan tangan dan bergembira melihat parade becak yang membawa semangat baru bagi kota mereka. Beberapa di antara mereka menyampaikan harapannya agar konvoi semacam ini dapat menjadi tradisi tahunan yang memperkuat identitas kota.

Dengan konvoi becak yang meriah dan makan bersama yang sarat makna, Alween Ong dan masyarakat Tebingtinggi bersatu untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah.

Konvoi becak bukan hanya sebuah acara, melainkan langkah nyata untuk mengangkat potensi pariwisata dan pendidikan kota Lemang. Seiring dengan dukungan dari Gerakan Kawan Awen dan Sahabat Sapriadi, Tebingtinggi bersiap menjadi destinasi terkemuka di Sumatera Utara yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi dan pendidikan lokal.

“Hal ini juga memiliki peranan untuk mendukung para wirausaha lokal di tengah kondisi Tebingtinggi yang menghadapi akses tol yang telah terintegrasi dan kekhawatiran masyarakat akan sepi Kota Tebingtinggi efek dari tol. Keadaan ini harus segera ditangani dengan meningkatkan pariwisata dan branding Tebingtinggi yang tepat,” pungkas Alween Ong.

Alween Ong juga menyampaikan Selamat Tahun Baru 2024 dengan harapan baru, perubahan negeri lebih baik dan ekonomi masyarakat meningkat. (ila)

Komitmen Alween Ong Jadikan Becak dan RBT Moda Transportasi Wisata Sergai

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Suasana desa yang tenang di malam tahun baru di Desa Pelintahan Bedagai menjadi semarak saat Alween Ong, calon legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan nomor urut 6, berkumpul dengan para abang becak dan RBT (abang ojek sepada motor).

Pertemuan ini bukan hanya sebuah peristiwa politik, namun juga sejatinya menjadi momentum penting dalam perjalanan politik Alween Ong yang memiliki visi besar untuk memajukan pariwisata pesisir dan menjadikan becak serta RBT sebagai armada wisata dengan sentuhan sejarah dan kearifan lokal di wilayah Serdang Bedagai.

Ketika Alween Ong berdiri di depan para abang becak dan RBT, sorot mata penuh semangat dan tekadnya mencerminkan komitmennya untuk melangkah lebih jauh dalam dunia politik. Dalam sambutannya, Alween Ong menyoroti peran vital para abang becak dan pengemudi RBT dalam mendukung visinya memajukan sektor pariwisata pesisir. Alween Ong memberikan penghormatan kepada mereka, mengakui bahwa mereka bukan hanya pengemudi, tetapi pula penjaga tradisi dan sejarah di wilayah ini.

“Pertemuan kita hari ini bukan hanya sebagai acara politik biasa, tetapi sebagai wujud komitmen bersama untuk mengangkat kesejahteraan daerah kita. Abang becak dan RBT memiliki peran penting dalam memperkenalkan keindahan dan kekayaan sejarah di sekitar kita. Saya sebagai putri daerah Serdangbedagai yang besar di Gubang Gajah akan berjuang untuk meningkatkan pariwisata dan keterlibatan becak sekaligus RBT,” ujar Alween Ong.

Alween Ong memaparkan visinya untuk menjadikan daerah pesisir Serdang Bedagai sebagai destinasi wisata unggulan. Dalam wawancara eksklusif, Alween Ong berbagi pemikirannya tentang potensi pariwisata yang belum sepenuhnya tergali di wilayah ini.

“Wilayah kita kaya akan warisan sejarah dan keindahan alam pesisir. Namun, potensinya belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat lokal. Saya melihat abang becak dan RBT sebagai duta pariwisata yang dapat membawa tamu menjelajahi pesona-pesona tersembunyi di sekitar kita,” tambah Alween Ong.

Salah satu poin penting dalam visi Alween Ong adalah menjadikan becak dan RBT sebagai armada wisata yang identik dengan sejarah dan kearifan lokal. Alween Ong menyampaikan rencananya untuk memberikan pelatihan dan edukasi kepada para pengemudi, agar mereka tidak hanya menjadi pengemudi handal tetapi juga pemandu wisata yang mampu menyajikan cerita dan nilai-nilai lokal kepada wisatawan.

“Pengemudi becak dan RBT tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga pemandu wisata yang berpengetahuan tentang sejarah dan keunikan setiap tempat. Saya ingin melibatkan mereka secara aktif dalam mempromosikan kekayaan budaya dan alam daerah kita,” kata Alween Ong.

Sambutan hangat dan antusiasme terpancar dari para abang becak dan RBT saat mendengarkan visi dan misi Alween Ong. Mereka merasa diakui dan diberdayakan sebagai bagian integral dari perubahan yang diinginkan oleh calon legislator tersebut.

“Kami sangat senang melihat perhatian dari Ibu Alween Ong terhadap kami. Kami bukan hanya pekerja, tetapi juga bagian dari kehidupan masyarakat di sini. Dengan dukungan Ibu Alween, kami yakin dapat memberikan kontribusi positif untuk daerah ini,” ujar Nono, seorang abang becak yang terbilang senior.

Sementara itu, Hidayat, seorang pengemudi RBT, menyatakan rasa bangganya bahwa profesi mereka diangkat menjadi bagian dari industri pariwisata yang berkembang. “Kami siap mendukung Ibu Alween Ong untuk mewujudkan visi ini,” kata Hidayat berjanji.

Setelah serangkaian dialog dan interaksi hangat, pertemuan dilanjutkan dengan sesi makan malam bersama. Suasana kebersamaan semakin terasa, dan Alween Ong turut serta dalam suasana akrab tersebut. Melalui momen ini, hubungan antara calon legislator dan komunitas lokal semakin erat, menciptakan fondasi yang kuat untuk kerjasama di masa depan.

Tidak hanya itu, Alween Ong juga menyajikan cinderamata kepada para abang becak dan RBT sebagai ungkapan terima kasih atas dukungan mereka. Tenda becak, kaos, dan kalender berisi gambar-gambar ikonik daerah tersebut menjadi simbol apresiasi Alween Ong terhadap peran mereka dalam mendukung perubahan positif.

Dalam sesi tanya jawab, Alween Ong memberikan penekanan pada pemantapan komitmen bersama. Ia menegaskan bahwa dukungan dari abang becak dan RBT bukan hanya sekadar retorika politik, tetapi akan diwujudkan melalui langkah-langkah konkrit yang akan diambil setelah terpilih.

“Perjalanan ini bukan hanya tentang saya, tetapi tentang kita semua. Setiap langkah yang saya ambil di DPR RI nantinya akan membawa dampak langsung bagi masyarakat di sini. Saya berkomitmen untuk terus mendengar dan melibatkan kalian dalam proses pembangunan yang berkelanjutan,” kata Alween Ong.

Seiring dengan komitmen memajukan sektor pariwisata, Alween Ong juga komitmen meningkatkan budaya melayu di tanah pesisir yang tentunya menjadi bagian penggerak ekonomi masyarakat dan menjadi kearifan lokal.

Dengan dialog ini semakin menguatkan kebersamaan masyarakat dan tujuan besar membangun daerah pesisir. Malam tahun baru Alween Ong bersama abang becak dan RBT menghasilkan komitmen bersama untuk memajukan Serdangbedagai, terutama Bedagai. (ila)

PLN UID Sumatera Utara Berhasil Amankan Pasokan Listrik Malam Tahun Baru 2024

Jajaran management PLN UID Sumatera Utara melakukan siaga kelistrikan bersama Direktur Utama PT PLN (Persero) saat malam pergantian tahun (31/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara sukses menjaga pasokan Listrik saat pergantian malam tahun baru 2024.

Momen pergantian tahun Bersama keluarga, teman dan orang tersayang memberikan nuansa indah dalam mengakhiri tahun.

Untuk memastikan keandalan Listrik tersebut, PLN UID Sumatera Utara melaksanakan siaga malam pergantian tahun bersama Direktur Utama PT PLN (Persero) dan seluruh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) secara hybrid pada Minggu (31/12/2023).

Siaga malam pergantian tahun dipimpin langsung oleh General Manager PLN UID Sumatera Utara Awaluddin Hafid di Unit Pelaksana Distribusi Sumatera Utara (UP2D SU) didampingi seluruh Senior Manager, Manager UP2D SU Fahmy Albar, Manager PLN UP3 Medan Ricki Yakob, Manager PLN UP3 Medan Utara Edy Saputra.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Awaluddin Hafid mengatakan upaya ini dilakukan untuk memastikan kondisi pasokan Listrik menjelang malam pergantian tahun dapat berjalan dengan baik. Kegiatan ini diikuti oleh 10 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dan 67 Unit Layanan Pelanggan (ULP).

“Terdapat beberapa titik perayaan malam pergantian tahun yang tersebar di Sumatera Utara. Salah satunya doa Bersama Masyarakat dan drone show yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Medan di Lapangan Benteng, Medan, Sumatera Utara. Tercatat beban puncak malam pergantian tahun di Sumatera Utara sebesar 2.094 MW dengan daya mampu pasok sebesar 3.062 MW dan Cadangan daya sebesar 895 MW,” kata Awaluddin.

Awaluddin merinci untuk menjaga keandalan pasokan listrik saat pergantian tahun, PLN UID Sumatera Utara telah mempersiapkan posko siaga sebanyak 269 posko yang dapat dipergunakan masyarakat.
PLN juga mempersiapkan personel sebanyak 3.258 personel pelayanan Teknik dan personel PDKB, peralatan peripheral untuk mendukung keandalan berupa Uninterruptible Power Supply (UPS) sebanyak 8 unit, Unit Gardu Bergerak (UGB) sebanyak 67 unit, mobil crane sebanyak 9 unit dan kendaraan pendukung sebanyak 321 unit.

Perayaan pergantian Tahun 2024 di Sumatera Utara berlangsung dengan aman dan sukses. PLN terus berkomitmen untuk menjaga pasokan listrik handal dalam pergelaran acara apapun di Sumatera Utara. PLN juga siap melayani kebutuhan listrik para investor yang akan berinvestasi di Sumatera Utara.

PLN UID Sumatera Utara juga telah menyiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tetap beroperasi selama tahun baru dan libur sekolah. Terdapat 15 lokasi SPKLU yang dapat diakses digunakan oleh pemilik kendaraan listrik melalui aplikasi PLN Mobile.

Melalui aplikasi PLN Mobile, masyarakat dapat mengakses seluruh layanan PLN hanya dalam satu genggaman. Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui appstore dan playstore.(ila)

FH USU: Hukum Adat Dalam Pandangan Filsafat Hukum Dipertahankan Hingga Kini

Mahasiswi Prodi Doktor Ilmu Hukum FH USU, Ivana Novinda Rambe SH MH.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hukum adat merupakan salah satu bentuk hukum yang berlaku di Indonesia, berupa hukum tidak tertulis yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Di mana hukum adat menjadi hukum positif yang tumbuh dan berkembang dari kebiasaan maupun kebudayaan masyarakat Indonesia.

“Dari segi wujud kebudayaan, hukum adat termasuk dalam kebudayaan yang berwujud sangat kompleks, dengan substansi yang mengatur tingkah laku manusia dalam berkehidupan di masyarakat. Sehingga hukum adat menjadi salah satu aspek kehidupan masyarakat dalam kebudayaan bangsa Indonesia,” kata Mahasiswi Prodi Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU), Ivana Novinda Rambe SH MH bersama Dosen FH USU, Dr Affila SH MHum, Minggu (31/12).

Menurutnya, hukum adat dapat terlihat eksistensinya di berbagai wilayah hingga saat ini. Adanya perkumpulan adat serta perangkat hukum adat. “Jika membahas sejarah dari hukum adat sendiri, lanjut Ivana, maka akan membahas lintas masa, yaitu masa sebelum dijajah oleh Belanda, masa saat kolonial Belanda berkuasa hingga masa setelah Indonesia meraih kemerdekaannya.

Zaman sebelum kolonial Belanda berada di Indonesia, sambungnya, pada masa itu ditandai dengan hukum adat sebagai hukum positif, yang berlaku sebagai hukum dan ditata oleh rakyat di berbagai kerajaan yang hidup dan berkembang di beberapa kepulauan antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

“Peraturan-peraturan yang berasal dari hukum adat pun dikeluarkan dan berlaku sebagai hukum yang nyata. Saat kolonial Belanda berada di Indonesia, hukum adat diperhitungkan oleh kolonial Belanda. Namun seiring berjalan waktu, hukum adat dianggap hukum pribumi yang primitif dan tidak sejalan dengan hukum eropa,” bebernya.

Dijelaskannya, setelah Indonesia meraih kemerdekaannya, Pemerintah Indonesia menyatakan negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam Undang-Undang (Pasal 18B ayat 2 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945).

“Dapat dikatakan hukum adat adalah aturan hukum yang unik. Ia berlaku walau tidak tertulis dan bersumber dari kebiasaan. Hal ini sejalan dengan pandangan filsafat hukum. Dimana, hukum adalah ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari secara keilmuan namun bersifat abstrak,” jelasnya.

Jika kita mengkaji dalam filsafat hukum, terangnya, hukum bersumber dari manusia. Manusia lah yang menciptakan hukum tersebut, bersumber dari dalam diri manusia dan dari luar manusia. Dari dalam diri manusia yaitu proses berfikir manusia maupun pengalaman hidup. Namun juga berasal dari luar diri manusia, yaitu Tuhan, kitab dan alam semesta.

Hal ini sejalan dengan Hukum adat, paparnya, Hukum Adat lahir bersamaan dengan adanya manusia sebagai pembuatnya. Di mana ada masyarakat di situ ada hukum (Ibi Ius Ibi Societas). Sebagaimana dikatakan oleh Aristoteles, bahwa adanya hukum adat sebagai fondasi penting dari suatu sistem hukum pada hakikatnya merupakan kesatuan atau himpunan dari berbagai cita-cita dan cara-cara manusia yang berusaha untuk mengatasi masalah nyata maupun yang timbul dari pergaulan sehari-hari yang menyangkut kedamaian masyarakat itu sendiri.

“Semakin kompleks susunan suatu masyarakat semakin luas dan mendalam pengaruh hukum adat dalam mengatur kehidupan manusia,” sebutnya.

Berbicara hukum adat dalam pandangan filsafat hukum, Ivana menilai, di dalam filsafat hukum terdapat mazhab yang sangat penting dalam perkembangan filsafat hukum yaitu mazhab sejarah yang dipopulerkan oleh Friedrich Karl Von Savigy sebagai tokoh mazhab sejarah (historical school jurisprudence).

“Von Savigny mengemukakan konsepsi yang mengedepankan jiwa bangsa (volkgeis), dengan filosofi das recht wird nicht gemacht, est ist und wird mit dem volke†yaitu hukum itu tidak dibuat, tetapi tumbuh dan berkembang bersama masyarakat,” urainya.

Pada konsepsi mazhab sejarah ini, kata Ivana lagi, mampu memandang bahwa hukum-hukum yang berasal dari masa lalu merupakan hukum yang pernah dijalankan di masa lalu, dan sedikit banyak akan mempengaruhi hukum yang berlaku di masa sekarang, karena jiwa bangsa (volkgeist) sesuai dengan jiwa masyarakatnya yang merupakan sumber dari segala hukum yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat tersebut dari waktu ke waktu dan dari masa ke masa.

“Filsuf-filsuf yang lahir dan menjadi pelopor bagi mazhab sejarah ini mendasarkan pemikirannya bahwa hukum terbentuk di luar legislasi, artinya hukum tidak dibuat oleh lembaga formal, tetapi tumbuh dan berkembang di masyarakat secara alami. Hal ini sangat mencerminkan Hukum Adat yang kita miliki” tandasnya. (dwi)

Honor Wasit Piala Soeratin Kota Medan Belum Dibayar

ARAHAN: Pelatih salah satu SSB peserta Piala Soeratin memberikan arahan kepada para pemainnya. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sepak bola Sumatera Utara kembali diterpa kejadian yang sangat memperihatinkan. Kasus honor wasit yang mempimpin pertandingan belum dibayar kembali muncul.

Setelah sebelumnya penunggakan honor wasit terjadi di Piala Soeratin dan Liga 3 zona Sumatera Utara, kini mucul lagi kasus sama. Kali ini honor wasit yang memimpin Piala Soeratin U-13 dan U-15 tingkat Kota Medan juga belum dibayar.

Parahnya, kompetisi Piala Soeratin U-13 dan U-15 tingkat Kota Medan tersebut telah selesai digelar pada November 2023 lalu. “Piala Soeratin U-13 dan U-15 tingkat Kota Medan sudah selesai pada Novem-
ber 2023 lalu. Namun honor kami belum dibayar sampai saat ini,” ujar salah satu wasit yang enggan disebutkan namanya di Medan, Rabu (31/1).

Wasit tersebut mengungkapkan, honor mereka belum dibayar sama sekali sejak kompetisi itu digelar. “Dari pertandingan pertama hingga final, kami belum mendapat honor sepesar pun,” tambahnya.

Wasit itu juga mengaku heran kenapa honor mereka belum dibayarkan. Padahal saat menggelar Piala Soeratin itu, Askot PSSI Medan dikabarkan mendapat bantuan dari KONI Medan dan juga adanya uang pendaftaran bagi peserta.

“Kami juga heran kenapa honor kami belum dibayar. Padahal kami mendapat infomasi bahwa Askot PSSI Medan mendapat bantuan untuk menggelar Piala Soeratin kemarin,” ungkap wasit itu.

Komite Wasit Askot PSSI Medan, Harmoko mengakui bahwa Askot PSSI Medan belum membayar honor wasit yang bertugas pada Piala Soeratin U-13 dan U-15 kemarin.

Harmoko menamahkan, Ketua Askot PSSI Medan sudah berjanji akan membayar honor wasit itu. “Arahan dari Ketua Askot PSSI Medan, honor wasit itu akan segera
dibayar. Beliau sedang berusaha untuk mencarikan dana,” sebut Harmoko.

Ketua Askot PSSI Medan Yandrinal ketika dikonfirmasi juga membenarkan bahwa honor wasit itu memang belum dibayar. Saat ini dia sedang berusaha mencari dana agar honor itu dibayarkan.

“Tidak mungkin tidak kita bayar. Mereka adalah wasit Askot PSSI Medan. Saya juga sedang berusaha. Mudah-mudahan dalam dua pekan ke depan, semuanya bisa dise-
lesaikan,” pungkasnya. (dek)

DPK BKPRMI Medan Area Berharap Lahir Generasi Cinta Al-Quran Lewat FERERIA 2023

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPK BKPRMI Medan Area pimpinan M Adrian Rafly SSos, sukses menggelar Festival Remaja Ceria (FERERIA) 2023. Kegiatan tersebut digelar di Musholla Fathul Amin, mulai Jumat (29/12/2023) hingga Minggu (31/12/2023).

Menurut M Adrian Rafly, FERERIA ini merupakan program REMAFA, yakni salah satu remaja masjid yang dinaungi DPK BKPRMI Medan Area. Kemudian, program ini diadopsi DPK BKPRMI Medan Area menjadi kegiatan tingkat Kecamatan Medan Area. “Ini merupakan festival yang keempat kalinya,” ujar Adrian.

Dijelaskan Adrian, FERERIA ini digelar setahun sekali di penghujung tahun. Dalam kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut, didalamnya terdapat perlombaan antar anak dan remaja.

Adapun perlombaan yang digelar dalam kegiatan ini diantaranya lomba adzan, hafalan surah pendek, mewarnai kaligrafi, fashion show busana muslim, dan rangking 1. “Selain itu juga diadakannya bazaar UMKM masyarakat setempat, tausyiah refleksi akhir tahun yang dibawakan oleh Ustad Sangkot Akhyar, S.PdI, dan doa bersama,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dalam sela-sela acara pembagian hadiah, juga diumumkan kader BKPRMI Medan Area terpopuler tahun 2023. “Ini bertujuan untuk menambah semangat para pengurus untuk ber-BKPRMI,” sebutnya.

Adrian berharap, dari FERERIA ini dapat melahirkan generasi penerus yang dapat menyiarkan dakwah, mencintai masjid, memakmurkan masjid, dan menjadi generasi cinta Al-Quran. “Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan materi maupun materil,” ujarnya.

Turut andil menyukseskan kegiatan tersebut yaitu BKM Musholla Fathul Amin, ibu-ibu IKC (Ikatan Keluarga Cempaka), Paud Mustikha, Dekorasi dari Hijab Mawarrr dan masyarakat setempat. Selain itu juga para pengurus yang juga panitia FERERIA 2023 yakni, Khairul Azmi (Sekum), Nurul Aini Hrp (Bendum), Imam Hakmad (Wkl Ketua), Azra Nazhifah (Wkl Sekretaris) Ashari Rifki Ramdhani (Komadan Brigade), Khalida Zia Hrp (Dircam LPPKM), M Yasser (Dircam LPPKS), Maulidul Ikhsan (Dircam LPPTKA), Haura Azzah, Hayati Mutia.

Kemudian M Yasir Nst, M Farhan Amir, Raden Ghalih, Irfan Maulana, Angga Milanu, Habib Rahman Srg, Rayhan Alfat, Fauzi Aziz Batubara, M. Hafis Yazid, Miftah R. Nur, Achmad Yazid, M. Ikhsan Luthfi, Muslich, Alif Rosyam, M. Afdhol, M. Ridho, Rudiansyah Ariga, Fahri, Rafki Andika, Zuchrufi Oxana, Siti Halijah, Salsabila Dasri, Sabila Maghfira, Citra Ayu Dasri, Jihan Salsabila, Syifa Amalia, Alya Sista, Marchella Andhyama, Wulan Pebrina, Nazwa, dan Andini Syahira. (rel/adz)

Ratusan Warga Negara Asal India dan Bangladesh Ilegal Terdampar di Perairan Desa Karang Gading

LABUHAN DELI, SUMUTPOS.CO- Ratusan WNA (Warga Negara Asing) ilegal asal Bangladesh dan India terdampar di Pantai Mercusuar, Dusun XV, Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Minggu (31/12/2023).

Peristiwa di penghujung tahun tersebut, sempat menggegerkan warga setempat, dimana pada Minggu dini hari sekitar pukul 04.30 WIB, sebuah kapal tongkang besar masuk ke wilayah pantai Karang Gading yang berbatasan langsung dengan Pantai Kuala Besar Kabupaten Langkat tersebut.

Dari data yang diperoleh dari Pemerintah Desa Karang Gading, Warga Negara Asing yang masuk ke wilayah Desa tersebut berjumlah 149 orang dengan rincian, laki laki dewasa berjumlah 59 orang, perempuan dewasa berjumlah 42 orang, sedangkan untuk WNA anak-anak, untuk laki-laki berjumlah 28 orang, dan untuk perempuan 20 orang.

Salah seorang WNA bernama Monir Olah mengatakan, jika rombongannya sengaja datang ke Indonesia untuk menyelamatkan diri, dikarenakan negara asalnya sedang mengalami masalah keamanan, dan terorisme.

“Sebelum ke Indonesia kami sempat ditempatkan di salah satu Camp Penampungan di Bangladesh bernama Cox Bazar, yang selama ini memang menjadi tempat penampungan awal mereka sebelum dikirim ke negara-negara tujuan secara ilegal,” ucapnya.

Menurut informasi dari para WNA, mereka dikenakan biaya untuk perjalanan ke Indonesia per orangnya sebesar 60 Taka, yang jika dirupiahkan sebesar Rp8 juta.

Tak lama kemudian petugas dari Kantor Imigrasi Belawan, Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan turun ke lokasi untuk mendata dan menindak lebih lanjut terhadap para WNA ilegal tersebut, sedangkan pihak Polres Pelabuhan Belawan, turun bersama pihak Inafis untuk mengidentifikasi secara menyeluruh.

Menurut pantauan Sumut Pos di lokasi, banyak dari mereka sedang mengalami sakit, mulai dari sakit saluran pencernaan, pola makan, dan dari beberapa mereka bahkan ada sudah berumur usia lanjut, dikarenakan tempat penampungan sementara dan penahanan tidak layak, yang terletak di bibir pantai.

Sedangkan kapal tongkang yang menjadi alat tranportasi mereka dari Bangladesh masih terombang-ambing sekitar 2 km dari bibir pantai.

Kepala Desa Karang Gading, Agus Sanjaya ketik ditemui di lokasi mengatakan, dari pihak Desa sendiri sudah menjaga lokasi dari tadi subuh, bekerja sama dengan para Kadus, Koramil, Babinsa dan juga Bhabinkamtibmas.

“Untuk masalah Konsumsi mereka selama disini, belum ada pembicaraan terkait hal itu. Jadi kami berkoordinasi dengan para warga untuk berpartisipasi untuk membantu makanan mereka selama disini,” ucap Agus.

Sampai berita ini diturunkan, ratusan WNA ilegal tersebut, masih ditahan di tepi pantai mercusuar Desa Karang Gading, dengan dilakukan penjagaan oleh pihak Polres Pelabuhan Belawan, Polsek Medan Labuhan, Imigrasi Belawan, Apartur Desa hingga warga setempat. Belum ada informasi lebih lanjut terkait kelanjutan nasib para WNA tersebut. (mag-1/ram)

Midea Mengadakan Campaign Untuk Orang Terkasih

CLASS: Midea menyelenggarakan Midea For My Dear. Berbagai kegiatan dilaksanakan, salah satunya adalah cooking class.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Midea menggelar acara teruntuk orang terkasih yang bertajuk Midea for My Dear. Acara ini adalah rangkaian selama sebulan penuh yang diadakan di seluruh Indonesia yang di lakukan di toko-toko seluruh Indonesia.

Puncak acaranya berlangsung mulai 30 Desember hingga 1 Januari di Main Atrium Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Akan banyak hiburan dan aktifitas untuk konsumen yang dihadirkan pada kegiatan kali selama 3 hari, mulai dari cooking class, lomba mewarnai, hingga games seru yang dihadirkan kali ini.

Midea menggelar berbagai acara lomba yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan dorongan positif pada aktivitas penjualan.

Salah satu kegiatan utama dalam rangka mencapai tujuan ini adalah lomba foto dengan menghadirkan produk andalan Midea, yaitu AC Outdoor Raksasa yang baru diluncurkan dengan menggunakan teknologi terbaru Black Fin.

“Acara ini tidak hanya memberikan pengalaman unik bagi peserta, tetapi juga bertujuan untuk menarik perhatian konsumen potensial, menciptakan kesan positif terhadap produk, dan pada gilirannya, meningkatkan penjualan,” kata President Director Midea Indonesia, Jack Ding.

Selain itu, Midea juga menyelenggarakan Live Cooking dengan kehadiran Chef Jesselyn, menciptakan momen yang interaktif dan menghibur sekaligus menyoroti produk Midea yang berhubungan dengan kenyamanan dapur.

Lomba dekorasi Korean Bento Cake dan lomba dekorasi kotak kado merupakan bagian dari upaya kreatif untuk memberikan dampak visual positif kepada calon pembeli.

Tidak hanya terfokus pada aspek hiburan dan kreativitas, Midea juga menghadirkan tantangan berani seperti Midea Scream Challenge dan Midea Boxing Challenge.

Kedua tantangan ini dirancang untuk menciptakan kegembiraan dan keterlibatan konsumen, sekaligus menonjolkan daya tahan dan kinerja produk Midea.

Selain itu, Midea memberikan kejutan dengan menyediakan popcorn gratis, menciptakan atmosfer yang ramah dan santai bagi pengunjung acara.

“Langkah ini tidak hanya memberikan pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga membangun hubungan positif antara merek dan konsumen. Dengan menggelar berbagai acara lomba yang bertujuan langsung pada peningkatan penjualan, Midea berhasil menciptakan strategi pemasaran yang berkesan,” ucap Jack Ding.

Melibatkan konsumen secara langsung melalui kegiatan kreatif dan menarik menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan meningkatkan kesadaran dan penjualan produk Midea.

“Bagi pemenang dalam event ini, secara otomoatis akan mendapatkan hadiah gratis produk Midea dan Official Merchandise Midea,” pungkasnya. (rel/ram)

Bank Muamalat & UIN Syarif Hidayatullah Kerja Sama Layanan Perbankan & Tri Dharma Perguruan Tinggi

SEVP Retail Banking Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah terkait kerja sama dalam lingkup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pemanfaatan produk perbankan syariah.

SEVP Retail Banking Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan mengatakan, kerja sama ini ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret antara kedua belah pihak dalam bentuk pelaksanaan kegiatan sosial antara lain pemeliharaan masjid, pemberian Beasiswa Sarjana Muamalat, apresiasi bagi wisudawan/wati dengan skripsi terbaik serta pelatihan kepemimpinan.

“UIN Syarif Hidayatullah sudah lama menjadi bagian Bank Muamalat. Oleh karena itu, sebagai bank syariah pertama di Indonesia kami siap memberikan layanan perbankan syariah terbaik. Kami juga akan melakukan kolaborasi seperti ini dengan perguruan tinggi lain,” ujarnya.

Sebelumnya, UIN Syarif Hidayatullah telah menggunakan Cash Management System (CMS) Madina milik Bank Muamalat yang memberikan layanan transaksi perbankan secara real time. Layanan ini bisa digunakan oleh UIN Syarif Hidayatullah diantaranya untuk remunerasi pegawai, pembayaran pajak dan pembayaran tagihan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

“Madina menawarkan fleksibilitas akses 24/7 serta kemudahan transaksi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kampus. Nasabah juga dapat melakukan pemantauan keuangan secara berkala tanpa perlu datang ke bank,” imbuhnya.

Dedy memaparkan bahwa perguruan tinggi merupakan salah satu sektor yang menjadi fokus perseroan untuk meningkatkan penetrasi layanan Madina. Layanan ini ditujukan untuk nasabah korporasi yang memungkinkan nasabah memonitor maupun melakukan transaksi perbankan nontunai atas seluruh rekening di Bank Muamalat secara realtime. (rel/ram)

Gemoy Brotherhood Deklarasi, Siap Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran

DEKLARASI: Tim relawan Gemoy Brotherhood, deklarasi menangkan Prabowo-Gibran, di Medan, Minggu (31/12/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gemoy Brotherhood sebagai tim relawan pemenangan Prabowo-Gibran menggelar deklarasi di Kantor Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumatera Utara (Sumut), Jalan Balai Kota, Medan, Minggu (31/12/2023).

Ketua Umum (Ketum) Gemoy Brotherhood, Ahmad Reezky Ananda, mengatakan pihaknya optimis memenangkan pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 dalam satu putaran.

“Gemoy Brotherhood siap memenangkan Bapak Prabowo Subianto dan Mas Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029,” katanya.

Selain itu, Ahmad Reezky Ananda optimis mendapatkan suara sebanyak 65 persen di Sumut untuk memenangkan Prabowo-Gibran.

“Kita optimis bahwa di Sumut bisa mendapatkan suara 65 persen di Sumut,” tegasnya didampingi Sekretaris M Hanibal Adytia dan Bendahara Carlos Hutabarat.

Ia berharap kepada para pengurus dan anggota Gemoy Brotherhood dapat melakukan kampanye dengan hal yang positif.

“Kita meminta kepada pengurus maupun anggota Gemoy Brotherhood dapat melakukan kampanye dengan santuy dan riang bergembira,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumatera Utara (Sumut) Ade Jona Prasetyo yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi Gemoy Brotherhood sebagai tim relawan pemenangan Prabowo-Gibran.

“Saya mengapresiasi acara Deklarasi Gemoy Brotherhood sebagi Tim Relawan Pemenangan Bapak Prabowo dan Mas Gibran. Kita lihat, Gemoy Brotherhood ini mantap, yang diisi oleh anak-anak muda. Ayo kita dukung Bapak Prabowo dan Mas Gibran untuk memimpin Indonesia ini,” ujarnya.

Ade Jona juga mengimbau kepada tim relawan pemenangan Prabowo-Gibran agar melakukan kampanye damai dan positif tanpa memojokkan paslon lain.

“Kita tidak boleh mengejek dan memfitnah, kita buat pesta demokrasi ini dengan santuy dan riang gembira agar elektabilitas Prabowo-Gibran meningkat khususnya di Sumut,” pungkasnya.

Sebelum melakukan deklarasi, Gemoy Brotherhood menggelar acara senam gemoy bersama dan membagikan sejumlah hadiah kepada masyarakat sekitar. (man/ram)