Home Blog Page 936

Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia, PTAR Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Senior Manager Community PTAR Christine Pepah dan Senior Manager Community Environment Health and Safety PTAR Hari Ananto bersama masyarakat membersihkan sampah dalam kegiatan Aksi Bersih Lingkungan di Desa Aek Ngadol, Sabtu (18/11). (Dok PTAR)

BATANGTORU, SUMUTPOS – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, menginisiasi Aksi Bersih Lingkungan bersama ratusan masyarakat di tiga desa di Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (18/11).

Dalam kegiatan yang dilaksanakan serempak di Desa Garoga, Desa Aek Ngadol, dan Desa Batu Horing tersebut, dilakukan beberapa aktivitas, yaitu bersih sampah di pinggir sungai, penanaman 150 bibit tanaman di daerah aliran sungai, sosialisasi pengomposan sampah organik, serta penyerahan 100 kantong pengomposan kepada masyarakat.

Menurut Environment, Health, & Safety Senior Manager PTAR Hari Ananto, Aksi Bersih Lingkungan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia tersebut, bertujuan untuk memperkuat kesadaran dalam menjaga kelestarian lingkungan pada masyarakat di sekitar wilayah operasional, salah satunya dengan cara merawat sungai dan memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk kompos.

“Kami melibatkan ratusan masyarakat, aparat desa, serta para pemuda duta lingkungan binaan perusahaan untuk bersama-sama menanam pohon dan membersihkan lingkungan. Menurut penelitian, 1 batang pohon dapat menghasilkan jumlah oksigen yang diperlukan oleh 2 orang manusia. Artinya, jika melestarikan lingkungan, kita juga akan mendapat manfaat yang positif,” ungkapnya.

Selain karena lokasinya dekat dengan area operasional PTAR, lanjut Hari, ketiga desa tersebut dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memenuhi persyaratan untuk dijadikan kandidat desa binaan Proklim oleh PTAR.

Seratus lima puluh bibit tanaman yang dibagikan terdiri dari jenis trembesi, johar, manggis, durian, nangka, jotik jotik, dan meranti yang disemai di area Nursery PTAR. Bibit tanaman tersebut akan dibagikan ke perwakilan masyarakat yang ditunjuk oleh kepala desa.

Masyarakat bersama manajemen dan karyawan PTAR membersihkan sampah dan menanam pohon dalam kegiatan Aksi Bersih Lingkungan di Desa Aek Ngadol, Sabtu (18/11).

Sementara 100 kantong pengomposan yang dibagikan, diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sampah organik menjadi produk kompos untuk aktivitas pertanian dan perkebunan.

Hari juga menambahkan, pelestarian lingkungan adalah salah satu komitmen PTAR dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.

“Pada tahun 2023, PTAR telah menanam 8.510 bibit pohon di area operasional serta 1.200 bibit tanaman lokal dan 30.000 bibit mangrove di luar area operasional. Total penanaman pohon yang dilakukan PTAR dari tahun 2012 sampai dengan Oktober 2023 sebanyak 90.305 bibit dengan potensi serapan carbon sebesar 22.453 ton CO2e,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan Desa Aek Ngadol, Abdurrahman Situmorang, menyambut positif pelaksanaan Aksi Bersih Lingkungan yang dilaksanakan PTAR. Menurutnya, selain membantu menghijaukan lingkungan desa, masyarakat juga mendapat wawasan baru terkait pemanfaatan sampah organik dan teknik pengomposan.

“Semoga kegiatan ini akan memberikan manfaat bagi kami dan lingkungan. Jika lingkungan bersih dan terjaga, tentu masyarakat juga akan sehat dan sejahtera. Kami berharap, program-program positif seperti ini terus dilanjutkan oleh PTAR,” pungkasnya. (rel)

Kasus Anggota Bawaslu Medan, Aswin: Menyerahkan Sepenuhnya Proses Hukum ke Polda Sumut

Ketua Bawaslu Sumut, Aswin Diapari Lubis.(Ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasca anggota Bawaslu Kota Medan, Azlansyah Hasibuan (32) ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan pemerasan terhadap seorang Calon Legislatif (Caleg) di Kota Medan. Bawaslu Sumut sepenuhnya menyerahkan proses hukum kepada Polda Sumut.

Hal itu, diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Sumut, Aswin Diapari Lubis. Ia mengatakan menghargai dan menjunjung tinggi proses hukum dilakukan Polda Sumut terhadap anggota Bawaslu Kota Medan itu.

“Kita menyerahkan (proses hukum) sepenuhnya, pihak Polda Sumut. Dan kita juga menjunjung tinggi praduga tidak bersalah,” ungkap Aswin kepada Sumut Pos, Senin (20/11) siang.

Aswin menjelaskan bahwa perwakilan dari Bawaslu RI dan Bawaslu Sumut, sudah melakukan kordinasi dengan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut terkait kasus dugaan pemerasan dilakukan Azlansyah tersebut.

“Ini sekarang Bawaslu Sumut, dalam hal ini telah mendatangi pihak Polda Sumut. Dalam hal ini, diwakili bapak Payung Harahap beserta dengan Kabag SDM dan Biro Hukum Bawaslu RI, untuk menggali keterangan pada pihak Polda Sumut,” jelas Aswin.

Aswin mengungkapkan bahwa Bawaslu RI sudah mengeluarkan pernyataan bahwa Azlansyah sudah dinonaktifkan dari jabatannya. Tapi, secara resmi Bawaslu Sumut, belum diterima surat penonaktifan tersebut, dari Bawaslu RI.

“Kita menerima informasi dari media sosial, bahwasanya sejak Jumat kemarin, Bawaslu RI, menonaktifkan Azlansyah Hasibuan. Surat penonaktifan secara resmi belum kita terima Bawaslu RI,” kata Aswin.

Disinggung soal dengan pemecatan Azlansyah dari jabatannya sebagai anggota Bawaslu Kota Medan. Aswin mengatakan bahwa pihaknya menunggu keputusan dari pengadilan, dengan kekuatan hukuman tetap.

“Kita menghargai praduga tidak bersalah, dimana Undang-undang Pemilu menghargai dia sampai putusan dengan kekuatan hukum tetap,” jelas Aswin.

Aswin mengatakan untuk proses pergantian antar waktu (PAW) Azlansyah tersebut, semua keputusan ada di Bawaslu RI. Sedangkan, Bawaslu Sumut hanya menjalani keputusan dari Bawaslu RI.

“PAW kebijakan dari Bawaslu RI, kita serahkan. Semua keputusan ada di Bawaslu RI,” tutur Aswin.

Aswin menambahkan pimpinan Bawaslu Sumut akan menggelar pleno dalam waktu dekat ini, terkait membahas kekosongan jabatan di Bawaslu Medan. Pasca Azlansyah ditetapkan sebagai tersangka dan di tahan di Markas Polda Sumut.

“Berdasarkan oleh adanya pemeriksaan terhadap saudara Azlansyah, pimpinan Bawaslu Sumut akan pleno, untuk mengambil langkah-langkah terkait dengan kekosongan Bawaslu Kota Medan, salah satunya ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka,” kata Aswin.

Diberitakan sebelumnya, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara resmi menetapkan anggota Bawaslu Kota Medan, Azlansyah Hasibuan (32) sebagi tersangka kasus pemerasan terhadap seorang Caleg di Kota Medan.

Selain Azlansyah, polisi juga menetapkan Fachmy Wahyudi Harapan alias Midun (29) sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Keduanya, resmi ditahan di Markas Polda Sumut.

Surat Perintah Penahanan Nomor : Sp.Han/62/XI/2023/Ditreskrimsus tanggal 15 Nopember 2023 tentang Penahanan terhadap tersangka Azlansyah Hasibuan dan Fachmy Wahyudi Harapan alias Midun. Sedangkan, Indra Gunawan (25) tidak terbukti terlibat dalam kasus pemerasan ini. Sudah dipulangkan.

Dalam kasus ini, Azlansyah Hasibuan dan Fachmy Wahyudi Harapan, melalukan pemerasan dengan meminta uang dari salah satu Bakal Calon Legislatif DPRD Kota Medan, yang tidak lulus verifikasi dan dinyatakan tidak terdaftar dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Komisi Pemilihan Umum Kota Medan.

Atas perbuatannya, Hadi mengungkapkan kedua tersangka disangka melanggar Pasal 12 Huruf e atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1e KUHP.(gus)

Karang Taruna Damar Desa Marindal II Dikukuhkan, Siap Jadikan Generasi Cakap, Kreatif & Religius

FOTO BERSAMA: Pengurus Karang Taruna Damar Desa Marindal II periode 2023-2028 foto bersama dengan Kepala Desa Marindal II, Jufri Antono, Ketua Karang Taruna Patumbak Ismail Nasution, dan perangkat desa, tokoh masyarakat dan pemuda di sela-sela pengukuhan.

PATUMBAK, SUMUTPOS.CO – Pengurus Karang Taruna Damar Desa Marindal II periode 2023-2028, dikukuhkan yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Marindal II, Jalan Balai Desa Pasar 12, Dusun 4, Kecamatan Patumbak, Minggu (19/11).

Kegiatan pengukuhan berjalan lancar, sukses dan sederhana serta mengesankan.

Kepala Desa Marindal II, Jufri Antono mengucapkan selamat kepada para pengurus baru Pemuda Karang Taruna periode 2023-2028.

” Marilah kita berkarya dan satu komando untuk kemajuan Karang Taruna kedepannya, dan kemajuan desa yang kita cintai ini. Ke depan, Karang Taruna tidak hanya berprogram sosial saja, tetapi bagaimana belajar berwirausaha agar organisasi ini berhasil, pemudanya sukses dan mandiri. Belajar berwirausaha dan bangun kerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan organisasi,”ajak Jufri Antono.

Sementara itu, Sari Sandi yang terpilih sebagai Ketua Karang Taruna yang baru, mengatakan bahwasannya Karang Taruna dapat bersinergi dengan Pemerintah Desa dan Kecamatan.

“Saya berharap ke depannya, kader Karang Taruna dapat hadir di tengah-tengah masyarakat, serta memberi edukasi yang baik terhadap pemuda pemudi, dan terus menjalin silaturahim dengan Pemerintah Desa dan Kecamatan untuk menjadi generasi yang dapat diandalkan,”ucapnya.

Sari Sandi juga berharap Perintah Desa dan Kecamatan serta Tokoh masyarakat dan Tokoh Pemuda untuk bisa saling bersinergi serta berkolaborasi.

“Ketika kita bersama, yang berat akan terasa ringan dan ringan terasa menyenangkan. Mari kita bersama menghadiahkan untuk desa tercinta Generasi yang cakap, kreatif, dan religius,” tandasnya.

Pada pengukuhan tersebut, Kepala Desa Marindal II Jufri Antono menyerahkan bendera Pataka Karang Taruna, disaksikan Ketua Karang Taruna Kecamatan Patumbak Ismail Nasution, lembaga desa, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang ada di Desa Marindal II.

Terpisah, Ketua Karang Taruna Kecamatan Patumbak Ismail Nasution meminta para pemuda yang diamanahkan dan dikukuhkan agar siap dengan tugas-tugas Karang Taruna. Dan berharap amanah yang diberikan menjadi momentum pergerakan demi kemajuan pemuda Karang Taruna.

“Pesan kami agar selalu mengkedepankan konsultasi dan komunikasi dengan Karang Taruna Kecamatan maupun Kabupaten untuk memecahkan persoalan-persoalan ke depannya,” Pinta Ismail.

Turut Hadir Kepala Desa Marindal II Jufri Antono, Bhabinkamtimas Aipda Nyoto, Wakil Ketua BPD Desa Marindal II Rabania Damanik, Ketua Karang Taruna Kecamatan Patumbak Ismail Nasution, Wakil Ketua LPM Desa Marindal II Imeng Jailani, Ketua DPC Pujakesuma Patumbak Khairul Anhar SE, dan Staf serta para Kadus se- Desa Marindal II.(rel/Han)

Dosen Universitas Harapan Medan Laksanakan PkM di Banda Aceh

BANDA ACEH, SUMUTPOS.CO – Tim PkM Universitas Harapan Medan melakukan pengabdian masyarakat Internasional di Banda Aceh, Provinsi Aceh, selama dua hari, Jumat dan Sabtu (17-18/11/2023). Pengabdian Masyarakat Internasional ini diinisiasi Forum Komunikasi Pendidikan Tinggi (FKPT) yang diketuai Mesran MKom bekerjasama dengan Politeknik Tuanku Syed Sirajudin, Malaysia dan Saengtham Wittaya Foundation School, Thailand.

Adapun Tim PkM Universitas Harapan Medan terdiri dari 3 orang, yang diketuai Dekan FTK Universitas Harapan Medan Dodi Siregar MKom, dengan anggota Ilham Mubaraq Ritonga SE MSi yang juga Kaprodi Manajemen FEB Universitas Harapan, dan Rizki Putra SE MSi sekaligus sebagai Kepala Pusat Pengawas Internal UnHar.

Menurut Dodi Siregar, pada kesempatan itu Universitas Harapan Medan juga melakukan Agreed Minutes of Meeting dengan Politeknik Tuanku Syed Sirajudin, Malaysia dan Saengtham Wittaya Foundation School, Thailand, yang dilaksanakan di kampus Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha). Selain diikuti kampus dari luar negeri, PkM kali ini juga diikuti kampus-kampus lainnya seperti STIM Sukma, Universitas Budi Darma, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Banda Aceh, Universitas Muhammadiyah Semarang, Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh, Universitas Islam Sumatera Utara, Politeknik Cendana Medan, Politeknik Indonesia Venezuela, Sekolah Tinggi Agama Islam Panca Budi dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jakarta.

Museum Cut Nyak Dhien dipilih menjadi lokasi pengabdian. Tim memaparkan tentang Sosio—agritechnopreneur kepada pelaku UMKM yang ada di Banda Aceh. “Kami memperkenalkan konsep yang mengkolaborasikan antara sosial, pertanian, tekhnologi, dan kewirausahaan. Harapannya, dengan menerapkan konsep ini para pelaku UMKM yang ada di Banda Aceh bisa lebih dikenal oleh banyak orang, omset meningkat dan hilirnya peningkatan kesejahteraan para pelaku UMKM,” jelas Dodi.

Lebih lanjut Dodi menerangkan, Pengabdian kepada Masyarakat sendiri merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh kampus-kampus, bertujuan membantu dan mengedukasi masyarakat dengan kegiatan kegiatan positif seperti yang saat ini mereka laksanakan. “Pengabdian kepada masyarakat merupakan wujud dari Tridharma Perguruan Tinggi yang harus dipenuhi oleh para dosen dalam berkontribusi untuk negeri,” pungkas Dodi. (adz)

Masjid Raya Kedatukan Sunggal Diusul Jadi Cagar Budaya

SAFARI JUMAT: Pemko Medan saat menggelar Safari Jumat di Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman di Jalan PDAM Tirtanadi, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution mengusulkan Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman yang terletak di Jalan PDAM Tirtanadi, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal menjadi Bangunan Cagar Budaya Kota Medan. Sebab diketahui mesjid raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman ini sudah berusia sekitar 400 tahun.

Usulan ini disampaikan Bobby Nasution ketika melakukan Safari Jumat di mesjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman, Jumat (17/11). Dengan dijadikannya sebagai cagar budaya nantinya sejarah tentang mesjid ini akan lebih diketahui masyarakat luas.

“Bangunan mesjid Kedatukan Sunggal Serbanyaman ini umurnya hampir sama dengan umur Kota Medan yang ditabung ini Kota Medan berusia 433 tahun dan Masjid Kedatukan Sunggal Serbanyaman kurang lebih 400 tahun. Saya inginnya bangunan ini dijadikan Cagar Budaya agar banyak yang diceritakan ataupun diambil pelajaran sejarah dari mesjid ini,” ujar Bobby Nasution.

Bobby Nasution menjelaskan, berdasarkan pengakuan pengurus mesjid sampai dengan hari ini belum ada renovasi ataupun perbaikan yang dilakukan baik itu oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan maupun Kedatukan Sunggal Serbanyaman. Dapat kita lihat selain menjadi tempat ibadah mesjid ini juga dapat dijadikan sebagai cagar budaya.

“Jika diperbaiki atau direnovasi karena ini bangunan sudah berdiri lama, maka pengerjaannya tidak boleh sembarangan, harus ahlinya. Sebab jika salah sedikit sejarah yang tinggal disini bisa jadi hilang. Gambar yang telah dibuat oleh pengurus masjid untuk direnovasi sudah bagus, untuk itu mari kita sama-sama merealisasikan perbaikan untuk Masjid Kedatukan Sunggal Serbanyaman,” papar Bobby.

Terkait dana untuk renovasi masjid, Bobby Nasution menyampaikan Pemko Medan akan membantu. Selain dana yang secara simbolis diserahkan dalam Safari Jumat yang akan diterima Pengurus masjid di awal Tahun 2024, jajaran Pemko Medan juga akan memberikan sumbangan secara pribadi untuk Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman.

“Pemko Medan akan membantu biaya renovasi Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman. Karena masjid ini belum termasuk dalam agenda Safari Jumat Pemko Medan, maka dana bantuan yang diberikan secara simbolis akan diterima pengurus masjid di awal Tahun 2024. Namun bantuan lainnya dari Pemko Medan sudah dapat diterima langsung pengurus mesjid,” tandas Bobby Nasution.

Di hadapan Kepala Adat Kedatukan Sunggal Serbanyaman Yang Mulia Datuk Raja Syahlafati Ichsan beserta para datuk, Kedatukan Sunggal Serbanyaman, Al Ustadz H Azhari Juliadi SP, Ketua BKM Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman Datuk Indra Jaya serta pimpinan perangkat daerah di Lingkungan Pemko Medan, Bobby Nasution berharap melalui Safari Jumat yang dilaksanakan hari ini menjadi awal Pemko Medan untuk lebih memperhatikan Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman. Sebab, diketahui dari pengurus masjid, Pemko Medan jarang berkunjung ke masjid bersejarah ini.

“Saya titip camat dan lurah untuk dapat sering berkunjung ke masjid ini. Selain itu perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan juga harus sering ke sini, bahkan kalau ingin membuat kegiatan atau acara Pemko Medan bisa dibuat di masjid ini, karena jika masjid ini dikenal maka akan lebih banyak masyarakat yang mengetahui,” urai Bobby Nasution.

Bobby Nasution juga menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada pengurus Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman karena telah memberikan dukungan terhadap pembangunan yang dilakukan Pemko Medan. Di mana, pengerjaan saluran drainase di wilayah ini ujungnya mengenai tanah Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman yang mengizinkan tanahnya untuk digali guna dilakukan pengerjaan drainase secara gratis tidak meminta biaya sedikitpun. Pengerjaan saluran drainase ini dilakukan Pemko Medan untuk kepentingan seluruh masyarakat Kota Medan. Mudah-mudahan dengan kemurahan hati ini dapat mengurangi genangan air di Kota Medan khususnya Kecamatan Medan Sunggal,” sebut Bobby Nasution.

Sementara itu Kepala Adat Kedatukan Sunggal Serbanyaman Yang Mulia Datuk Raja Syahlafati Ichsan mengucapkan banyak terima kasih kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution yang mengusulkan masjid ini menjadi cagar budaya Kota Medan.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada pak Bobby Nasution yang ingin menjadikan Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman ini sebagai cagar budaya. Dengan dijadikannya cagar budaya mesjid ini, maka ke depannya In Syah Allah masjid ini tetap terawat dan terjaga serta semakin banyak orang mengenal masjid ini,” katanya.

Terkait dengan tanah masjid yang terkena galian untuk saluran drainase, Datuk Raja mengungkapkan pihaknya mendukung penuh program pembangunan yang dilakukan Pemko Medan seperti pengerjaan saluran drainase. Tentunya pengerjaan ini merupakan upaya Pemko Medan dalam mengatasi permasalahan banjir.

“Kami dari Kedatukan Sunggal Serbanyaman sangat merespon baik pembangunan yang dilakukan Pemko Medan. Oleh karena itu kami memberikan izin tanpa memungut biaya satu rupiah pun. ini juga menjadi upaya kami membantu masyarakat khususnya yang terkena banjir di wilayah tersebut,” pungkasnya. (map/azw)

Pemprov Sumut Genjot Pengembangan Infrastruktur 2023, Jembatan Idano Noyo Mulai Dikerjakan

TINJAU: Pj Gubernur Sumut Hassanudin saat meninjau Jembatan Idano Noyo di Kabupaten Nias Barat.

SUMUTPOS.CO – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin, meminta kepada kontraktor agar Jembatan Idano Noyo, Kabupaten Nias Barat, segera dikebut pengerjaannya, sehingga dapat rampung lebih cepat. Jembatan ini merupakan infrastruktur yang krusial bagi masyarakat di Nias Barat.

Jembatan Idano Noyo merupakan jembatan yang menghubungkan Nias Barat dengan Gunungsitoli. Sehingga, jembatan ini memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat Nias Barat, dan sudah bertahun-tahun kondisinya memprihatinkan.

“Pengembangan infrastruktur yang dilakukan di 2023, baik jalan dan jembatan, sampai saat ini masih terus berproses. Satu di antaranya di Nias Barat, yakni Jembatan Idano Noyo, saat ini pembangunan tahap pertama,” ungkap Hassanudin, dalam keterangannya, Minggu (19/11).

Saat ini, pihak kontraktor sedang dalam tahap pembangunan pondasi dan penyediaan material. Pihak kontraktor juga sudah membangun asphalt mixing plants (pabrik aspal) untuk kebutuhan aspal di sekitar Nias Barat.

“Masih tahap awal, pengerjaan pondasi, penyediaan material, dan kebutuhan penunjang lainnya. Diharapkan dalam pengerjaannya tidak ada kendala yang serius. Dan kepada masyarakat, ayo sama-sama kita kawal pembangunan jembatan ini,” imbau Hassanudin.

Selain meninjau Jembatan Idano Noyo, Hassanudin yang datang bersama Pj Ketua TP PKK Sumut Dessy, juga meninjau sejumlah SMA/SMK. Hassanudin merasa prihatin melihat kondisi bangunan SMA Negeri 1 Mandrehe.

“Ini akan segera ditindaklanjuti. Sekolah-sekolah yang rusak akan segera direnovasi,” katanya.

Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu juga berharap besar kepada Pj Gubernur Sumut, agar terus memperhatikan Nias Barat. Apalagi sebagian infrastruktur di kawasan tersebut, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Satu di antaranya adalah ruas jalan Km 27 di Desa Fadoro Hunogoa, yang sempat terputus.

“Kami sangat bersyukur ruas jalan Desa Fadoro Hunogoa yang rusak parah masuk ke APBD 2024 sebesar Rp10 miliar. Kami harap ini bisa menyelesaikan permasalahan masyarakat,” jelasnya.

Kehadiran Hassanudin dan rombongan ke Nias Barat, merupakan rangkaian kunjungan kerjanya ke Kepulauan Nias selama 3 hari.

Usai meninjau proyek pembangunan Jembatan Idano Noyo di Nias Barat, dan mengunjungi Desa Bawomataluo di Nias Selatan, Hassanudin juga meresmikan pembangunan Kantor DPRD Nias di Desa Somi, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias. Kedatangan Hassanudin dan Pj Ketua TP PKK Sumut Dessy, disambut Bupati Nias Yaatulo Gulo dan Wakil Bupati Nias Arita Lase, Jumat (17/11) lalu.

Kegiatan diawali dengan meninjau Posyandu Desa Sisarahili Sogaeadu. Hassanudin menyerahkan bantuan berupa susu untuk ibu hamil. Selain itu, ada juga penyerahan bantuan makanan tambahan (BMT) untuk bayi, berupa biskuit, bingkisan jajanan sehat bergizi.

“Ini merupakan satu bentuk perhatian dan dukungan Pemprov Sumut, untuk menurunkan angka stunting di Nias,” tuturnya.

Kemudian, dia berkunjung ke lokasi pembangunan Kantor DPRD Nias di Desa Somi, Kecamatan Gido. Sekaligus meresmikan pembangunan pertapakan Kantor DPRD Nias, yang pembangunannya bersumber dari APBD Sumut 2024. Peresmian pembangunan Kantor DPRD Sumut ini, ditandai dengan pembukaan tirai.

Selanjutnya, Hassanudin dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kantor Bupati Nias di Jalan Soekarno, Hilizoi-Gido. Mereka disambut hangat dan ditandai dengan penyematan baju adat tradisional Nias. Hassanudin menyerahkan bantuan ternak sapi, kambing, dan bibit kelapa kepada para peternak dan petani.

Sementara Bupati Nias Yaatulo Gulo, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pj Gubernur Sumut dan Pj Ketua PKK Sumut, yang sudah berkunjung ke Kabupaten Nias. Dia menyebutkan, bantuan yang diserahkan oleh Pemprov Sumut sangat bermanfaat untuk masyarakat Nias. Dia pun berharap, sinergitas antara Pemprov Sumut dan Pemkab Nias terus terjalin dengan baik.

“Hal ini sesuai dengan misi Kabupaten Nias, Trisakti Nias Maju, yakni desa terakses,ibukota terurus; kesehatan, pendidikan, dan sumber daya manusia beranjak; serta petani, peternak, dan nelayan produktif. Kami berupaya untuk menyejahterakan masyarakat Nias,” pungkas Yaatulo. (gus/saz)

Rapat Paripurna DPRD Toba, Bupati Poltak Sitorus Sampaikan Nota Jawaban

RAPAT: Rapat Paripurna DPRD Toba dengan agenda mendengarkan Nota Jawaban Bupati Toba Atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Toba di Ruang Rapat Paripurna DPRD Toba, Rabu (15/11).Istimewa.

SUMUTPOS.CO – Dalam Rapat Paripurna DPRD Toba dengan agenda mendengarkan Nota Jawaban Bupati Toba Atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Toba terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Toba tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2024. Agenda ini digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Toba, Rabu (15/11) sore. Pada rapat ini, Bupati Toba Poltak Sitorus, memberikan jawaban atau penjelasan atas sejumlah pandangan fraksi.

Satu fraksi yang mendapat jawaban atau penjelasan dari Bupati Toba adalah Partai Perindo, yang pada pandangan umumnya mempertanyakan penurunan pendapatan transfer sebesar Rp428.132.813.256. Pada 2023, pendapatan transfer mencapai hingga Rp1.049.172.229.769, sementara pada Rancangan APBD TA 2024 hanya sebesar Rp621.039.416.513. Selain itu, Fraksi Partai Perindo juga meminta penjelasan naiknya Anggaran Belanja Tidak Terduga TA 2024, yang mencapai Rp10.000.000.000 atau naik 48 persen, sebab pada tahun sebelumnya anggaran belanja tidak terduga hanya Rp6.737.228.412.

Menanggapi pertanyaan itu, lewat nota jawabannya, Poltak menjelaskan, pendapatan transfer tersebut belum termasuk dana yang bersifat tertentu, di antaranya dana bagi hasil yang bersifat tertentu, Dana Alokasi Khusus (DAK), dana insentif fiskal, dan dana desa, disebabkan belum terbitnya peraturan tentang rincian APBN yang memuat penetapan alokasi dana transfer pemerintah pusat. Namun, setelah terbitnya surat Dirjen Perimbangan Keuangan Nomor: S-128/PK/2023 dan Surat Gubernur Sumut Nomor: 900.1.14.3/3/2023, maka jumlah pendapatan transfer pun menjadi Rp1.197.251.319.513, atau mengalami kenaikan sebesar 14,11 persen, jika dibandingkan dengan 2023.

Sedangkan terkait kenaikan Anggaran Belanja Tidak Tetap, Poltak menjelaskan, penggunaan dana Belanja Tidak Tetap untuk mendanai keadaan darurat, keperluan mendesak, pengembalian atas kelebihan pembayaran atas penerimaan daerah tahun sebelumnya dan/atau bantuan sosial yang tidak dapat direncanakan. Sehingga dalam pengalokasian anggaran tidak berdasarkan formula khusus melainkan berdasarkan perkiraan kebutuhan.

Selain penjelasan untuk 2 pandangan umum tersebut, Poltak juga menyampaikan jawaban atas pandangan umum dari fraksi yang lain, termasuk pandangan umum fraksi-fraksi terhadap 2 Ranperda, yakni tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi dan Ranperda Pengelolaan Sampah. Dalam pandangan umum terkait 2 Ranperda ini, Partai Perindo juga meminta penjelasan Bupati Toba, terkait dasar hukum pemerintah dalam memberikan insentif, sebagaimana disebutkan dalam muatan naskah Ranperda tentang Pemberian Isentif dan Kemudahan Investasi.

Menjawab pertanyaan itu, Poltak menjelaskan, pemberian insentif tersebut merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2019, tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi di Daerah, sebagaimana diatur dalam pasal 6 ayat 1. Disebutkan, Pemberian Insentif dapat berbentuk pengurangan, keringanan atau pembebasan pajak daerah. Pengurangan, keringanan atau pembebasan restribusi daerah, dan lainnya.

Selanjutnya pimpinan rapat, Wakil Ketua DPRD Toba, Mangatas Silaen mengatakan, akan menyerahkan pembahasan lanjutnya ke Badan musyawarah DPRD Toba. Dan kemudian menutup rapat. (*/mag-10/saz)

Ribuan Pelayat Antar Pemakaman Jenderal TB Silalahi

hormat: jenazah Letjend (Purn) TB. Silalahi mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, dihormat oleh ratusan siswa-siswi Yayasan TB Soposurung

SUMUTPOS.CO – “Banyak orang foto-foto di situ, enggak tahu orang itu nanti, kalau itu kuburanku,” begitu kata Letjend (Purn) TB. Silalahi dengan tawa yang menggelegar, di suatu malam beberapa tahun silam di Cafetaria yang ada di kompleks Museum TB Center, Balige, Kabupaten Toba, sambil menunjuk arah utara di kompleks itu, Hall Of Silence.

Kamis, 16 November 2023, sekira pukul 11.00 WIB, jenazah Letjend (Purn) DR. TB. Silalahi, SH dibawa dengan ambulance menuju tempat yang pernah dia tunjuk itu, Hall Of Silence.

Diiringi mobil pengawal, ambulance yang membawa jenazah mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada Kabinet Pembangunan VI, era periode terakhir Soeharto, dihormat oleh ratusan siswa-siswi Yayasan TB Soposurung yang berbaris di sepanjang jalan menuju tempat peristirahatannya.

TB Silalahi, begitu dia akrab disapa. Lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara pada 17 April 1938. TB Silalahi merupakan lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1961. Jabatan terakhirnya dimiliter adalah Asisten I Kasad dengan pangkat Mayor Jenderal, tahun 1988. Selanjutnya beliau dikaryakan sebagai Sekjen Departemen Pertambangan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (1993-1998).

Dari pengakuan Rina Ginting, wartawan yang melekat mendampingi beliau sejak tahun 1986, TB. Silalahi sudah rutin control kesehatan bahkan sebelum pandemi covid. Saat covid melanda, TB Silalahi nyaris tak pernah muncul di hadapan publik demi menjaga kesehatannya. Tetapi diusia yang semakin menua, beliau tak mampu lagi melawan sakitnya. Senin 13 November 2023, TB. Silalahi masih menikmati makan siang dan kemudian istirahat seperti biasa. Hingga sore hari, beliau tak kunjung keluar dari kamar hingga akhirnya dibanguni oleh ajudan. Saat itu kondisi beliau tak lagi seperti biasa dan selanjutnya dilarikan ke RS Medistra. Sayangnya, tim dokter tak mampu berbuat banyak. Pukul 20:19 WIB dokter menyatakan tokoh kebanggaan batak itu meninggal dunia.

“Beliau meninggal dunia karena sakit, pukul 20:19 WIB, Senin 13 November 2023,” kata Rina Ginting di Cafetaria, Musem TB Center, di Balige, Kamis (16/11/2023) pagi.

Upacara pemakaman TB. Silalahi dipimpin langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Laksamana Madya TNI Agus Hariadi, M. Han. Jenderal bintang tiga itu memimpin langsung penghormatan terakhir untuk jenazah TB. Silalahi.

Usai upacara pemakaman, Bupati Toba, Poltak Sitorus bersama sejumlah pejabat daerah menyampaikan ucapan duka bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Toba turut berduka atas kepergian Bapak, Oppung yang kita cintai ini,” katanya.

Tidak hanya menyampaikan ucapan duka, Poltak Sitorus juga menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada TB. Silalahi dan keluarga atas jasa dan kontribusi beliau untuk bangsa, terkhusus untuk Kabupaten Toba.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan atas jasa Bapak TB. Silalahi untuk bangsa ini, untuk Kabupaten Toba. Semoga keluarga yang ditinggalkan dapat melanjutkan cita-cita beliau,” kata Poltak Sitorus dengan raut wajah sedih.

TB. Silalahi telah mempersiapkan pemakamannya sendiri sejak jauh hari. Saat pemerintah meminta agar dimakamkan di Kalibata, keluarga tidak bersedia karena wasiat beliau yang ingin dimakamkan di Bona Pasogit. Ada banyak jejak kebaikan yang sebelumnya telah beliau tancapkan di Toba, terutama pendirian Yayasan TB Soposurung. Yayasan ini bahkan menggratiskan biaya pendidikan selama 15 tahun pertama. Belum lagi dengan pendirian Musem TB Center dan Hotel Ompu Herti yang menjadi pioner hotel berklas wahid di Toba. Semua itu menjadi bukti kecintaan TB. Silalahi terhadap pendidikan, budaya dan kemajuan pariwisata di kampung halamannya.

Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI yang hadir pada upacara pemakaman beliau dengan tegas mengatakan bahwa TB. Silalahi adalah gurunya para jenderal era sekarang ini. “Beliau adalah tokoh bangsa, negarawan. Beliau adalah gurunya para jenderal, sebab banyak jenderal yang masih aktif sekarang merupakan murid beliau. Beliau juga tidak hanya berkarya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri,” kenang Gatot Nurmantyo menceritakan sosok TB. Silalahi.

Gatot menambahkan, TB. Silalahi bukan hanya seorang guru, namun juga seorang perencana yang sangat luar biasa. “Ini contohnya, beliau bahkan sudah merencanakan tempat pemakamannya,” kata Gatot menambahkan.

Hasil pantauan ribuan pelayat dari berbagai kalangan tokoh, pejabat, siswa SMA Negeri 2 dan Asrama Yayasan TB Soposurung serta alumni serta kerabat hingga masyarakat mengikuti prosesi pemakaman tokoh militer nasional i dan pelopor sekolah unggulan di Kabupaten Toba ini. (*/mag-10)