Home Blog Page 943

Pemko Medan Diminta Pertajam RPJMD

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan melalui Komisi IV yang membidangi masalah infrastruktur meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk menindaklanjuti Revisi Peraturan Daerah (Perda) No 7 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan Tahun 2021-2026.

“Kita minta Revisi Perda RPJMD ini agar segera ditindaklanjuti, sebab seluruh pembangunan yang dilakukan harus berdasarkan RPJMD yang telah disepakati bersama,” ucap Anggota Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution ST kepada Sumut Pos, Jumat (17/11/2023).

Kemudian, Politisi Partai Gerindra itu juga diminta untuk terus melakukan percepatan pembangunan di Kota Medan. Sebab dengan disahkannya Revisi RPJMD, tidak ada lagi yang menghalangi atau memperlambat jalannya pembangunan yang ditargetkkan.

“Revisi RPJMD 2021-2026 sudah dilakukan, maka pembangunan harus berjalan lebih cepat,” ujarnya.

 Namun, sambung Dedy, Pemko Medan juga harus mempertajam perencanaan dengan mensinkronisasikan kembali visi misi, tujuan, dan sasaran pembangunan dengan indikator kinerja terukur.

“Kinerja yang terukur itu bisa dilakukan berdasarkan permasalahan dan isu strategis yang ada saat ini,” katanya.

Selanjutnya, Komisi IV DPRD Medan juga meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Lingkungan Pemko Medan agar segera menyesuaikan indikator kinerja terukur sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ada.

“Setiap OPD harus menyusun kembali program dan kegiatan berorientasi pada hasil dan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Medan,” lanjutnya.

Dedy Aksyari juga menilai, Pemko Medan perlu melakukan rasionalisasi program kegiatan sesuai nomenklatur Susunan Organisasasi Tata Kerja (SOTK) maupun program kegiatan, sehingga bisa menjadi sederhana dan efisien serta memiliki daya ungkit tinggi terhadap pencapaian prioritas yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan.

“Kita juga meminta kepada Pemko Medan untuk segera menyelesaikan sejumlah permasalahan di Kota Medan, termasuk pencapaian PAD Kota Medan yang sudah baik agar bisa lebih ditingkatkan lagi,” pungkasnya.(map)

Bukan Hanya Denda, PSMS Harap Persiraja Kena Sanksi Keras

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tragedi kerusuhan Kanjuruhan masih membekas di ingatan para pecinta sepakbola tanah air. Tak hanya menewaskan ratusan penonton, tragedi itu juga berimbas dengan dihentikannya kompetisi Liga 2 di tengah jalan.

Bahkan, PSSI harus mendapatkan pantauan khusus dari FIFA karena kerusuhan suporter yang terjadi. Sanksi keras pun mengintai. Hal itu sejatinya menjadi perhatian khusus bagi PT LIB selaku operator liga agar mengawasi ketat peserta kompetisi liga di tanah air.

Seperti insiden kerusuhan yang dilakukan salah satu pendukung klub peserta Liga 2, Persiraja. Mereka melakukan aksi tak terpuji dengan melemparkan botol mineral, batu bahkan juga melakukan aksi penyanderaan terhadap official, pelatih, dan pemain PSMS Medan.

Insiden itu terjadi saat Persiraja menjamu PSMS Medan dalam lanjutan Liga 2 yang berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Sabtu (18/11/2023) malam. Seusai laga yang berakhir imbang tanpa gol, para suporter Persiraja melakukan aksi pelemparan botol mineral dan batu kepada official, pelatih, dan juga pemain PSMS.

Selain itu para pemain PSMS juga disandera dan tak bisa meninggalkan stadion setelah dikepung ribuan suporter. Tim PSMS harus bertahan di ruang ganti karena minimnya aparatur keamanan. Laga yang seharusnya berakhir pukul 23.00 WIB, namun karena tak bisa keluar, tim PSMS harus bertahan hingga Minggu (19/11/2023) dini hari pukul 01.00 WIB setelah mendapatkan jaminan pengawalan ketat tim keamanan.

Saat dalam perjalanan pulang ke hotel, para suporter juga menyerang bus PSMS yang membawa pemain dan official. Dua wiper dan kaca spion bus PSMS patah.

Ironisnya, selain pelemparan dan penyanderaan, kapten PSMS, Rahmad Hidayat juga mengalami pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh wakil Presiden Persiraja, Yudi Cot Ara (Kana) dan rekannya yang mengakibatkan dirinya mengalami luka pukulan pada kepala bagian depan.

Manajemen PSMS Medan langsung bereaksi melayangkan protes resmi ke komisi disiplin PSSI. “Soal protes kami (PSMS) ke PSSI, sudah kami layangkan langsung malam itu juga. Dan saya sudah berkoordinasi, berhubungan dengan Direktur PT Liga, Ferry Paulus terkait kejadian semalam (di markas Persiraja),” ujar Chief Operating Officer PT Kinantan Medan Indonesia, Andry Mahyar, Minggu, (19/11/2023).

Bahkan diririnya menyayangkan sikap pengurus Persiraja yang terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap kapten PSMS, Rachmad Hidayat. “Ini suatu hal memalukan dalam persepakbolaan kita. Ada oknum pengurus sepak bola yang ikut terlibat dalam pengeroyokan terhadap salah satu pemain PSMS,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya meminta Komdis PSSI tak hanya memberikan sanksi denda saja, namun juga sanksi yang lebih keras lagi seperti partai usiran, atau sanksi tanpa penonton, bahkan diskualifikasi.

“Dalam pasal 68 sampai 70 kode disiplin PSSI menjelaskan mengenai sanksi jika terjadi kerusuhan yakni pengusiran dan juga menggelar pertandingan tanpa penonton. Bahkan dalam sanksi tambahan juga ada pasal yang mengatur tentang diskualifikasi jika terjadi kerusuhan,” ucap Andry.

Dia juga mengungkapkan, kejadian serupa bukan hanya sekali ini terjadi dan PSMS bukan satu-satunya korban. Disebutkannya, saat Persiraja melawan Sada Sumut, Semen Padang juga Sriwijaya ada kejadian yang tak jauh beda. “Artinya sudah habit, ini enggak boleh terjadi sepak bola kita. Kalau hanya dengan denda akan dilulangi lagi. Persiraja harus ada hukuman tambahannya,” katanya lagi.

Sebelumnya peringatan keras juga pernah disampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kepada para suporter sepakbola agar tidak rusuh. Pasalnya, Indonesia terancam sanksi FIFA.

Dilansir dari sejumlah laman, Erick mengingatkan, Indonesia masih dalam pemantauan FIFA, imbas dari berbagai polemik sepak bola Tanah Air salah satunya tragedi Kanjuruhan.
Jika kembali terjadi kerusuhan, Erick mengatakan bahwa Indonesia bisa terkena sanksi keras dari FIFA.

“Suporter sejak awal sudah saya ingatkan. Kita ini bukan tidak dihukum oleh FIFA. Kita ini dipantau oleh FIFA. Kalau ada kejadian yang tidak diinginkan, pasti dihukum,” ucap Erick dalam konferensi pers, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (dek)

Juara Umum Pomnas 2023, Atletik Sumut Torehkan Sejarah

Ketua Umum Pengprov PASI Sumut David Luther. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Atletik Sumatera Utara (Sumut) menorehkan sejarah baru, tampil sebagai juara umum cabang olahraga (cabor) pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2023 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Atletik Sumut juara umum dengan memperoleh 7 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu, pada event yang berlangsung pada 13-16 November lalu.

Adapun 7 medali emas Sumut, 3 di antaranya dipersembahkan Siska Simamora dari nomor 1.500 meter, 5.000 meter, dan 10.000 meter. Dan 2 emas dari Nela Agustin di nomor 200 meter dan 400 meter.

Khusus catatan waktu Nela Agustin di nomor 200 meter (24.40), merupakan yang terbaik saat ini di Indonesia, mengalahkan peraih medali emas Kejurnas Solo (24.53). Sedangkan, 2 medali emas lainnya, masing-masing dipersembahkan Rustika Sibagariang dari lempar lembing, dan Daniel Simanjuntak dari nomor 5.000 meter.

Sukses atletik Sumut menjadi juara umum Pomnas 2023 Banjarmasin, disambut syukur dan suka cita oleh Ketua Umum Pengprov PASI Sumut David Luther, dan Ketua Umum Bapomi Sumut Liliana Puspasari.

“Luar biasa, prestasi (juara umum) ini di luar perkiraan kami. Kami bangga dan berterima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, serta semua pihak yang mendukung,” ungkap David, saat dihubungi, Minggu (19/11).

David pun membenarkan, perfoma atletik Sumut saat ini benar-benar menggembirakan. Sebelumnya di Kejurnas Antar PPLP di Jabar, atletik Sumut juga menjadi yang terbaik se- Indonesia. “Kalau ditanya soal kiat sukses, semua ini buah totalitas pembinaan yang dilakukan PASI Sumut,” tuturnya.

Sejak memimpin PASI Sumut, David berupaya memberi rasa aman dan nyaman kepada atlet. Demikian juga dengan pelatih, dituntut totalitas mencurahkan ilmu kepelatihannya untuk mendongkrak prestasi atlet.

“Selain itu, saya senantiasa berupaya lebih mengintensifkan komunikasi kepada atlet, begitu juga dengan pelatih. Karena saya menyempatkan diri melihat langsung mereka berlatih,” katanya.

Dia pun berharap, para atlet yang mayoritas atlet Pelatda persiapan Sumut menghadapi PON XXI/2024, tetap terus berlatih, guna meraih prestasi terbaik di PON 2024.

Ketua Umum Bapomi Sumut Liliana Puspasari, secara terpisah, mengaku sangat bangga atletik Sumut menjadi juara umum. Dia memuji saat ini PASI Sumut sangat keren, karena tetap harus berprestasi.

“Alhamdulillah, atletik Sumut juara umum di Pomnas 2023 Banjarmasin. Semua ini tidak terlepas dari baiknya buah pembinaan Pengprov PASI Sumut,” ujarnya.

“Kami berterima kasih atas dukungan Ketua PASI Sumut yang tidak pernah lelah dan terus mendukung serta memberikan bantuan untuk kesejahteraan dan peningkatan prestasi atlet Sumut,” imbuh Liliana.

Pada ajang Pomnas 2023, atletik Sumut didampingi Manajer Tim Nuriyoto dan Pelatih Dumpang Siregar, serta Nurhasim. (dek)

Dokter Gigi Annita Siap Bantu Natal PWI Sumut

BERSAMA: drg Annita bersama panitia Natal PWI Sumut di kantornya, Jumat (16/11/2023). (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dokter gigi, Annita berjanji akan membantu pelaksanaan Natal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara di Deliroom Hotel Danau Toba Internasional (HDTI) di Jalan Imam Bonjol, Medan, 21 Desember 2023 mendatang.

Janji drg Annita tersebut diungkapkan saat menerima kedatangan Panitia Natal PWI Sumut di kantornya, Jalan Orion Petisah Medan, Jumat (16/11) sore. Kedatangan Panitia Natal PWI Sumut guna meminta masukan dan saran-saran.

drg Annita siap mendukung Natal PWI Sumut dan berjanji akan memberikan bantuan berupa minuman bergizi, alat dengar, kursi roda, tas bagi siswa SD, serta perlengkapan sekolah lainnya. “Saya siap membantu, tapi perlu koordinasi kembali untuk mengetahui seberapa banyak yang akan dibutuhkan,” katanya.

Annita juga dalam pertemuan itu memberikan masukan kepada panitia. Kemudian mengusulkan beberapa tokoh masyarakat dan pejabat yang harus ditemui Pantia Natal PWI Sumut.

Ketua Panitia Natal PWI Sumut, Josmarlin Tambunan didampingi Bendahara Charles Daulay, Seksi Publikasi Danres Saragih, Wilfrid Sinaga, dan Seksi Perlengkapan Martinus Sitorus mengucapkan terima kasih atas bantuan dan saran-saran untuk mensukseskan Natal PWI Sumut.

Josmarlin menyampaikan, Natal PWI Sumut akan dilaksanakan di Deliroom Hotel Danau Toba Internasional (HDTI) di Jalan Imam Bonjol, Medan, Kamis 21 Desember 2023 pukul 17.00 WIB mendatang.

Sebelum acara puncak, panitia juga akan melaksanakan bakti sosial ke sejumlah panti asuhan. “Kami panitia juga akan melaksanakan bakti sosial ke tiga panti asuhan di Kota Medan. Kami juga akan mendatangi keluarga wartawan Kristen yang sudah meninggal dunia, sehingga makna perayaan Natal PWI ini dapat dirasakan semua pihak,” tutupnya. (dek)

HKN ke-59, Momentum Dinas Kesehatan Sumut untuk Fokus Transformasi Layanan Kesehatan Primer

WAWANCARA: Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahid Hasibuan, MKes, saat diwawancarai wartawan di sela-sela acara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dr Alwi Mujahit Hasibuan, M.Kes mengatakan dengan moto Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju, menjadi momentum bagi Dinas Kesehatan Sumut untuk fokus bertransformasi kesehatan.

Diharapkan dengan melakukan transformasi kesehatan semua pihak akan lebih siap, bisa lebih tahan dan bisa lebih mampu untuk membawa Indonesia lebih sehat. Bila Indonesia lebih sehat tentunya akan lebih maju.

“Ada 6 transformasi yang harus dilakukan, kalau untuk di Sumut semuanya sebenarnya kita upayakan. Tapi paling berat itu tentunya transformasi untuk kesehatan primer atau program Integrasi layanan Primer (ILP). karena itu merubah maindset dari layanan kesehatan yang berbasis pengobatan menjadi basis promotif dan preventif,” ujar Alwi pada puncak HKN ke-59 yang digelar di Eks Medan Club, Minggu (19/11/2023).

Dikatakan Alwi, kenapa harus dirubah mindset? Karena itu lebih murah dan lebih tepat dan berhasil guna dan bisa diharapkan mendorong kepada kemajuan yang lebih besar.

“Karena ini menyangkut perilaku. Kalau perilaku kesehatannya baik maka semua akan lebih baik,” jelas Alwi.

Untuk merubah perilaku masyarakat, kata Alwi bukan pekerjaan mudah. Namun bila berhasil mengubah hal itu maka ia sangat yakin kemajuan bidang kesehatan akan sangat cepat.

“Tentunya harus melakukan kerjasama dengan semua pihak salah satunya masyarakat yang nanti bisa ikut bersama kita memberikan pelayanan promotif dan preventif,” tuturnya.

Dalam perayaan HKN ini, lanjutnya, juga sebagai refleksi terhadap apa yang telah dilakukan selama ini, sekaligus untuk menyemangati seluruh komponen untuk bekerja lebih optimal yang bisa membawa Indonesia lebih maju khususnya di Sumut.

“Alhamdulillah hari ini semua komponen hadir dan lebih beragam dari tahun lalu,” terangnya.

Seperti diketahui, ada 6 pilar transformasi kesehatan yakni pilar layanan primer, pilar layanan transformasi rujukan. Kemudian, pilar layanan transformasi sistem layanan ketahanan kesehatan, pilar layanan transformasi pembiayaan kesehatan, pilar layanan transformasi sumber daya manusia kesehatan, pilar layanan transfirmasi teknologi kesehatan. (ila)

Nelayan Desa Kuala Lama Curhat soal Mahalnya Harga BBM ke M Nuh

SERDANGBEDAGAI, SUMUTPOS.CO- Para nelayan di Desa Kuala Lama, Kecamatan Pantai Cermin, Serdangbedagai, Sumatera Utara, mengeluhkan mahalnya harga bahan bakar minyak. Mereka berharap, pemerintah memberikan subsidi BBM khusus buat mereka.

“Kalau kami pergi melaut, terkadang hasil tangkapan ikan dapat banyak, terkadang dapat sedikit. Tetapi solar yang kami keluarkan, jumlahnya tetap sama. Kami sangat berharap adanya subsidi BBM dari pemerintah,” kata Abu Hasan, nelayan Desa Kuala Lama, Pantai Cermin, kepada anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Muhammad Nuh ketika menyambangi konstituennya, Minggu (19/11/2023).

Bukan hanya masalah BBM, para nelayan di sana juga mengeluhkan banyaknya nelayan dari luar daerah dengan peralatan yang terbilang canggih, mencari ikan di daerah mereka. Sehingga nelayan setempat yang dengan peralatan seadanya, kalah bersaing dalam menangkap ikan. “Kami berharap ada zonasi untuk melindungi nelayan Desa Kuala Lama,” pinta Rahmat, nelayan lainnya.

Bukan cuma itu, nelayan di Desa Kuala Lama juga mengeluhkan tentang lahan yang mereka tempati lebih dari 20 tahun lalu, ternyata sudah dikuasai oleh pengusaha dari luar. Bahkan, pengusaha tersebut sudah mendapat legalitas tanah yang disinyalir sudah sampai tahap sertifikat. “Padahal kami tidak pernah tahu akan adanya proses tersebut. Dan lebih parahnya lagi, kami dikenakan pajak atau pungutan usaha karena sudah dianggap menumpang di tanah yang sudah kami tempati lebih dari 20 tahun tersebut,” keluhnya.

Menanggapi curhatan konstituennya itu, Muhammad Nuh yang sekarang juga diamanahi sebagai Dewan Pertimbangan MUI Sumatera Utara berjanji akan menyampaikan keluhan nelayan yang ada di Desa Kuala lama ke Kementrian terkait. “Saya akan perjuangkan aspirasi kawan-kawan ke Pusat. Semoga mendapatkan hasil yang memuaskan,” pungkas Nuh. (adz)

Terima Silaturahmi Ketua PWI Sumut, Kapoldasu: Pemberitaan Harus Obyektif dan Berdasarkan Fakta

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setiap pemberitaan yang disajikan media massa harus obyektif, berdasarkan fakta dan berimbang. Hal itulah yang membedakan media massa dengan media sosial. Selain itu, wartawan yang menyampaikan kritik melalui pemberitaan, harus bersifat membangun (konstruktif), disertai dengan solusi.

Demikian dikatakan Kapoldasu Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, SH, SIK, MSi saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut H. Farianda Putra Sinik di Mapoldasu, Jumat (17/11) siang.

Turut hadir Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Hadi Wahyudi, Kasubdit Penmas AKBP Sony, Wakil Ketua PWI Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan Amrizal; Wakil Ketua PWI Bidang Kerjasama Proklamasi Naibaho; Ketua Seksi Organisasi David Swayana serta Ketua Seksi Hukum dan HAM Josmarlin Tambunan.

Kapoldasu menegaskan, pihaknya tidak anti terhadap kritik yang disampaikan wartawan melalui pemberitaan. Namun kritik tersebut harus bersifat membangun. Dengan adanya kritik yang membangun, maka institusi negara akan semakin kuat.

“Ibaratnya, kita ini besi dan kritik itu adalah palu. Kalau besi sering dipukul dengan palu, lama-lama akan menjadi pisau, tajam. Jadi, jelas bahwa kritik itu harus punya tujuan yang baik agar kita semakin kuat,” tegas Kapoldasu.

Sebelumnya, Ketua PWI Sumut H. Farianda Putra Sinik menyampaikan apresiasi kepada jajaran Poldasu yang telah berhasil memberantas aksi begal dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Sumatera Utara. “Narkoba itu adalah sumber kejahatan termasuk begal dan lainnya. Dulu, kita takut keluar malam. Sekarang, Alhamdulillah aksi begal sudah jauh berkurang,” ujar Farianda.

Mengenai pemberitaan yang tidak obyektif, Farianda menegaskan, wartawan harus memiliki kompetensi dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik. Karena itu, setiap wartawan wajib mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang telah ditetapkan Dewan Pers.

“Melalui UKW, wartawan akan ditempa menjadi lebih profesional dan beretika. Mereka akan lebih berhati-hati dalam menyajikan berita dengan berpedoman pada UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Sedangkan bagi anggota PWI, juga diwajibkan mematuhi PD/PRT dan Kode Perilaku Wartawan (KPW). Bagi yang melakukan pelanggaran, maka akan diberikan sanksi hingga pencabutan sertifikat UKW dan kartu PWI,” tegas Farianda.

Sebelumnya, Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, terdata Wartawan Unit Poldasu berjumlah 155 orang. Rinciannya, media nasional 14 orang, media elektronik 20 orang, media cetak 15 orang, media online lokal 106 orang.

Dari jumlah tersebut, lanjut Hadi, masih ada media yang belum melengkapi atau tidak memiliki badan hukum. Rinciannya, 109 sudah memiliki dan melengkapi dokumen badan hukum. Sedangkan 46 lagi sama sekali belum memiliki atau melengkapi dokumen badan hukum.

Bahkan, dari 155 media yang sudah terdaftar di Poldasu, hanya 26 media yang sudah tersertifikasi Dewan Pers. Selebihnya 129 belum tersertifikasi Dewan Pers. “Ditinjau dari segi legalitas kewartawanan (UKW), hanya 22 Wartawan Unit Poldasu yang memiliki sertifikasi UKW. Sedangkan 133 wartawan belum memiliki sertifikasi UKW. ( rel/sih )

Polsek Perbaungan Gelar Patroli dan Razia pada Operasi Mantap Brata Toba 2023-2024

PERBAUNGAN, SUMUTPOS.CO – Polsek Perbaungan gelar patroli dan razia untuk mencegah dan mengantisipasi situasi kamtibmas yang kondusip pada Operasi Mantap Brata Toba 2023-2024 di beberapa titik rawan di kecamatan Perbaungan, sabtu ( 18/11/2023 ).

Kapolres Sergai AKBP Oxy Yudha Pratesta, SIK melalui Kapolsek Perbaungan AKP Mantho Pandiangan, S.H mengatakan, kegiatan patroli dan razia pengamanan untuk mencegah dan mengantisipasi situasi Kamtibmas yang kondusif dalam rangka tahapan pendaftaran Presiden dan Wakil Presiden pada Oprasi Mantap Brata Toba 2023 – 2024.

Ada beberapa titik lokasi patroli yang menjadi perhatian kami yaitu kota Perbaungan, Jalan Desa Melati II, Jalan Desa Bingkat, Simpang Obang Abing dan Jalan Medan Tebingtinggi.

“Bahwa malam ini kita akan melaksanakan kegiatan ini razia atas perintah Pimpinan untuk melaksanakan patroli malam di wilayah hukum Perbaungan. Mari kita melaksanakan tugas patroli malam ini dengan baik, sungguh-sungguh dan ikhlas, ” ucapnya Kapolsek.

Targetnya, lanjut dia, adalah jika ada kerumunan masyarakat atau kegiatan pesta akan dibubarkan dengan secara humanis, karena dapat mengganggu waktu istirahat warga lainnya di tengah malam karena yang sedang berada dalam situasi pemilu.

Ia pun berharap kepada para personel untuk menghindari hal-hal yang bisa merusak citra Polri. ( fad/ila)

Pimpin : Kapolsek Perbaungan AKP Mantho Pandiangan pimpin apel sebelum kegiatan di Polsek Perbaungan, Sabtu ( 18/11/2023) malam. ( dok /Humas)

Dengan Semangat Banteng Ketaton, PDIP Sumut Gelar Rakerda

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dengan semangat Banteng Ketaton, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumatera Utara (Sumut) mengumpulkan seluruh kekuatannya dan melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV tahun 2023, di Hotel Grand Mercure Medan, Sabtu (18/11/2023).

Dalam rangka meminimalisir kecurangan dalam Pemilu 2024 serta melawan tindakan diskriminasi terhadap calon anggota legislatif (Caleg) dan calon presiden (Capres), DPD PDIP Sumut akan mendirikan “Posko Gotong Royong Pengawalan Pemilu Jurdil” di seluruh wilayah Sumatera Utara, serta membentuk pasukan langit yang solid dan terkoordinasi.

“Pendirian Posko Gotong Royong ini agar kader bisa proaktif melakukan pengawasan dalam setiap tahapan pelaksanaan Pemilu 2024, serta untuk membangun system advokasi kepemiluan yang aktif. Kita tidak ingin lagi ada intimidasi kepada kader-kader dan kita juga tidak ingin lagi ada alat peraga kampanye kita yang di rusak secara semena-mena oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Ketua DPD PDIP Sumut Rapidin Simbolon dalam Rakerda yang dipimpin Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat MS dan Yasonna H Laoly didampingi tersebut.

Sejarah telah membuktikan, kata Rapidin, kekuatan yang berakar pada nilai-nilai tirani tidak akan mampu menumbangkan kekuatan banteng. Malah sebaliknya, sejarah pula telah mencatat bahwa banteng-banteng ketaton menjadi sumber kekuatan utama robohnya system tirani Negeri ini dimasa lalu.

“Hari ini kita kembali diuji oleh situasi yang sulit dan memaksa kita untuk kembali berhadap-hadapan dengan system Neo Orba yang sarat dengan KKN. Untuk itu, tidak ada kata lain selain kita kembali bangkit merapatkan barisan membentuk formasi benteng kokoh demi menyelematkan cita-cita reformasi serta cita-cita pendirian bangsa Indonesia yang dicetuskan oleh Bung Karno,” pungkas Rapidin.

Sementara Ketua DPP PDI Perjuangan H Djarot Saiful Hidayat meminta kepada seluruh kader untuk mengetuk pintu rumah-rumah masyarakat untuk melakukan kampanye terhadap keunggulan PDI Perjuangan dan keunggulan calon presiden dan calon wakil presiden usungan PDI Perjuangan yaitu Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

“Banyak informasi yang tidak sampai ke masyarakat. Untuk itu, kita harus turun langsung untuk memberitahukan kepada masyarakat dengan cara door to door. Sampaikan apa adanya, karena dilihat dari sisi manapun calon kita merupakan calon terbaik yang sangat layak memimpin Indonesia di masa mendatang,” pungkas Djarot.

Rakerda tersebut juga dihadiri Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP yakni Sofyan Tan, Sihar Sitorus, Trymedia Panjaitan, Junimart Girsang, Bob Andika Manama Sitepu, serta dihadiri seluruh pengurus DPC PDI Perjuangan se-Sumut dan Caleg DPR RI dan Caleg DPRD Provinsi se-Sumut. (adz)

MUI Pematang Siantar Latih 50 Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyah

Ketua Umum DP MUI Kota Pematang Siantar Drs H M Ali Lubis dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI H Rafii Nasir BA, foto bersama dengan para peserta Pelatihan Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyah.

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan (DP) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematang Siantar terus bergerak membimbing umat. Tiap komisi rutin menggelar berbagai kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Terbaru, Pelatihan Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyah yang diikuti 50 pemuda dan pemudi dari utusan organisasi Islam dan pelajar di Kota Pematang Siantar.

Pelatihan yang dilaksanakan di Aula MUI Kota Pematang Siantar, pada Minggu (19/11) ini, menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya, yakni ; Ketua Umum DP MUI Kota Pematang Siantar Drs H M Ali Lubis, Sekretaris MUI Provinsi Sumatera Utara Drs Arifinsyah MAg dan Praktisi Kesehatan Mental Rizty Desta Mahestri MPSi Psikolog.

Ketua Umum DP MUI Kota Pematang Siantar selaku narasumber pertama yang membawakan materi berjudul Islam Rahmatan Lil Alamin sebagai Pondasi Ukhuwah Islamiyah menyebut bahwa tidak lah pemuda jika hanya mampu mengatakan ini ayahku. Pemuda adalah orang yang mampu mengatakan ini karyaku. Pemuda harus maju sendiri tanpa mengandalkan orangtua.

“Pelatihan ini bertujuan agar para pemuda bisa menjadi contoh teladan di masyarakat. Pemuda tidak boleh sombong. Pemuda diharapkan menjadi pelopor sekaligus penggerak untuk memotivasi dalam meningkatkan Ukhuwah Islamiyah,” tegas Ketua Umum DP MUI.

Narasumber kedua, Sekretaris MUI Sumut Arifinsyah, dalam materinya yang berjudul Peran Pemuda Islam sebagai Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyah Dalam Menciptakan Kerukunan di Kota Pematang Siantar, menjelaskan secara detail tentang arti pemuda, penggerak atau pemimpin, serta tantangannya.

Menurut Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara ini, Ukhuwah Islamiyah bermakna persaudaraan antara sesame muslim, umat seiman, merasa saling bersaudara satu sama lain, karena sama-sama memeluk agama Islam. “Umat Islam yang dimaksudkan bisa berada di belahan dunia mana saja, termasuk umat Islam Gaza di Palestina,” ucap Arifinsyah.

Selain Ukhuwah Islamiyah, juga ada Ukhuwah Wathoniyah yang bermakna bahwa seseorang merasa saling bersaudara satu sama lain karena merupakan bagian dari bangsa yang satu, misalnya Bangsa Indonesia. Terakhir, Ukhuwah Insaniyah atau disebut juga Ukhuwah Basyariyah, yaitu seseorang merasa saling bersaudara sama-sama dengan yang lain karena merupakan bagian dari umat manusia yang satu dan menyebar di berbagai penjuru dunia.

“Rasulullah Muhammad SAW adalah contoh nyata penggerak sejati. Rasul telah melalui proses yang matang sejak dini, shiddiq, amanah, tabligh dan fathonah,” pungkas Arifinsyah.

Selanjutnya, narasumber ketiga, Rizty Desta Mahestri MPSi Psikolog, dalam paparan materi yang berjudul Tantangan Masa Depan Pemuda Islam Dalam Membangun Ukhuwah Islamiyah di Kota Pematang Siantar, menegaskan pentingnya memegang kendali secara positif dalam menghadapi tantangan modernisasi di era digital saat ini.

“Digitalisasi itu ibarat dua mata pedang yang bisa membawa keberkahan atau justru ancaman. Ada dampak negatif (ancaman), tapi ada juga dampak positif (bermanfaat). Dampak negatif digitalisasi di antaranya, dapat meningkatkan masalah kesehatan mental, kecanduan game atau pornografi, perubahan ideologi, hingga terjebak trend. Secara keseluruhan, dampak negatifnya adalah mengikis karakter-karakter positif dalam diri pemuda,” jelas Desta, sapaan akrabnya.

Desta menambahkan, untuk dampak positifnya adalah pemuda bisa meraih kebermanfaatan dari digitalisasi, seperti meningkatkan literasi digital, memperbanyak aktivitas sosial dan silaturahmi. Dan, yang terpenting adalah menjadi pengguna digitalisasi bukan digunakan/diperbudak digitalisasi.

“Era digitalisasi perlu dimanfaatkan secara positif dan bijak agar membawa kebermanfaatn terhadap kualitas Ukhuwah Islamiyah,” tutup Desta.

Ketua Komisi Ukhuwah MUI Kota Pematang Siantar H Abdul Hakim Lubis dalam laporan ketua panitia yang dibacakan oleh Rizal Pulungan, mengucapkan terima kasih atas kehadiran narasumber dan seluruh peserta yang mengikuti pelatihan. (rel)