Home Blog Page 947

Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan Ringkus Pelaku Pencurian Minyak dari Pipa Pertamina

PENCURI: Para pencuri BBM dari pipa Pertamina di Belawan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Personel Gabungan Krimsus (Kriminal Khusus) Polda Sumatera Utara dan Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan berhasil menangkap 3 pelaku pencurian BBM dari pipa Pertamina, yang mengakibatkan terjadinya kebakaran, di Kampung Kurnia, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan.

Ketiga pelaku melakukan pencurian BBM milik Pertamina itu diringkus pada Rabu malam (15/11/2023) pukul 21.00, tak jauh dari lokasi kebakaran.

Mereka melancarkan aksinya dengan cara mengebor dan menimbulkan api sehingga membakar 9 rumah warga bersama puluhan ekor babi di Lingkungan 10 Kampung Bahari Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan Kota Medan pada Selasa, (14/11/2023) kemarin.

Ketiga pelaku pencurian BBM milik Pertamina yang ditangkap tersebut masing masing AS, BS dan BN ketiganya merupakan warga setempat. Personel gabungan juga mengamankan barang bukti antara lain goni dan ember.

Menurut keterangan Direskrimum Polda Sumatera Utara Kombes Pol Sumaryono, didampingi Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Josua Tampubolon, bahwa ketiga pelaku pencurian BBM milik Pertamina yang saat itu sedang memompa BBM dari Laut menyalurkan ke tangki timbunan di Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan.

“Ketiga pelaku tersebut mencuri BBM dari pipa milik Pertamina dengan cara dibor. Saat pipa tersebut dibor pelaku, saluran itu menimbulkan percikan api dan BBM yang keluar dari lobang pipa itu langsung membakar BBM yang dan akhirnya semburan api langsung menyembur rumah warga dan sejumlah ternak yang ada disekitarnya dan ketiga pelaku berhasil menyelamatkan diri,” ungkap Hadi Wahyudi.

Ketiga pelaku dijerat pasal 363 dan pasal 188. Petugas Polres Pelabuhan Belawan sedang memeriksa ketiga pelaku untuk mendalaminya dan petugas gabungan masih melakukan pencarian pelaku lainnya.

Saat ini pelaku masib ditahan di Mapolres Pelabuhan Belawan untuk keterangan lebih lanjut.(mag-1/ram)

Bangun BRT di Kota Medan, Bobby Nasution Berterimakasih ke Kemenhub

DAMPINGI: Wali Kota Medan, Bobby Nasution didampingi Kadishub Medan, Iswar Lubis saat diwawancarai wartawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Bobby Nasution berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) karena telah memilih Kota Medan untuk membangun proyek Bus Rapid Transit (BRT) Medan Binjai dan Deli Serdang (Mebidang).

Sebab, proyek itu dinilai sejalan dengan keinginan Pemko Medan yang ingin mendorong masyarakat untuk beralih (shifting) dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum.

“Kami tentunya mengucapkan terima kasih, sebab bukan hanya Kota Medan saja yang menginginkan proyek ini. Masih banyak kota-kota bukan hanya di Pulau Sumatera, tapi juga di Pulau Jawa yang menginginkan proyek dari Kemenhub ini,” ucap Bobby Nasution didampingi Kadishub Medan, Iswar Lubis, Rabu (15/11/2023).

Dikatakan Bobby, guna mendukung peralihan masyarakat dari menggunakan kendaraan pribadi ke kendaraan umum, maka harus diikuti perbaikan fasilitas, baik itu fasilitas bus maupun track (jalur) yang harus semakin diperluas. Dengan demikian, saat masyarakat menggunakan bus, tidak ada lagi keluhan terkait bus maupun track-nya.

Bobby mengungkapkan, mobilitas penduduk Kota Medan di malam hari kurang lebih sebesar 2,5 juta jiwa, sedangkan pagi hingga sore hari bisa mencapai 5 juta jiwa. Hal ini terjadi karena banyaknya warga dari sekitaran Kota Medan yang melakukan kegiatan ekonomi di Kota Medan.

“Apalagi Kota Medan merupakan ibukota Provinsi Sumatera Utara, sehingga mobilitas masyarakat di Kota Medan sangat tinggi,” ujarnya.

Dengan adanya akses transportasi yang baik, ungkap Bobby, tentunya tidak hanya mempermudah akses masyarakat di Kota Medan saja, tapi juga seputaran Kota Medan (Mebidang). Oleh karenanya, meskipun program proyek BRT Mebidang ini dikembangkan pertama kali di Kota Medan, tapi program dari Kemenhub ini juga akan mensupport kabupaten dan kota lainnya.

Selanjutnya untuk mendukung proyek BRT Mebidang ini, sambung Bobby, perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat secara terus menerus. Sebab, tujuan dari pembangunan BRT Mebidang adalah bagaimana masyarakat yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi dapat beralih ke kendaraan umum.

“Ada beberapa pembangunan infrastruktur yang kita lakukan saat ini, seperti pelebaran pedestrian jalan dan perbaikan infrastruktur dari kendaraannya untuk mensupporting agar masyarakat dapat beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke kendaraan umum,” paparnya.

Disamping itu Bobby Nasution menambahkan, Pemko Medan juga akan terus melakukan perbaikan guna mendukung proyek BRT Mebidang, termasuk trayek yang masih terbatas, konektivitas dari jalan utama ke jalan arteri masih kurang. Selain itu, tambahnya, jarak halte ke pusat perkantoran maupun kegiatan ekonomi masih jauh bagi pejalan kaki.

“Makanya kerjanya tidak boleh sepenggal-sepenggal. Kendaraan umum kita massifkan kegiatannya dan infrastrukturnya harus kita buat untuk mensupport masyarakat sehingga mau beralih menggunakan kendaraan umum,” jelasnya.

Terakhir, Bobby Nasution menyatakan rasa optimisnya bahwa bus yang disediakan Kemenhub dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi. Apalagi, nantinya juga akan ada penggunaan 30 persen kendaraan listrik sehingga bisa menekan biaya.

“Mudah-mudahan penggunaan kendaraan listrik ini dapat lebih hemat daripada menggunakan BBM,” pungkasnya. (map/ram)

Pertamina Alami Kerugian Rp180 Juta karena Ilegal Tapping di Belawan

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mencatat mengalami kerugian sebesar Rp180 juta akibat pencurian Bahan Bakar Minyak (BBM) dari pipa penyaluran milik FT Medan Group – Belawan.

Hal itu, diungkapkan oleh Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria. Ia mengatakan dalam insiden ini, selain masyarakat, pihak Pertamina juga menjadi korban.

“Kurang lebih (kerugian Pertamina) estimasinya Rp 180 juta,” ungkap Satria saat dikonfirmasi Sumut Pos, melalui telpon selular, Kamis (16/11/2023).

Pencurian BBM atau illegal tapping itu, akibatnya memicu kebakaran hebat terjadi di pemukiman rumah padat penduduk di Kampung Kurnia, Lingkungan 10 Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Selasa siang, 14 Oktober 2023, sekitar pukul 10.30 WIB.

Akibat kebakaran itu, dilaporkan 10 rumah warga dan dua kandang babi milik warga, hangus terbakar. Dalam kebakaran ini, tidak menimbulkan korban jiwa. Sedangkan, babi di dalam 2 kadang tersebut, berhasil dievakuasi pemiliknya dibantu warga sekitar.

Lanjut, Satria mengungkapkan peristiwa illegal tapping ini, pihak Pertamina sudah membuat laporan secara resmi ke Polres Pelabuhan Belawan. Diharapkan pelaku pencurian BBM itu, dapat ditangkap dan proses dengan hukum berlaku.

“Ini kan sudah beberapa kali kejadian, harapannya bisa segara ditangkap pelakunya,” kata Satria.

Di lokasi kebakaran tersebut, sudah berulang kali terjadi pencurian dari pipa BBM milik Pertamina, yang melawati kawasan pemukiman rumah yang terbakar itu.

Berdasarkan hasil pemantauan informasi yang didapatkan, di sekitar lokasi kebakaran ditemukan galian atau lobang pipa yang telah di rusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Berdasar informasi dari pihak patroli pipa, ledakan muncul disebabkan oleh menyambarnya api yang berasal dari para pelaku yang sedang menghidupkan api rokok pada saat sedang melakukan Tapping di areal bawah jembatan tol,” kata Satria.

Untuk memadamkan api, 10 unit armada milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan. Api berhasil dipadamkan, sekitar dua jam kemudian.

“Kebakaran yang terjadi di ruas jalur pipa di Kampung Kurnia diakibatkan oleh adanya aksi illegal taping terhadap pipa penyalur BBM milik FT Medan Grup PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut,” ucap Satria.

Sedangkan, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan, sudah mengamankan tiga terduga pelaku pencurian BBM mengakibatkan kebakaran hebat di Belawan. Masing-masing berinisial, AS, BS dan BN.(gus/ram)

DJBC Sumut Sita Balepress, Rokok Hingga Miras Ilegal, Senilai Rp 2,376 Miliar

BARANG IMPOR: Kepala Kanwil DJBC Sumut, Parjiya pimpin pemusnahan tindakan barang impor ilegal di Kantor Bea Cukai Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Sumatera Utara, melaksanakan pemusnahan barang menjadi milik negara (BMMN), dengan total perkiraan nilai barang sekitar Rp2,376 miliar. Pemusnahan barang penindakan itu, digelar di depan halaman Kantor Bea Cukai, Kota Medan, Kamis (16/11/2023).

Barang yang di musnahkan tersebut, terdiri rokok ilegal 2.383.854 batang, TIS 43.000 gram, minuman mengandung etil alkohol 105.056 ml, balepress pakaian bekas 51 bale dan obat, Alat medis, aksesoris, Makanan sebanyak 615 pcs.

Barang yang musnahkan itu, hasil penindakan dilakukan DJBC Sumut, bersama Kantor Bea Cukai Sibolga, Kantor Bea Cukai Pematangsiantar, Kantor Bea Cukai Kuala Tanjung dan Kantor Bea Cukai Kualanamu.

Kemudian, kordinasi dengan Polisi, Jaksa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan Pemerintah Kabupaten/Kota, Kementerian Perdagangan, BPOM, Karantina.

Kepala Kanwil DJBC Sumut, Parjiya menjelaskan bahwa barang yang dimusnahkan hasil penindakan dari tahun 2022 hingga Oktober 2023, yang telah mendapat persetujuan pemusnahan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

“Dengan total perkiraan, nilai barang sekitar Rp2,376 miliar dan potensi kerugian negara yang ditimbulkan, karena tidak dipungutnya Cukai, Bea masuk, dan pajak dalam rangka impor sekitar Rp1,649 miliar,” sebut Parjiya kepada wartawan, disela-sela kegiatan pemusnahan barang hasil penindakan tersebut.

Parjiya mengungkapkan bahwa pemusnahan barang ini, merupakan hasil penindakan di bidang impor, yaitu penindakan terhadap barang impor, yang terkena peraturan barang larangan seperti pakaian bekas.

“Peredaran pakaian bekas dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan industri tekstil dalam negeri, yang dapat mengakibatkan tutupnya, industri tekstil dan berakibat pada PHK Karyawan, dan potensi terjangkitnya penyakit menular,” jelas Parjiya.

Tidak hanya di bidang impor, Bea Cukai di Wilayah Sumatera Utara, Parjiya mengungkapkan bahwa juga melakukan pemusnahan terhadap barang milik negara hasil penindakan di bidang cukai, seperti rokok illegal dan minuman keras ilegal.

Ia menjelaskan peredaran barang kena cukai ilegal berdampak pada menurunnya penerimaan negara dari sektor cukai, menyebabkan pabrik rokok resmi mengalami penurunan penjualan dan bahkan dapat berakibat pada PHK karyawan pabrik rokok tersebut.

“Kemudian, membahayakan kesehatan masyarakat. Karena, barang kena cukai ilegal diproduksi secara ilegal tanpa pengawasan pemerintah,” kata Parjiya.

Parjiya mengatakan bahwa dalam upaya penegakan hukum, pada tahun 2022 hingga November 2023 kantor-kantor Bea dan Cukai di Wilayah Sumatera Utara, telah melakukan penyidikan, terhadap pelanggaran kepabeanan maupun cukai sebanyak 36 kasus.

“Dengan total kerugian negara, yang telah diselamatkan sebesar Rp28,849 miliar,” tutur Parjiya.

Parjiya mengatakan di Sumut ini, penyelundupan barang masih berpotensi terjadi, sehingga saat ini Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Kantor-Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai di wilayah Sumut, terus secara konsisten bersinergi dengan aparat penegak hukum yaitu TNI, POLRI, Kejaksaan, BNN, Pemda/Pemprov dan instansi lain serta masyarakat.

“Untuk terus berkomitmen melakukan penertiban secara berkesinambungan,” tandas Parjiya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut, Mulyadi Simatupang mengucapkan apresiasi atas langkah yang dilakukan DJBC Sumut ini.

“Bea Cukai sangat berperan terhadap penindakan barang-barang ilegal dan melindungi usaha dalam negeri, masuknya barang-barang ilegal,” kata Mulyadi hadir mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Sumut, Hassanudin.

Mulyadi mengungkapkan saat ini, Pemerintah Indonesia terus melakukan penindakan terhadap barang ilegal tidak memenuhi standar yang berlaku.

“Kita ketahui, Sumatera Utara salah satu pintu masuk barang secara ilegal, melalui pelabuhan tidak resmi atau disebut pelabuhan tikus, yang berasal dari luar negeri. Dengan pemusnahan itu, untuk menghilangkan nilai guna dari barang tersebut, agar tidak disalahgunakan,” tandas Mulyadi.

Dalam proses pemusnahan ada yang dilakukan dengan cara dibakar pada tungku pembakaran dan merusak botol minum keras beralkohol.

Dalam kegiatan pemusnahan itu, perwakilan
Polda Sumut, Komando Sektor Pertahanan Udara, Kodim 0207 Simalungun, Polres Siantar, Kejati Sumut, dan Kejari Batubara.(gus/ram)

Adira Finance Medan Gelar SOBAT Expo, Berikan Promo Menarik untuk Pelanggan Setia

PAMERAN: Adira Finance kembali menggelar pameran multi produk pembiayaan dari Adira Finance SOBAT Expo di Plaza Medan Fair pada 15-19 November 2023.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Adira Finance Multi Finance (Adira Finance) kembali menyelenggarakan pameran multi produk pembiayaan dari Adira Finance SOBAT (Sering Order Banyak Tawaran) Expo, mulai dari otomotif (kredit mobil dan kredit motor, baik baru maupun bekas), kredit gadget, produk rumah tangga seperti kredit elektronik dan furniture, motor listrik, hingga fasilitas pinjaman dana tunai dan modal usaha, serta umrah. Event ini berlangsung di Kota Medan, tepatnya di Plaza Medan Fair pada 15-19 November 2023.

“Secara regional, pembiayaan baru Adira Finance wilayah Sumatera Bagian Utara di 9M23, tercatat meningkat signifikan sebesar 52 persen y/y menjadi Rp4 triliun. Kenaikan ini terutama didorong pertumbuhan pembiayaan baru segmen mobil dan sepeda motor masing-masing sebesar 55 persen y/y dan 43 persen y/y,” ungkap Kepala Wilayah Sumatera Bagian Utara, Iwan Chandra.

“Sementara itu, segmen non otomotif tumbuh sebesar 59 persen y/y. Secara keseluruhan, area Sumatera Bagian Utara berkontribusi sekitar 13 persen dari total pembiayaan baru Adira Finance. Harapan kami, melalui event SOBAT Expo yang diadakan ini, dapat memberikan solusi finansial yang sesuai dengan masyarakat Medan dan sekitarnya,” imbuhnya.

Pelanggan di Kota Medan bisa menikmati berbagai promo yang dihadirkan oleh Adira Finance dalam event Sobat Expo ini, seperti trade-in atau tukar tambah dengan cashback hingga Rp1 juta Adirapoin, potongan angsuran hingga 3 bulan untuk motor baru, dan Voucher pembelian helm di ecommerce senilai Rp150 ribu, diberikan untuk pengajuan motor bekas.

Kemudian Subsidi Green Financing hingga Rp7 juta untuk motor listrik, bunga mulai dari 2,19 persen diberikan untuk pengajuan mobil, khusus produk elektronik dan gadget Adira Finance menawarkan cashback sampai dengan Rp100 ribu Adirapoin.

Selain itu, promo cashback hingga Rp1,5 juta diberikan untuk fasilitas pinjaman dana tunai/modal usaha serta ada cashback uang saku senilai Rp1,5 juta, dan subsidi paket data senilai Rp500 ribu. Untuk pengajuan umrah, hanya dengan memberikan jaminan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Pelanggan juga bisa ganti oli motor mulai dari Rp20 ribu melalui moservice.id. Tidak hanya produk pembiayaan dari Adira Finance, pelanggan juga dapat membeli produk perbankan dan asuransi serta menikmati berbagai aktivitas seru di event ini. Terakhir, tersedia juga kemudahan approval di tempat.

“Yuk segera datang ke Sobat Expo yang berlokasi di Plaza Medan Fair Medan. Untuk segala kebutuhan sahabat, #AdirainAja,” pungkas Iwan. (dek)

Songsong Pemilu 2024, Polres Sergai, Dinas Kominfo dan Media Pers Jalin Sinergitas

Kasi Humas Polres Sergai, Ipda Brimen saat berkunjung ke Kantor Dinas Kominfo, Komplek Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah. Istimewa

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hubungan Masyarakat (Humas) merupakan ujung tombak dalam menyampaikan program dan kinerja lembaga/instansi pemerintah serta menjaga citra positif. Karena itulah dibutuhkan humas yang bisa bekerja sama dan berkoordinasi dengan semua pihak dan media pers.

Guna menunjang kinerja layanan informasi publik, baik humas dan praktisi media pers harus saling memahami aturan terkait Kode Etik Jurnalistik, Kode Etik (Pedoman Perilaku) Penyiaran, Undang-undang Nomor 40/1999 tentang Pers, Undang-undang Nomor 32/2002 tentang penyiaran, sehingga dapat bersinergi dengan baik.

Kasi Humas Polres Sergai, Ipda Brimen mengatakan, Polres Sergai bangun sinergi lintas instansi bidang kehumasan bersama instansi vertikal di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

“Dengan sinergi lintas instansi dan saling mendukung di antara humas dan pers serta bertujuan memberikan keterbukaan informasi, hingga terciptanya jalinan sinergitas secara maksimal dalam pelayanan informasi publik,” ujarnya, Kamis (16/11).

Sebelumnya, Brimen berkunjung dan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sergai, Ingan Malem Tarigan, di Kantor Dinas Kominfo, Komplek Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, pada Selasa (14/11) lalu.

Hal ini, katanya, merupakan implementasi program Polres Sergai me-Respons yang dicanangkan Kapolres Sergai, AKBP Oxy Yudha Pratesta guna memberi rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat menyambut gelaran Pemilu Tahun 2024.

“Wujud Implementasi manajemen Humas, maka kita jalin sinergitas lintas instansi dalam meningkatkan layanan informasi publik menyongsong gelaran Pemilu 2024,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sejumlah wartawan dan dicanangkan pembentukan Forum Humas Sergai.

Kadis Kominfo Sergai, Ingan Malem Tarigan berharap, peran humas dari berbagai instansi yang ada di Kabupaten Sergai bisa bersinergi dalam membangun daerah lewat beragam informasi yang disebarluaskan, baik melalui media massa maupun media sosial serta pemangku kepentingan lainnya.

“Membangun citra, baik lewat publikasi informasi terkait kinerja dan peningkatan pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah (Pemda), instansi maupun lembaga lainnya juga perlu bermitra dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah menjalin kemitraan dengan media massa,” ujar Ingan. (dwi)

PWI Sumut Gelar Pelatihan dan Orientasi Organisasi Bagi Anggota Muda

Ketua PWI Sumut H Farianda Putra Sinik SE bersama lainnya, di Hotel Rudang, Kota Berastagi, Kabupaten Karo, Kamis (16/11). Istimewa

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelatihan Jurnalistik dan Orientasi Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara (Sumut) ditutup secara resmi, Kamis (16/11). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni Rabu-Kamis, 15-16 November 2023, di Hotel Rudang, Kota Berastagi, Kabupaten Karo tersebut, berjalan sukses.

“Terima kasih kepada pengurus dan panitia pelaksana karena kegiatan ini berjalan sukses,” kata Ketua PWI Sumut H Farianda Putra Sinik SE, saat menutup kegiatan pelatihan.

Di acara penutupan itu, dilakukan prosesi penerimaan kartu anggota PWI golongan Muda diawali dengan pembacaan Kode Etik Jurnalistik PWI dipandu oleh Ketua PWI Sumut, Farianda.

Sementara sebelumnya, pada Rabu (15/11), kegiatan diisi dengan Pelatihan dan Orientasi Organisasi yang menghadirkan dua narasumber yakni, Sekretaris PWI Sumut, SR Hamonangan Panggabean dan Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sumut, Rifky Warisan.

Paparan materi dipandu moderator Seksi Organisasi, David Swayana. Orientasi organisasi bagi wartawan muda se-Sumut ini baru dilakukan pertama kali di bawah kepemimpinan Farianda Putra Sinik.

Pada saat membuka kegiatan, Ketua PWI Sumut menyebutkan, sesuai dengan tema yang diusung, Farianda menekankan bahwa pelatihan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan semangat dalam berorganisasi bagi wartawan muda. Sehingga membentuk anggota PWI Sumut yang hebat dan profesional.

Disebutkan Farianda, ada 10 program PWI Sumut, 1-8 bidang pendidikan.
“Saya ingin melalui pelatihan anggota PWI hebat dan profesional, caranya ya dengan melaksanakan pendidikan,” tegas Farianda.

Farianda yang juga Ketua SPS Sumut menyebut, menjadi anggota PWI Sumut merupakan suatu kehormatan dan ada kebanggaan karena melindungi anggotanya dari semua aspek.

Sebelum menerima kartu pun harus mengikuti pelatihan jurnalistik dan orientasi organisasi. “Mendapatkan kartu bukan mudah namun harus mengikuti pelatihan dan orientasi,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Farianda menyebutkan, PWI Sumut telah memproteksi anggotanya dengan jaminan sosial ketenagakerjaan hingga usia 99 tahun.

Dia juga berjanji akan mendaftarkan seluruh wartawan muda ke BPJS Ketenagakerjaan yang melaksanakan pelatihan saat ini. “Anggota PWI sekarang ada jaminan sosial, dan akan mendaftarkan 120 orang anggota muda untuk mendapat jaminan manfaat. Jadi jika kemalangan dapat santunan, kita tidak lagi menjalankan list sesama anggota. Bahkan kita telah mengadakan perjanjian dengan BPJS Ketenagakerjaaan, sampai anaknya pun dapat santunan,” ungkapnya lagi.

Sebelumnya, Ketua Panitia, Sugiatmo melaporkan, bahwa Pelatihan Jurnalistik dan Orientasi Organisasi wartawan muda PWI Sumut, yang dilaksanakan selama dua hari itu, diikuti sebanyak 120 peserta yang telah lulus dalam seleksi penerimaan menjadi anggota PWI tahun lalu.

Pelatihan ini digelar dengan tujuan agar setiap anggota PWI memahami rambu-rambu organisasi dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik.

“Dalam Suasana yang sejuk (hawa dingin Berastagi) pelatihan ini dilaksanakan untuk yang pertama kali bagi wartawan muda PWI. Tujuannya bagaimana anggota PWI memahami rambu-rambu PWI,” katanya.

Sugiatmo yang didampingi Sekretaris Austin Tumengkol juga menyampaikan, pelatihan dan orientasi yang dilaksanakan menggunakan anggaran APBD.

Hadir dalam acara pembukaan, Bupati Karo diwakili Asisten III Pemkab Karo Mulianto Tarigan, Kapolres Tanah Karo diwakili Kabag Rent Kompol H Matondang, Sekjen PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean, dan seluruh pengurus, Ketua PWI Kabupaten/Kota. (dwi)

Dukung Aktivitas Belajar, Santri Dukung Ganjar Gotong Royong Renovasi Ruang Kelas Ponpes Saifullah

Relawan Yang tergabung dalam Santri Dukung Ganjar (SDG) gotong royong sekaligus memberikan bantuan untuk renovasi Pondok Pesantren Saifullah di Jalan Besar Deli Tua, Pasar VI, Batu Gemuk, Kecamatan Namo Rambe, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (16/11).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Guna meningkatkan pendidikan bagi para santri, sukarelawan Santri Dukung Ganjar menggelar gotong royong sekaligus memberikan bantuan untuk renovasi Pondok Pesantren Saifullah.

Kegiatan tersebut diadakan di Jalan Besar Deli Tua, Pasar VI, Batu Gemuk, Kecamatan Namo Rambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Kamis (16/11).

Koordinator Wilayah (Korda) SDG Sumut, Randi Hermawan mengatakan kegiatan itu terinspirasi dari sosok Ganjar Pranowo yang menjadi motivator dalam peningkatan pendidikan.

“Kegiatan ini kami dasari karena Pak Ganjar adalah salah satu motivator untuk meningkatkan pendidikan dengan cepat dan tepat. Sehingga renovasi Ponpes ini harus segera dilaksanakan, diberikan bantuan secara cepat dan tepat,” kata dia dalam keterangan persnya.

Randi juga menyebutkan para sukarelawan pun ikut turun langsung dalam renovasi pembangunan ruang belajar bersama dengan santri.

“Kami kerja bakti dan turun langsung bersama para santri. Sebab, ini juga menjadi salah satu poin penting dalam proses pembangunan ruang belajar untuk menggelar proses pendidikan kedepannya,” jelasnya.

Dia juga mengaku para warga dan pihak pondok menyambut baik sosok Capres Ganjar. Bahkan, para warga pun turun mendoakan Ganjar agar terpilih menjadi Presiden 2024.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Saifullah, Gus Anwar Saifullah mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kerja sama yang diberikan oleh sukarelawan Ganjar.

Menurutnya, pembangunan dapat berjalan lancar berkat bantuan dan dorongan dari SDG. “Karena jumlah santri semakin lama banyak atau meningkat, otomatis kami membutuhkan lebih banyak ruangan. Alhamdulillah bantuannya sangat bermanfaat, terima kasih relawan Pak Ganjar telah mendukung pembangunan berjalan lancar,” kata Gus Anwar. (rel/tri)

TD Cek Venue PON 2024, Pardede Hall Sudah 90 Persen

CEK: Technical Delegate mengecek Pardede Hall, venue pertandingan cabor biliar PON 2024 mendatang, Kamis (16/11) (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Visitasi kembali dilakukan tim Technical Delegate (TD) untuk memastikan kesiapan venue yang akan dijadikan arena pertandingan di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 Aceh-Sumatera Utara (Sumut). Sejumlah TD cabor kembali memantau kesiapan peralatan dan perlengkapan venue di Sumatera Utara, Kamis (16/11).

Seperti kunjungan ke Pardede Hall, venue pertandingan cabor biliar. Hadir dalam visitasi venue yakni TD dari PB POBSI, Achmad Fadil Nasution, didampingi Pengprov POBSI Sumut dan Dispora Sumut. Para tim visitasi tampak mengecek kesiapan area pertandingan, seperti kondisi lantai gedung, arena pertandingan dan memastikan kapasitas jumlah meja biliar yang bisa dibawa ke arena pertandingan.

Kemudian, kesiapan perlengkapan mulai dari tribun penonton, ruang ganti atlet, wasit, dan ruang kesehatan. Selanjutnya ruang kesehatan, toilet, ruang latihan, hingga keamanan dan media center juga tak luput dari penilaian tim visitor.

Usai kunjungan ke venue, Achmad Fadil Nasution memastikan sejauh ini dari hasil penilaian kelayakan venue sudah baik. Bahkan untuk area pertandingan sudah mencapai 90 persen, meski ada penambahan lagi.

“Hasil visitasi venue cabor biliar sementara ini untuk area pertandingan sudah memenuhi syarat. Kira-kira capai 90 persen, hanya ada beberapa yang dibutuhkan seperti pedingin ruangan dan toilet. Kapasitas penonton juga sudah baik, namun pendukungnya saja,” ujar Fadil.

Fadil merincikan sejumlah fasilitas dan perlengkapan yang harus segera ditambah atau dibenahi seperti ruang latihan atlet, ruang panitia, ruan tunggu atlet, serta ruang wasit. Kemudian ruang musala, ruang kesehatan atau medis, keamanan, dan media.

“Kalau area pertandingan sudah 90 persen, kalau untuk pendukungnya, nanti kita rapatkan dengan pihak terkait. Termasuk peralatan dan SDM yang mendukung kegiatan disesuaikan dengan kondisi lapangan yang ada,” jelasnya.

Guna mengantisipasi durasi pertandingan yang diprediksi berlangsung hingga larut malam, pihaknya juga menilai perlu penambahan meja tanding dan penambahan waktu pertandingan. Pihaknya memastikan, para atlet tidak boleh dibebankan bertanding hingga larut malam.

“Dengan area yang ada ini, kita sesuai dengan arahan tidak malam-malam kali selesainya sehingga mejanya harus kita banyakin. Hari juga, biliar itu pembukaan dan penutupan selama 10-11 hari, sehingga jam 8 malam selesai,” tegas Fadil.

Selain venue biliar, sejumlah TD juga melakukan visitasi secara serentak di 16 venue. Seperti cabor tenis meja, catur, Kabadi, karate, squash, pencak silat, akuatik. Lalu, Balap sepeda (MTB), E-Sport, binaraga, barongsai, voli Indoor, Kickboxing, gulat, drum band, dan berkuda. (dek)

Bawaslu Medan Bungkam Atas Kasus OTT Azlansyah, DPRD Desak Polisi Ungkap Semua Pihak Terlibat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Abdul Rani SH, meminta pihak kepolisian untuk segera membuka kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan salah satu komisioner Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Medan, Azlansyah Hasibuan secara gamblang.

Tak hanya Azlansyah dan dua rekannya yang tertangkap, Abdul Rani juga meminta agar polisi segera mengusut semua pihak yang terlibat dalam kasus dugaan pemerasan tersebut dan mengungkapkannya ke publik.

“Siapa saja yang terlibat, apa benar hanya Azlansyah sendiri dan dua orang rekannya itu, atau justru ada yang lain lagi. Ini kan harus diusut dan diungkapkan secara gamblang kepada publik, mengingat Bawaslu juga merupakan lembaga publik,” ucap Abdul Rani kepada Sumut Pos, Kamis (16/11).

Dikatakan Ketua DPC PPP Kota Medan itu, polisi juga harus segera mengungkapkan siapa oknum caleg yang menyebut dirinya sebagai korban pemerasan Azlansyah.

“Jangan hanya terduga pelaku ini saja yang diungkap, oknum caleg yang mengaku korban pemerasan ini juga harus diungkap siapa orangnya, kenapa dia diperas, dan seterusnya. Jadi kasus ini bisa terang benderang,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Rani, Ketua Bawaslu Kota Medan, David Reynold juga tidak boleh bungkam atas kasus yang menimpa anggotanya tersebut. Sebab bila bungkam, dikhawatirkan akan tercipta opini liar di masyarakat.

“Ketua Bawaslu harus menegaskan bahwa ini adalah perbuatan oknum, bukan lembaga. Bawaslu harus mempertahankan kepercayaan masyarakat kepada mereka sebagai lembaga yang memastikan jalannya Pemilu secara adil dan terbuka,” pungkasnya. (map)