Home Blog Page 950

Perbarindo Gelar Pelatihan Penyusuan Rencana Bisnis Bank

Perbarindo Gelar Pelatihan Penyusuan RBB Berbasis Metodologi.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPD Perhimpunan Bank Perekonoman Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sumatera Utara menggelar pelatihan Rencana Bisnis Bank (RBB). Kegiatan ini, dilaksanakan berdasarkan POJK nomor 15/POJK.03/2021 tentang Rencana Bisnis BPR/S.

Melalui kegiatan ini diharapkan SDM Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mampu memahami dan menyusun Rencana Bisnis Bank (RBB) secara metodologi sehingga manajemen BPR dapat mencapai seluruh target keuangan secara optimal.

Kegiatan ini akan berlangsung mulai dari 14-15 November 2023 di Le Polonia Hotel, Jalan Sudirman Medan. Kegiatan ini menghadirkan pemateri Fahmi Akbar Idries yang merupakan seorang Master Trainer LSP LKM Certif dari Yogyakarta.

Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Kepala Kantor OJK Sumatera Utara diwakilkan oleh Mangasi Yusliani selaku Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 1 Kantor OJK Sumatera Utara yang didampingi Pengawas Senior Deputi Direktur Pengawasan LJK 1 Togi Hendrik Siagian.

Mangasi Yusliani di dalam sambutannya mengharapkan agar seluruh pelatihan penyusunan RBB ini memiliki paradigma maupun ide maupun inovasi yang menjadi competitive advantage BPR/BPRS yang dituangkan dalam rangka akselerasi kinerja pertumbuhan bisnis dan keuangan BPR/BPRS ke depannya sehingga BPR/BPRS semakin maju dan sejahtera.

“Dinamika tantangan bisnis yang semakin ketat tidak menutup kemungkinan adanya potensi fraud yang semakin variatif yang dapat berdampak pada risiko kredit, risiko operasional, reputasi dan risiko hukum serta risiko lainnya. Berdasarkan hal tersebut dipandang perlu untuk meningkatkan fungsi pengawasan internal BPR/BPRS selain Pengawasan daripada Pengurus Bank tentunya peningkatan peran Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) yang handal, efektif dan efisien serta kompeten adalah hal yang mutlak,” kata Mangasi, dalam keterangan yang diterima, Kamis (16/11).

“Kita dari OJK pun berharap upaya yang dilakukan OJK selama ini dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap peningkatan pemahaman Pengurus maupun Pemilik BPR/BPRS dalam mengelola BPR/BPRS,” ungkapnya.

Pelatih Penyusunan Rencana Bisnis Bank (RBB) Fahmy Akbar Idries menyampaikan, bahwa dari pelatihan ini, insan BPR tidak hanya bisa menyusun saja. Akan tetapi mampu memahani secara metodologi dan mengerti filosofinya.

“Kalau toh meningkat 10-11-12 mereka paham betul, sebab sebabnya. Dan yang penting adalah bisa dikerjakan. Jangan sampai mereka nanti memutuskan naik 10 persen, tapi hanya sekeder meletakkan aja, tapi mereka harus tau bagaimana cara mencapainya dan apa sterateginya,” kata Fahmy.

Fahmy mengatakan, pelatihan ini tidak hanya sekedar supaya insan BPR paham harus naik berapa capainnya, tapi cara naiknya itu harus tahu, jadi besarnya harus direncanakan dengan baik.

“Teman teman di pelatihan ini kita berharap bisa sampai kesitu, sebetulnya kalau ini sudah jalan, teman-teman disini sebetulnya sudah tau dan lebih bisa menggarap. Karna yang paling tahu potensinya kan kawan kawan di sini, teman teman disini jauh lebih hebat,” ungkapnya.

“Saya akan pancing mereka menggali potensi nya, supaya BPR bisa bermanfaat bagi masyarakat. Saya berharap industri BPR ini pasti berkembang bagus di indonesia,” ungkapnya.

Ketua Parbarindo Sumut, Herdey Sabar Silaban mengatakan, RBB ini dilakukan oleh insan BPR, sehingga perlu adanya pemahaman metodologi. Dengan demikian para direksi, staf dan memiliki tanggung jawab terhadap RBB yang telah disusun.

“Artinya pimpinan tau, pengurusnya tau, staf nya juga tau, sehingga nanti ketika dalam penyusunan, semua mereka mengetahui, ada kata pepatah sahabat yang baik itu adalah memberi tahu rencana kerjanya,” kata Hedey.

Herdey mengatakan, dalam menyusun RBB ini diperlukan transparansi dan memberikan pandangan soal apa yang akan dicapai dengan cara kebersamaan.

“Pelatihan kali inikan namanya berbau dengan metodologi, dengan itu maka mereka bisa memahami. Banyak sekarang RBB dikasih, tapi kalau tidak memahami maka mereka tidak akan paham tujuannya,” ungkapnya.

“Tadi OJK sampaikan adanya tata kelola yang baik dalam pelaksanaan RBB, mengikut pada peraturan-peraturan OJK,” sambungnya.

Sekretaris Perbarindo Sumut Mery Sulianty Sitanggang menambahkan bahwa Pelaksanaan pelatihan ini untuk menjawab ketentuan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 15/POJK.03/2021 tanggal 10 Agustus 2021 tentang Rencana Bisnis BPR-BPRS, dimana seluruh BPR-BPRS diwajibkan untuk meyampaikan Rencana Bisnis (Business Plan) tahun kepada OJK paling lambat pada tanggal 15 Desember sebelum tahun Rencana Bisnis dimulai.

“Tujuan lain kegiatan ini adalah supaya BPR yang tersebar di Wilayah Sumatera Utara bisa benar-benar mempersiapkan RBB sesuai Peraturan OJK.. Pelatihan ini merupakan wujud komitmen Perbarindo Sumut untuk meningkatkan kualitas leadership di tingkat pejabat eksekutif dan direksi, serta membantu pencapaian RBB yang lebih tinggi,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan Kepala Biro Pendidikan dan SDM Perbarindo Sumut, Hisar Sitanggang bahwa Pelatihan ini diikuti Direksi dan Pejabat Eksekutif sebanyak 39 peserta yang berasal dari BPR Se-Sumatera Utara, serta tampak Pengurus lainnya Bendahara DPD Rezki Hasibuan, Sudirman Simanullang, Mateus M Manik, Hamonangan Gultom, Katarina Sihombing, Hosrilan Sianipar, Petrus Loo yang ikut juga dalam pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari ini.(gus)

Topping Off Green Building BSI di Aceh Rampung & Akan diresmikan Awal Tahun 2024

Dari ki-ka: Menteri BUMN Periode 2009-2011 sekaligus Ketua Diaspora Global Aceh Mustafa Abubakar, Direktur Utama BSI Hery Gunardi, Asisten 3 Provinsi Aceh Iskandar, Direktur Operasi Bidang Gedung PT PP (Persero) Tbk Yuyus Juarsa, Kepala OJK Aceh Yusri, dan Komisaris Utama BSI Muliaman D Hadad saat menekan tombol bersama sebagai simbolis topping off Green Building BSI Aceh, Banda Aceh (15/11).

BANDA ACEH, SUMUTPOS.CO — PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menargetkan gedung landmark Perseroan di Aceh senilai Rp325 miliar diresmikan pada Maret 2024, menyusul rampungnya konstruksi yang ditandai topping off. Gedung berkonsep green building ini pun semakin menekankan komitmen BSI memajukan perekonomian di Serambi Mekah.

Perseroan menuntaskan penutupan bagian atas yang menjadi simbol telah dirampungkannya proses konstruksi atau topping off Gedung Landmark BSI Aceh pada Rabu (15/11). Dalam acara tersebut, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan Gedung Landmark BSI Aceh nantinya terdiri dari 10 lantai dengan tinggi 46,6 meter dan menjadi gedung perkantoran tertinggi di Aceh.

“Alhamdulillah saat ini kami telah menyelesaikan 51,56% proses pembangunan gedung. Kami menargetkan pembangunan Gedung Landmark BSI Aceh selesai Februari 2024 dan diresmikan pada Maret 2024,” kata Hery menegaskan.

Hery juga menekankan bahwa nantinya gedung ini akan menjadi Kantor Wilayah BSI di Aceh. Sekaligus menjadi kantor wilayah bank pertama di Indonesia yang berdiri di provinsi yang terletak paling barat tersebut.

Hadirnya Gedung Landmark BSI Aceh dan menjadi kantor wilayah, menurut Hery merupakan bentuk keseriusan komitmen Perseroan untuk memberikan layanan operasional dan kontribusi terbaik bagi perekonomian di Provinsi Aceh.

“Kami ingin menjadi bank yang terus meningkatkan inklusivitas dan bersama-sama seluruh stakeholders mendorong pertumbuhan perekonomian di Aceh. Hadirnya gedung ini memperkuat komitmen BSI untuk bersama-sama masyarakat Aceh memajukan kesejahteraan di bumi Serambi Mekah,” tutur Hery.

Upaya dan komitmen BSI tersebut sudah terlihat selama ini. Posisi September 2023, secara tahunan aset BSI di Aceh tumbuh 10,99% menjadi Rp19,40 triliun. Pembiayaan tumbuh 16,32% menjadi Rp18,86 triliun dengan 44,30% porsinya diserap sektor UMKM. Pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 2,57% menjadi Rp15,30 triliun. Sedangkan pencapaian laba sebesar Rp474 miliar.

Untuk mendukung transaksi keuangan masyarakat di Provinsi Aceh, BSI memiliki 160 kantor cabang. Jaringan tersebut diperkuat pula dengan lebih dari 700 mesin ATM dan akan ditambah menjadi 1.000 unit seiring pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) 2024; sekitar hampir 1.000 mesin EDC Merchant; lebih dari 17.000 BSI Smart Agent; dan lebih dari 29.000 QRIS yang tersebar di seluruh penjuru Provinsi Aceh.

Selain itu, Perseroan telah membangun UMKM Center yang membina 1.641 UMKM. BSI mengembangkan pula wirausaha muda melalui BSI Aceh Muslim-Preneur yang diminati lebih dari 2.000 pendaftar.

“Dan masih banyak lagi kegiatan ekonomi yang sudah kami lakukan bersama masyarakat Aceh. Sehingga dengan pembangunan Gedung Landmark BSI Aceh di Jl. Teungku Daud Beureuh No.15 Banda Aceh ini, menjadi upaya kami untuk terus meningkatkan pelayanan dengan membangun dan memenuhi infrastruktur perbankan di Aceh,” ujarnya.

Kearifan Lokal & Green Building

Hary pun menambahkan, Gedung Landmark BSI Aceh menggunakan teknologi modern dan desain dengan kearifan lokal masyarakat bumi Serambi Mekah. Hal ini menjadi simbol kemajuan Provinsi Aceh yang semakin modern namun berpegang teguh pada nilai agama dan budaya. Akan tersedia pula media publikasi videotron yang menyatu dengan sisi luar gedung sebagai media publikasi publik pertama di Aceh.

“Pembangunan Gedung ini tidak akan meninggalkan unsur-unsur budaya dan kearifan lokal Aceh yang sering disebut sebagai kota Serambi Makkah. Apa lagi Islam adalah agama wad’un ilāhiyyun, senantiasa sejalan dengan budaya masyarakat selama budaya tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Islam,” imbuhnya.

Adapun dalam pembangunan gedung tersebut, BSI menggandeng PT PP (Persero) Tbk sebagai kontraktor. Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasi Bidang Gedung PT PP (Persero) Tbk Yuyus Juarsa mengatakan bahwa Gedung Landmark BSI Aceh merupakan gedung yang dibangun dengan konsep green building dengan sertifikasi Gold.

Menurut Yuyus, gedung tersebut mengusung semangat ramah lingkungan dan hemat energi. Hal itu terlihat dengan teknologi terkini yang digunakan. Seperti penggunaan Building Automation System sebagai perangkat hemat energi, Rain Water Harvest (RWH) atau pemanfaatan air hujan untuk kebutuhan operasional gedung.

Selain itu, Gedung Landmark BSI Aceh menggunakan desain kaca fasad DGU (Double Glass Unit) dengan rongga udara di antara kaca ganda. Sehingga mampu mereduksi panas matahari untuk mengurangi pemakaian pendingin ruangan. Tidak hanya itu, sumber kelistrikan gedung ini juga menggunakan sumber daya solar panel rooftop dan menjadi salah satu yang terbesar di Aceh.

“Dengan adanya penerapan teknologi tersebut, Gedung Landmark BSI Aceh menjadi bangunan perkantoran pertama di Aceh yang memperoleh sertifikasi Gold dalam penerapan green building,” kata Yuyus.

Dalam acara tersebut hadir pula Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Aceh Iskandar A. P. mewakili (Pj) Gubernur Provinsi Aceh Achmad Marzuki. Menurut Iskandar, pembangunan Gedung Landmark BSI Aceh adalah bentuk komitmen Perseroan kepada kemajuan Aceh.

Dia menilai BSI telah banyak terlibat dalam program pembangunan, terutama yang berkaitan dengan ekonomi dan keuangan syariah di sana. Dengan kebadiran gedung ini, pemerintah Provinsi Aceh berharap BSI akan semakin berperan aktif dan menjadi katalisator dalam pembangunan ekonomi dan keuangan syariah di Aceh.

“Pembangunan gedung ini menjadi momentum penting. Dalam konteks Aceh, sistem perbankan syariah menjadi keharusan. Salah satunya peran perbankan mendorong sektor kecil dan menengah. Saya berharap dengan hadirnya gedung ini mendorong masyarakat Aceh semakin tertarik menggunakan produk dan layanan perbankan syariah. Semakin banyak pula pengusaha Aceh yang melihat peluang usaha berorientasi syariah sebagai landasan pertumbuhan bisnis mereka,” pungkasnya.(rel)

UBKM Medan Utara Galang Dana untuk Palestina

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – UBKM-MU (Ukhuwah Badan Kesejahteraan Masjid Medan Utara) menggelar aksi galang dana bantuan untuk Warga Palestina, di Jalan K.L Yos Sudarso Simpang Jalan Tol Kampung Salam Kelurahàn Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (15/11/2023).

Koordinator Aksi, Abdul Karim Nasution mengatakan, aksi ini merupakan wujud kepedulian kepada Warga Palestina.

“Harapan kami, dengan bantuan ini bisa meringankan beban saudara kita, yang keluarganya meninggal, ataupun yang rumahnya hancur dihantam oleh seragam Israel, setelah ini kami akan kirimkan bantuan kami ini kepada lembaga-lembaga yang sudah dipercaya untuk mengirim bantuan dari warga Indonesia ke Palestina,” ucapnya.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada para relawan yang tetap melakukan aksi walau hujan. Para ibu dan bapak yang menjadi relawan tetap berdiri di tengah jalan sambil mengangkat kotak kotak permohonan bantuan kepada pengguna jalan. (mag-1/ram)

Polsek Bandar Khalifah Jalin Silaturahim dengan PPK saat Pojok Pemilu

KUNJUNGAN: Personel kepolisian Polsek Bandar Khalifah Resor Tebingtinggi melakukan imbauan pojok Pemilu di Kantor Sekretariat PPK Kecamatan Bandar Khalifah.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Personel Polsek Bandar Khalifah Polres Tebingtinggi melaksanakan kegiatan Pojok Pemilu di Kantor Sekretariat PPK Kecamatan Bandar Khalifah Kabupaten Serdangbedagai, Rabu (15/11/2023).

Dalam pelaksanaan kegiatan Pojok Pemilu ini dihadiri oleh personel Polsek Bandar Khalifah Bripka Karel Pardede dan Brigadir Junaidi Lubis, Sekretariat PPK Kecamatan Bandar Khalifah, Ketua PPK dan Anggota PPK Kecamatan Bandar Khalifah Kabupaten Serdangbedagai.

Personel Polsek Bandar Khalifah, Bripka Karel Pardede memberikan imbauan kamtibmas kepada PPK supaya bersikap netral dan adil serta tidak memihak kepada calon manapun.

“Bahwa pelaksanaan pojok pemilu ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara Polsek Bandar Khalifah Polres Tebingtinggi dengan seluruh perangkat penyelenggara pemilu tingkat Kecamatan,” jelasnya.

Dijelaskannya, untuk mengetahui perkembangan situasi tahapan pemilu serentak tahun 2024, yakni mengenai titik lokasi pemasangan alat peraga kampanye (APK) di wilayah Polsek Bandar Khalifah.

“Diharapkan dengan adanya pojok pemilu ini akan terjalin sinergitas antara Polsek Bandar Khalifah dan PPK Kecamatan Bandar Khalifah sehingga terciptanya situasi yang aman dan kondusif dalam tahapan pemilu demi suksesnya pemilu tahun 2024,” jelasnya. (ian/ram)

Pj Sekda Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua Gerakan Kwarcab Tebingtinggi

MUSCABLUB: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani ketika memberikan arahan pada pelaksanaan Muscablub Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Tebingtinggi terpilihnya Kamlan Mursyid.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Sekdako Kamlan Mursyid terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab (Kwartir Cabang) Kota Tebingtinggi, masa bhakti hingga 2026.

Hasil ini didapat dalam Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Gerakan Pramuka Kwarcab Tebingtinggi, dengan agenda Pemilihan Ketua Kwarcab Tebingtinggi Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Rabu (15/11/2023).

Sebelum pemilihan, kegiatan terlebih dahulu dibuka Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani dan dihadiri sejumlah Kepala OPD dan perwakilan Kwarda Gerakan Pramuka Sumut.

Dalam sambutannya, Syarmadani Pramuka sebagai pelopor dengan tekadnya tiada kenal kata menyerah, tiada rotan akar pun jadi. “Inilah juga landasan dalam pendidikan non formal Pramuka, paling tidak ada 3 hal pendidikan dalam Pramuka, yakni pembinaan, mental bagus dan pelatihan. Maka dengan sepenuh hati, kami sangat mendukung Gerakan Pramuka dan mudah-mudahan ini bisa diejawantahkan dengan pengurus yang ada,” kata Syarmadani.

Momentum Muscablub ini, ungkap Syarmadani sangat luar biasa untuk melanjutkan garis komando fungsi-fungsi Kwarcab Tebingtinggi, tentu dengan menggunakan mekanisme musyawarah dalam pemilihan.

“Kami berharap kegiatan dapat berjalan dengan baik dan selamat melaksanakan Muscablub. Mudah-mudahan dengan cara singkat, efektif dan kebesaran hati mencapai hal yang diinginkan. Kepada yang terpilih nantinya, sinergikan apa yang bisa kita capai,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili Ketua Kwarda Sumut, OK Zulkarnain berharap Muscablub ini adalah titik awal kembali bagi Gerakan Pramuka Kota Tebingtinggi untuk menciptakan berbagai inovasi program yang langsung menyentuh Kwartir Ranting dan Gugus Depan.

“Kiranya Kwarcab Kota Tebingtinggi dapat berdampingan dengan Kwarda dalam rangka memajukan Pendidikan dan kegiatan Kepramukaan di Kota Tebingtinggi khususnya dan Sumatera Utara. “Semoga semua ikhtiar kita mendapatkan kemudahan dan kelancaran,” tutupnya.

Ketua Kwarcab Kota Tebing Tinggi terpilih, Kamlan Mursyid mengapresasi dan mengucapkan terimakasih kepada panitia, pengurus dan semua pihak yang telah terlibat dalam Muscablub ini. Tambahnya, apa yang telah dibuat oleh pengurus periode sebelumnya, akan dilanjutkan Kembali dan apabila ada program kerja dari Kwarda ataupun Kwarnas, akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

“Hal ini sebagai salah satu upaya bahwa Pramuka itu ada, peduli dan membantu kepada masyarakat mengingat Pramuka merupakan salah satu unsur dari pemerintah. Dengan kepercayaan dari pemilihan Muscablub dan masyarakat serta anak anak Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Tebingtinggi ini, saya yakin dan percaya, Pramuka dapat kita majukan secara bersama-sama,” pungkas Kamlan Mursyid. (ian/ram)

Bapedda Gelar Kongko Kongko Pembangunan RPJPD Kota Tebingtinggi

KONGKO: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani ketika membuka kegiatan kongko kongko bersama Bapedda Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar kegiatan Kongko-Kongko Pembangunan dalam rangka Penjaringan Aspirasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Tebingtinggi tahun 2025-2045, di Legato Garden Resto, Jalan Imam Bonjol, Kota Tebingtinggi, Selasa (14/11/2023) sore.

Dalam sambutannya, Pj Wali Kota Tebingtinggi, Syarmadani, mengatakan perlunya komunikasi dan diskusi bersama dalam merencanakan pembangunan Kota Tebingtinggi. “Pembangunan memang tidak hanya hasil mimpi semalam dan bukan mimpi 1 orang saja. Kita perlu berkomunikasi, berdiskusi, untuk pembangunan Kota Tebingtinggi dan pembangunan yang akan dilakukan benar nyata kehendak dari rakyatnya,” ujar Syarmadani.

Syarmadani berharap segala perencanaan pembangunan yang dilaksanakan harus berorientasi kepada manusia, tidak semata-mata fisik saja. Fisik memang harus, tapi pembangunan sumber daya manusia harus diutamakan.

“Jangan hanya sistem pemerintahannya yang dibangun. Mohon bantuan kita semua yang hadir, mari kita terus bersama-sama memikirkan Kota Tebingtinggi dalam suatu rencana aksi,” harap Syarmadani.

Kepala Bappeda, Erwin Damanik dalam laporannya mengatakan kegiatan ini hasil modifikasi dari Kota Depok untuk penjaringan aspirasi masyarakat, berdiskusi secara lebih santai.

“Kami pikir, pertemuan-pertemuan formal satu arah terkadang kaku dan membuat orang merasa sungkan untuk menyampaikan aspirasinya. Melalui pertemuan seperti ini, kita tidak canggung untuk mengutarakan isi pikiran kita,” ucap Erwin.

Lanjutnya, keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran tidak dapat membuat pertemuan-pertemuan untuk menampung semua aspirasi masyarakat.

“Sekarang kita sudah pakai teknologi, jadi kita tidak membagikan kuisioner door to door. Kita hanya bagikan link dan dapat diisi isu strategis Kota Tebing Tinggi. Mohon bantuan hadirin sekalian untuk menyebarluaskan kepada masyarakat,” harap Erwin. (ian/ram)