Home Blog Page 971

Serap Aspirasi, Ganjar Kunjungi Kampung Nelayan di Lampung

MERAKYAT: Ganjar Pranowo bertemu warga di sekitaran tempat pelelangan ikan (TPI) Lempasing, Bandar Lampung, pada Rabu (25/10).

SUMUTPOS.CO – CALON Presiden (capres) Ganjar Pranowo terus melanjutkan safari politiknya ke sejumkah daerah untuk mendengarkan keluhan dan masukan dari masyarakat. Saat berada di Bandar Lampung, Ganjar bertemu dengan sejumlah masyarakat yang tinggal di kampung nelayan.

Dalam kesempatan itu, warga mengeluhkan tentang kurangnya fasilitas sanitasi di tempat pelelangan ikan (TPI) Lempasing. Seorang pedagang ikan, Cerem, mengungkapkan bahwa sudah lama warga kampung nelayan mendambakan tersedianya fasilitas sanitasi di TPI. Bahkan, banyak nelayan yang tidak memiliki toilet sendiri di rumahnya.

Situasi itu membuat sejumlah warga terpaksa menumpang ke rumah warga lain yang memiliki jamban, atau bahkan buang air besar (BAB) di laut.”WC umum tidak ada, di rumah juga nggak punya,” kata Cerem ketika berdialog dengan Ganjar Pranowo di RM Sundawa, Rabu (25/10),

Menyikapi keluhan itu, Ganjar mengekspresikan kekagetannya dan bertanya tentang program jambanisasi. Cerem mengkonfirmasi program itu ada, tetapi tidak semua warga mendapatkan manfaatnya. Karena itu, Ganjar menegaskan tindakan perlu diambil untuk memastikan fasilitas sanitasi yang memadai tersedia bagi masyarakat.

Selain masalah sanitasi, masyarakat kampung nelayan di TPI Lempasing juga mengungkapkan keinginan mereka untuk memiliki akses lebih baik terhadap air bersih. Saat berdialog dengan para nelayan, Ganjar juga mendengar keluhan terkait masalah pengurusan dokumen kapal. Para nelayan menyoroti proses perizinan dokumen kapal yang seringkali rumit dan lambat.

Harun, seorang nelayan, menyampaikan proses perizinan dokumen kapal perlu dipermudah terutama untuk nelayan kecil seperti mereka. “Kalau ke depan Pak Ganjar bisa menjadi Presiden, peraturannya itu harus dirubah, surat-surat kapal itu terlalu banyak, nggak satu macam dan berlakunya tidak sama,” ungkap Harun.

Dalam mengatasi persoalan-persoalan itu, Ganjar menjanjikan upaya untuk memperbaiki akses fasilitas sanitasi yang memadai, memastikan penyediaan akses air bersih yang lebih baik bagi masyarakat, serta mempermudah perizinan operasional kapal nelayan.

Untuk itu, Ganjar akan mencoba berkomunikasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk mengatasi masalah perizinan operasional kapal nelayan tersebut. “Kebutuhan dasar seperti jamban, air bersih sudah direspons. Terkait izin kapal yang belum selesai, saya akan komunikasi dengan Menteri,” ungkap Ganjar.

Mantan gubernur Jawa Tengah dua periode tersebut mengakui kunjungannya ke Lampung untuk mengetahui lebih jauh kondisi masyarakat nelayan dan perjuangannya dalam mengatasi berbagai tantangan sehari-hari.”Saya sengaja datang kesini untuk menyerap aspirasi mereka sebagai landasan perjuangan politik pada pilpres nanti,” pungkas Ganjar.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan, Abdurahman ketika dikonfirmasi mengapresiasi program Ganjar yang akan memperlancar proses kepengurusan izin kapal. Karena selama ini para nelayan sangat kesulitan mulai perizinannya. Ia berharap pemerintah mampu mempermudah proses pengurusan dokumen kapal ikan nelayan agar tidak serumit sekarang. “Pada umumnya semua pemilik kapal ingin mengurus izin atau dokumen kapalnya. Namun karena selama ini mengurusnya sulit maka banyak nelayan tidak mengurus dokumen kapal mereka,” katanya.(wir/mag-1)

Bawa Hasil KTT OKI, Jokowi akan Temui Joe Biden

net BERTEMU: Jokko Widodo dan Joe Biden bertemu saat di The Apurva Kempinski Bali.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Setelah mengikuti rangkaian pertemuan darurat tingkat tinggi Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Presiden RI Joko Widodo akan melanjutkan perjalanannya menuju Washington, Amerika Serikat.

Menurut laporan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Jumat (10/11), Jokowi dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden pada Senin mendatang (13/11).

“Presiden RI direncanakan akan melakukan kunjungan bilateral ke Washington DC pada tanggal 13 November. Dalam kunjungan tersebut Presiden Jokowi dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Presiden Joe Biden,” kata Retno.

Ia mengatakan, karena pertemuan dengan Biden dilakukan tak lama setelah KTT darurat OKI tentang Gaza, maka apa yang akan disampaikan Jokowi nanti masih berkaitan dengan hasil pertemuan tersebut.

“Presiden Jokowi akan sampaikan posisi Indonesia mengenai situasi di Gaza kepada Presiden Joe Biden. Juga akan menyampaikan hasil-hasil KTT OKI kepada Presiden Joe Biden,” jelas Retno.

Selain membahas perkembangan konflik di Gaza, kata Retno, Jokowi juga akan memfokuskan pembicaraan tentang peningkatan kerjasama Indonesia-AS.

“Sebagaimana biasa dalam kunjungan bilateral Presiden Jokowi, isu kerja sama ekonomi juga akan menjadi salah satu fokus,” pungkasnya. (rml/han)

Proyek APD Kemenkes Dikorupsi Rp3,03 Triliun

Kepala bagian pemberitaan KPK, Ali Fikri

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut, nilai proyek dalam pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2020-2022 mencapai Rp 3,03 triliun. Kepala bagian pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, nilai proyek triliunan rupiah itu untuk pengadaan 5 juta set APD pada masa pandemi covid-19.

“Jadi saya kira ini cukup besar proyek APD untuk covid-19. Nilai dengan Rp3,03 triliun itu untuk 5 juta set APD,” kata Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (10/11).

Juru bicara berlatar belakang jaksa itu mengatakan, perkara ini berkenaan dengan dugaan penyalahgunaan kewenangan sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara. Berdasarkan penghitungan sementara, Ali mengatakan jumlah kerugian negara mencapai ratusan miliar untuk tahun 2020. “Dugaan kerugian negara sementara sejauh ini diduga mencapai ratusan miliar rupiah dan sangat mungkin berkembang,” ucap Ali.

KPK menyayangkan, adanya gelontoran dana besar dari pemerintah untuk perlindungan keselamatan dan kesehatan warga negara dalam menghadapi pandemi, justru disalahgunakan melalui praktik-praktik korupsi. Karena itu, KPK mengajak masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan penanganan perkara ini. “Hal ini sebagai bentuk transparansi KPK dan pelibatan publik dalam pemberantasan korupsi,” ujar Ali.

Dalam mengusut kasus tersebut, KPK juga telah mencegah lima orang untuk tidak bepergian ke luar negeri. Pencegahan dilakukan KPK melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI.

“Terkait dengan dibutuhkannya keterangan beberapa pihak untuk mendukung proses penyidikan perkara dugaan korupsi pengadaan APD di Kemenkes RI, saat ini KPK telah ajukan cegah pada pihak Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI terhadap lima orang untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri,” urai Ali.

Pencegahan ke luar negeri ini dilakukan selama enam bulan ke depan, dan dapat diperpanjang selama satu kali untuk jangka waktu yang sama. Oleh karena itu, juru bicara KPK berlatar belakang jaksa itu berharap, para pihak yang dicegah tersebut bisa kooperatif, untuk mempercepat penanganan perkara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lima pihak yang dicegah itu di antaranya Budi Sylvana selaku Kepala Pusat Krisis Kesehatan saat kasus terjadi. Kini dia menjabat sebagai Kepala Pusat Kesehatan Haji.

Kemudian, Harmensyah selaku Sekretaris Utama BNPB saat peristiwa pidana terjadi, Satrio Wibowo selaku pihak swasta, Ahmad Taufik selaku pihak swasta, dan A Isdar Yusuf selaku advokat. “Adapun pihak dimaksud yaitu dua ASN dan tiga pihak swasta,” ucap Ali. (jpc/han)

Ganjar Pranowo Sapa Masyarakat Deliserdang, Petani Curhat Harga Pupuk Mahal

GEBYAR SENI: Calon Presiden RI Ganjar Pranowo saat menghadiri Gebyar Seni Budaya di Lapangan Tumpatan Nibung, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, Jumat (10/11). Di sana, Ganjar disuguhi tarian daerah, termasuk kesenian kuda lumping.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Menyapa masyarakat Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara, Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo menerima curahan hati (Curhat) para petani terkait mahalnya harga pupuk serta bahan komoditi bahan pokok lainnya, seperti beras, cabai dan telur. Namun, Ganjar mengaku belum bisa mengambil keputusan untuk mengatasi masalah tersebut, karena belum terpilih menjadi presiden.

“Saya belum bisa mengambil keputusan. Tapi suara rakyat itulah menjadi esensi yang jika nanti saya terpilih (menjadi presiden) bisa mengambil keputusan bagaimana harga itu bisa menjadi lebih baik seperti yang diharapkan,” kata Ganjar di hadapan masyarakat Desa Aras Kabu, Kecamatan Beringin, Deliserdang, Jumat (10/11)

Menurut Ganjar, selama kunjungannya ke berbagai daerah, rata-rata keluhan warga semua terkait mahalnya harga komoditi dan sulitnya mendapat pupuk bersubsidi akibat dari pembagian yang tidak tepat sasaran dan merata. “Ini sudah menjadi PR kita. Nanti kita bereskan itu semua. Caranya, kita nanti akan bentuk tim guna menstabilisasi harga itu semua,” tegas Ganjar.

Dia mengungkapkan, beberapa hari ini dia akan berkeliling di seluruh Sumatera Utara untuk menyapa para relawan, dimulai dari nelayan, petani, tokoh agama, budayawan serta pendukung lainnya. “Pendukung dan relawan saya di Sumatera Utara ini sangat top markotop. Di hati dan pikiran saya terasa betul dukungan dan perjuangan itu dari para relawan dan lapisan masyarakat yang ada disini,” pungkasnya.

Sebelumnya, saat tiba di Bandara Kualanamu Deliserdang, Ganjar disambut Ketua DPD PDI Sumut Rapidin Simbolon, kader PDI Perjuangan, dan para relawan yang antusias menunggu sejak pagi. Ganjar pun sempat menyapa warga dan memenuhi permintaan berfoto. Setelah itu, Ganjar menunaikan salat Jumat di area Mezzanine Terminal Bandara Kualanamu.

Menurut Wira Hayati Saragih, kader PDI Perjuangan yang juga calon anggota legislatif DPRD Deliserdang, Ganjar memiliki sejumlah agenda pertemuan dan kegiatan pelestarian budaya di Kabupaten Deliserdang. “ Pak Ganjar memiliki agenda dan acara pelestarian budaya di Kecamatan Batangkuis dan Kecamatan Beringin, hari ini. Warga sangat antusias menunggu sejak pagi begitu mengetahui Pak Ganjar mau datang,” kata Wira Hayati.

Dalam kunjungannya di Batangkuis, Ganjar menghadiri gebyar seni budaya di Lapangan Tumpatan Nibung. Ia disuguhi kesenian kuda lumping dan langsung berbaur dengan para pemain untuk ikut menari kuda lumping. Ganjar pun bersenda gurau dengan warga sambil berpesan, pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah.

Pada kesempatan itu, Ganjar menyerahkan bantuan seperangkat alat musik Gamelan kepada pelaku seni di sana. “Saya serahkan ini. Mudah-mudahan bisa mengembangkan seni dan budaya yang ada di sini,” kata Ganjar kepada perwakilan pelaku seni.

Ganjar menyatakan, pembangunan bukan hanya terbatas pada fisik, tetapi juga harus mencakup aspek spiritual dan kebudayaan. “Pembangunan tidak hanya pembangunan fisik, ada pembangunan spiritual, keagamaan, pendidikan, kesehatan, pangan, energi dibangun, tapi jangan melupakan seni dan budaya, karena sebenarnya Anda bisa melihat dengan kesenian seperti ini masyarakat berkumpul, nuansanya kebahagian ada,” paparnya.

Ganjar juga menekankan pentingnya pembinaan dan dukungan bagi para pelaku seni, karena melalui seni, anak-anak bisa mengekspresikan diri, menunjukkan talenta, dan mengasah kepekaan serta rasa mereka. Menurut Ganjar, pembangunan seni budaya diakui sebagai bagian integral dari pembangunan nasional, dan Ganjar berkomitmen untuk terus memberikan perhatian pada sektor ini demi kelanjutan kekayaan budaya Indonesia. “Jadi pembangunan seni budaya itu sangat penting sekali,” tegas Ganjar.

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu pun memuji pementasan seni yang ditampilkan dalam acara tersebut. “Tariannya luar biasa, top, indah, bagus sekali,” pungkasnya.

Hadir pada kegiatan itu puluhan sanggar seni dari sejumlah daerah seperti Langkat, Binjai, Medan, Serdang Bedagai hingga Simalungun dalam acara penyerahan dan gebyar seni dan budaya tersebut. (jpg/btr/adz)

Kenali Saraf Kejepit dan Penanggulannya

Saraf kejepit adalah kondisi di mana terdapat tekanan berlebihan pada saraf oleh jaringan di sekitarnya, misalnya tulang, tulang rawan, otot atau tendon. Tekanan ini dapat menyebabkan nyeri, kesemutan, baal, atau kelemahan. Saraf bisa terjepit di berbagai area di tubuh, misalnya di tulang belakang.

Saraf di tulang belakang yang terjepit dapat menimbulkan gejala nyeri yang menjalar ke belakang tungkai bawah. Begitu pula bila saraf terjepit di pergelangan tangan, nyeri dapat menjalar ke tangan dan jari.

Nah bagaimana cara mencegah dan mengatasi agar Tidak Kena Saraf Kejepit, Lakukan hal ini:

1.Perbaiki postur duduk dan berdiri
Posisi duduk dan berdiri tegap merupakan postur yang baik. Saat Anda menggunakan postur yang benar, maka tulang punggung akan memiliki bentuk yang baik juga. Sesuaikan kenyamanan tulang punggung Anda dengan mengubah posisi duduk, melakukan peregangan, atau berjalan sejenak.

2.Banyak Beristirahat
Jika Anda merasa capek, beristirahatlah. Saat kita tidur, tubuh akan memperbaiki dirinya sendiri, sehingga gejala saraf kejepit dapat diatasi dengan sendirinya. Hindari menggunakan bagian tubuh yanhg mengalami saraf kejepit dengan berlebihan dan pilih posisi tidur yang tidak memberi tekanan berlebihan pada bagian yang sakit.

3.Berhati-Hati saat Mengangkat Beban Berat
Jangan sampai salah posisi saat mengangkat beban berat. Hindari posisi membungkuk, agar bobot tidak sepenuhnya menjadi tanggungan tulang punggung. Sebaiknya ambil posisi berjongkok dan tegakkan punggung sebelum mengangkat beban berat.

4.Menjaga Berat Badan Ideal
Obesitas menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya hernia nukleus pulposus (HNP) pada seseorang. Saat kelebihan berat badan, saraf di tulang punggung rentan terjepit karena tekanan berat badan yang berlebihan. Usahakan menjaga berat badan Anda dengan menjalani pola hidup yang sehat.

5.Berhenti Merokok Sekarang Juga
Merokok akan membuat karbon monoksida dan nikotin masuk ke dalam aliran darah dan jaringan tubuh. Jika dibiarkan berlarut-larut, maka dapat meracuni dan mengganggu kemampuan bantalan tulang punggung, sehingga menyebabkan tulang tersebut kering, berkurang elastisitasnya, dan menjadi rusak. Akibatnya Anda bisa megalami saraf kejepit.

6.Ubah cara kerja
Bila Anda harus bekerja menatap layar komputer dalam waktu yang lama, posisi monitor, mouse dan keyboard terkadang dapat menyebabkan masalah bagi pergelangan tangan dan leher.

7.Istirahat
Ketika kita tidur, tubuh secara alami menyembuh dan memperbaiki kerusakan atau masalah yang ada. Saraf yang terjepit akan memburuk ketika digunakan secara berlebihan, sehingga penting untuk menghentikan gerakan yang menyebabkan nyeri di area yang sarafnya terjepit.

8.Kompres hangat/dingin
Ketika saraf terjepit, terjadi juga peradangan dan pembengkakan. Pada kondisi ini, gunakan kompres hangat dan dingin bergantian.

Kompres dingin harus digunakan selama lima belas menit, tiga kali sehari, dan kompres hangat digunakan selama setengah hingga satu jam.(*)

Meet & Greet Media Bank Sumut, Media Harus Konsisten Promosikan Produk UMKM ke Masyarakat

DIABADIKAN: Panitia, peserta, dan narasumber diabadikan bersama pada Meet & Greet Media Bank Sumut di Ibis Styles Hotel, Jalan Pattimura Medan, Jumat (10/11). (Istimewa)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, kreativitas usaha yang dikembangkan para pelaku UMKM, sangat rentan terbentur dengan pelemahan daya beli. Mengingat ketidakpastian ekonomi yang terjadi hingga saat ini. Dan kreativitas tersebut pun menjadi tak bernilai. Tak hanya UMKM, dunia usaha lain juga belum tentu akan mampu bertahan dari tekanan ekonomi ini.

Hal ini disampaikan Gunawan pada acara Meet & Greet Media Bank Sumut di Ibis Styles Hotel, Jalan Pattimura Medan, Jumat (10/11). Acara yang digelar Forum Wartawan Bank (FWB) ini, mengusung tema ‘Mendukung UMKM Lokal Lewat Pemasaran dan Promosi di Media’. Kegiatan ini juga dihadiri Corporate Secretary Bank Sumut Agus Condro Wibowo, Pemimpin Divisi Ritel Bank Sumut Erwin Zain, Pimpinan Humas Sulaiman, dan para pegawai Bank Sumut.

Di tengah kondisi ini, lanjut Gunawan, media diharapkan mampu memberikan informasi akurat terkait ekspektasi situasi ekonomi ke depan. Selanjutnya, media mampu menyuarakan inovasi yang sudah ditemukan dan bisa ditiru oleh pelaku UMKM lainnya.

“Media juga disarankan konsisten mempromosikan produk UMKM ke masyarakat, terlebih dengan ulasan yang lengkap, baik produk maupun profil usaha pelaku UMKM,” imbaunya.

Dia pun mengatakan, saat ini bank juga akan semakin selektif dalam menjaring debiturnya. Hal ini dilakukan dengan melihat tingginya risiko dunia usaha saat ini. Profil risiko bisnis pelaku UMKM akan menjadi bobot pertimbangan yang paling besar, dibandingkan dengan prospek keuntungan bisnis UMKM yang bisa didapatkan.

“Disarankan media seyogianya tidak hanya mengabarkan keberhasilan pelaku UMKM. Namun bisa menjabarkan bagaimana pelaku UMKM dalam memulai usaha hingga usaha tersebut
berjalan dan menguntungkan. Seperti bagaimana pelaku UMKM mengakses modal ke perbankan, termasuk segala persyaratan yang dibutuhkan,” tutur Gunawan.

Sementara itu, Corporate Secretary Bank Sumut, Agus Condro Wibowo mengatakan, Bank Sumut sudah beberapa kali melaksanakan kegiatan di tahun ini.

“Bank Sumut juga mengucapkan terima kasih ke FWB, yang telah menginisiasi menyelenggarakan kegiatan ini. Harapan kami, di 2024 nanti, kegiatan ini bisa tetap terlaksana dan bisa lebih baik. Karena bank juga tidak bisa lepas dari media. Karena media juga berkontribusi ke besar kecilnya bank,” jelasnya.

Menyoal tema yang diusung, yakni ‘Mendukung UMKM Lokal Lewat Pemasaran dan Promosi di Media’, menurut Agus, hal itu karena pelaku UMKM juga berkontribusi ke bank.
“Kaitannya dengan media, ya karena media juga bisa mendorong perkembangan UMKM,” ujarnya.

Agus pun berharap, tema yang diambil ini bisa mendukung UMKM dan mengerek pertumbuhannya. Karena pertumbuhan UMKM juga akan berkontribusi pada perekonomian dan juga meningkatkan PDRB.

Sementara itu, Ketua FWB, Khairunnisak Lubis berharap, ke depan pihaknya dapat tetap melakukan koordinasi dengan perbankan, terutama kepada Bank Sumut, yang 100 persen
mendukung acara ini.

“Kami harap, koordinasi ini akan terus berjalan dengan pihak-pihak perbankan, terutama Bank Sumut,” pungkasnya. (saz)

Andi Kurniawan Sah Pimpin AFI Medan

DIABADIKAN: Andi Kurniawan diabadikan bersama Ketua AFI Sumut DR. Supriadi, SE, MM, M.Si usai resmi menjadi Ketua AFI Medan periode 2023-2027. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Andi Kurniawan secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Asosiasi Floorball Indonesia (AFI)A Kota Medan periode 2023-2027 berdasarkan musyawarah kota di Ruang Rapat Fakultas Ekonomi UISU, Jumat (10/11).

Ketua AFI Sumut DR. Supriadi, SE, MM, M.Si menjelaskan olahraga floorball sendiri adalah cabor baru di Sumatera Utara, akan tetapi sudah dipertandingkan ajang Sea Games 2019 di Filipina.

“Kami berharap floorball ini bisa berkembang di Sumatera Utara terkhusus di kota Medan sebagai sentral pengembangan olahraga. Apalagi Sumut akan menjadi tuan rumah PON 2024 mendatang. Sekaligus harapan kita dengan muskot ini diikuti oleh Kota/Kabupaten lainnya,” katanya.

Untuk mengembangkan cabor ini, kata Supriadi, dirinya bersama pengurus lainnya akan secara masif mengenalkan floorball kepada masyarakat Sumut, baik di kota maupun di desa.

“Setelah ini kami akan audiensi dengan stakeholder olahraga baik Pemprov Sumut, Dispora Sumut maupun KONI Sumut. Agar cabor ini dipertandingkan di PON 2024 mendatang sebagai cabor eksebisi,” jelasnya.

Diakui bila Kota Medan menjadi cabang pertama untuk tingkat kabupaten/kota. “Saya berharap agar ketua terpilih dapat mengembangkan olahraga ini di Kota Medan,” pintanya.

Ketua AFI Medan terpilih Andi Kurniawan mengucapkan terimakasih atas amanah yang telah diberikan kepada dirinya. Tentunya amanah tersebut akan diemban dengan baik.

“Saya siap mengembangkan floorball, sehingga menjadi pilihan olahraga bagi kawula muda di Kota Medan. Dan membantu mewujudkan Medan menjadi Kota Atlet,” katanya singkat.

“Untuk itu saya juga meminta dukungan dari berbagai pihak khususnya para pengurus di AFI Medan nantinya. Mari sama-sama kita jadikan AFI sebagai cabor yang besar dan berprestasi,” tutupnya. (dek)

Indosat Ooredoo Hutchison Gelar Kompetisi dan Festival Film Pendek SOS 2023

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH)
berkolaborasi dengan Narasi menyelenggarakan ajang Festival Film Pendek Save Our Socmed (SOS) 2023. Kompetisi pembuatan film pendek ini diadakan dengan tujuan menginspirasi anak muda Indonesia agar bijak dalam menggunakan media sosial sekaligus meningkatkan literasi digital mereka.

Festival Film Pendek SOS 2023
mengampanyekan anti hate speech dengan tema ‘Bicara Baik di Digital, Hindari Emosi Tanpa Substansi’. Ajang penuh kreatifitas anak muda ini akan berlangsung sejak pendaftaran dibuka pada tanggal 26 Oktober 2023 hingga pengumuman pemenang di bulan Februari 2024 mendatang.

SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Steve Saerang, mengatakan, media sosial merupakan rumah dari berbagai karya dan tempat untuk berkolaborasi bersama. Media sosial, harusnya jadi tempat yang nyaman, bukan tempat menebar kebencian.

“Melalui kampanye ini, Indosat mengajak generasi muda untuk #BijakBerkreasiTanpaBatas, di mana kekuatan cerita dan visual dapat menyebarkan pesan perdamaian, kesetaraan, dan toleransi. Dengan dukungan teknologi dan digitalisasi, kita dapat mengubah dunia serta membangun masyarakat yang lebih inklusif dan peduli dengan sesama,” ujarnya.

Program Festival Film Pendek SOS yang telah sukses terselenggara sejak 2021 ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial (CSR) Indosat di pilar Pendidikan Digital yang memiliki rangkaian kegiatan seperti roadshow ke berbagai kampus, sosialisasi, workshop pelatihan, seleksi penjurian, dan acara pengumuman pemenangnya.

Adapun kegiatan workshop pelatihan akan menyajikan lokakarya online dengan menghadirkan para pakar perfilman untuk meningkatkan keterampilan para peserta.
Aktifitas roadshow kampus akan diselenggarakan di empat kota, mulai dari Medan, Jember, Pontianak, dan Makassar.

Kegiatan sosialisasi turut dilakukan di enam kota lainnya, yaitu Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, dan Mataram. Anak muda yang ada di kota lainnya tetap bisa menginguti kompetisinya dengan mengirimkan karya secara online. Nantinya, hasil karya dari pemenang kompetisi akan ditampilkan dalam acara Anugerah Karya Festival Film Pendek SOS tahun 2024
mendatang.

“Ujaran kebencian dapat menjadi awal terjadinya polarisasi. Hal ini menjadi
pendorong kami untuk berkontribusi menyampaikan narasi positif di dunia digital melalui pendekatan kreatif. Harapannya kampanye program Festival Film Pendek SOS ini dapat menginspirasi berbagai pihak untuk bergotong royong menciptakan media sosial sebagai tempat yang lebih bermakna untuk kita. nyaman dan aman untuk berekspresi,” tutup Steve.

Founder Narasi, Najwa Shihab, mengatakan, inisiatif Indosat menyelenggarakan Festival Film Pendek SOS 2023 patut didukung.

“Sebagai kawan kolaborasi, kami punya semangat serupa, melawan penyebaran
ujaran kebencian. Apalagi, kita sudah memasuki hari-hari jelang pesta demokrasi yang rentan menjadi lahan subur ulah tingkah informasi yang memecah belah. Lewat film-film pendek ini, kami berharap dapat memberikan suara dan gagasan yang dibutuhkan tentang kesetaraan, toleransi, dan perdamaian,” ungkapnya. (rel/ram)