Home Blog Page 989

Siti Suciati Minta Warga Kota Medan Lengkapi Adminduk

SOSIALISASI: Siti Suciati saat Sosialisasi Perda tentang Penyelenggaraan Kearsipan yang digelar di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (4/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyelenggaraan kearsipan dapat menjamin terciptanya keselamatan dan pertangungjawaban setiap kegiatan pemerintahan, baik itu dalam perencanaan, pelaksanaan, penyelenggaraan kehidupan kebangsaan hingga penyelenggaraan pelayanan.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan, Siti Suciati saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan No.1 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kearsipan yang digelar di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (4/11).

Diketahui, kegiatan tersebut digelar Suci dal dua sesi, yakni di Lingkungan II pada sesi pertama dan di Lingkungan III pada sesi kedua.”n

Kearsipan sangat penting dalam segala aspek kehidupan kita, khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan,” ucap Suciati.

Oleh sebab itu, guna mendukung terciptanya kearsipan yang baik di pemerintahan khususnya di masyarakat, Suciati meminta kepada setiap warga Kota Medan untuk mengurus administrasi kependudukan (adminduk) nyan

Suciati yang duduk sebagai Sekretaris Komisi I DPRD Medan itu pun mengaku siap membantu masyarakat untuk pengurusan adminduk yang dibutuhkan.

“Mulai dari pengurusan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), akte kelahiran, saya siap membantu pengurusannya untuk warga secara gratis atau tanpa dipungut biaya. Mari urus adminduk untuk kearsipan Kota Medan yang baik,” ujarnya.

Bila pengurusan adminduk telah dilakukan, kata Suciati, maka masyarakat juga akan lebih mudah dalam menerima pelayanan dari pemerintah, termasuk untuk menerima berbagai bantuan sosial ataupun jaminan sosial. “Untuk itu, warga Kota Medan harus tertib administrasi dan kearsipan. Terlebih bagi warga yang benar-benar berdomisili di Kota Medan,” katanya.

Suciati pun menjelaskan, bahwa Kota Medan memerlukan lembaga kearsipan yang mampu menjadi manajer untuk mengelola arsip dalam aktivitas penyelenggaraan pemerintahan.

“Pasalnya, kota ini sebagai salah satu daerah yang memiliki aktivitas tinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Hal itu tidak lepas dari perjalanan pengelolaan kearsipan di Kota Medan yang selama ini belum ada regulasi dalam mengatur penyelenggaraan kearsipan tersebut,” tuturnya.

Siti Suciati menyebutkan, bahwa diberlakukannya Undang-undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan yang mengatur masalah kearsipan, khususnya tentang eksistensi arsip elektonik, legalisasi dan kewajiban setiap badan dan/atau pejabat pemerintahan untuk membuat alasan pertimbangan setiap keputusannya berdasarkan pertimbangan yuridis, sosiologis dan filosofis, tentu membutuhkan sumber data/arsip.

Ditambahkannya, materi muatan yang berkaitan dengan arsip dalam UU Nomor 30 Tahun 2014 itu, merupakan aturan baru yang tidak ada dalam UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, maupun Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan UU Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan. “Materi baru itu semakin memperkuat alasan dibutuhkannya Perda tentang Kearsipan di Kota Medan,” ujarnya.

Atas dasar latar belakang seperti itu, kata Suciati, maka permasalahan penyelenggaraan kearsipan di lingkungan Pemko Medan dapat diidentifikasi. Sehingga diharapkan, kondisi dan permasalahan kearsipan di lingkungan Pemko Medan dapat dilaksanakan sesuai dengan SOP yang ditetapkan kantor Arsip Nasional Indonesia (ANDRI). “Hal itu, terpapar baik dari sarana dan prasarana, dasar yuridis serta sumber daya manusia (SDM) nya,” pungkasnya. (map/ila)

Ganjar Dicurhati Komunitas Sopir di Lampung, Berharap Tak Ada Lagi Pungli

MERAKYAT: Ganjar Pranowo makan bersama para sopir angkutan kota di Warung Sundawa di Terminal Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Rabu (25/10).

SUMUTPOS.CO – WARUNG Sundawa di Terminal Rajabasa, Kota Bandar Lampung tiba-tiba diserbu puluhan sopir angkutan kota, Rabu (25/10). Ternyata karena calon presiden (capres) Ganjar Pranowo menyempatkan mampir dan makan siang di warung tersebut. Tanpa pengawalan ketat, Ganjar menyapa ramah para sopir dan mengajak mereka makan bersama. Suasana pun menjadi begitu akrab. Kesempatan itu dimanfaatkan para sopir untuk melepaskan curahan hati (curhat) dan menyampaikan aspirasi.

Faisol, seorang sopir angkutan kota Bandar Lampung mengaku tidak menyangka bisa bertemu dengan Ganjar secara langsung di sebuah warung. Sikap Ganjar yang ramah membuat dia dan teman-teman sopir yang lain tidak segan menyampaikan keluhan.

“Rasanya senang bisa ketemu dan makan bareng Pak Ganjar. Rasanya sejuk, banyak guyon. Itulah pemimpin yang dibutuhkan Indonesia,” katanya. Sikap ramah yang ditunjukkan Ganjar, lanjutnya, membuat para sopir tidak takut dan sungkan menyampaikan keluhan dan aspirasi.”Tadi teman-teman menyampaikan keluhan soal angkutan. Ada ojek online kalau bisa jangan masuk ke terminal,” paparnya.

Selain itu, para sopir juga menitipkan agar pemerintah dapat mempermudah proses perizinan trayek angkutan. Dan juga tidak ada lagi pungutan liar. “Ya izin trayek jangan dipersulit. Dan, jangan ada lagi pungli,” terangnya. Faisol yakin di tangan Ganjar, persoalan-persoalan yang diharapkan oleh para sopir dapat terselesaikan dengan baik.”Saya yakin. Mudah-mudah dengan nanti menjadi presiden beliau bisa amanah,” tuturnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menuturkan bahwa keluhan para sopir harus dapat perhatian dan dicarikan solusi.”Mereka bercerita Pak tolong perhatikan para sopir karena mereka bersaing dengan ojol, semua fasilitas yang sifatnya online,” terangnya.

Karena itu, Ganjar berniat memberikan edukasi kepada para sopir tersebut agar bisa mengikuti perkembangan zaman.”Semua mesti dilatih digital, termasuk sistem. Kita sampaikan kepada mereka, yang seperti ini mesti dibina. Mereka diajak memahami dan kemudian mereka diajak untuk mengorganisasikan,” jelasnya.

Bukan hanya para sopir angkutan kota, pembinaan menuju digitalisasi juga harus dilakukan kepada pelaku ojek tradisional. Dengan begitu, ketika siklus bisnis berubah, mereka punya kemampuan dan talenta berikutnya yang siap untuk dikembangkan. “Tugas kita sebenarnya hanya memfasilitasi,” ungkap Ganjar.

Sedangkan terkait izin trayek, Ganjar menegaskan bahwa dirinya sudah berkomitmen untuk mempermudah akses perizinan usaha, termasuk trayek angkutan kota.

“Kami dengan Pak Mahfud itu bicara. Itu mesti diawasi, tidak ada yang mempersulit, tidak ada komisi-komisian, tidak ada korupsi-korupsian. Nah, itu (korupsi-pungli) mesti disikat. Orang kecil itu pasti bisa merasakan layanan pemerintah yang baik,” tandasnya.

Sementara itu, sopir angkutan kota di Medan menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Ganjar atas keluhan para sopir angkutan kota. Seperti disampaikan sopir angkutan kota Trayek Pinang Baris-Binjai, Andika. Ia mengapresiasi perhatian Calon Presiden, Ganjar Pranowo terhadap para sopir angkutan kota (angkot), terutama terkait pungutan liar (pungli) yang masih kerap terjadi. “Saya sering merasa kesal, jika sudah berurusan dengan pungli, terutama di jalan lintas provinsi, jalur yang setiap hari saya lalui,” ujarnya kepada Sumut Pos di Medan, Minggu (5/11).

Karena itu, ia berharap, jika Ganjar terpilih menjadi presiden di 2024 mendatang, segala bentuk pungli jalanan dapat dibersihkan. (wir/dwi)

Melalui Program UHC, DPRD Medan Pastikan Warga Bisa Berobat Gratis Tanpa BPJS Kesehatan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meskipun tidak memiliki BPJS Kesehatan, baik kategori mandiri, perusahaan, ataupun penerima bantuan iuran (PBI), setiap warga Kota Medan dipastikan tetap bisa berobat secara gratis di setiap fasilitas kesehatan (faskes), yakni mulai dari puskesmas hingga setiap rumah sakit (RS) di Kota Medan yang menjadi provider BPJS Kesehatan.

Hal itu ditegaskan Anggota DPRD Medan Fraksi Gerindra, Dedy Aksyari Nasution ST, saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Perda No.4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Kemiri II, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Minggu (5/11/2023) sore.

“Jadi bapak/ibu yang tidak punya BPJS atau yang iuran BPJS nya menunggak, tidak perlu khawatir. Kita tetap bisa berobat secara gratis dengan membawa KTP ke puskesmas terdekat,” ucap Dedy.

Dedy pun meminta agar warga tidak perlu mengkhawatirkan penambahan kuota BPJS Kesehatan dengan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk mereka yang tidak mampu.

“Sebab dengan adanya program UHC, baik mereka yang punya BPJS PBI ataupun mereka yang bahkan tidak punya BPJS sama sekali, bisa tetap berobat secara gratis,” ujarnya.

Dijelaskan Dedy, salah satu alasan Pemko Medan dibawah kepemimpinan Wali Kota Bobby Nasution dalam menerapkan program UHC adalah memberikan jaminan kesehatan bagi setiap warga Kota Medan yang tidak memiliki jaminan kesehatan atau yang BPJS Kesehatannya non aktif.

“Sebab selama ini kan cukup banyak warga yang mengeluh tidak sanggup lagi bayar iuran BPJS Kesehatan, sementara warga tersebut tidak dapat BPJS PBI karena terbatasnya kuota. Untuk itulah Pemko Medan dan DPRD Medan sepakat untuk menerapkan program UHC ini. Jadi tidak ada lagi istilah warga tidak bisa berobat karena tidak punya BPJS, karena sekarang semua warga Medan bisa berobat dengan hanya menunjukkan KTP Medan,” jelasnya.

Untuk itu, sambung Dedy, warga Kota Medan patut bersyukur atas adanya program UHC yang diterapkan Pemko Medan. Sebab dengan adanya UHC, semua warga Kota Medan secara otomatis memiliki jaminan kesehatan.

“UHC ini merupakan bentuk nyata dari Perda No.4. Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan. Sebab di dalam Perda disebutkan, bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan jaminan kesehatan kepada setiap warganya,” pungkasnya. (map)

Desember 2023, Kota Medan akan Groundbreaking Depo BRT Mebidang

PERTEMUAN: Pertemuan Pemko Medan dengan tim Kementerian Perhubungan dan tim dari World Bank di ruang Rapat II, Kantor Wali Kota Medan, Senin (6/11/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna mempercepat terwujudnya transportasi umum berbasis Bus Rapid Transit (BRT) Medan Binjai Deli Serdang (Mebidang), Kota Medan akan Groundbreaking Depo BRT Mebidang. Direncanakan Groundbreaking ini  dilakukan pada bulan Desember 2023.

Hal ini terungkap dalam pertemuan Pemko Medan dengan tim Kementerian Perhubungan dan tim dari World Bank di ruang Rapat II, Kantor Wali Kota Medan, Senin (6/11/2023). Selain Depo BRT Mebidang, pusat informasi angkutan umum juga akan diluncurkan.

Pertemuan ini dipimpin Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Kepala Bappeda Benny  Iskandar. Hadir Asisten Ekbang Agus Suriyono, Asisten Umum Ferri Ichsan, Kepala BPKAD Zulkarnain, Kadishub Iswar Lubis, Kadis Kominfo Arrahman Pane dan Kristian projek manager BRT Mebidang bersama Tim.

Dijelaskan Kadishub Iswar Lubis, sesuai arahan bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution yang menginginkan percepatan pembangunan Depo BRT Mebidang yang terletak di Terminal Amplas, terminal Pinang Baris dan lahan milik Pemko Medan di Kelurahan Tanjung Sari, maka melalui pertemuan ini dibahas terkait administrasi dan aset daerah yang akan dijadikan Depo BRT Mebidang.

“Keinginan Pak Wali Kota Medan Bobby Nasution dan kita semua bahwa proyek BRT Mebidang ini bisa berjalan dengan cepat. Oleh karena itu kita sepakat untuk Groundbreaking pembangunan Depo BRT Mebidang akan dilakukan di Minggu kedua bulan Desember 2023,” jelas Iswar.

Menurut Iswar, saat ini tahapan untuk pembangunan Depo BRT Mebidang masih dalam tahapan penyusunan DED, dimana diprediksi akhir bulan November 2023 DED akan selesai. Sedangkan untuk jalur BRT Mebidang DED akan selesai pada bulan  Januari 2024 dan akan di Groundbreaking pada awal bulan Februari 2024.

“Untuk mencapai hal ini sebelum di Groundbreaking, banyak diperlukan persyaratan ataupun kelengkapan administrasi. Diantaranya kementerian perhubungan meminta kepada Pemko Medan untuk melengkapi administrasi terkait penyerahan aset lahan milik Pemko Medan untuk dilakukan pembangunan. Setelah dibangun nantinya aset tersebut akan dikembalikan kepada Pemko Medan,” ujar Iswar.

Dijelaskan Iswar, Kementerian Perhubungan memastikan akan membangun layanan BRT Mebidang pada 17 koridor dengan total jumlah armada sebanyak 551 unit bus.15 koridor dan 468 unit bus nantinya  menjadi kewenangan Pemko Medan untuk mengelolanya. Sedangkan dua koridor lagi dan 83 unit bus menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sumut.

“Total anggaran yang dikeluarkan  Kementerian Perhubungan untuk BRT Mebidang ini sebesar Rp1,9 Triliun. Untuk penyediaan bus dari 468 unit, 50 persen merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan dan 30 persen dari total armada adalah bus listrik,” Sebut Iswar.

Terkait dengan pusat Informasi angkutan umum yang didalamnya terdapat rencana pembangunan dan informasi lengkap terkait BRT Mebidang serta informasi angkutan umum di kota Medan dari tahun silam.

“Pusat informasi angkutan umum ini direncanakan akan dibangun di ruko milik aset Pemko Medan di jalur BRT Mebidang tepatnya di depan plaza Medan Fair. Sesuai arahan dari Kementerian Perhubungan dan syarat dari World Bank  untuk informasi kepada masyarakat tidak hanya digital tetapi masyarakat juga harus mendapatkan informasi secara langsung, makanya kita harus dirikan pusat informasi angkutan di jalur tersebut dan selesai sebelum Groundbreaking,” kata Iswar Lubis.

Iswar  menambahkan pada halte besar yang akan dibangun sebanyak 33 halte akan dilengkapi dengan internet. Ini juga yang akan dipersiapkan oleh Pemko Medan melalui Dinas Kominfo. (rel)

Kejagung Dorong Penyelesaian Proyek BTS 4G Bakti Kominfo

FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS DITAHAN: Anggota III BPK RI Achsanul Qosasi (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai ditetapkan tersangka di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (3/11). Saat ini sudah ada 16 tersangka.

SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan tidak akan berhenti menindak semua pihak yang terlibat dalam kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) BTS 4G Bakti Kominfo. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menegaskan kembali hal itu.

Kepada awak media, Burhanuddin menyatakan bahwa kasus tersebut telah merugikan negara dan masyarakat. Kerugian keuangan negaranya juga tidak main-main, mencapai Rp8 triliun.

Burhanuddin menyatakan, saat ini sudah ada 16 tersangka dalam kasus korupsi dan TPPU BTS 4G Bakti Kominfo. Belasan tersangka itu terdiri atas beberapa klaster. Mulai pejabat negara, pihak swasta, lembaga pengawas, dan instansi lainnya.

Dia menyesalkan proyek dengan total anggaran Rp10 triliun itu dikorupsi. ”Negara mengalami kerugian sekitar Rp8 triliun dari total anggaran Rp10 triliun. Itu sudah keterlaluan,” ungkap dia lewat keterangan tertulisnya, kemarin (5/11).

Dari total 16 tersangka yang sudah dijerat oleh Kejagung, beberapa di antaranya sudah menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

“Dari keseluruhan tersangka, sudah beberapa yang telah memasuki tahap penuntutan dengan ancaman hukuman mulai dari enam sampai 18 tahun penjara,” jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana.

Menurut Ketut, dalam berbagai kesempatan jaksa agung terus mendorong upaya pendampingan percepatan pembangunan infrastruktur BTS 4G Kominfo. Instansinya meyakini program tersebut bertujuan baik. Yakin membangun Tol Langit dengan konektivitas jaringan 4G.

Untuk itu, di samping proses hukum yang terus berjalan, kelanjutan program tersebut juga harus dipastikan. “Agar proyek pembangunan tersebut dapat dilakukan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat guna,” bebernya.

Kejagung meyakini, program tersebut dibutuhkan oleh masyarakat yang tinggal di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal. Untuk itu, dibutuhkan komitmen di antara semua pihak yang terlibat dalam program tersebut.

“Jaksa agung menyampaikan penegakan hukum yang selama ini dilakukan oleh kejaksaan tidak akan menghentikan proyek pembangunan BTS 4G,” terang Ketut. Untuk itu, Kejagung memastikan penegakan hukum dan kelanjutan program tersebut simultan.

Ketut mengungkapkan, BTS 4G Bakti Kominfo merupakan salah satu proyek strategis nasional yang punya peran penting dalam ikhtiar transformasi digital.

Untuk itu, mereka bergerak cepat dengan menetapkan Achsanul Qosasi sebagai tersangka setelah mendapat izin pemeriksaan dari Presiden Joko Widodo. Achsanul menjadi tersangka ke-16 dalam kasus rasuah tersebut. Dia diduga telah menerima Rp40 miliar dari tersangka lainnya. (syn/jpg/ila)

Kencur Bikin Batuk Reda dan Suara Enak

SUMUTPOS.CO – Kencur ternyata dapat membantu meredakan batuk serta mengeluarkan lendir yang amat mengganggu suara. Sehingga ini akan membuat suara yang Anda miliki kembali enak dan menjadi lebih indah serta merdu didengar.

Untuk membuat ramuan kencur Anda bisa mengikuti langkah dan cara berikut ini. Caranya pun sangat mudah dan hanya membutuhkan beberapa langkah untuk membuat ramuan kencur agar membuat suara menjadi enak.

1. Siapkan beberapa butir kencur dan usahakan kencur yang tengah disiapkan adalah kencur kualitas baik. Karena semakin bagus kualitas kencur semakin bagus pula hasil yang akan didapatkan.

2. Kupaslah kencur serta cuci sampai bersih. Kencur harus benar dikupas hingga bersih lalu cuci dengan air mengalir. Tujuannya agar kencur yang digunakan tak menyebabkan serak pada tenggorokan Anda. Anda bisa mencuci air kencur dengan air hangat juga, karena ini membantu membunuh bakteri ataupun kuman yang ada di luaran kencur ketika dikonsumsi dan masuk dalam tubuh.

3. Anda bisa mengonsumsinya secara langsung apabila kuat dan tahan akan baunya. Namun bisa juga dihaluskan serta diberi air, apabila Anda tak tahan dengan bau kencur. Ini merupakan alternnatif yang bisa dilakukan sehingga bau akan sedikit tersamarkan akan tetapi tetap memiliki khasiat yang sama.

(sumber SMC)

Rayakan HUT ke-62, Bank Sumut Fokus Peningkatan Kualitas SDM dan Digitalisasi

BERSAMA: Para Direksi Bank Sumut, purnabakti Direksi Bank Sumut, bersama seluruh pegawai, diabadikan bersama pada peringatan HUT ke-62 Bank Sumut di Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Sabtu (4/11). (Istimewa)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-62 pada 4 November 2023, Bank Sumut berkomitmen untuk terus meningkatkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai ujung tombak untuk kemajuan bank. Komitmen ini dilakukan melalui berbagai program peningkatan pendidikan dan pelatihan, maupun pemberian beasiswa bagi pegawai berprestasi, untuk melanjutkan pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) PT Bank Sumut Babay Parid Wazdi, saat peringatan HUT Bank Sumut di Kantor Pusat Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Sabtu (4/11).

Mengambil tema ‘Membumi untuk Melayani, Melangit untuk Melampaui’, Babay menjelaskan, pemilihan tema tersebut sarat akan makna dan pengharapan di HUT ke-62 Bank Sumut yang ini.

“Membumi untuk Melayani, mengandung makna, sebagai perusahaan pelayanan publik, Bank Sumut dituntut untuk bersikap profesional, ramah, dan santun dalam melayani nasabah. Adapun tagline Melangit untuk Melayani, menunjukkan asa dan harapan kepada seluruh pegawai Bank Sumut, untuk memiliki visi yang tinggi agar dapat terus maju dan mampu bersaing dengan perbankan lainnya,” ungkap Babay.

Untuk peningkatan kompetensi SDM, lanjut babay, Bank Sumut juga memberikan beasiswa kepada 30 orang karyawan untuk sekolah S2 di Universitas Sumatera Utara (USU), dan 4 karyawan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Juga mengikutsertakan pendidikan Sekolah Pimpinan (Sespi) Bank dan pelatihan lainnya, yang mendorong agar SDM di Bank Sumut menjadi sumber intellectual capital, bukan hanya untuk Bank Sumut, tapi sumber intellectual capital di tingkat nasional.

Babay juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh nasabah yang memberikan kepercayaan sekaligus membangun kemitraan kepada Bank Sumut. Secara khusus, kepada seluruh purnabakti Komisaris dan Direksi Bank Sumut, atas dedikasi dan jasanya membesarkan Bank Sumut.

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Hassanudin mengatakan, percepatan digitalisasi perbankan menjadi tantangan bagi Bank Sumut ke depan, dalam menghadapi kondisi persaingan di dunia perbankan yang semakin kompetitif.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Gathering and Ceremony Puncak Acara HUT ke-62 Bank Sumut di Ballroom Lantai 10, Kantor Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18 Medan, Sabtu (4/11) malam.

Hadir juga pada acara tersebut, Dirut Bank Sumut Babay Paid Wazdi, Direktur Pemasaran Hadi Sucipto, Direktur Keuangan dan TI Arieta Aryanti, serta Direktur Kepatuhan Eksir. Hadir juga pada acara tersebut, beberapa purnabakti Direksi Bank Sumut, di antaranya Djawakin Sihotang, Gus Irawan Pasaribu, Zenilhar, Didi Duharsa, Yulianto Maris, Abdi Santosa Ritonga, Elida T Mahmud Jeffry, dan Lili Rudi Dogar Harahap.

“Digitalisasi menjadi tantangan Bank Sumut ke depan. Karena digitalisasi layanan jasa perbankan merupakan strategi untuk bisa meningkatkan kepercayaan bagi para nasabah, serta efisiensi perbankan untuk mendorong meningkatnya aktivitas ekonomi,” tutur Hassanudin.

Menurut Hassanudin, kunci suksesnya transformasi digital bukan tergantung pada kecanggihan teknologi atau kekuatan finansial, namun bagaimana mengubah semua pemangku kepentingan untuk memiliki ‘digital mindset’. Digital mindset bukan sekadar komputerisasi, tapi kemampuan manajemen dan jajaran untuk lebih kreatif, berinovasi untuk memberikan pelayanan murah, cepat, aman, nyaman, dan andal bagi nasabah.

“Saat ini kita harus riset kembali produk dan layanan, cara kerja baru, model bisnis baru dengan teknologi baru. Apabila kita terlambat, kita akan ditinggalkan nasabah. Bank Sumut harus mampu bersaing dengan bank-bank swasta nasional yang ada di Sumut, agar Bank Sumut menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” imbaunya.

Karena itu, dia pun meminta kepada jajaran Direksi Bank Sumut untuk membangun budaya inovasi, budaya melayani, ramah dan respons akan kebutuhan nasabah, sehingga semakin banyak masyarakat percaya dan mau menjadi nasabah.

“Selamat ulang tahun, maju terus Bank Sumut. Mari sama-sama kita bangun masa depan Sumut melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Sumut,” harap Hassanudin.

Komisaris Utama Bank Sumut, Afifi Lubis mengatakan, 62 tahun lalu, dengan penuh semangat para putra-putri Sumut mengagas lahirnya Bank Sumut, yang dulu bernama Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (BPDSU). Semangat itu juga yang menjadi landasan untuk bertindak, berpikir, serta melakukan lompatan ke depan dalam rangka peningkatan kemajuan Bank Sumut ini.

Afifi pun berharap kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan pemerintah kabupaten kota se-Sumut selaku pemegang saham, tetap memberikan dukungan yang besar untuk perkembangan ke depan.

“62 tahun ini menjadi saat yang tepat untuk melakukan koreksi dan perbaikan apa yang telah dan belum dicapai. Kita harapkan bersama Bank Sumut ke depan akan semakin baik dan benar-benar menjadi tuan rumah di Sumut,” harapnya. (rel/saz)

Dr Parlindungan Purba MM Apresiasi Dies Natalis ke-10 UKM Seni Budaya Nias USM Indonesia

PAKAIAN ADAT: Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM gelar 'Tuha Nahoho Bago' dipakaikan pakaian adat Nias. DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS

UNIVERSITAS Sari Mutiara (USM) Indonesia merayakan Dies Natalis ke-10 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya Nias di IGN Washington Purba Hall Sabtu (4/11). Acara ini dimeriahkan berbagai tarian dan nyanyian dari Nias diantaranya tari perang dan lompat batu oleh mahasiswa USM Indonesia yang tergabung dalam UKM Seni Budaya Nias.

Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elisabeth Purba MKes mengapresiasi kekompakan dan semangat panitia Dies Natalis ke-10 UKM Seni Budaya Nias. Apresiasi juga disampaikan 103 mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan 3 dari pada 15 provinsi dari 49 perguruan tinggi diluar Pulau Sumatera yang berperan aktif dalam dies natalis.

Rektor mengajak mahasiswa USM Indonesia untuk terus menjaga persatuan. ”Indonesia merupakan bangsa besar yang menjunjung Bhinneka Tinggal Ika sebagai perekat bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dr Ivan Elisabeth Purba MKes mengutarakan bahwa kesuksesan bergantung pada akademik, pengetahuan, keterampilan, interpersonal, kebijaksanaan, kerja keras, kemampuan berkomunikasi dan adaptabilitas.

Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM yang diberi gelar ‘Tuha Nahoho Bago’ di Nias Selatan mengapresiasi kegiatan dies natalis dan semangat mahasiswa dari Nias kuliah di USM Indonesia.

”Nias sudah saya anggap kampung saya sendiri,” ungkap calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) nomor urut 15 pada Pemilu 2024 tersebut.

Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Sumut Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung MM terkesan melihat penampilan mahasiswa USM Indonesia dengan berbagai bakat dan kemampuan.

Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung MM yang pernah menjadi ketua Aptisi Sumut ini mengapresiasi atas peran ketua Yayasan Sari Mutiara tatkala menjadi Anggota DPD RI dalam membangun Sumut termasuk Nias. Untuk itu, ketua ABPPTSI Sumut memberi dukungan agar Parlindungan Purba dapat kembali menjadi senator dari Sumut pada Pemilu 2024.

Ketua BPH UKM Seni Nias USM Indonesia Darwin Jaya Tafonao dan Ketua Panitia Arman Jaya Daeli juga mengucapkan terima kasih kepada ketua Yayasan Sari Mutiara dan rektor USM Indonesia dan semua pihak terkait. Dalam acara ini juga diserahkan hadiah dari perlombaan yang diikuti berbagai perguruan tinggi dan masyarakat.(dmp)

STIE Eka Prasetya Gelar IBEC 2023, Transformasi Digital Masa Depan Ekonomi dan Bisnis

IBEC 2023: Ketua STIE Eka Prasetya Dr Sri Rezeki MSi pada kegiatan IBEC 2023 di Hotel Emerald Garden Medan, Sabtu (4/11).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

TRANFORMASI digital telah bergerak maju dengan sangat cepat dan telah mengubah tujuan ekonomi dan masyarakat global. Hal ini Ketua STIE Eka Prasetya Dr Sri Rezeki MSi pada kegiatan STIE Eka Prasetya Gelar International Business and Economic Conference (IBEC) 2023 di Hotel Emerald Garden Medan, Sabtu (4/11).

”Ada banyak hal positif yang dihasilkan oleh transformasi digital termasuk memanfaatkan teknologi digitalisasi untuk mencapai tujuan ekonomi dan bisnis. Transformasi digital adalah masa depan ekonomi dan bisnis,” kata Dr Sri Rezeki MSi.

Ia berharap konferensi internasional yang telah dilaksanakan dua kali ini dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang era transformasi bisnis digital.

Konferensi ini dihadiri Penasihat Dewan Pendidikan Yayasan Graha Eka Education Center Darsen Song, Ketua Yayasan Graha Eka Education Center Susanto MM, Anggota Komisi X DPR RI dr Sofyan Tan, mahasiswa dan undangan lainnya.

Pembicara konferensi internasional berasal dari empat negara. Yakni
Leylawati Joremi, PhD dari Universitas Teknologi MARA Malaysia, Erum Shafi, PhD dari Universitas Teknik Informasi dan Ilmu Manajemen Pakistan. Kemudian Prof Ali Zid Ney M Di-tu-kalan JD LLM dari Mindanao State University Iligan Institute of Technology Filipina dan Rizky Fauziah, MIkom dari STMIK Royal Kisaran.

Karenanya, ia berharap seluruh peserta IBEC dapat lebih memahami perbedaan konsep-konsep ekonomi transformasi bisnis digital dan perkembangannya di dunia global, khususnya d lingkup Asia Pasifik.

Dr Sri Rezeki MSi mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan nara sumber konferensi internasional bertema Regional Economic Development Business Transformation in The Digital Era tersebut. (dmp)