Home Blog Page 999

REDS Deklarasi Dukung Ganjar- Mahfud MD

PILIHAN RAKYAT: Relawan Damai Sejahtera (REDS) mendeklarasikan dukungan kepada Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Hotel Borobudur, pada Sabtu (28/11).Federik Tarigan/Jawa Pos.

SUMUTPOS.CO – RELAWAN Damai Sejahtera (REDS) mendeklarasikan dukungan untuk pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. REDS menilai cita-cita Indonesia yang lebih hebat dan maju akan terwujud jika di bawah kepemimpinan Ganjar dan Mahfud MD.

“Semua itu bisa tercapai apabila kita mendukung penuh Pak Ganjar dan Pak Mahfud untuk menjadi presiden dan wakil presiden kita,” ujar pendiri REDS sekaligus bendahara umum PDI Perjuangan Olly Dondokambey di Hotel Borobudur, pada sabtu (28/11).

Dalam kesempatan itu, relawan REDS juga menggelar diskusi kebangsaan bersama Ganjar Pranowo di acara deklarasi tersebut. Relawan REDS juga memberikan kejutan untuk Ganjar di hari ulang tahunnya yang ke-55 tahun.

Olly menyatakan pentingnya seluruh Relawan Damai Sejahtera (REDS) bergerak ke seluruh wilayah dan membawa kabar kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang terbaik di Pemilu 2024.”Tanpa dukungan kita semua, cita-cita bangsa membawa Indonesia menjadi negara hebat dan maju tidak akan pernah tercapai,” tuturnya.

Dia bangga melihat ratusan orang yang hadir di acara deklarasi, bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda sehingga ikrar tersebut menjadi semakin penting dalam membawa semangat kebangsaan. Apalagi layar di panggung juga menampilkan sederet visi misi pasangan Ganjar-Mahfud.

“Kita tahu persis dan kita sudah baca visi misi Pak Ganjar dalam rangka memajukan dan mensejahterakan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” kata Olly berapi-api.

Keyakinan para relawan untuk mendukung Ganjar-Mahfud di Pemilihan Presiden 2024 juga ditebalkan lagi lewat diskusi yang dimoderatori oleh pendeta Gilbert Lumoindong.

Dalam diskusi, Ganjar menjelaskan, selama menjadi Gubernur Jawa Tengah telah beberapa kali menyelesaikan masalah toleransi beragama. Salah satunya menjadi penengah ketika umat nasrani kesulitan membangun rumah ibadah.

“Bukan umat nasrani saja. Umat Budha juga pernah mengeluh, kenapa beribadah ke Borobudur harus bayar. Akhirnya saya minta disediakan kawasan khusus untuk mereka dan gratis,” lanjut Ganjar.

Kebijakan serupa diterapkan pada umat Hindu yang ingin beribadah ke Candi Prambanan. Pihak pengelola akhirnya mendirikan bangunan khusus agar umat Hindu bisa beribadah dengan tenang dan gratis.”Maka kalau bercerita kebebasan beribadah, itu bukan SKB lagi, tetapi ini ketetapan konstitusi,” ucapnya.

Ganjar bersyukur kariernya di politik sejak 2004, lalu menjadi anggota DPR, merupakan keuntungan karena bisa ikut berperan dalam membuat beberapa kebijakan penting.”Ada Undang Undang Kewarganegaraan, anak yang dilahirkan dari orang tua berbeda kewarganegaraan dapat disahkan menjadi WNI. Lalu kami juga mengurus Undang-Undang Desa (UU Nomor 32 Tahun 2004) sehingga sekarang desa punya anggaran sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, politisi Kota Medan Abdul Rani, menyebutkan tentang pentingnya membangun toleransi antar umat beragama. “Sejak awal bangsa ini berdiri, kita tahu apa itu ‘Bhineka Tunggal Ika’, yakni berbeda-beda tapi satu tujuan. Bangsa ini dibangun dan dibesarkan oleh perbedaan, dan tentu perbedaan itu hanya bisa menjadi kekuatan saat rasa toleransi tetap menjadi tiang perbedaan tersebut,” ucap Rani kepada Sumut Pos, Rabu (1/11).

Sehingga, kata Rani, sosok pemimpin yang dibutuhkan kedepan adalah sosok pemimpin yang selalu mengedepankan toleransi dan pemimpin yang bisa menyikapi masalah-masalah intoleran yang muncul di tengah-tengah masyarakat dengan nilai-nilai konstitusi yang berlaku di negara ini. “Kita butuh pemimpin yang mengedepankan nilai-nilai toleransi. Kita butuh pemimpin yang dapat mempersatukan, bukan justru memecah belah bangsa ini,” pungkasnya. (wir/map)

PLN Berikan Bantuan Mesin Pendingin Ikan untuk Kelompok Nelayan di Sibolga dan Tapteng

PLN serahkan bantuan mesin pendingin ikan kepada kelompok nelayan.(ist/SUMUT POS)

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, berikan bantuan program pendingin ikan, kepada kelompok nelayan yang berada di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (1/11) kemarin. Hal ini, sebagai wujud implimentasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Sarudik.

Selain pendingin ikan, kelompok nelayan juga diberikan bantuan pemasangan instalasi listrik untuk mendukung produksi pendingin ikan yang bermuatan satu ton.

PT PLN (Persero) memberikan perhatian kepada nelayan mengingat masih banyaknya nelayan yang memakai jasa pihak swasta dalam membekukan hasil tangkapan mereka.

Permasalahan yang ada di kalangan para nelayan inipun mendapatkan perhatian oleh PLN Peduli dalam memberikan bantuan mesin pendingin ikan kepada dua kelompok yang di asessment dan dibentuk mandiri oleh PLN melalui mitra yang ditunjuk.

Pelaksana Harian Manager PLN UP3 Sibolga, Junita Simatupang mengatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh dan tulus kepada para nelayan. Hal itu, sebagai bentuk dukungan dan perhatian kami kepada masyarakat nelayan, kami dari pihak PLN memberikan bantuan mesin pendingin kepada kelompok nelayan.

“PLN berusaha memberikan bantuan yang terbaik kepada nelayan agar bantuan tersebut, dapat dirasakan manfaatnya dan menambah pendapatan oleh nelayan tersebut serta dapat berdampak pada ekonomi penerima bantuan tersebut,” jelas Junita dalam keterangannya, Kamis (2/11).

Senada dengan disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tapanuli Tengah, Mohammad Ridsam memberikan dukungan dan apresiasi tinggi terhadap perhatian pihak PT PLN UID Sumatera Utara dalam memberikan bantuan berbentuk mesin pendingin kepada para nelayan yang ada di Sibolga dan juga Tapanuli Tengah.

“Kami dari Dinas Kelautan dan Perikanan Tapanuli Tengah mendukung dan mengapresiasasi atas kepedulian PLN dalam memberikan bantuan kepada warga kami yang berprofesi nelayan. Sehingga dengan bantuan ini bisa menambah pendapatan dan pengurangan pembiayaan atas sewa lokasi pendinginan ikan, dimana memang Tapanuli Tengah dan Sibolga adalah pemasok ikan terbesar,” jelasnya.

Selain kegiatan serah terima, PLN juga melakukan kunjungan kepada salah satu rumah anggota kelompok nelayan, Nun Ta’wil Zai, untuk melihat mesin pendingin ikan yang diberikan dan instalasi listrik yang siap digunakan.

Nasrin Piliang, mewakili para kelompok nelayan menyebutkan bahwa bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi mereka, karena selama ini mereka masih harus menyewa.

“Kami mengucapkan terima kasih pada pihak PLN yang sudah peduli kepada nelayan dengan memberikan mesin pendingin ikan, ini sangat bermanfaat bagi kami karena selama ini kami harus menyewa cold storege kepada pihak swasta dan ada biaya sewa. Namun dengan adanya bantuan ini bisa memangkas biaya sewa dan biaya itu bisa kami alokasikan kebutuhan yang lain,” tutupnya.

Dalam acara peresmian dan serah terima Pogram Bantuan Mesin Pendingin untuk Nelayan Sibolga dan Tapanuli Tengah juga turut hadir seluruh nelayan penerima manfaat bantuan, Kepala Camat dan Lurah Sarudik, Kepala Dinas Perikanan Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Sibolga, dan juga Kepala Bidang Produksi Perikanan Kota Sibolga.(gus)

Pedagang Pasar Kwala Mengadu ke DPRD Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pedagang Pasar Kwala di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor mengadukan kondisi pasar tempat mereka berdagang yang kian hari kian memprihatinkan.

Pasalnya, kondisi drainase yang tidak berfungsi di kawasan pasar Kwala hingga kini belum dilakukan pembenahan. Alhasil, kondisi pasar selalu becek dan berbau busuk.

Tak hanya itu, Pasar Kwala juga kerap dilanda banjir hingga setinggi lutut orang dewasa setiap kali hujan turun akibat tidak berfungsinya drainase di pasar tersebut.

Keluhan itu disampaikan para pedagang Pasar Kwala saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi III DPRD Medan bersama Dirut PUD Pasar Kota Medan, Suwarno dan jajarannya, Selasa (31/10/2023) sore.

“Hampir 19 tahun kami para pedagang di Pasar Kwala berjuang agar drainase disana dibenahi, tapi hasilnya tidak ada. Tapi kalau untuk proyek pembenahan yang anggarannya miliaran, sangat cepat dibenahi,” keluh Ferdi Sembiring  dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi III Afif Abdillah, Sekretaris Hendri Duin, dan para anggota seperti Edward Hutabarat dan Irwansyah.

Menanggapi keluhan pedagang, Edward Hutabarat mengatakan bahwa kondisi Pasar Kwala saat ini memang sangat memprihantinkan dan memerlukan sentuhan langsung dari Pemko Medan.

“Saya bukan berasal dari dapil sana, tapi sering belanja di sana. Memang kondisi Pasar Kwala ini memprihatinkan, sistem drinase benar-benar rusak. Padahal jika melihat konsep arah pembangunan, kawasan ini menjadi kawasan alternatif menuju Berastagi. Maka Pemko Medan perlu memperhatikan hal ini,” ucapnya.

Politisi PDIP itu mengaku tidak memahami, bagaimana sebenarnya konsep pembangunan dari Dinas SDABMBK Kota Medan yang dinilai tidak bosa melihat mana pembangunan yang lebih penting untuk didahulukan atau diprioritaskan.

“Lihat kondisi Pasar Kwala ini, kalau bisa saudara wali kota turun secara langsung. Kita sendiri pun bingung melihat saudara Topan sebagai Kadis SDABMBK sangat sulit dihubungi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PUD Pasar Kota Medan, Suwarno mengatakan jika pihaknya sudah tiga kali menyurati Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Kota Medan terkait hal itu.

“Saya juga sudah menghadiri rapat di kantor Dinas SDABMBK dan membahas tentang drainase di pasar Kwala Bekala, namun sampai saat ini belum terealisasi sehingga kami bingung. Untuk itu, kami minta dan memohon dukungan dari bapak-bapak anggota komisi 3 agar dapat membantu para pedagang,” kata Suwarno.

Kemudian, sambung Suwarno, pihaknya juga telah melakukan penataan agar para pedagang bisa lebih tertib dalam berjualan. “Tapi memang kita akui kalau kondisi jalan di Pasar Kwala Bekala memang sering becek akibat banjir,” ujarnya.

Terkait hal itu, Ketua Komisi III, Afif Abdillah mengatakan bahwa pihaknya akan segera memanggil Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan agar persoalan tersebut dapat segera diselesaikan.

“Kita akan memanggil Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, sehingga apa yang dikeluhkan pedagang dapat diberikan solusi demi kenyamanan pedagang. Sebab persoalan drainase di Pasar Kwala Bekala ini sudah sangat lama, tapi belum dapat dituntaskan,” pungkasnya. (map)

Dosen UMN Sosialisasikan Leksem “Allah” dalam Puisi Bahasa Indonesia kepada Fosil Masjid

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Para Dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah yang diketuai Dra Rosmawati Harahap MPd PhD, menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Yang menjadi mitra pada PKM kali ini, Forum Silaturahim (Fosil) Masjid Indonesia Kecamatan Medan Tembung.

Rosmawati mengatakan, pada kegiatan PKM ini mereka menyosialisasikan puisi berleksem “Allah” karya Asnidar yang diciptakan pada 21 Oktober 2023, di Mesjid Al Hikmah Jalan Letda Sujono No 65, Kelurahan Bandar Selamat, Medan Tembung, Minggu (22/10/2023) pagi pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. “Sosialisasi puisi berleksem “Allah” ini adalah kegiatan kuliah yang menggunakan pendekatan sosiologi sastra,” kata Rosmawati melalui pesan tertulisnya, Rabu (1/11).

“Untuk mengejawantahkan hasil perkuliahan Sastra Lanjut, berpendekatan teori sosiologi sastra yang digagas oleh Diana Laurenson dan Alan Swingewood,” imbuhnya.

Menurut Rosmawati, pada kegiatan sosialisasi ini digunakan beberapa referensi sebagai pendukung dan evaluasi objek materi ajar yang disajikan dalam perkuliahan Sastra Lanjut pada Semester I di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Tahun Akademi 2023-2024.

“Sosialisasi puisi berleksem “Allah” ini dianggap penting, karena penganut Agama Islam supaya terbiasa percaya diri mengucapkan “Allah” di dalam bidang sastra. Hasil sosialisasi puisi tersebut menunjukkan adanya sivitas masjid yang berusia kalangan anak-anak yang dikualifikasi dalam usia pendidikan. Bahwa puisi karya Asnidar merupakan cermin era milenium yang masih menunjukkan kalangan penindas menghimpit kalangan orang bertauhid,” pungkas Rosmawati. (rel/adz)

Antisipasi Nyamuk, Petebu Ganjar dan Warga Gotong Royong Lakukan Fogging di Binjai

Petebu Ganjar bersama warga di Jalan Wahidin Kota Binjai mendukung dan siap memenangkan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Untuk mengantisipasi penyebaran nyamuk jelang memasuki musim penghujan, sukarelawan petani tebu bersatu (Petebu) Dukung Ganjar melakukan fogging di Jalan Wahidin, Kelurahan Sumber Karya, Kecamatan Binjai Timur, Kotamadya Binjai, Sumatera Utara, Rabu (1/11).

Bersama dengan warga, simpatisan Ganjar Pranowo tersebut bergotong royong membasmi sarang nyamuk guna mencegah terjadinya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Alhamdulillah hari ini kami Petebu Dukung Ganjar melaksanakan bakti untuk negeri berupa kegiatan gotong royong, pemeriksaan kesehatan gratis, kemudian melaksanakan fogging nyamuk,” ujar Ketua Harian DPP Petebu, Adep Prabudi.

Petebu Dukung Ganjar juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk mendeteksi secara dini potensi penyakit guna pencegahan. Sebab sejatinya pencegahan lebih baik daripada mengobati.

Adapun pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol dan kadar asam urat.

Melalui serangkaian kegiatan yang digelar, Petebu Ganjar ingin mengedukasi warga tentang perlunya menjaga kesehatan. Selain dengan rutin memeriksakan kesehatan diri, menjaga kesehatan juga bisa dilakukan dengan pemeliharaan kebersihan lingkungan.

Tindakan nyata dari Petebu Dukung Ganjar tersebut mendapatkan antusias yang luar biasa dari warga sekitar. Seperti yang diungkapkan Heri (50), menurut dia warga sangat bersyukur dengan adanya fogging gratis untuk membasmi bibit penyakit.

“Kami pun istilahnya bersyukur ada kegiatan begini apalagi gratis. Kalau fogging ini bermanfaat sekali untuk masyarakat lingkungan sini supaya bibit penyakit itu bisa dihambat melalui penyemprotan tadi, warga di sini bersyukur dengan adanya penyemprotan gratis,” ujar Heri.

Turut serta dalam membubuhkan tanda tangan untuk memenangkan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024, Heri mengaku bangga dengan pasangan capres-cawapres berpengalaman tersebut.

Dia bersama ribuan warga lainnya siap mendukung Ganjar untuk Indonesia yang lebih maju dan lebih baik. Heri yakin, pria berambut putih itu mampu menekan angka pengangguran dan membangkitkan kembali gairah perekonomian para petani lewat program-programnya yang terbukti telah berhasil diterapkan di Jawa Tengah.

“Siap mendukung Pak Ganjar. Komitmen tadi untuk menyejahterakan rakyat dari lapangan pekerjaan berkurang, proses membangkitkan kembali lahan tebu bisa produksi lagi biar mata pencaharian kembali lagi seperti dulu,” kata Heri. (rel/tri)

HUT BRI Ke-128, BRI BO Medan Putri Hijau Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

BRI BO Medan Putri Hijau saat mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, di Gedung Menara BRI Jl Putri Hijau, Rabu (1/11). Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Rakyat Indonesia (BRI) ke-128, BRI Branch Office (BRI BO) Medan Putri Hijau mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, di Gedung Menara BRI Jl Putri Hijau, Rabu (1/11).

Kegiatan pemeriksaan kesehatan yang merupakan Program BRI Peduli tersebut, meliputi pemeriksaan tensi, gula, kolesterol dan konsultasi dengan dokter secara langsung.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pemimpin Cabang BRI Medan Putri Hijau, Ahmad Muflihin Taiyeb, Salary Based Loan Department Head BRI, Nadiasha Kristalia dan pihak yang turut kerja sama, Brimedika.

Adapun, kegiatan berlangsung pada 1-2 November 2023 dan 1-2 Desember 2023 ini ditujukan untuk pemeriksaan kesehatan kepada para nasabah pensiunan BRI, seperti Asabri dan Taspen.

Pemimpin Cabang BRI Medan Putri Hijau, Ahmad Muflihin Taiyeb mengapresiasi kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini. Ia mengaku senang karena dapat hadir secara langsung dan turut serta merasakan kebahagiaan dari para nasabah.

“Saya senang bisa ikut merasakan kebahagiaan di wajah nasabah kita dan membantu, tidak hanya konsen dalam finansial namun ikut dan berperan dalam sisi dunia kesehatan, terutama kepada nasabah BRI,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang nasabah pensiunan yang telah berusia 80 tahun juga mengaku senang dapat mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini. (dwi)

Poldasu Laksanakan Gelar Perkara Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Rospita Mangiring

Dr Djonggi M Panggabean Simorangkir SH MH yang didampingi Dr Ida Radjagukguk SH MH, Glenn Felix Simorangkir SH MH, Dr (Cand) usai mengikuti gelar perkara bersama pihak pelapor Saut Tampubolon dan Josua Tampubolon SE, di depan gedung Ditreskrimum Polda Sumut, Rabu (1/11). Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) terus melakukan pendalaman kasus pemalsuan surat keterangan Rospita Mangiring Tampubolon SH dengan melaksanakan gelar perkara, di Ruangan Bhara Daksa Ditreskrimum Polda Sumut, Rabu (1/11).

Di hadapan wartawan usai gelar perkara, pengacara Josua T Darnel Berwalt Tampubolon, Dr Djonggi M Panggabean Simorangkir SH MH yang didampingi Dr Ida Rumindang Radjagukguk SH MH dan Glenn Simorangkir SH MH mengatakan, pembicaraan gelar perkara tersebut sudah jelas terlapor Rospita Mangiring memalsukan surat keterangan dirinya.

“Dalam gelar perkara tersebut terkuak fakta-fakta jika Rospita Mangiring memalsukan surat keterangan terkait dirinya yang diklem anak kandung pasangan Demak Tampubolon dan Dinar Br Siahaan,” ujarnya.

Djonggi menyebutkan, dalam gelar perkara, pihaknya hanya mempertegas bahwa Rospita Mangiring telah memalsukan surat keterangan dengan mengaku anak kandung Demak Tampubolon.

“Kita hanya mempertegas bahwa Rospita Mangiring Tampubolon telah memalsukan data otentik di kelurahan dan Pengadilan Negeri,” tukasnya.

Tambahnya lagi, akibat dari pemalsuan surat tersebut berdampak pada perbuatan yang merugikan pelapor. “Dampak dari pemalsuan tersebut telah menyebar kemana-mana. Digunakan untuk mencairkan uang Dinar Br Siahaan di bank, membaliknamakan aset yang ada dan menjual aset,” terangnya.

Disamping itu, sebut Djonggi, terlapor juga akan dikenakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Kita juga akan dorong kasus ini ke arah TPPU,” ucapnya.

Djonggi menyebutkan, tidak menolak jika terlapor meminta damai. “Jika Rospita Mangiring meminta damai, kita siap menerima apa lagi masih keluarga. Tapi bukan dia yang mengatur dalam hal aset ini. Biarkan Josua T Darnel Berwalt Tampubolon sebagai anak kandung pasangan Demak Tampubolon dan Dinar Br Siahaan yang mengatur,” tegasnya.

Sementara itu, Penyidik AKP Anggiat Nainggolan saat dikonfirmasi terkait gelar perkara tersebut mengatakan, masih menunggu hasil notulen gelar dari Wasidik. “Kita menunggu hasil notulen gelar dari Wassidik,” sebutnya.

Anggiat juga menegaskan, masih menunggu hasil dari ahli hukum pidana.

“Kita juga masih menunggu hasil dari ahli hukum pidana sehingga dapat dikeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP),” ujarnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi saat dikonfirmasi terkait gelar perkara kasus tersebut mengatakan akan segera mengecek. “Nanti kita cek,” ujarnya.

Pengacara terlapor, Rospita Mangiring yakni Ayu Napitupulu SH saat dihubungi dan dichat terlihat HPnya tidak aktif.

Sehari sebelumnya, Selasa (31/10) digelar pertemuan yang dihadiri AKBP M Syahirul Rambe SH MH. Penyidik AKP Anggiat Nainggolan SH, Dr Djonggi M Panggabean Simorangkir SH MH, Dr Ida Rumindang Radjagukguk SH MH, Glenn Simorangkir SH MH, Josua Tampubolon (anak kandung Demak Tampubolon/Saksi Pelapor), di Ruangan PLT Kasubdit 1 TP Kamneg Mapolda Sumut.

Dalam pertemuan itu terkuak sudah, Rospita Mangiring Tampubolon SH bukan anak kandung pasangan Demak Tampubolon dan Dinar br Siahaan.

“Penyidik AKP Anggiat Nainggolan sudah periksa abang kandung Rospita Mangiring Tampubolon SH yang bernama Ir Tohap Tampubolon. Ia sudah mengakui dalam BAP di Polda Sumut bahwa Rospita Mangiring Tampubolon adalah adiknya, satu bapak satu ibu,” ujar pengacara pelapor, Dr Djonggi M Panggabean Simorangkir SH MH.

Lanjut Djonggi, dokumen berupa surat keterangan dari Kepling dan PN yang digunakan Rospita Mangiring Tampubolon, SH menyebut dirinya anak kandung pasangan Demak Tampubolon dan Dinar br Siahaan sudah disita Polda Sumut.

“AKP Anggiat Nainggolan menyebut surat-surat yang menyebut dirinya anak kandung Demak Tampubolon sudah disita dari Rospita Mangiring Tampubolon SH,” bebernya.

Menurutnya, Rospita Mangiring Tampubolon SH sudah melakukan pemalsuan surat keterangan dirinya. “Jelas berdasarkan hal ini, terlapor sudah melakukan tindakan pidana pemalsuan surat keterangan dirinya,” katanya.

Ia berharap agar kasus ini segera terungkap sehingga anak kandung dari pasangan Demak Tampubolon dan Dinar br Siahaan tidak dirugikan. “Jelas sudah siapa Rospita Mangiring Tampubolon SH dalam kasus ini. Mudah-mudahan kasus ini segera selesai dan anak-anak kandung mendapatkan haknya,” tutupnya.

Diketahui sebelumnya, dalam kasus ini, penyidik sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Di antaranya, Agnes Saragih selaku seorang bidan lulusan Jerman Barat yang melakukan pemeriksaan terhadap kandungan Dinar, Tumpak Tampubolon selaku saksi yang melihat Rospita diserahkan saat masih berusia 1 bulan kepada Dinar dan Bintang Simorangkir sebagai saksi mendengar langsung dari nenek boru Manulang di rumah orang tua kandung Rospita, Kecamatan Sei Bamban, Serdangbedagai (Sergai), bahwa Rospita Mangiring Tampubolon diberikan kepada Demak Tampubolon dan Dinar boru Siahaan di Binjai untuk diangkat oleh Demak dan kala itu diserahkan langsung ibu kandungnya sendiri yang bernama Hilderia boru Marpaung.

Kasus ini berawal saat dilaporkan Josua T Darnel Berwalt Tampubolon sesuai laporan nomor: LP/B/1798/XI/2021/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA pada 18 November 2021. Dalam laporan itu, dilaporkan Rospita Mangiring Tampubolon atas pidana Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang KUHP, pasal 263 jo 266 KUHP.

Rospita Mangiring Tampubolon merupakan anak ke-9 dari pasangan Guru Ropinus Tampubolon dan Hilderia br Marpaung. Urutannya mulai dari Saur br Tampubolon tinggal di Papua, Siti br Tampubolon di Papua, Tohap Tampubolon di Helvetia Medan, Guntur Tampubolon di Papua, Murni Tampubolon di Medan, Anita br Tampubolon di Jakarta, Patima br Tampubolon di Papua, Risma br Tampubolon di Serdang Bedagai, Rospita Mangiring Tampubolon di Binjai dan Jhon Piter Tampubolon di Papua.

Terpisah, Perkara perdata saat ini juga tengah bergulir di PN Binjai tercatat sesuai nomor 64/Pdt.G/2022/PN Binjai dan Rospita Mangiring Tampubolon bertindak sebagai penggugat. Dalam gugatan ini, adapun tergugat yakni, Josua T Darnel Berwalt Tampubolon, Jakob Hendra T Tampubolon, Elias Wintatar Tampubolon, Theresia Obey Diana dan Christian Ramos Sor.

Namun, penggugat yang bukan anak sah atau kandung menyatakan demi hukum bahwa adalah satu satunya ahli waris dari Almarhum Demak Martua Tampubolon dengan istrinya Almarhumah Dinar Boru Siahaan. Ada sembilan bangunan aset milik Almarhum Demak Martua Tampubolon diklaim penggugat adalah miliknya melalui ahli waris. (dwi)

Polres Sergai Gelar Simulasi Pengamanan Logistik KPU

Personel Polres Sergai saat simulasi, di Dusun IV, Desa Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai, Rabu (1/11). Istimewa/Sumut Pos

SERGAI,SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resor Serdang Bedagai (Polres Sergai) menggelar simulasi pengamanan gudang logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU), di Dusun IV, Desa Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai, Rabu (1/11).

Simulasi tersebut dipimpin langsung Kabag Ops, Kompol Lengkap S Siregar yang diikuti personel Polres Sergai, memperagakan berbagai adegan pengamanan dan pengendalian massa di lokasi gudang logistik KPU.

Kasi Humas Polres Sergai, Ipda Brimen mengatakan, simulasi dalam rangka Pemilu 2024 ini dimulai dari latihan fisik di lapangan apel Mapolres Sergai, kemudian dilanjutkan ke gudang logistik KPU di Kecamatan Teluk Mengkudu.

“Pada simulasi ini personel kita dilatih ketahanan Fisik, teknik, taktik Dalmas, serta responsif kecepatan waktu menuju lokasi pengamanan gudang logistik Pemilu,” katanya.

Brimen menyebutkan, simulasi dilakukan agar personel Polres Sergai dalam melaksanakan tugas pengamanan dan pengawalan logistik pemilu 2024 nanti bebar-benar siap secara maksimal dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Hal ini, katanya, merupakan implementasi program Polres Sergai me-Respons yang dicanangkan Kapolres Sergai, AKBP Oxy Yudha Pratesta guna memberi rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.

“Simulasi ini bertujuan memastikan kesiapan personel kita dalam menghadapi berbagai potensi gangguan saat pemilu. Serta mendukung suksesnya pelaksanaan pemilu 2024 nanti di Kabupaten Serdang Bedagai,” tandasnya. (dwi)

Polres Tebingtinggi Edukasi Warga Kampung Baru Untuk Ciptakan Pemilu Serentak Berkualitas

EDUKASI: Jajaran Sat Binmas Polres Tebingtinggi dipimpin Kasat AKP BSM Tarigan mendukasi masyarakat menjelang masuk masa kampanye.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka cooling system menghadapi Pemilu serentak Tahun 2024, jajaran Polres Tebingtinggi melalui Satuan Binmas mengedukasi dan memberikan sosialisasi masyarakat di Dusun II, Desa Kampung Baru, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai, Rabu (1/11/2023).

Cooling syestem ini dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat lapisan bawah agar memahami tentang tata cara pemilu serentak tahun 2024 nanti.

“Kita meminta dan berharap kepada masyarakat di wilayah jajaran hukum Polres Tebingtinggi agar masyarakat terlibat dalam menciptakan pemilu yang berkualitas dan aman,” ujar Kasat Binmas Polres Tebingtinggi AKP BSM Tarigan.

Dijelaskannya, menjelang memasuki masa kampanye diharapkan kepada masyarakat lapisan bawah untuk tetap menjaga kekondusifan walaupun berbeda pilihan. Disebutkannya, dalam tahapan kampanye ini harus bebas dari berita hoax, ujaran kebencian dan politik uang.

“Kami mengajak masyarakat untuk mendukung dan bekerja sama dengan pihak Kepolisian Polres Tebingtinggi untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam menghadapi Pemilu tahun 2024 nantinya,” bilangnya.

Salah seorang warga, Sunarto (54) mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian atas kepeduliannya, dan masyarakat setempat bersedia bersinergi dengan Polres Tebingtinggi dalam menjaga keamanan dilingkungan mereka. (ian/ram)