Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Skema Perintis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) melaksanakan kegiatan bertajuk: Optimalisasi Tata Kelola Sekolah Melalui Pelatihan dan Pendampingan Digital School Management di Sekolah Parulian 1 Jalan Stadion Teladan, Medan, Kamis (8/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan, khususnya dalam meningkatkan efektivitas dan kualitas tata kelola sekolah.
PKM diketuai Dr. Agus Marwan, M.SP dengan anggota tim Dr. Tetty Juliaty, M.Si, Dr. Guntur Khayangan Sitompul, M.IP dan Putri Evi Oviyanti, S.IP, M.IP. Kegiatan ini dibuka Ketua Yayasan Pendidikan Parulian diwakili Erita Siburian, S.Pd, M.Pd (sekretaris yayasan).
Erita Siburian, S.Pd, M.Pd mengapresiasi pelaksanaan PKM FISIP USU yang dinilai relevan dengan kebutuhan pengembangan tata kelola pendidikan di era digital. Ia mengatakan bahwa transformasi digital merupakan salah satu kebutuhan penting dalam pengelolaan lembaga pendidikan saat ini.
“Kami berharap melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan ini, para kepala sekolah, guru dan tenaga operator semakin memahami pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung administrasi, koordinasi dan peningkatan kualitas layanan pendidikan. Kami juga berharap kerja sama dengan FISIP USU dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan Sekolah Parulian,” katanya.
Setelah pembukaan, rangkaian kegiatan diawali dengan orientasi digital school management bagi kepala sekolah di Ruang Production House Sekolah Parulian 1 Medan. Kegiatan diikuti 14 kepala sekolah dan dua orang perwakilan yayasan. Orientasi bertujuan membangun pemahaman bersama mengenai urgensi digitalisasi tata kelola sekolah, kesiapan sumber daya manusia, dan peran kepemimpinan dalam mendorong penerapan sistem pengelolaan sekolah berbasis digital.
Ketua Tim PKM FISIP USU Dr. Agus Marwan, S.IP, M.SP menjelaskan bahwa digitalisasi tata kelola sekolah tidak sekadar berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan cara kerja dan peningkatan kualitas manajemen pendidikan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong sekolah agar semakin siap mengembangkan tata kelola yang efektif, efisien, transparan dan terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi digital,” sebutnya.
Ia menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa transformasi digital tidak hanya menjadi perubahan perangkat. Tetapi juga menjadi bagian dari budaya kerja dan peningkatan kualitas manajemen sekolah.
“Kegiatan ini dirancang tidak hanya dalam bentuk orientasi dan pelatihan. Tetapi juga pendampingan agar pemahaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam praktik pengelolaan sekolah,” ujar ketua Tim PKM FISIP USU.
Setelah orientasi kepala sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan digital school management bagi guru dan unsur pengelola sekolah. Kegiatan diikuti 50 guru di lingkungan unit Sekolah Parulian 1, 14 kepala sekolah, dua perwakilan yayasan dan tiga staf operator yayasan.
Pelatihan tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses administrasi, pengelolaan informasi, koordinasi antar-unit sekolah, dan peningkatan efektivitas pelayanan pendidikan. Keterlibatan kepala sekolah, guru, perwakilan yayasan dan tenaga operator diharapkan dapat membangun pemahaman dan komitmen bersama dalam mengembangkan sistem pengelolaan sekolah yang lebih modern dan terintegrasi.
Tim PKM FISIP USU menekankan bahwa keberhasilan penerapan digital school management memerlukan dukungan seluruh unsur organisasi sekolah. Komitmen pimpinan, kesiapan guru, kompetensi tenaga operator dan dukungan kebijakan yayasan merupakan faktor penting untuk memastikan proses transformasi digital berjalan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, FISIP USU berharap Sekolah Parulian 1 Medan dapat lebih mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola pendidikan. Pengelolaan data yang lebih tertata, proses administrasi yang lebih efisien, koordinasi yang lebih baik dan tersedianya informasi yang mendukung pengambilan keputusan diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan manajemen sekolah ke depan.
Pelaksanaan PKM skema perintis ini sekaligus mencerminkan komitmen FISIP USU dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi. Khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan pengetahuan dan keahlian akademik untuk menjawab kebutuhan nyata institusi pendidikan. Sinergi antara perguruan tinggi dan Yayasan Pendidikan Parulian diharapkan dapat terus diperkuat guna mendukung pengembangan tata kelola sekolah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Dengan terselenggaranya kegiatan optimalisasi tata kelola sekolah melalui pelatihan dan pendampingan digital school management, Sekolah Parulian 1 Medan diharapkan dapat mengambil langkah nyata dalam memperkuat transformasi digital dan mengembangkan tata kelola pendidikan yang lebih efektif, transparan, akuntabel dan berdaya saing. (dmp)

