DPRD: Transparansi DLH Lambat

Penjelasan keberadaan ribuan batang pohon oleh Kepala DLH Kota Medan Melvi Marlabayana belum sepenuhnya meredam kritik. Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Kota Medan Dr M. Afri Rizki Lubis SM M.IP, menilai keterlambatan penyampaian informasi kepada publik telah memunculkan polemik yang seharusnya bisa dihindari sejak awal.

Menurut politisi Partai NasDem itu, sejak awal masyarakat berhak mengetahui ke mana batang-batang pohon hasil penebangan dibawa serta bagaimana mekanisme pengelolaannya.

“Sekali lagi, masyarakat berhak tahu ke mana semua batang pohon yang ditebang itu. DLH Medan harus transparan supaya semuanya jelas dan tidak menjadi tanda tanya di masyarakat,” tegas Rizki.

Ia mengingatkan bahwa Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, selama ini telah berulang kali menegaskan pentingnya keterbukaan informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Karena itu, menurut Rizki, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk DLH, seharusnya mengikuti semangat transparansi tersebut.

“Wali Kota Medan sangat transparan kepada publik. Kenapa justru OPD-nya yang tidak transparan? Padahal tinggal disampaikan saja batang-batang pohon itu berada di mana, akan diapakan, serta bagaimana mekanisme dan ketentuannya,” ujarnya.

Rizki menilai keterlambatan memberikan informasi justru memicu spekulasi di tengah masyarakat dan berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kota Medan.

“Jangan hanya karena DLH, kepercayaan masyarakat terhadap Pemko Medan menjadi menurun. Jangan sampai itu terjadi, karena Wali Kota sendiri sangat terbuka kepada masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, apabila ke depan sikap tidak transparan masih terus terjadi, maka hal tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Medan terhadap kinerja Kepala DLH.

“Kadis LH Medan perlu dievaluasi apabila tidak kunjung transparan terkait persoalan seperti ini. Saya rasa ini harus menjadi catatan penting bagi Pemko Medan,” pungkasnya. (map/ila)

Penjelasan keberadaan ribuan batang pohon oleh Kepala DLH Kota Medan Melvi Marlabayana belum sepenuhnya meredam kritik. Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Kota Medan Dr M. Afri Rizki Lubis SM M.IP, menilai keterlambatan penyampaian informasi kepada publik telah memunculkan polemik yang seharusnya bisa dihindari sejak awal.

Menurut politisi Partai NasDem itu, sejak awal masyarakat berhak mengetahui ke mana batang-batang pohon hasil penebangan dibawa serta bagaimana mekanisme pengelolaannya.

“Sekali lagi, masyarakat berhak tahu ke mana semua batang pohon yang ditebang itu. DLH Medan harus transparan supaya semuanya jelas dan tidak menjadi tanda tanya di masyarakat,” tegas Rizki.

Ia mengingatkan bahwa Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, selama ini telah berulang kali menegaskan pentingnya keterbukaan informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Karena itu, menurut Rizki, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk DLH, seharusnya mengikuti semangat transparansi tersebut.

“Wali Kota Medan sangat transparan kepada publik. Kenapa justru OPD-nya yang tidak transparan? Padahal tinggal disampaikan saja batang-batang pohon itu berada di mana, akan diapakan, serta bagaimana mekanisme dan ketentuannya,” ujarnya.

Rizki menilai keterlambatan memberikan informasi justru memicu spekulasi di tengah masyarakat dan berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kota Medan.

“Jangan hanya karena DLH, kepercayaan masyarakat terhadap Pemko Medan menjadi menurun. Jangan sampai itu terjadi, karena Wali Kota sendiri sangat terbuka kepada masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, apabila ke depan sikap tidak transparan masih terus terjadi, maka hal tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Medan terhadap kinerja Kepala DLH.

“Kadis LH Medan perlu dievaluasi apabila tidak kunjung transparan terkait persoalan seperti ini. Saya rasa ini harus menjadi catatan penting bagi Pemko Medan,” pungkasnya. (map/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru