Hari kedua pelaksanaan wisuda Universitas Pembangunan Panca Budi di Regale International Convention Center Medan dilaksanakan launching Maskot Sahabat Insan Tamaddun Mandiri, aplikasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Pelayanan Terpadu, Rabu (19/8).
Launching dilakukan Rektor Unpab Assoc. Prof. Dr. Muhammad Isa Indrawan, M.M bersama Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si, M.E.I dan Ketua Umum Yayasan Prof. DR. H. Kadirun Yahya (YPDHKY) Dra. Hj. Yasmin Siti Khadijah.
Turut hadir wali Kota Medan diwakili kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Ketua Komite Advokasi Daerah (KAD) Sumut Santri Sinaga, Sekretaris Aptisi Sumut Dr. Supriyanto, M.Si, perwakilan PT Pos Indonesia dan perbankan, keluarga wisudawan/wisudawati dan undangan lainnya.
Launching Maskot Sahabat Insan Tamaddun Mandiri, aplikasi PMB dan Pelayanan Terpadu ini sebagai bagian penanaman nilai-nilai tammadun mandiri yang memberi semangat agar Unpab dapat menjadi institusi yang lebih baik seperti layanan dan proses akademik lainnya.
Pada wisuda Unpab periode ke-76 hari kedua juga disampaikan orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si, M.E.I yang berjudul: Merdeka Berkarya, Unggul Mengabdi. Sinergi Kampus dan Lulusan Mewujudkan Kampus Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045.
Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si, M.E.I pun menggambarkan perubahan drastis akibat kemajuan teknologi yang mempengaruhi masa depan pendidikan dan masa depan dunia termasuk Indonesia.
Ada teknologi implan yang bisa menanamkan chips kecerdasan buatan pada manusia dan memperbaiki kesehatan manusia. Teknologi robot bukan semata jadi alat bantu tapi jadi bagian dari sistem kerja, transportasi bahkan bisa jadi teman sosial. Banyak pekerjaan manual akan hilang. Namun akan muncul juga pekerjaan dan gaya hidup baru yang saat ini belum dikenal. Untuk itu perlu kesiapan beradaptasi dengan kemajuan teknologi tersebut.
Dijabarkan pula kondisi Indonesia sebelum kemerdekaan. “Banyak bangsa-bangsa yang sudah merdeka, namun belum sesungguhnya merdeka karena wilayahnya dikuasai oleh asing secara ekonomi,” tegas ketua umum Aptisi.
Rektor Unpab Assoc. Prof. Dr. Muhammad Isa Indrawan, M.M bersyukur atas pelaksanaan wisuda periode ke-76 dengan tema Merdeka dalam Inovasi dan Unggul dalam Kontribusi yang diikuti 1.815 lulusan program diploma, sarjana dan pascasarjana tersebut. Dalam kesempatan ini para lulusan Unpab melalui tayangan vidio mengungkapkan pengalaman menarik dan membanggakan semasa kuliah di kampus yang telah berusia 69 tahun tersebut.
Dalam kesempatan ini, rektor merinci berbagai prestasi universitas beserta sivitas akademika Unpab yang merupakan satu dari 255 perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki akreditasi institusi unggul.
Disebutkan rektor, saat ini dunia bergerak cepat sehingga bangsa Indonesia juga harus terus melakukan inovasi dan menyesuaikan program serta mendapatkan dukungan masyarakat.
“Indonesia tahun 2045 kiranya dapat menjadi salah satu negara terbesar di dunia,” tegas Assoc. Prof. Dr. Muhammad Isa Indrawan, M.M yang juga ketua Aptisi Sumut.
Ketua Umum YPDHKY Dra. Hj. Yasmin Siti Khadijah menegaskan bahwa wisuda merupakan bukti kerja, kesabaran dan doa tulus orangtua. Wisuda Unpab telah melahirkan para pemimpin masa depan.
Dra. Hj. Yasmin Siti Khadijah mengingatkan pondasi kokoh dari Prof. DR. H. Kadirun Yahya sebagai pendiri Unpab. Beliau ulama dan pejuang yang mengajarkan bahwa pendidikan bukan cuma mencetak orang pintar. “Pintar saja tidak cukup. Yang kita butuh adalah manusia yang utuh. Manusia yang kenal Tuhannya dan kenal dirinya. Ilmunya membawa manfaat bagi orang lain,” ucapnya. (dmp)

