Ibu masa nifas membutuhkan waktu pemulihan pada keadaan semula. Dalam masa ini ibu nifas rentan dengan kekurangan gizi karena harus memberikan ASI pada bayinya. Ibu nifas yang kurang asupan gizi dapat mengakibatkan terjadinya anemi, kekurangan energi kronik pada ibu. Sedangkan pada bayi dapat mengalami stunting akibat kekurangan ASI.
Untuk itu Sekolah Tinggi ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bekerja sama dengan Kelurahan Medan Tenggara yang Didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Diktisaintek).
Kegiatan ini dilaksanakan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Dana Hibah Tahun 2026 dengan judul Optimalisasi Peran Kader Melalui Ceting dan Givarum: Kontrol Gizi Ibu Nifas dan Anti Inflamasi Berbasis Kearifan Lokal.

Dalam kegiatan ini, STIKes Mitra Husada Medan menerapkan ilmu biomedik dalam pencegahan patofisiologi pertumbuhan yang abnormal pada bayi baru lahir melalui pelatihan kader dalam mengarahkan ibu nifas yang cukup kalori. Hal ini supaya bayi terhindar dari stunting.
Sumber gizi Lactagogum yang terkandung dalam daun katuk, mampu meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas yang kandungan gizinya dapat dikontrol pada dari aplikasinya Ceting.
Kegiatan ini diikuti 39 peserta dari kader Posyandu Kelurahan Medan Tenggara pada periode April sampai November 2026. Kegiatan mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan kader dan evaluasi.
Kader diberi sosialisasi kandungan gizi, kebutuhan ibu nifas sesuai umur dan bahan yang tersedia. Dilakukan juga pelatihan kader untuk menyusun gizi ibu nifas langsung sesuai isi piringku, melatih kader dalam pembuatan givarum.
Selanjutnya tahap pelatihan yaitu demonstrasi penyusunan gizi ibu nifas dan pembuatan givarum serta perakan aplikasi Ceting. Kader langsung memperagakan menyusun gizi ibu nifas, membuat givarum langsung dengan memarut jahe merah 202 gram, mengiris gula merah 202 gram dan memasukkan air 3m600 cc. Lalu memasaknya hingga air menjadi 1.800 cc untuk dosis 3 hari 3 kali sehari sekali minum 200 cc.
Tahap selanjutnya penerapan teknologi maka kader langsung terapkan ke ibu nifas dilakukan pendampingan oleh tim pelaksana kemudian dilakukan evaluasi.
Peserta kegiatan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini karena dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam meningkatkan kesehatan ibu nifas.
Kader dilatih menyusun gizi ibu nifas dengan kearifan lokal menggunakan daun katuk dan givarum yaitu air rebusan jahe merah dengan gula merah. Daun katuk yang mengandung Lactagogum dapat meningkatkan produksi ASI dan jahe merah yang mengandung 6 gingerol dapat berfungsi sebagai anti inflamasi sehingga mempercepat penyembuhan luka perineum.
Tim pengabdian kepada masyarakat dipimpin Mesrida Simarmata, SST, M.Biomed selaku ketua. Anggota tim Srilina br Pinem, S.Kb, Bd., M.Keb, Tahan Hasibuan, S.Kep, Ns, M.Kep dan mahasiswa yang terlibat Seppe Nola Manik, Ayu Sandra Getrawani Simanjorang.
Tim mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Mitra Husada Medan dan Dr. Siti Nurmawan Sinaga, SKM, M.Kes selaku ketua STIKes Mitra Husada Medan yang telah memfasilitasi kegiatan pengabdian masyarakat tersebut.
Terima kasih kepada Lurah Medan Tenggara Nurdamayanti Siregar, S.E, M.AP yang telah memberi izin kegiatan. Terima kasih juga kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Diktisaintek yang telah memberi dana pada kegiatan.
Tim pengabdian kepada masyarakat dari STIKes Mitra Husada Medan juga berterima kasih kepada kader Posyandu Medan Tenggara yang bersedia jadi peserta dalam kegiatan tersebut. (dmp)

