Mahasiswa Apresiasi Aksi Nyata Maruli Siahaan Berbagi Masker dan Makanan pada Masyarakat Terdampak Asap Karhutla

Himpunan Pergerakan Mahasiswa Muslim Sumatera Utara (HPMM-SU) mengapresiasi aksi nyata dan kepedulian sosial Anggota Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dr. Maruli Siahaan, M.H.

Wakil rakyat dari Sumut ini berkolaborasi dengan HPMM-SU melaksanakan kegiatan sosial bertajuk ‘Satu Masker Seribu Kebaikan’ yang dirangkaikan dengan pembagian makanan gratis kepada masyarakat terdampak asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Pembagian masker dan makanan ini dipimpin Ketua Umum HPMM-SU Rido Akbar Nasution. Dalam siaran pers di Medan, Rabu (21/10) malam dijelaskan bahwa kegiatan bersama Dr. Maruli Siahaan, M.H ini sebagai wujud kolaborasi antara mahasiswa dan wakil rakyat dalam menghadirkan aksi kemanusiaan ditengah masyarakat.

Ketua umum HPMM-SU mengutarakan bahwa kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap Karhutla di Sumut. HPMM-SU pun menilai bahwa kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya kehadiran wakil rakyat yang memberikan perhatian terhadap persoalan sosial dan kesehatan masyarakat.

Melalui pembagian masker dan makanan gratis, lanjut Rido Akbar Nasution, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat langsung sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan ditengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.

Rido Akbar Nasution menyampaikan bahwa kepedulian kepada masyarakat akan semakin bermakna ketika diwujudkan melalui tindakan konkret yang menjawab kebutuhan warga.

“Kami mengapresiasi Dr. Maruli Siahaan, M.H yang telah berkolaborasi bersama HPMM-SU dalam menghadirkan kegiatan sosial ini. Bagi kami, kepedulian seorang wakil rakyat memiliki arti penting ketika diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan bahwa pembagian masker dan makanan gratis ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Melainkan pesan bahwa persoalan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi perhatian bersama.

Ia menambahkan, sinergi antara mahasiswa dan wakil rakyat perlu terus diperkuat untuk memperluas gerakan sosial serta menumbuhkan semangat gotong royong. Kolaborasi lintas elemen merupakan salah satu cara untuk menghadirkan kepedulian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami berharap kepedulian seperti ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak. Masyarakat membutuhkan kehadiran yang nyata, terlebih ketika menghadapi persoalan yang menyangkut kesehatan dan keselamatan. Kami melihat kolaborasi bersama Dr. Maruli Siahaan sebagai momentum untuk memperkuat gerakan kemanusiaan dan membangun kepedulian yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Ketua umum HPMM-SU juga menegaskan bahwa dampak Karhutla tidak boleh dipandang sebagai persoalan lingkungan semata. Kabut asap juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan dan kualitas hidup warga.

Karena itu, menurut dia, aksi sosial perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan karhutla, pengendalian pencemaran udara, serta perlindungan bagi masyarakat yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

Rido Akbar Nasution menilai kegiatan ‘Satu Masker Seribu Kebaikan’ ini membawa pesan moral bahwa kepedulian tidak cukup disampaikan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan yang bermanfaat.

Ia berharap gerakan ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Kolaborasi antara HPMM-SU dan Dr. Maruli Siahaan, M.H dapat terus berkembang dalam berbagai program sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa ketika mahasiswa dan wakil rakyat berjalan bersama dengan semangat pengabdian, semakin banyak persoalan masyarakat yang dapat diperhatikan dan diperjuangkan,” tegasnya.

Ketua umum HPMM-SU optimis semangat kepedulian sosial melalui kolaborasi bersama Dr. Maruli Siahaan dapat mendorong semakin luasnya gerakan kemanusiaan di Sumut.

“Kepedulian terbaik adalah kepedulian yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semangat itulah yang ingin terus dihidupkan melalui gerakan ‘Satu Masker Seribu Kebaikan’ dan berbagi makanan gratis sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat,” ucap Rido Akbar Nasution.

Ketua umum HPMM-SU pun mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas diluar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Selain itu menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau gejala gangguan pernapasan berat.

Pemerintah dan pihak terkait, kata Rido Akbar Nasution, juga diharapkan memperkuat langkah pencegahan Karhutla serta memastikan akses informasi kualitas udara dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. (dmp)

Himpunan Pergerakan Mahasiswa Muslim Sumatera Utara (HPMM-SU) mengapresiasi aksi nyata dan kepedulian sosial Anggota Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dr. Maruli Siahaan, M.H.

Wakil rakyat dari Sumut ini berkolaborasi dengan HPMM-SU melaksanakan kegiatan sosial bertajuk ‘Satu Masker Seribu Kebaikan’ yang dirangkaikan dengan pembagian makanan gratis kepada masyarakat terdampak asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Pembagian masker dan makanan ini dipimpin Ketua Umum HPMM-SU Rido Akbar Nasution. Dalam siaran pers di Medan, Rabu (21/10) malam dijelaskan bahwa kegiatan bersama Dr. Maruli Siahaan, M.H ini sebagai wujud kolaborasi antara mahasiswa dan wakil rakyat dalam menghadirkan aksi kemanusiaan ditengah masyarakat.

Ketua umum HPMM-SU mengutarakan bahwa kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap Karhutla di Sumut. HPMM-SU pun menilai bahwa kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya kehadiran wakil rakyat yang memberikan perhatian terhadap persoalan sosial dan kesehatan masyarakat.

Melalui pembagian masker dan makanan gratis, lanjut Rido Akbar Nasution, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat langsung sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan ditengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.

Rido Akbar Nasution menyampaikan bahwa kepedulian kepada masyarakat akan semakin bermakna ketika diwujudkan melalui tindakan konkret yang menjawab kebutuhan warga.

“Kami mengapresiasi Dr. Maruli Siahaan, M.H yang telah berkolaborasi bersama HPMM-SU dalam menghadirkan kegiatan sosial ini. Bagi kami, kepedulian seorang wakil rakyat memiliki arti penting ketika diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan bahwa pembagian masker dan makanan gratis ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Melainkan pesan bahwa persoalan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi perhatian bersama.

Ia menambahkan, sinergi antara mahasiswa dan wakil rakyat perlu terus diperkuat untuk memperluas gerakan sosial serta menumbuhkan semangat gotong royong. Kolaborasi lintas elemen merupakan salah satu cara untuk menghadirkan kepedulian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami berharap kepedulian seperti ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak. Masyarakat membutuhkan kehadiran yang nyata, terlebih ketika menghadapi persoalan yang menyangkut kesehatan dan keselamatan. Kami melihat kolaborasi bersama Dr. Maruli Siahaan sebagai momentum untuk memperkuat gerakan kemanusiaan dan membangun kepedulian yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Ketua umum HPMM-SU juga menegaskan bahwa dampak Karhutla tidak boleh dipandang sebagai persoalan lingkungan semata. Kabut asap juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan dan kualitas hidup warga.

Karena itu, menurut dia, aksi sosial perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan karhutla, pengendalian pencemaran udara, serta perlindungan bagi masyarakat yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

Rido Akbar Nasution menilai kegiatan ‘Satu Masker Seribu Kebaikan’ ini membawa pesan moral bahwa kepedulian tidak cukup disampaikan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan yang bermanfaat.

Ia berharap gerakan ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Kolaborasi antara HPMM-SU dan Dr. Maruli Siahaan, M.H dapat terus berkembang dalam berbagai program sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa ketika mahasiswa dan wakil rakyat berjalan bersama dengan semangat pengabdian, semakin banyak persoalan masyarakat yang dapat diperhatikan dan diperjuangkan,” tegasnya.

Ketua umum HPMM-SU optimis semangat kepedulian sosial melalui kolaborasi bersama Dr. Maruli Siahaan dapat mendorong semakin luasnya gerakan kemanusiaan di Sumut.

“Kepedulian terbaik adalah kepedulian yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semangat itulah yang ingin terus dihidupkan melalui gerakan ‘Satu Masker Seribu Kebaikan’ dan berbagi makanan gratis sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat,” ucap Rido Akbar Nasution.

Ketua umum HPMM-SU pun mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas diluar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Selain itu menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau gejala gangguan pernapasan berat.

Pemerintah dan pihak terkait, kata Rido Akbar Nasution, juga diharapkan memperkuat langkah pencegahan Karhutla serta memastikan akses informasi kualitas udara dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. (dmp)

Artikel Terkait


Terpopuler

Artikel Terbaru