Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia hingga kini memiliki 19.057 alumni yang tersebar di penjuru tanah air hingga ke manca negara. Terakhir, USM Indonesia melaksanakan wisuda periode II tahun akademik 2025/2026 pada 22-23 Oktober 2026 di Hall Conversation Griya Benn Medan.
Wisuda dipimpin Rektor USM Indonesia Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes ini turut dihadiri Kepala LLDikti Wilayah I Prof. Saiful Anwar Matondang, M.A, Ph.D, Ketua Yayasan Sari Mutiara yang juga Konsul Kehormatan Korea Selatan untuk Sumatera Dr. Parlindungan Purba, M.M.
Hadir juga perwakilan dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provsu, pimpinan rumah sakit, perwakilan mitra, industri dan asosiasi profesi, keluarga wisudawan dan undangan lainnya.
Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan penyerahan surat keputusan pembukaan program studi baru yakni Pendidikan Profesi Guru (PPG). SK ini diserahkan Prof. Saiful Anwar Matondang, M.A, Ph.D mewakili menteri Diktisaintek kepada ketua Yayasan Sari Mutiara. Selanjutnya SK diserahkan kepada rektor USM Indonesia.
Kemeriahan acara wisuda lulusan USM Indonesia ini semakin lengkap dengan pelaksanaan syukur ulang tahun ke-63 Dr. Parlindungan Purba, M.M ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun. Dr. Parlindungan Purba, M.M pun terharu dengan kejutan perayaan ulang tahun tersebut.
Ketua Yayasan Sari Mutiara juga berharap lulusan USM Indonesia harus lebih hebat pada masa mendatang. Ia menegaskan keinginan untuk selalu dekat dengan para alumni sehingga tetap bisa bertukar informasi dan ketika mengalami kendala dapat secara bersama-sama mencari solusi terbaik.
Tokoh pendidikan yang pernah menjadi senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini juga berterima kasih atas dukungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I termasuk keluarga alumni dan mahasiswa USM Indonesia yang secara terus menerus memberi dukungan untuk kemajuan perguruan tinggi tersebut.
Apresiasi juga disampaikan ketua yayasan kepada lulusan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang bisa menyisihkan waktu ditengah kesibukan bekerja. Ia pun minta para alumni dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
Pada era kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan, Dr. Parlindungan Purba, M.M menegaskan bahwa teknologi bisa membantu mencari solusi tapi tidak bisa menggantikan sentuhan manusia.
Kemajuan teknologi adalah untuk memanusiakan manusia. Bukan merobotkan manusia. Untuk itu, lanjutnya, kecerdasan buatan dan teknologi digunakan untuk memudahkan kehidupan manusia. Tapi jangan bergantung sepenuhnya.
Prof. Saiful Anwar Matondang, M.A, Ph.D
Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes mengatakan lulusan USM Indonesia berasal dari berbagai provinsi di tanah air. Diantaranya dari Aceh, Riau, Kepri, Kalbar, Sulawesi, Papua Pegunungan hingga Papua Barat.
Rektor mengatakan bahwa situasi saat di tanah air sedang tidak baik-baik saja. Perubahan sangat cepat dan tidak dapat diprediksi. Dalam kesempatan ini Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes juga menyampaikan sejarah berdirinya USM Indonesia.
Kepala LLDikti Wilayah I mengatakan bahwa para lulusan ahli madya, sarjana dan magister yang diwisuda tidak berhenti belajar sepanjang hayat. Ada pendidikan non-formal di masyarakat dan yang diberikan oleh orangtua. “Perbanyaklah kerja sama, silaturahim dan kolaborasi untuk meraih sukses. Anda tidak bisa sendiri,” sebutnya.
Prof. Saiful Anwar Matondang, M.A, Ph.D yakin dengan pendidikan karakter, etika dan profesi yang dijalankan di USM Indonesia merupakan modal yang besar untuk mengalahkan kecerdasan buatan dan robot yang tidak bisa menyentuh hati manusia dan tidak bisa berkomunikasi dengan kontekstual dengan manusia.
Sementara itu rektor USM Indonesia mendoakan kesuksesan para alumni sehingga dapat menjadi kebanggaan orangtua. Di Sari Mutiara, lanjut Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes, terdapat core values yakni nilai-nilai yang menjadi dasar semua prilaku, kegiatan dan aktivitas akademik yang antara lain membuat kita teguh, tidak terombang-ambing.
Kemudian berpikir kritis, memiliki wacana berpikir, mengedepan akal dan budi, kompeten, beretika dan melayani. “Nilai-nilai tersebut meliputi spiritualisme, intelektual, profesionalisme. Mudah-mudahan lulusan USM Indonesia dapat menjadi kebanggaan keluarga,” pesan rektor. (dmp)

