Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Medicom mewisuda 248 lulusan pada
wisuda angkatan XXI tahun akademik 2025/2026 di Tiara Convention Center Medan, Kamis (22/10). Diantara para wisudawan, sebanyak 62 lulusan atau 25 persen telah bekerja sebelum menamatkan kuliah.
Wisudawan AMIK Medicom berasal dari program studi manajemen informatika 147 lulusan, program studi teknik komputer 39 lulusan dan program studi komputerisasi akuntansi 62 lulusan.
Sebanyak 215 dari 248 wisudawan AMIK Medicom merupakan penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Bagian Umum Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Ahmad Subhan, S.E bersama pengurus Yayasan Pendidikan Nasional Medicom, dosen, tenaga kependidikan, keluarga orangtua wisudawan dan undangan lainnya.
Direktur AMIK Medicom Kamson Sirait, S.T, M.Kom mengatakan bahwa wisuda tersebut menjadi bukti keberhasilan institusi dalam mengantarkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan vokasi di bidang komputer selama tiga tahun. “Ini adalah pertanggungjawaban kami kepada orangtua yang telah menitipkan putra-putrinya selama tiga tahun. Hari ini mereka berhasil kami antarkan hingga menjadi ahli madya komputer,” ujar direktur.
Ia mengungkapkan bahwa seluruh program studi di AMIK Medicom telah memperoleh akreditasi baik sekali. AMIK Medicom juga meraih penghargaan gold winner dari LLDikti Wilayah I dan menerima hibah Program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) tahun 2026.
Pencapaian tersebut, lanjut direktur, menjadi motivasi bagi institusi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Dalam kesempatan ini, direktur AMIK Medicom berterima kasih kepada Anggota DPR RI dr. Sofyan Tan dan LLDikti Wilayah I atas dukungan program KIP Kuliah yang membantu mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi untuk mengakses pendidikan tinggi.
Ia berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan terus belajar, bekerja dan berkontribusi bagi masyarakat. “Pemerintah memberikan beasiswa ini adalah agar mereka memiliki kemauan, kemampuan dan waktu untuk terus belajar dan bekerja. Menjadi generasi muda Indonesia yang produktif,” katanya.
Kamson Sirait, S.T, M.Kom mengingatkan para wisudawan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan. Melainkan awal untuk memasuki dunia kerja yang terus berubah akibat perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan.
Direktur AMIK Medicom menyebut bahwa kemampuan kecerdasan buatan dalam membantu berbagai pekerjaan manusia harus diimbangi dengan penguasaan keterampilan non-teknis atau soft skills. Seperti berpikir kritis, analitis, kepemimpinan, empati dan kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa lulusan pendidikan vokasi harus mampu mengadopsi dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi tanpa kemampuan menilai dan mengendalikannya.
Kamson Sirait, S.T, M.Kom juga mendorong para lulusan untuk memanfaatkan peluang program magang nasional yang diadakan pemerintah bagi lulusan fresh graduate yang menargetkan 20 ribu peserta lulusan diploma-3 dan strata-1 untuk menjalani penempatan di industri selama enam bulan dengan upah sesuai upah minimum provinsi (UMP) masing-masing daerah.
Untuk itu, ia berharap para lulusan AMIK Medicom dapat memanfaatkan berbagai kesempatan magang dan pengembangan kompetensi untuk memperbesar peluang memperoleh pekerjaan tetap. Kesiapan bekerja dan kemampuan menghasilkan sesuatu secara produktif merupakan salah satu tujuan utama pendidikan vokasi. “Terus membangun etos kerja, kedisiplinan dan kemauan untuk bekerja keras demi mencapai kehidupan yang lebih baik,” pesannya.
Lulusan AMIK Medicom, lanjut direktur, memiliki peluang untuk mengembangkan karir diberbagai sektor industri. Mengingat teknologi informasi terus berkembang dan dibutuhkan diberbagai bidang, baik di tanah air maupun diluar negeri. “Kalau mau sukses dalam hidup, harus mau bekerja keras,” tegasnya.
Diakhir sambutannya, direktur AMIK berharap seluruh lulusan dapat meraih kehidupan yang sejahtera, menjaga nama baik almamater, membanggakan orangtua serta memberikan kontribusi positif bagi bangsa. “Jaga nama baik almamater. Banggakan orangtua dan jadilah kebanggaan Indonesia,” kata Kamson Sirait, S.T, M.Kom. (dmp)

