Delegasi pendidikan tinggi Sumut mencetak prestasi gemilang ditingkat nasional. Tujuh pimpinan perguruan tinggi terbaik dari provinsi ini yakni Agussani CHEL (UMSU), Muhammad Isa Indrawan CHEL (Unpab), Johannes Sembiring CHEL (Institut Kesehatan Deli Husada), Siti Nurmawan Sinaga CHEL (STIKes Mitra Husada), Jopinus Ramli Saragih CHEL (Universitas Efarina), Syafrida CHEL (UISU) dan Rahmat Gurusinga CHEL (Institut Kesehatan Medistra) diwisuda dan dianugerahi gelar eksekutif bergengsi Coach of Higher Education Leaders (CHEL).
Pengukuhan ini menjadi puncak dari pelaksanaan program Aptisi Executive Rector Leadership Academy (AERLA) Angkatan I yang diselenggarakan di Jakarta pada 21-23 Oktober 2026
Program AERLA Angkatan I merupakan sebuah akademi kepemimpinan elit hasil kolaborasi strategis antara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Pusat dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Diktisaintek). Program perdana ini dirancang sangat ketat dan hanya diikuti 40 rektor pilihan dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) berakreditasi ‘Unggul’ di seluruh Indonesia. Hebatnya, Sumut berhasil menempatkan tujuh tokoh pimpinan terbaiknya di dalam barisan elit tersebut.
Rombongan delegasi Sumut ini dipimpin Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) yang juga ketua umum Aptisi Wilayah Sumut Prof. Dr. H. M. Isa Indrawan, S.E, M.M. Bersama enam pimpinan perguruan tinggi unggulan Sumut lainnya, tujuh tokoh ini kini sah menyandang gelar CHEL yang melambangkan legitimasi tertinggi mereka sebagai mentor rektor tingkat nasional.
Sebagai pemegang gelar eksekutif CHEL, tujuh pimpinan perguruan tinggi Sumut ini mengemban tugas kementerian dan organisasi tingkat nasional untuk menjadi penggerak utama (master trainers) mutu pendidikan.
Tugas mulia pemegang gelar eksekutif CHEL meliputi:
– Mentor Utama Manajemen Kampus. Membimbing para rektor baru dan pimpinan institusi pendidikan tinggi di berbagai daerah untuk membangun tata kelola kampus yang sehat, akuntabel dan mandiri secara finansial.
– Akselerator Akreditasi Lokal. Menjadi konsultan dan pendamping strategis bagi ratusan PTS di Sumut agar mampu meningkatkan mutu institusi dan meraih akreditasi tertinggi (unggul).
– Arsitek Pendidikan Berbasis AI. Memimpin transformasi kurikulum di daerah guna mengintegrasikan teknologi masa depan, kecerdasan buatan (AI) serta menyelaraskan visi kampus dengan era Education 6.0 menuju tahun 2035.
– Inisiator Hub Kemitraan Industri. Membuka akses dan menjembatani jaringan kolaborasi riset serta penyerapan kerja antara kampus swasta lokal dengan korporasi skala nasional dan internasional.
Ketua Umum Aptisi Pusat Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen delegasi Sumut. “Lahirnya 7 Coach CHEL dari Sumut merupakan amunisi besar bagi Indonesia. Mereka adalah para praktisi sukses yang siap mendistribusikan ilmu tata kelola kampus modern secara masif untuk menyambut Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Sekembalinya dari Jakarta, Prof. Dr. H. M. Isa Indrawan, S.E, M.M menegaskan bahwa tujuh pimpinan perguruan tinggi bergelar CHEL ini akan segera membentuk tim akselerasi khusus. “Amanah nasional ini adalah kemenangan bagi dunia pendidikan Sumut. Kami ketujuh komandan pendidikan tinggi yang telah dilatih siap bersinergi, turun langsung ke daerah-daerah, dan memastikan kampus swasta di Sumut tidak hanya bertahan, tapi melompat menjadi pusat keunggulan akademik berbasis teknologi digital,” sebutnya. (dmp)

