Menteri LH dan Ketua PP Muhammadiyah Motivasi 2.657 Lulusan UMSU, Rektor Siapkan Alumni yang Adaptif dan Berdampak

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mewisuda 2.657 lulusan pada wisuda periode II Tahun 2026 yang dilaksanakan di Gedung Selecta Medan pada 27-29 Oktober. Hari pertama wisuda dihadiri Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si dan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat.

Turut hadir Kepala LLDikti Wilayah I Prof. Saiful Anwar Matondang, M.A, Ph.D, Direktur TVMu Dr. Makroen Sanjaya, pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Sumut serta anggota senat dan sivitas akademika UMSU.

Para lulusan menerima pesan mengenai pentingnya integritas, pembelajaran sepanjang hayat, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kewirausahaan dan tanggung jawab menjaga lingkungan.

Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang melibatkan kerja keras, doa dan pengorbanan mahasiswa beserta keluarga. Ia mengingatkan para lulusan agar tidak hanya berorientasi pada pekerjaan dan jabatan. Tetapi juga mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Lulusan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan diharapkan berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda. Lulusan fakultas ilmu sosial dan politik diharapkan menghadirkan komunikasi publik yang bertanggung jawab dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Lulusan program magister dan doktor didorong untuk memperkuat penelitian, inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan.

UMSU, menurut rektor, menyelenggarakan pendidikan berdasarkan tridharma perguruan tinggi dan caturdharma perguruan tinggi Muhammadiyah dengan nilai-nilai Islam sebagai landasan pembentukan karakter.

Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd juga memaparkan capaian institusi. Diantaranya UMSU mempertahankan posisi lima besar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia, dari total 165 perguruan tinggi. Dengan jumlah mahasiswa mencapai 29.617 orang, lanjutnya, UMSU juga sebagai perguruan tinggi swasta terbesar di Pulau Sumatera.

Dalam menyiapkan alumni yang adaptif dan berdampak, UMSU mengembangkan infrastruktur yang turut menjadi perhatian. Termasuk pembangunan kampus terpadu dan rencana gedung fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan hingga 10 lantai untuk mendukung fasilitas pendidikan serta pengembangan rumah sakit pendidikan UMSU.

Sementara itu Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si menyampaikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus belajar, beradaptasi, berinovasi serta berpegang teguh pada nilai moral dan etika.

Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi pustaka, informatika dan digitalisasi ini menyampaikan tiga pesan penting bagi para lulusan. Yaitu menjadi pembelajar sepanjang hayat, meneguhkan integritas dan akhlak mulia serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si mengingatkan para lulusan agar menjaga kejujuran, tanggung jawab, disiplin dan etika dalam menjalankan profesi. Ia secara khusus mengingatkan agar tidak ada lulusan UMSU yang terlibat dalam korupsi maupun penyalahgunaan jabatan.

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengucapkan selamat kepada para wisudawan UMSU. Ia meminta para lulusan saatnya berbakti kepada masyarakat dan bangsa serta menghasilkan dampak. “Kerja banyak dan memberikan dampak banyak. Saya yakin UMSU sudah berdampak untuk masyarakat,” tegasnya.

Perguruan tinggi, kata menteri, memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan sosial dan lingkungan. Kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata melalui pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

“Kampus harus menjadi bagian dari gerakan tobat ekologis karena kampus bukan individu, tetapi menebarkan tridharma perguruan tinggi. UMSU pasti sudah mengertilah,” katanya.

Menteri juga memaparkan tentang peran generasi muda dan Muhammadiyah. Mulai dari alma’un menuju pemberdayaan, dari kaderisasi menuju kepemimpinan sosial, dari kerelawanan menuju perubahan sistemik hingga dari kepedulian lingkungan menuju keadilan ekologis.

Ia mengutarakan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang dapat mendukung berbagai kegiatan pemulihan lingkungan. Namun, pemanfaatannya harus memperhatikan aturan, pengukuran, verifikasi dan pembagian manfaat yang adil bagi masyarakat.

Menteri lingkungan hidup turut menyinggung pengembangan UMSU Garden di kawasan Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Desa Sampali, Sumut. Menurutnya, pengembangan taman tersebut berpotensi menjadi bagian dari upaya menjaga biodiversity atau keanekaragaman hayati, yang kini menjadi salah satu persoalan penting di tingkat global.

“Kedepan, UMSU Garden bisa menjadi bagian dari pengembangan keanekaragaman hayati. Kita harus memastikan biodiversitas tetap terpelihara, termasuk bekerja keras agar spesies yang mendekati kepunahan dapat terus berkembang,” ujarnya.

Kepala LLDikti Wilayah I Prof. Saiful Anwar Matondang, M.A, Ph.D meminta wisudawan mempererat silaturahim, terus belajar sepanjang hayat dan senantiasa menghormati orangtua. Para lulusan harus terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kemampuan melalui berbagai sumber, termasuk buku, internet dan pengalaman orang lain. (dmp)

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mewisuda 2.657 lulusan pada wisuda periode II Tahun 2026 yang dilaksanakan di Gedung Selecta Medan pada 27-29 Oktober. Hari pertama wisuda dihadiri Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si dan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat.

Turut hadir Kepala LLDikti Wilayah I Prof. Saiful Anwar Matondang, M.A, Ph.D, Direktur TVMu Dr. Makroen Sanjaya, pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Sumut serta anggota senat dan sivitas akademika UMSU.

Para lulusan menerima pesan mengenai pentingnya integritas, pembelajaran sepanjang hayat, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kewirausahaan dan tanggung jawab menjaga lingkungan.

Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang melibatkan kerja keras, doa dan pengorbanan mahasiswa beserta keluarga. Ia mengingatkan para lulusan agar tidak hanya berorientasi pada pekerjaan dan jabatan. Tetapi juga mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Lulusan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan diharapkan berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda. Lulusan fakultas ilmu sosial dan politik diharapkan menghadirkan komunikasi publik yang bertanggung jawab dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Lulusan program magister dan doktor didorong untuk memperkuat penelitian, inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan.

UMSU, menurut rektor, menyelenggarakan pendidikan berdasarkan tridharma perguruan tinggi dan caturdharma perguruan tinggi Muhammadiyah dengan nilai-nilai Islam sebagai landasan pembentukan karakter.

Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd juga memaparkan capaian institusi. Diantaranya UMSU mempertahankan posisi lima besar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia, dari total 165 perguruan tinggi. Dengan jumlah mahasiswa mencapai 29.617 orang, lanjutnya, UMSU juga sebagai perguruan tinggi swasta terbesar di Pulau Sumatera.

Dalam menyiapkan alumni yang adaptif dan berdampak, UMSU mengembangkan infrastruktur yang turut menjadi perhatian. Termasuk pembangunan kampus terpadu dan rencana gedung fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan hingga 10 lantai untuk mendukung fasilitas pendidikan serta pengembangan rumah sakit pendidikan UMSU.

Sementara itu Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si menyampaikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus belajar, beradaptasi, berinovasi serta berpegang teguh pada nilai moral dan etika.

Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi pustaka, informatika dan digitalisasi ini menyampaikan tiga pesan penting bagi para lulusan. Yaitu menjadi pembelajar sepanjang hayat, meneguhkan integritas dan akhlak mulia serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si mengingatkan para lulusan agar menjaga kejujuran, tanggung jawab, disiplin dan etika dalam menjalankan profesi. Ia secara khusus mengingatkan agar tidak ada lulusan UMSU yang terlibat dalam korupsi maupun penyalahgunaan jabatan.

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengucapkan selamat kepada para wisudawan UMSU. Ia meminta para lulusan saatnya berbakti kepada masyarakat dan bangsa serta menghasilkan dampak. “Kerja banyak dan memberikan dampak banyak. Saya yakin UMSU sudah berdampak untuk masyarakat,” tegasnya.

Perguruan tinggi, kata menteri, memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan sosial dan lingkungan. Kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata melalui pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

“Kampus harus menjadi bagian dari gerakan tobat ekologis karena kampus bukan individu, tetapi menebarkan tridharma perguruan tinggi. UMSU pasti sudah mengertilah,” katanya.

Menteri juga memaparkan tentang peran generasi muda dan Muhammadiyah. Mulai dari alma’un menuju pemberdayaan, dari kaderisasi menuju kepemimpinan sosial, dari kerelawanan menuju perubahan sistemik hingga dari kepedulian lingkungan menuju keadilan ekologis.

Ia mengutarakan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang dapat mendukung berbagai kegiatan pemulihan lingkungan. Namun, pemanfaatannya harus memperhatikan aturan, pengukuran, verifikasi dan pembagian manfaat yang adil bagi masyarakat.

Menteri lingkungan hidup turut menyinggung pengembangan UMSU Garden di kawasan Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Desa Sampali, Sumut. Menurutnya, pengembangan taman tersebut berpotensi menjadi bagian dari upaya menjaga biodiversity atau keanekaragaman hayati, yang kini menjadi salah satu persoalan penting di tingkat global.

“Kedepan, UMSU Garden bisa menjadi bagian dari pengembangan keanekaragaman hayati. Kita harus memastikan biodiversitas tetap terpelihara, termasuk bekerja keras agar spesies yang mendekati kepunahan dapat terus berkembang,” ujarnya.

Kepala LLDikti Wilayah I Prof. Saiful Anwar Matondang, M.A, Ph.D meminta wisudawan mempererat silaturahim, terus belajar sepanjang hayat dan senantiasa menghormati orangtua. Para lulusan harus terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kemampuan melalui berbagai sumber, termasuk buku, internet dan pengalaman orang lain. (dmp)

Artikel Terkait


Terpopuler

Artikel Terbaru