28 C
Medan
Wednesday, July 24, 2024

Pendaftaran Ditutup, 4 Bacalon Gubsu Kembali Formulir ke PDIP

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPD PDI Perjuangan Sumut resmi menutup pendaftaran dan penjaringan Bakal Calon (Bacalon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut pada Pilkada serentak tahun 2024.

Hal itu, diungkapkan oleh Wakil Ketua DPD PDIP Sumut, Aswan Jaya saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (7/6).

Ia mengatakan, Bacalon yang mengembalikan formulir dan berkas, yakni Edy Rahmayadi, Nikson Nababan, Barry Simorangkir, dan Abdul Aziz.

“Sudah tahap wawancara, sudah tutup penjaringan. Kalau mendaftar lagi bisa, pintunya di DPP PDIP,” kata Aswan.

Dengan itu, Aswan mengatakan bila ada Bacalon Gubernur Sumut, yang akan mendaftarkan kembali, bisa melalui pendaftaran di DPP PDI-P. Sedangkan, DPD PDIP Sumut sudah resmi ditutup pendaftaran dan penjaringan.

“Tahapan dijaring di tingkat DPD PDIP, sudah tutup dan bila terlambat mendaftar, bisa mendaftar di DPP,” sebut Aswan.

Disinggung kapan Fit and Proper Test Bacalon Gubernur Sumut?. Aswan mengatakan belum tahu dan masih dilakukan penjadwalan. Karena tes wawancara bisa dilakukan di DPD PDIP Sumut, dan bisa juga digelar di DPP PDIP, di Jakarta.

“Gubernur, belum dijadwalkan (tes wawancara). Kemungkinan akan diserahkan kepada DPP PDI-P. Kemungkinan langsung di Jakarta. Kita juga masih konsultasi dengan DPP PDI-P, dilakukan tes wawancara di DPD PDI-P Sumut atau di DPD PDIP di Jakarta,” jelas Aswan.

#Pekan Depan, 200 Lebih Bacakada dari Eksternal PDIP Jalani Tes Wawancara

Disisi lain, DPD PDI Perjuangan Sumut menjadwalkan Fit and Proper Test terhadap 200 lebih Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada) dari 33 Kabupaten/Kota, yang akan bertarung di Pilkada serentak tahun 2024.

Tes wawancara secara bertahap akan digelar di Kantor DPD PDIP Sumut, di Jalan Jamin Ginting, Kota Medan, berlangsung 10 hingga 12 Juni 2024, pekan depan

“Nanti dari eksternal Senin, Selasa dan Rabu direncanakan, ada sekitar 200 orang lebih dari 33 Kabupaten/Kota, semua dipanggil,” ujar Aswan.

Sebelumnya, DPD PDI Perjuangan Sumut tes wawancara terhadap 25 Bacakada dari 17 Kabupaten/Kota di Sumut, di Kantor DPD PDI-P Sumut, Kamis (6/6) kemarin. Lanjut, Aswan mengatakan bahwa puluhan Bacakada itu, berasal dari pengurus dan kader partai berlambang banteng itu.

“Itu hanya calon-calon yang berasal pengurus dan kader partai. Sudah clear,” tutur Aswan.

Aswan mengatakan dalam Fit and Proper Test, tim penjaringan Bacakada mempertanyakan tentang persiapan hingga visi dan misi maju di Pilkada serentak 2024 ini.

“Kita fokus pengurus dan kader kita fokus kesungguhan, kesiapan mereka untuk bertarung. Kalau mereka sungguh-sungguh, sanggup dan peluang ada, mereka menjadi prioritas,” sebut Aswan.

Dikatakannya, setelah melakukan tahapan wawancara Bacakada ini, pihak DPD PDI-P Sumut akan melakukan asesmen, dengan hasil penilaian dan selanjutnya disampingnya ke DPP PDIP untuk diputuskan dan ditetapkan siapa yang bakal diusung dan didukung nantinya.

“Tahapan selanjutnya, kami akan membuat assesmen dengan penilaian dan dikirim ke Jakarta. Kemudian, DPP PDIP akan memutuskan,” jelas Aswan.

Aswan mengatakan ada sejumlah Bacakada yang sudah mendapatkan ‘Golden Ticket’ dari DPP PDIP, seperti Kabupaten Toba, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Batubara dan Nias.

“Pertama Toba, Sergai, Batubara, Nias sudah diberikan surat tugas, karena dinilai tidak lagi perlu melakukan tahapan penjaringan. Itu semua, incumbent dan kader,” kata Aswan.

Aswan mengungkapkan, DPD PDIP Sumut akan melihat sosok kader layak diusung dimasing-masing Kabupaten/Kota. Pastinya, memilik kriteria pemimpin diinginkan masyarakat, akan cepat diproses.

“Kita lihat lagi pengurus dan kader yang pas, dan tepat segala macam, semakin cepat. Kalau tidak ada kader, dan calon-calon lainnya, masih lemah. Ya proses akan lama dan menjelang akhir. Kita lakukan survei internal, pasti kita lakukan untuk semua calon,” kata Aswan.

PDIP memasang target menang di setiap Bacakada yang didukung nantinya. Karena, ingin mengulangi kemenangan di Pemilu tahun 2024, kemarin.

“Pastinya, kita menang semuanya, kalau tidak ada target menang, ngapain kita melakukan penjaringan, seleksi, survei. Hasil pemilu 2024, PDIP menang, target juga menang semua di Pilkada serentak ini. Kemudian, wilayah kita dapat Wakil DPRD, posisi runner-up, kita targetkan untuk menang. Kalau dua kursi dan tiga kursi, kita lihat situasi saja,” tandas Aswan.(gus)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPD PDI Perjuangan Sumut resmi menutup pendaftaran dan penjaringan Bakal Calon (Bacalon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut pada Pilkada serentak tahun 2024.

Hal itu, diungkapkan oleh Wakil Ketua DPD PDIP Sumut, Aswan Jaya saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (7/6).

Ia mengatakan, Bacalon yang mengembalikan formulir dan berkas, yakni Edy Rahmayadi, Nikson Nababan, Barry Simorangkir, dan Abdul Aziz.

“Sudah tahap wawancara, sudah tutup penjaringan. Kalau mendaftar lagi bisa, pintunya di DPP PDIP,” kata Aswan.

Dengan itu, Aswan mengatakan bila ada Bacalon Gubernur Sumut, yang akan mendaftarkan kembali, bisa melalui pendaftaran di DPP PDI-P. Sedangkan, DPD PDIP Sumut sudah resmi ditutup pendaftaran dan penjaringan.

“Tahapan dijaring di tingkat DPD PDIP, sudah tutup dan bila terlambat mendaftar, bisa mendaftar di DPP,” sebut Aswan.

Disinggung kapan Fit and Proper Test Bacalon Gubernur Sumut?. Aswan mengatakan belum tahu dan masih dilakukan penjadwalan. Karena tes wawancara bisa dilakukan di DPD PDIP Sumut, dan bisa juga digelar di DPP PDIP, di Jakarta.

“Gubernur, belum dijadwalkan (tes wawancara). Kemungkinan akan diserahkan kepada DPP PDI-P. Kemungkinan langsung di Jakarta. Kita juga masih konsultasi dengan DPP PDI-P, dilakukan tes wawancara di DPD PDI-P Sumut atau di DPD PDIP di Jakarta,” jelas Aswan.

#Pekan Depan, 200 Lebih Bacakada dari Eksternal PDIP Jalani Tes Wawancara

Disisi lain, DPD PDI Perjuangan Sumut menjadwalkan Fit and Proper Test terhadap 200 lebih Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada) dari 33 Kabupaten/Kota, yang akan bertarung di Pilkada serentak tahun 2024.

Tes wawancara secara bertahap akan digelar di Kantor DPD PDIP Sumut, di Jalan Jamin Ginting, Kota Medan, berlangsung 10 hingga 12 Juni 2024, pekan depan

“Nanti dari eksternal Senin, Selasa dan Rabu direncanakan, ada sekitar 200 orang lebih dari 33 Kabupaten/Kota, semua dipanggil,” ujar Aswan.

Sebelumnya, DPD PDI Perjuangan Sumut tes wawancara terhadap 25 Bacakada dari 17 Kabupaten/Kota di Sumut, di Kantor DPD PDI-P Sumut, Kamis (6/6) kemarin. Lanjut, Aswan mengatakan bahwa puluhan Bacakada itu, berasal dari pengurus dan kader partai berlambang banteng itu.

“Itu hanya calon-calon yang berasal pengurus dan kader partai. Sudah clear,” tutur Aswan.

Aswan mengatakan dalam Fit and Proper Test, tim penjaringan Bacakada mempertanyakan tentang persiapan hingga visi dan misi maju di Pilkada serentak 2024 ini.

“Kita fokus pengurus dan kader kita fokus kesungguhan, kesiapan mereka untuk bertarung. Kalau mereka sungguh-sungguh, sanggup dan peluang ada, mereka menjadi prioritas,” sebut Aswan.

Dikatakannya, setelah melakukan tahapan wawancara Bacakada ini, pihak DPD PDI-P Sumut akan melakukan asesmen, dengan hasil penilaian dan selanjutnya disampingnya ke DPP PDIP untuk diputuskan dan ditetapkan siapa yang bakal diusung dan didukung nantinya.

“Tahapan selanjutnya, kami akan membuat assesmen dengan penilaian dan dikirim ke Jakarta. Kemudian, DPP PDIP akan memutuskan,” jelas Aswan.

Aswan mengatakan ada sejumlah Bacakada yang sudah mendapatkan ‘Golden Ticket’ dari DPP PDIP, seperti Kabupaten Toba, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Batubara dan Nias.

“Pertama Toba, Sergai, Batubara, Nias sudah diberikan surat tugas, karena dinilai tidak lagi perlu melakukan tahapan penjaringan. Itu semua, incumbent dan kader,” kata Aswan.

Aswan mengungkapkan, DPD PDIP Sumut akan melihat sosok kader layak diusung dimasing-masing Kabupaten/Kota. Pastinya, memilik kriteria pemimpin diinginkan masyarakat, akan cepat diproses.

“Kita lihat lagi pengurus dan kader yang pas, dan tepat segala macam, semakin cepat. Kalau tidak ada kader, dan calon-calon lainnya, masih lemah. Ya proses akan lama dan menjelang akhir. Kita lakukan survei internal, pasti kita lakukan untuk semua calon,” kata Aswan.

PDIP memasang target menang di setiap Bacakada yang didukung nantinya. Karena, ingin mengulangi kemenangan di Pemilu tahun 2024, kemarin.

“Pastinya, kita menang semuanya, kalau tidak ada target menang, ngapain kita melakukan penjaringan, seleksi, survei. Hasil pemilu 2024, PDIP menang, target juga menang semua di Pilkada serentak ini. Kemudian, wilayah kita dapat Wakil DPRD, posisi runner-up, kita targetkan untuk menang. Kalau dua kursi dan tiga kursi, kita lihat situasi saja,” tandas Aswan.(gus)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/