Pedagang Pasar Peringgan Sebut Pemko Langgar Perda

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Pengambilalihan pengelolaan Pasar Peringgan ke pihak swasta yakni PT Parbens, masih diprotes dan ditolak pedagang di pasar tersebut. Sebab, para pedagang menilai dialihkannya pengelolaan ke pihak ketiga telah melanggar peraturan daerah (perda). Menurut Ketua Pedagang Pasar Peringgan, Bahtera Sembiring, sesuai dengan Perda Kota Medan Nomor 23 Tahun 2014 pasal 331 ayat 1, 2, […]

Lanjutkan..

Pedagang Ricuh Pasar Peringgan, Tolak PT Parbens

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Proses pengambilalihan pengelolaan Pasar Peringgan ke tangan pihak swasta dalam hal ini PT Parbens berlangsung ricuh, Senin (9/7) siang kemarin. Pasalnya, puluhan pedagang bersitegang dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Medan yang bersikukuh menolak dikelola pihak ketiga. Para pedagang menghadang petugas Satpol PP masuk ke area pasar guna mengambil alih. Adu […]

Lanjutkan..

Pasar Peringgan Tetap Dikelola Swasta

SUMUTPOS.CO – Upaya pedagang Pasar Peringgan yang menolak dikelola oleh pihak swasta dalam hal ini PT Panbers dengan melakukan aksi unjuk rasa, sepertinya sia-sianya. Sebab, Pemerintah Kota (Pemko) Medan tetap mempertahankan pihak swasta untuk mengelolanya. Hal itu disampaikan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin yang ditemui di Lapangan Merdeka, saat mengikuti acara memperingati Hari Bumi yang […]

Lanjutkan..

Pengelolaan Pasar Peringgan Distanvaskan

SUMUTPOS.CO – Upaya pedagang Pasar Peringgan yang terus mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk mengalihkan pengelolaan pasar tersebut dari pihak swasta (PT Panbers) kepada PD Pasar membuahkan hasil. Disepakati, pengelolaan pasar tersebut distanvaskan. Keputusan stanvas itu berlaku sampai seminggu ke depan. Kuasa Hukum Pedagang Pasar Peringgan, Hans Silalahi mengatakan, dari pertemuan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) […]

Lanjutkan..

Pedagang Pasar Peringgan Tak Terima Dipungut Rp50 Juta

SUMUTPOS.CO – Pedagang Pasar Peringgan Medan menolak kehadiran PT Parbens yang ditunjuk sebagai pengelola pasar. Kehadiran PT Parbens dinilai pedagang, satu alasan kuat karena pihak swasta akan memungut kutipan di luar batas kewajaran. “Pihak swasta mau kutip uang Rp50 juta sampai Rp100 juta tiap kios. Mana mau pedagang ngasih uang itu. Dari mana uang kami […]

Lanjutkan..