31 C
Medan
Friday, February 27, 2026

Dosen dan Mahasiswa Institut Kesehatan Deli Husada, Terapkan Teknologi Irigasi di Gayo Lues

ACEH – Pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir 2025, ratusan hektare lahan pertanian terdampak akibat rusaknya sistem irigasi.

Di Dusun Telusung Desa Pers Rigeb Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues, para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tangguh Bencana bahkan sempat terancam gagal panen karena aliran air sawah terputus.

Menjawab kondisi tersebut, tim mahasiswa bersama dosen Institut Kesehatan Deli Husada melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi irigasi alternatif berbasis pompa air portable dan reservoir penampung air.

Program ini difokuskan pada pemulihan akses air irigasi sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan desa. Pompa air portable dimanfaatkan untuk mengalirkan air dari sumber air Sungai terdekat menuju lahan persawahan, sementara reservoir berfungsi menstabilkan distribusi air ke setiap petakan sawah agar pengairan lebih merata dan efisien.

Aliah, salah satu petani anggota Kelompok Tani Tangguh Bencana, mengungkapkan bahwa sebelum adanya bantuan tersebut para petani kesulitan mengairi sawah akibat saluran irigasi sawah yang rusak akibat banjir bandang.

“Setelah bencana, sawah kami sulit diairi karena saluran rusak. Dengan adanya pompa dan bak penampung ini, kami bisa kembali menyelamatkan padi yang telah ditanam dan berharap hasil panen membaik,” ujarnya.

Tidak hanya menghadirkan teknologi, program ini juga memperkuat kelembagaan kelompok tani melalui pelatihan pengoperasian alat, penyusunan jadwal distribusi air, serta pembentukan sistem pengelolaan dan iuran perawatan secara kolektif. Hasilnya, lebih dari 70 persen lahan sawah yang sebelumnya terdampak kini berhasil diselamatkan dan kembali memasuki masa panen. (rel/lek/azw)

ACEH – Pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir 2025, ratusan hektare lahan pertanian terdampak akibat rusaknya sistem irigasi.

Di Dusun Telusung Desa Pers Rigeb Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues, para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tangguh Bencana bahkan sempat terancam gagal panen karena aliran air sawah terputus.

Menjawab kondisi tersebut, tim mahasiswa bersama dosen Institut Kesehatan Deli Husada melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi irigasi alternatif berbasis pompa air portable dan reservoir penampung air.

Program ini difokuskan pada pemulihan akses air irigasi sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan desa. Pompa air portable dimanfaatkan untuk mengalirkan air dari sumber air Sungai terdekat menuju lahan persawahan, sementara reservoir berfungsi menstabilkan distribusi air ke setiap petakan sawah agar pengairan lebih merata dan efisien.

Aliah, salah satu petani anggota Kelompok Tani Tangguh Bencana, mengungkapkan bahwa sebelum adanya bantuan tersebut para petani kesulitan mengairi sawah akibat saluran irigasi sawah yang rusak akibat banjir bandang.

“Setelah bencana, sawah kami sulit diairi karena saluran rusak. Dengan adanya pompa dan bak penampung ini, kami bisa kembali menyelamatkan padi yang telah ditanam dan berharap hasil panen membaik,” ujarnya.

Tidak hanya menghadirkan teknologi, program ini juga memperkuat kelembagaan kelompok tani melalui pelatihan pengoperasian alat, penyusunan jadwal distribusi air, serta pembentukan sistem pengelolaan dan iuran perawatan secara kolektif. Hasilnya, lebih dari 70 persen lahan sawah yang sebelumnya terdampak kini berhasil diselamatkan dan kembali memasuki masa panen. (rel/lek/azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru