26 C
Medan
Saturday, March 28, 2026

Terjebak Sindikat Scam Kamboja, Pemuda Deliserdang Berhasil Pulang Berkat Kawalan Senator Penrad Siagian

DELISERDANG, SunutPos.co– Penantian panjang keluarga Dandi Sitanggang (26), berakhir haru. Pemuda asal Desa Bandar Baru, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, yang sempat hilang kontak dan terdampar di Kamboja selama hampir dua tahun, akhirnya berhasil menginjakkan kaki kembali di Tanah Air pada Rabu (25/3/2026).

Kepulangan Dandi merupakan hasil kolaborasi intensif antara pihak Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) dengan Anggota DPD RI asal Sumatra Utara, Pdt. Penrad Siagian.

Kisah pilu ini bermula pada Mei 2024. Dandi nekat berangkat ke Kamboja tanpa pamit setelah tergiur tawaran pekerjaan di Facebook. Bukannya mendapat gaji besar, ia justru dipaksa bekerja di perusahaan penipuan daring (online scam).

“Setelah lima bulan, saya dikeluarkan karena target tidak tercapai. Pilihannya cuma dua: dijual ke perusahaan lain atau pulang. Saya pilih pulang,” ujar Dandi setibanya di kampung halaman.

Namun, jalan pulang tidak mudah. Dandi sempat terkatung-katung di bandara karena tidak memiliki biaya. Ia sempat bertahan hidup dengan bekerja serabutan di rumah makan untuk menyambung nyawa, sembari menghadapi masalah dokumen karena masuk secara ilegal dan overstay lebih dari 2,5 tahun.

Proses pemulangan Dandi sempat menemui jalan buntu karena denda administrasi yang mencapai ratusan juta rupiah. Titik terang muncul saat pengurus GBKP Bandar Baru berkomunikasi dengan Anggota DPD RI Pdt Penrad Siagian pada akhir 2025.

Senator asal Sumut tersebut bergerak cepat memfasilitasi birokrasi dan proses kepulangan jemaatnya itu. Ayah Dandi, Saut Sitanggang, tak kuasa menahan tangis saat menyambut putranya. “Terima kasih Bapak Penrad Siagian. Bantuan bapak sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga bapak selalu diberkati,” ucapnya lirih.

Menanggapi keberhasilan ini, Pdt. Penrad Siagian menegaskan, aksi tersebut adalah bagian dari tanggung jawab moralnya sebagai wakil rakyat. Ia juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat.

“Ini pelajaran bagi kita semua. Saya minta anak muda lebih waspada terhadap tawaran kerja luar negeri yang tidak jelas keabsahannya. Jangan mudah tergiur janji manis di media sosial,” tegas Penrad dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/3).

Senada, Ketua Klasis GBKP Sibolangit, Pdt Lia Br Sembiring, mengapresiasi langkah nyata sang Senator. Baginya, kepulangan Dandi adalah bukti nyata bahwa kepedulian dan kerja sama lintas pihak mampu menyelesaikan masalah yang terlihat mustahil.

Kini, Dandi telah berkumpul kembali bersama keluarga, menutup lembaran kelam di negeri orang dengan sebuah kesaksian tentang perjuangan dan kepedulian. (adz)

DELISERDANG, SunutPos.co– Penantian panjang keluarga Dandi Sitanggang (26), berakhir haru. Pemuda asal Desa Bandar Baru, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, yang sempat hilang kontak dan terdampar di Kamboja selama hampir dua tahun, akhirnya berhasil menginjakkan kaki kembali di Tanah Air pada Rabu (25/3/2026).

Kepulangan Dandi merupakan hasil kolaborasi intensif antara pihak Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) dengan Anggota DPD RI asal Sumatra Utara, Pdt. Penrad Siagian.

Kisah pilu ini bermula pada Mei 2024. Dandi nekat berangkat ke Kamboja tanpa pamit setelah tergiur tawaran pekerjaan di Facebook. Bukannya mendapat gaji besar, ia justru dipaksa bekerja di perusahaan penipuan daring (online scam).

“Setelah lima bulan, saya dikeluarkan karena target tidak tercapai. Pilihannya cuma dua: dijual ke perusahaan lain atau pulang. Saya pilih pulang,” ujar Dandi setibanya di kampung halaman.

Namun, jalan pulang tidak mudah. Dandi sempat terkatung-katung di bandara karena tidak memiliki biaya. Ia sempat bertahan hidup dengan bekerja serabutan di rumah makan untuk menyambung nyawa, sembari menghadapi masalah dokumen karena masuk secara ilegal dan overstay lebih dari 2,5 tahun.

Proses pemulangan Dandi sempat menemui jalan buntu karena denda administrasi yang mencapai ratusan juta rupiah. Titik terang muncul saat pengurus GBKP Bandar Baru berkomunikasi dengan Anggota DPD RI Pdt Penrad Siagian pada akhir 2025.

Senator asal Sumut tersebut bergerak cepat memfasilitasi birokrasi dan proses kepulangan jemaatnya itu. Ayah Dandi, Saut Sitanggang, tak kuasa menahan tangis saat menyambut putranya. “Terima kasih Bapak Penrad Siagian. Bantuan bapak sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga bapak selalu diberkati,” ucapnya lirih.

Menanggapi keberhasilan ini, Pdt. Penrad Siagian menegaskan, aksi tersebut adalah bagian dari tanggung jawab moralnya sebagai wakil rakyat. Ia juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat.

“Ini pelajaran bagi kita semua. Saya minta anak muda lebih waspada terhadap tawaran kerja luar negeri yang tidak jelas keabsahannya. Jangan mudah tergiur janji manis di media sosial,” tegas Penrad dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/3).

Senada, Ketua Klasis GBKP Sibolangit, Pdt Lia Br Sembiring, mengapresiasi langkah nyata sang Senator. Baginya, kepulangan Dandi adalah bukti nyata bahwa kepedulian dan kerja sama lintas pihak mampu menyelesaikan masalah yang terlihat mustahil.

Kini, Dandi telah berkumpul kembali bersama keluarga, menutup lembaran kelam di negeri orang dengan sebuah kesaksian tentang perjuangan dan kepedulian. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru