Konsisten Akselerasi Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Region I / Sumatera 1 Salurkan KUR Rp677,5 Miliar hingga Februari 2026

MEDAN, SumutPos.com- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Melalui Region I / Sumatera 1, bank bersandi saham BMRI ini mencatatkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp677,5 miliar hingga Februari 2026.

Angka tersebut setara dengan 16,5 persen dari total target KUR Bank Mandiri tahun 2026 untuk wilayah Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau. Langkah masif ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Regional CEO Bank Mandiri Region I / Sumatera 1, I Gede Raka Arimbawa, menjelaskan bahwa penyaluran ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengakselerasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penyaluran KUR hingga Februari 2026 didominasi oleh sektor produktif sebesar Rp371 miliar atau mencapai 55 persen dari total penyaluran. Hal ini menjadi bukti nyata sinergi antara perbankan dan sektor usaha dalam menggerakkan ekosistem ekonomi rakyat,” ujar I Gede Raka Arimbawa dalam keterangan resminya.

Di tengah ekspansi pembiayaan yang progresif, Bank Mandiri tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Terbukti, kualitas kredit KUR di wilayah Sumatera 1 terjaga di level yang sehat dengan tingkat Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,07 persen. Rendahnya angka NPL ini mencerminkan keunggulan tata kelola risiko dan pembinaan yang berkelanjutan terhadap debitur.

Secara nasional, rekam jejak Bank Mandiri dalam mendukung program KUR sangat signifikan. Sejak diluncurkan pada 2008 hingga Februari 2026, total akumulasi penyaluran KUR Bank Mandiri telah menembus Rp310,59 triliun. Pembiayaan ini telah menjangkau lebih dari 3,65 juta debitur di seluruh Indonesia, membantu mereka naik kelas dan memperluas pangsa pasar.

Guna mempercepat penyaluran sekaligus menjaga kualitas, Bank Mandiri menerapkan pendekatan closed-loop. Strategi ini mengintegrasikan nasabah wholesale dengan pelaku UMKM dalam satu rantai nilai (supply chain). Dengan pembiayaan berbasis ekosistem, efisiensi bisnis para mitra dapat lebih optimal dan berkelanjutan.

Selain dukungan modal, Bank Mandiri juga memperkuat literasi keuangan digital melalui Mandiri Agen. Para agen yang tersebar di pelosok daerah ini memfasilitasi transaksi harian hingga pembayaran angsuran, memastikan pelaku UMKM lebih melek teknologi dan inklusif dalam mengelola keuangan.

Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen terus mendukung target pemerintah tahun 2026 melalui penguatan sinergi di internal Mandiri Group. Fokus utama tetap pada penguatan sektor produksi unggulan di berbagai wilayah demi memperkokoh fondasi ekonomi nasional secara menyeluruh. (adz)

MEDAN, SumutPos.com- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Melalui Region I / Sumatera 1, bank bersandi saham BMRI ini mencatatkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp677,5 miliar hingga Februari 2026.

Angka tersebut setara dengan 16,5 persen dari total target KUR Bank Mandiri tahun 2026 untuk wilayah Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau. Langkah masif ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Regional CEO Bank Mandiri Region I / Sumatera 1, I Gede Raka Arimbawa, menjelaskan bahwa penyaluran ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengakselerasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penyaluran KUR hingga Februari 2026 didominasi oleh sektor produktif sebesar Rp371 miliar atau mencapai 55 persen dari total penyaluran. Hal ini menjadi bukti nyata sinergi antara perbankan dan sektor usaha dalam menggerakkan ekosistem ekonomi rakyat,” ujar I Gede Raka Arimbawa dalam keterangan resminya.

Di tengah ekspansi pembiayaan yang progresif, Bank Mandiri tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Terbukti, kualitas kredit KUR di wilayah Sumatera 1 terjaga di level yang sehat dengan tingkat Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,07 persen. Rendahnya angka NPL ini mencerminkan keunggulan tata kelola risiko dan pembinaan yang berkelanjutan terhadap debitur.

Secara nasional, rekam jejak Bank Mandiri dalam mendukung program KUR sangat signifikan. Sejak diluncurkan pada 2008 hingga Februari 2026, total akumulasi penyaluran KUR Bank Mandiri telah menembus Rp310,59 triliun. Pembiayaan ini telah menjangkau lebih dari 3,65 juta debitur di seluruh Indonesia, membantu mereka naik kelas dan memperluas pangsa pasar.

Guna mempercepat penyaluran sekaligus menjaga kualitas, Bank Mandiri menerapkan pendekatan closed-loop. Strategi ini mengintegrasikan nasabah wholesale dengan pelaku UMKM dalam satu rantai nilai (supply chain). Dengan pembiayaan berbasis ekosistem, efisiensi bisnis para mitra dapat lebih optimal dan berkelanjutan.

Selain dukungan modal, Bank Mandiri juga memperkuat literasi keuangan digital melalui Mandiri Agen. Para agen yang tersebar di pelosok daerah ini memfasilitasi transaksi harian hingga pembayaran angsuran, memastikan pelaku UMKM lebih melek teknologi dan inklusif dalam mengelola keuangan.

Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen terus mendukung target pemerintah tahun 2026 melalui penguatan sinergi di internal Mandiri Group. Fokus utama tetap pada penguatan sektor produksi unggulan di berbagai wilayah demi memperkokoh fondasi ekonomi nasional secara menyeluruh. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru