Pengajian Rutin di Lapas Binjai, Warga Binaan Didorong Jadi Pribadi Lebih Baik

BINJAI– Suasana khusyuk menyelimuti Masjid At-Taqwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai, Rabu (17/6/2026). Puluhan warga binaan tampak larut dalam lantunan ayat suci Al-Qur’an saat mengikuti pengajian rutin yang menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan di dalam lapas.

Kegiatan tersebut terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Binjai, Mochamad Mukaffi. Kehadirannya disambut hangat para warga binaan yang mengikuti rangkaian pengajian dengan penuh antusias.

Pengajian diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin secara bergantian. Nuansa religius dan kebersamaan begitu terasa di dalam masjid yang menjadi pusat pembinaan spiritual warga binaan tersebut.

Kalapas Binjai, Mochamad Mukaffi, mengatakan kegiatan pengajian rutin merupakan salah satu bentuk pembinaan yang terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas keimanan, moral, dan karakter warga binaan selama menjalani masa pidana.

Menurutnya, pembinaan di lapas tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menyentuh sisi spiritual sebagai bekal penting bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.

“Kegiatan pengajian ini bukan hanya untuk menenangkan hati, tetapi juga membimbing kita semua menjadi pribadi yang lebih baik. Semangat membaca Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilainya harus tetap dijaga walaupun sedang menjalani masa pembinaan,” ujar Mukaffi.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan motivasi kepada warga binaan agar menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kehidupan ke arah yang lebih baik.

Mukaffi menekankan pentingnya kesabaran, kedisiplinan, serta penguatan hubungan spiritual sebagai fondasi utama dalam membangun perubahan positif.

“Kita ingin warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga mendapatkan pembinaan yang mampu membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai kehidupan sehingga siap kembali menjadi bagian dari masyarakat,” katanya.

Antusiasme warga binaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap rangkaian pengajian dengan tertib dan penuh kekhusyukan, mulai dari pembacaan Al-Qur’an hingga doa bersama.

Pengajian kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, serta keberhasilan warga binaan dalam menjalani proses pembinaan. Doa tersebut juga menjadi harapan agar mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik setelah menyelesaikan masa hukuman.

Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin, Lapas Kelas IIA Binjai terus menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan secara menyeluruh. Tidak hanya dari aspek hukum dan kedisiplinan, tetapi juga melalui penguatan spiritual dan moral sebagai bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik. (ted/ila)

BINJAI– Suasana khusyuk menyelimuti Masjid At-Taqwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai, Rabu (17/6/2026). Puluhan warga binaan tampak larut dalam lantunan ayat suci Al-Qur’an saat mengikuti pengajian rutin yang menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan di dalam lapas.

Kegiatan tersebut terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Binjai, Mochamad Mukaffi. Kehadirannya disambut hangat para warga binaan yang mengikuti rangkaian pengajian dengan penuh antusias.

Pengajian diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin secara bergantian. Nuansa religius dan kebersamaan begitu terasa di dalam masjid yang menjadi pusat pembinaan spiritual warga binaan tersebut.

Kalapas Binjai, Mochamad Mukaffi, mengatakan kegiatan pengajian rutin merupakan salah satu bentuk pembinaan yang terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas keimanan, moral, dan karakter warga binaan selama menjalani masa pidana.

Menurutnya, pembinaan di lapas tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menyentuh sisi spiritual sebagai bekal penting bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.

“Kegiatan pengajian ini bukan hanya untuk menenangkan hati, tetapi juga membimbing kita semua menjadi pribadi yang lebih baik. Semangat membaca Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilainya harus tetap dijaga walaupun sedang menjalani masa pembinaan,” ujar Mukaffi.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan motivasi kepada warga binaan agar menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kehidupan ke arah yang lebih baik.

Mukaffi menekankan pentingnya kesabaran, kedisiplinan, serta penguatan hubungan spiritual sebagai fondasi utama dalam membangun perubahan positif.

“Kita ingin warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga mendapatkan pembinaan yang mampu membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai kehidupan sehingga siap kembali menjadi bagian dari masyarakat,” katanya.

Antusiasme warga binaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap rangkaian pengajian dengan tertib dan penuh kekhusyukan, mulai dari pembacaan Al-Qur’an hingga doa bersama.

Pengajian kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, serta keberhasilan warga binaan dalam menjalani proses pembinaan. Doa tersebut juga menjadi harapan agar mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik setelah menyelesaikan masa hukuman.

Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin, Lapas Kelas IIA Binjai terus menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan secara menyeluruh. Tidak hanya dari aspek hukum dan kedisiplinan, tetapi juga melalui penguatan spiritual dan moral sebagai bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik. (ted/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru