DPRD Sumut Desak Pemkab Karo Segera Bertindak, Jalan Tigapanah–Medan Terancam Putus

MEDAN – Kondisi jalan alternatif yang menghubungkan Tigapanah menuju Medan melalui Desa Bertah, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, kian memprihatinkan. Sejumlah titik mengalami kerusakan parah hingga terancam putus, sehingga dikhawatirkan mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.

Atas kondisi tersebit, anggota DPRD Sumatera Utara dari Daerah Pemilihan Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat, Salmon Sumihar Sagala mendesak Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bergerak cepat melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin meluas.

“Pemkab Karo melalui Dinas PUTR harus bergerak cepat melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin parah dan memutus akses transportasi masyarakat yang melintasi jalur alternatif tersebut,” ujar Salmon kepada wartawan, Senin (3/8).

Menurut  Politisi PDI Perjuangan itu, titik kerusakan paling parah berada di kawasan Pasar Kersik, tepatnya di ruas jalan antara Simpang Bertah dan Desa Bertah, Kecamatan Tigapanah. Jalur tersebut selama ini menjadi alternatif favorit bagi masyarakat dari Kabanjahe maupun Sidikalang menuju Medan untuk menghindari kemacetan di kawasan Kabanjahe dan Berastagi.

“Kalau kerusakan ini tidak segera diperbaiki, jalan alternatif yang banyak dimanfaatkan masyarakat menuju Medan dipastikan bisa terputus,” katanya.

Salmon menjelaskan, kondisi jalan kini dipenuhi lubang besar, berlumpur, dan mengalami penurunan badan jalan akibat bekas timbunan yang tidak lagi mampu menahan beban kendaraan yang melintas setiap hari.

Ia mengingatkan, jika tidak segera ditangani, kerusakan akan semakin parah, terutama saat intensitas hujan meningkat. Selain menghambat arus lalu lintas, kondisi tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Dampaknya, kata Salmon, sudah mulai dirasakan masyarakat di Desa Bertah, Desa Kuta Julu, hingga sebagian Desa Bukit. Para petani mengaku kesulitan mengangkut hasil panen menuju pasar di Tigapanah maupun Berastagi karena kendaraan tidak dapat melintas dengan lancar.

Padahal, wilayah tersebut merupakan salah satu sentra hortikultura di Kabupaten Karo yang sangat bergantung pada kelancaran akses transportasi untuk mendistribusikan hasil pertanian. Jika akses jalan terputus, kerugian ekonomi masyarakat diperkirakan akan semakin besar.

Karena itu, anggota Komisi B DPRD Sumut tersebut meminta Pemkab Karo tidak menunggu hingga kondisi jalan benar-benar terputus. Menurutnya, penanganan darurat harus segera dilakukan sembari menyiapkan perbaikan permanen.

“Jangan sampai masyarakat semakin resah karena akses transportasi terganggu. Saya mendesak Pemkab Karo segera mengerahkan alat berat dan melakukan perbaikan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan parah, khususnya mulai dari Simpang Bertah, Desa Bertah, Desa Bukit hingga Kecamatan Dolat Rakyat. Keselamatan masyarakat dan kelancaran distribusi hasil pertanian harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Salmon berharap langkah cepat pemerintah daerah dapat mencegah putusnya jalur alternatif tersebut sehingga aktivitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, dan roda perekonomian di wilayah Karo tetap berjalan lancar. (map/ila)

MEDAN – Kondisi jalan alternatif yang menghubungkan Tigapanah menuju Medan melalui Desa Bertah, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, kian memprihatinkan. Sejumlah titik mengalami kerusakan parah hingga terancam putus, sehingga dikhawatirkan mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.

Atas kondisi tersebit, anggota DPRD Sumatera Utara dari Daerah Pemilihan Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat, Salmon Sumihar Sagala mendesak Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bergerak cepat melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin meluas.

“Pemkab Karo melalui Dinas PUTR harus bergerak cepat melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin parah dan memutus akses transportasi masyarakat yang melintasi jalur alternatif tersebut,” ujar Salmon kepada wartawan, Senin (3/8).

Menurut  Politisi PDI Perjuangan itu, titik kerusakan paling parah berada di kawasan Pasar Kersik, tepatnya di ruas jalan antara Simpang Bertah dan Desa Bertah, Kecamatan Tigapanah. Jalur tersebut selama ini menjadi alternatif favorit bagi masyarakat dari Kabanjahe maupun Sidikalang menuju Medan untuk menghindari kemacetan di kawasan Kabanjahe dan Berastagi.

“Kalau kerusakan ini tidak segera diperbaiki, jalan alternatif yang banyak dimanfaatkan masyarakat menuju Medan dipastikan bisa terputus,” katanya.

Salmon menjelaskan, kondisi jalan kini dipenuhi lubang besar, berlumpur, dan mengalami penurunan badan jalan akibat bekas timbunan yang tidak lagi mampu menahan beban kendaraan yang melintas setiap hari.

Ia mengingatkan, jika tidak segera ditangani, kerusakan akan semakin parah, terutama saat intensitas hujan meningkat. Selain menghambat arus lalu lintas, kondisi tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Dampaknya, kata Salmon, sudah mulai dirasakan masyarakat di Desa Bertah, Desa Kuta Julu, hingga sebagian Desa Bukit. Para petani mengaku kesulitan mengangkut hasil panen menuju pasar di Tigapanah maupun Berastagi karena kendaraan tidak dapat melintas dengan lancar.

Padahal, wilayah tersebut merupakan salah satu sentra hortikultura di Kabupaten Karo yang sangat bergantung pada kelancaran akses transportasi untuk mendistribusikan hasil pertanian. Jika akses jalan terputus, kerugian ekonomi masyarakat diperkirakan akan semakin besar.

Karena itu, anggota Komisi B DPRD Sumut tersebut meminta Pemkab Karo tidak menunggu hingga kondisi jalan benar-benar terputus. Menurutnya, penanganan darurat harus segera dilakukan sembari menyiapkan perbaikan permanen.

“Jangan sampai masyarakat semakin resah karena akses transportasi terganggu. Saya mendesak Pemkab Karo segera mengerahkan alat berat dan melakukan perbaikan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan parah, khususnya mulai dari Simpang Bertah, Desa Bertah, Desa Bukit hingga Kecamatan Dolat Rakyat. Keselamatan masyarakat dan kelancaran distribusi hasil pertanian harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Salmon berharap langkah cepat pemerintah daerah dapat mencegah putusnya jalur alternatif tersebut sehingga aktivitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, dan roda perekonomian di wilayah Karo tetap berjalan lancar. (map/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru