26 C
Medan
Thursday, July 18, 2024

2 Pria Ngaku Tentara Bacok Kepala Sihombing

Ilustrasi

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Pembacokan oleh 2 pria mengaku tentara terjadi di Jalan Umum Pasar Rodi, Desa Pematang Pelintahan, Sei Rampah. Akibat bacokan, korban harus menerima 32 jahitan di kepala.

Tak terima dengan kejadian yang menimpa putranya, Titin Boru Pasaribu (62) mendatangi SPK Polres Sergai, Senin (15/5). Namun bukannya tenang, ibu ini harus menanggung kecewa.

Pasalnya, petugas yang menerima kedatangannya justru meminta korban datang langsung. Jika memang masih menjalani perawatan, laporannya bisa dibuat setelah sembuh.

Dikatakan Titin, pembacokan terhadap putranya berlangsung pada Minggu (14/5) lalu sekira pukul 12.00 wib tepatnya depan Gereja HKBP. Melihat kejadian itu, beberapa warga langsung berdatangan, termasuk seorang Polisi yang merupakan jemaat HKBP.

“Awalnya anakku dipepet pelaku dan langsung membacok kepalanya. Sewaktu warga berkerumun, pelaku menuduh putraku sebagai pencuri. Tapi begitu ada polisi datang, mereka (pelaku, red) kabur,” sebut perempuan yang menetap di Desa Sialangbuah, Teluk Mengkudu ini.

Lanjutnya, melihat kondisi Elman berlumuran darah, anggota polisi itu segera melarikan putranya ke RSU Sultan Sulaiman. Dasar inilah Titin membuat pengaduan ke Polres Sergai.

“Kata pak polisi, anakku sendiri yang harus datang melapor. Alasannya biar korban menjelaskan langsung kronologi dan dugaan pelaku,” ketus Titin. (war/ras)

Ilustrasi

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Pembacokan oleh 2 pria mengaku tentara terjadi di Jalan Umum Pasar Rodi, Desa Pematang Pelintahan, Sei Rampah. Akibat bacokan, korban harus menerima 32 jahitan di kepala.

Tak terima dengan kejadian yang menimpa putranya, Titin Boru Pasaribu (62) mendatangi SPK Polres Sergai, Senin (15/5). Namun bukannya tenang, ibu ini harus menanggung kecewa.

Pasalnya, petugas yang menerima kedatangannya justru meminta korban datang langsung. Jika memang masih menjalani perawatan, laporannya bisa dibuat setelah sembuh.

Dikatakan Titin, pembacokan terhadap putranya berlangsung pada Minggu (14/5) lalu sekira pukul 12.00 wib tepatnya depan Gereja HKBP. Melihat kejadian itu, beberapa warga langsung berdatangan, termasuk seorang Polisi yang merupakan jemaat HKBP.

“Awalnya anakku dipepet pelaku dan langsung membacok kepalanya. Sewaktu warga berkerumun, pelaku menuduh putraku sebagai pencuri. Tapi begitu ada polisi datang, mereka (pelaku, red) kabur,” sebut perempuan yang menetap di Desa Sialangbuah, Teluk Mengkudu ini.

Lanjutnya, melihat kondisi Elman berlumuran darah, anggota polisi itu segera melarikan putranya ke RSU Sultan Sulaiman. Dasar inilah Titin membuat pengaduan ke Polres Sergai.

“Kata pak polisi, anakku sendiri yang harus datang melapor. Alasannya biar korban menjelaskan langsung kronologi dan dugaan pelaku,” ketus Titin. (war/ras)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/