25.6 C
Medan
Thursday, June 13, 2024

Ngogesa Mundur dari Cawagubsu, Sakit Hati?

Sakit yang menjadi alasan mundurnya Ngogesa Sitepu dari bursa pencalonan wakil gubernur, diyakininya hanyalah sebuah alasan. “Sepertinya sakit hati, itu lebih tepat,” bilangnya.

Kata dia, Golkar adalah partai besar dengan perolehan 17 kursi di DPRD Sumut. Namun, dipermainkan oleh Partai NasDem yang hanya memiliki lima kursi. Dia menyarankan agar Partai Golkar menarik dukungan dari Tengku Erry Nuradi. “Bisa membuat poros baru atau malah ikut bergabung dengan poros yang akan mendukung Edy Rahmayadi,” sarannya.

Sebagai partai nomor 1 di Sumut, alangkah lebih baik jika Partai Golkar mau membuat poros baru dan menampilkan figur yang baru. “Tapi itu tergantung keputusan DPP, kalau harga diri Golkar mau terjaga, itu yang harus dilakukan,” tandasnya.

Pengamat politik Faisal Riza juga menyarankan agar Partai Golkar segera mencari figur lain yang dapat menggantikan Ngogesa Sitepu sebagai perwakilan dari partai berlambang pohon beringin itu. “Golkar harus mencari figur alternatif yang lebih mumpuni dan lebih kuat dari Ngogesa supaya Golkar tidak kehilangan peran dalam Pilgub,” kata Faisal.

Faisal menilai, pencarian figur pengganti Ngogesa itu penting dilakukan demi menjaga nama baik Partai Golkar di mata masyarakat. “Partai harus bekerja membantu keadaan ini karena ini juga terkait pilihan masyarakat juga,” tandasnya.

Sekretaris DPW Partai NasDem Sumut, Iskandar menghargai keputusan Ketua DPD Partai Golkar Ngogesa Sitepu yang mundur dari bursa Wakil Gubernur Sumut. Apalagi, keputusan itu diambil karena persoalan kesehatan. “Kami doakan Bang Ngogesa Sitepu cepat sembuh. Kami merasa kehilangan, tapi keputusan itu harus dihargai,”kata Iskandar di DPW NasDem Sumut, Jalan Monginsidi.

Sakit yang menjadi alasan mundurnya Ngogesa Sitepu dari bursa pencalonan wakil gubernur, diyakininya hanyalah sebuah alasan. “Sepertinya sakit hati, itu lebih tepat,” bilangnya.

Kata dia, Golkar adalah partai besar dengan perolehan 17 kursi di DPRD Sumut. Namun, dipermainkan oleh Partai NasDem yang hanya memiliki lima kursi. Dia menyarankan agar Partai Golkar menarik dukungan dari Tengku Erry Nuradi. “Bisa membuat poros baru atau malah ikut bergabung dengan poros yang akan mendukung Edy Rahmayadi,” sarannya.

Sebagai partai nomor 1 di Sumut, alangkah lebih baik jika Partai Golkar mau membuat poros baru dan menampilkan figur yang baru. “Tapi itu tergantung keputusan DPP, kalau harga diri Golkar mau terjaga, itu yang harus dilakukan,” tandasnya.

Pengamat politik Faisal Riza juga menyarankan agar Partai Golkar segera mencari figur lain yang dapat menggantikan Ngogesa Sitepu sebagai perwakilan dari partai berlambang pohon beringin itu. “Golkar harus mencari figur alternatif yang lebih mumpuni dan lebih kuat dari Ngogesa supaya Golkar tidak kehilangan peran dalam Pilgub,” kata Faisal.

Faisal menilai, pencarian figur pengganti Ngogesa itu penting dilakukan demi menjaga nama baik Partai Golkar di mata masyarakat. “Partai harus bekerja membantu keadaan ini karena ini juga terkait pilihan masyarakat juga,” tandasnya.

Sekretaris DPW Partai NasDem Sumut, Iskandar menghargai keputusan Ketua DPD Partai Golkar Ngogesa Sitepu yang mundur dari bursa Wakil Gubernur Sumut. Apalagi, keputusan itu diambil karena persoalan kesehatan. “Kami doakan Bang Ngogesa Sitepu cepat sembuh. Kami merasa kehilangan, tapi keputusan itu harus dihargai,”kata Iskandar di DPW NasDem Sumut, Jalan Monginsidi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/