29 C
Medan
Sunday, June 23, 2024

21 Rumah Rusak, Lahan Pertanian Hancur

Foto: Solideo/Sumut Pos
Seorang personel polisi berdiri di atas tanah berlumpur bekas genangan air. Sehari sebelumnya, Sungai Sigumbang dan Sidompak meluap, kamis (16/11), menyebabkan 21 rumah rusak.

TONGGING, SUMUTPOS.CO -Tingginya curah hujan di Tanah Karo tiga hari belakangan ini menyebabkan Sungai Sigumbang dan Sidompak meluap, Kamis (16/11) sekira pukul 23.00 WIB. Materi luapan yang terdiri dari lumpur dan bebatuan ini menyebabkan sedikitnya 5 ha lahan pertanian bawang, padi dan cabai milik warga rusak parah, dan dipastikan gagal panen.

Tak hanya itu, 21 unit rumah warga Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo ini, juga rusak. Bencana ini juga menyebabkan letter saein wisata Tongging dan beronjong juga rusak karena longsor. Meski tak ada korban jiwa dan luka, namun bencana ini menyebabkan kerugian materil sekitar Rp1,5 miliar.

Informasi yang dihimpun, meluapnya kedua sungai yang airnya bersumber dari air terjun Sipiso-piso dan hutan kawasan PT MIL Gunung Sibuatan ini, sontak menggemparkan warga sekitar yang saat ini tengah tertidur lelap. Warga terrsentak dan berhamburan keluar rumah saat mendengar derasnya arus air menghantam rumah mereka.

Sadar ada banjir, warga pun berusaha menyelamatkan barang-barang milik mereka. Warga lari mencari tempat perlindungan ke lokasi yang lebih tinggi. Hingga Jumat (16/11) pagi, air sudah mulai surut. Hasil pemantauan dan pendataan Muspika Kecamatan Merek yang turun ke lokasi, bencana ini menyebabkan 5 hektare lahan pertanian rusak, landmark Tongging, lampu jalan juga hancur berikut bangunan boronjong PUPR sepanjang sekira 200 meter.

Setelah melakukan pengecekan, Muspika Kecamatan Merek langsung menghubungi dan meminta Dinas PUPR Karo menurunkan alat berat ke lokasi, sekaligus mengangkat material batu serta lumpur yang menimbun sungai. Muspika juga membantu warga untuk membersihan dan memperbaiki rumah yang terdampak.

Sementara itu, berdasarkan daftar 21 rumah warga yang rusak ringan akibat terendam banjir ini masing-masing milik; Palen Girsang, Kenen Sialoho, Jumadi Situngkir, Hakim Munthe. SelanjutnyaJenner Munthe, Hot Raya Munthe, Linda Br Munthe, Pandapotan Silalahi,Boson Sidebang, T.Tariga,Sarudin Manihuruk.

Rolas Sidebang, Jonson Situngkir, Jonter Simanjorang, Malik Sijabat, Torang Silalahi, Jonsin Sijabat, Alenf Sidebang, Sardi Situngkir, Erni Sijabat da. Jansius.

Hingga berita ini dilansir, pihak Muspika masib bwrada di lokasi. Warga sekitar tetap diimbau berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan akan datangnya banjir susulan. Apalagi saat ini, hujan deras diperkirakan masih akan mengguyur Tanah Karo. (deo/ila)

Foto: Solideo/Sumut Pos
Seorang personel polisi berdiri di atas tanah berlumpur bekas genangan air. Sehari sebelumnya, Sungai Sigumbang dan Sidompak meluap, kamis (16/11), menyebabkan 21 rumah rusak.

TONGGING, SUMUTPOS.CO -Tingginya curah hujan di Tanah Karo tiga hari belakangan ini menyebabkan Sungai Sigumbang dan Sidompak meluap, Kamis (16/11) sekira pukul 23.00 WIB. Materi luapan yang terdiri dari lumpur dan bebatuan ini menyebabkan sedikitnya 5 ha lahan pertanian bawang, padi dan cabai milik warga rusak parah, dan dipastikan gagal panen.

Tak hanya itu, 21 unit rumah warga Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo ini, juga rusak. Bencana ini juga menyebabkan letter saein wisata Tongging dan beronjong juga rusak karena longsor. Meski tak ada korban jiwa dan luka, namun bencana ini menyebabkan kerugian materil sekitar Rp1,5 miliar.

Informasi yang dihimpun, meluapnya kedua sungai yang airnya bersumber dari air terjun Sipiso-piso dan hutan kawasan PT MIL Gunung Sibuatan ini, sontak menggemparkan warga sekitar yang saat ini tengah tertidur lelap. Warga terrsentak dan berhamburan keluar rumah saat mendengar derasnya arus air menghantam rumah mereka.

Sadar ada banjir, warga pun berusaha menyelamatkan barang-barang milik mereka. Warga lari mencari tempat perlindungan ke lokasi yang lebih tinggi. Hingga Jumat (16/11) pagi, air sudah mulai surut. Hasil pemantauan dan pendataan Muspika Kecamatan Merek yang turun ke lokasi, bencana ini menyebabkan 5 hektare lahan pertanian rusak, landmark Tongging, lampu jalan juga hancur berikut bangunan boronjong PUPR sepanjang sekira 200 meter.

Setelah melakukan pengecekan, Muspika Kecamatan Merek langsung menghubungi dan meminta Dinas PUPR Karo menurunkan alat berat ke lokasi, sekaligus mengangkat material batu serta lumpur yang menimbun sungai. Muspika juga membantu warga untuk membersihan dan memperbaiki rumah yang terdampak.

Sementara itu, berdasarkan daftar 21 rumah warga yang rusak ringan akibat terendam banjir ini masing-masing milik; Palen Girsang, Kenen Sialoho, Jumadi Situngkir, Hakim Munthe. SelanjutnyaJenner Munthe, Hot Raya Munthe, Linda Br Munthe, Pandapotan Silalahi,Boson Sidebang, T.Tariga,Sarudin Manihuruk.

Rolas Sidebang, Jonson Situngkir, Jonter Simanjorang, Malik Sijabat, Torang Silalahi, Jonsin Sijabat, Alenf Sidebang, Sardi Situngkir, Erni Sijabat da. Jansius.

Hingga berita ini dilansir, pihak Muspika masib bwrada di lokasi. Warga sekitar tetap diimbau berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan akan datangnya banjir susulan. Apalagi saat ini, hujan deras diperkirakan masih akan mengguyur Tanah Karo. (deo/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/