Puding Bawel Jadi Inovasi Cegah Stunting, Poltekkes Kemenkes Medan Dorong Kesehatan dan Wirausaha di Binjai 

BINJAI, sumutpos.co– Upaya mencegah stunting kini tak hanya dilakukan melalui edukasi kesehatan, tetapi juga dapat dikembangkan lewat inovasi pangan yang kreatif dan bernilai ekonomi. Semangat inilah yang diusung Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Medan melalui Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) “Inovasi Puding Bawel sebagai Alternatif Dessert untuk Pencegah Stunting” di Posyandu Melati Putih V, wilayah kerja Puskesmas Binjai Estate, Kota Binjai.

Kegiatan ini menghadirkan pendekatan yang menarik dengan memadukan edukasi pencegahan stunting, keterampilan mengolah pangan sehat, serta pengembangan jiwa kewirausahaan masyarakat. Inovasi yang diperkenalkan adalah Puding Bawel, dessert berbahan bayam dan wortel yang diolah menjadi makanan menarik, mudah dibuat, dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai jual.

Program tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sebanyak 130 peserta mengikuti kegiatan, jauh melampaui target awal yang direncanakan sebanyak 40 orang. Peserta mendapatkan edukasi mengenai stunting dan pencegahannya, manfaat bahan pangan yang digunakan, serta praktik dan demonstrasi langsung pembuatan Puding Bawel.

Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Medan menyerahkan Antropometri kit ke mitra sasaran yaitu Puskesmas Binjai Estate bersama Plt Kadis Kesehatan Kota Binjai Bapak Desman SKM, MKM, (Kepala Puskesmas) Binjai Estate : Daniel Hutapea, S.Kep., Ners dan para kader posyandu. (Foto: Istimewa)
Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Medan menyerahkan Antropometri kit ke mitra sasaran yaitu Puskesmas Binjai Estate bersama Plt Kadis Kesehatan Kota Binjai Bapak Desman SKM, MKM, (Kepala Puskesmas) Binjai Estate : Daniel Hutapea, S.Kep., Ners dan para kader posyandu. (Foto: Istimewa)

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Kepala Puskesmas Binjai Estate Daniel Hutapea, S.Kep., Ners. dan Lurah Binjai Estate Yodi Putamasika, S.Si., M.Si. Kehadiran unsur pelayanan kesehatan dan pemerintah kelurahan menjadi bentuk dukungan terhadap kolaborasi dalam meningkatkan kesehatan sekaligus memberdayakan masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian, Sri Wahyuni, S.HI., M.Ag., mengatakan Puding Bawel tidak sekadar diperkenalkan sebagai makanan sehat, tetapi juga menjadi media untuk membangun kesadaran bahwa pencegahan stunting dapat berjalan seiring dengan kreativitas dan kewirausahaan.

“Melalui Puding Bawel, kami ingin mempertemukan tiga hal penting sekaligus, yaitu kesehatan, pencegahan stunting, dan kewirausahaan. Bayam dan wortel yang mudah ditemukan di sekitar kita dapat diolah menjadi dessert yang menarik dan memiliki nilai tambah. Harapannya, masyarakat tidak hanya memahami pentingnya pangan yang lebih baik bagi keluarga, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha,” ujar Sri Wahyuni didampingi anggota tim, Dian Pratiwi, M.Si. dan Digna Renny Panduwati, M.Sc.

Ia menambahkan, Program Pengembangan Kewirausahaan diharapkan mampu menumbuhkan cara pandang baru di tengah masyarakat bahwa bahan pangan sederhana dapat dikreasikan menjadi produk yang sehat, menarik dan memiliki potensi ekonomi.

“Kami ingin kegiatan pengabdian tidak berhenti pada penyuluhan. Masyarakat harus membawa pulang pengetahuan, keterampilan dan gagasan baru. Ketika produk sehat bisa dikembangkan menjadi peluang usaha, maka manfaat pengabdian menjadi lebih luas: kesehatan keluarga meningkat dan kemandirian ekonomi juga dapat tumbuh,” katanya.

Selain edukasi dan pelatihan, kegiatan pengabdian juga diwujudkan melalui dukungan sarana kepada mitra. Tim menyerahkan lima paket Antropometri Kit kepada Puskesmas Binjai Estate. Serah terima tersebut disaksikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai Desman, SKM., MKM.

Setiap paket Antropometri Kit terdiri atas tas antropometri kit, timbangan bayi digital, timbangan injak digital, stadiometer, infantometer board, waisruller, dan pita LILA. Peralatan tersebut diharapkan dapat mendukung pemantauan pertumbuhan dan status gizi anak di wilayah kerja Puskesmas Binjai Estate.

Kegiatan ini semakin relevan karena berdasarkan data Puskesmas Binjai Estate, masih terdapat dua anak yang mengalami stunting di wilayah sasaran. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan program sekaligus memperkuat pentingnya edukasi, pemantauan pertumbuhan anak, dan pemanfaatan bahan pangan bergizi di tingkat keluarga.

Melalui Puding Bawel dan penyerahan Antropometri Kit, kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menghadirkan manfaat yang lebih nyata dan berkelanjutan. Dari bayam dan wortel, lahir bukan hanya dessert yang menarik, tetapi juga semangat membangun keluarga sehat, mencegah stunting, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat. (adz)

BINJAI, sumutpos.co– Upaya mencegah stunting kini tak hanya dilakukan melalui edukasi kesehatan, tetapi juga dapat dikembangkan lewat inovasi pangan yang kreatif dan bernilai ekonomi. Semangat inilah yang diusung Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Medan melalui Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) “Inovasi Puding Bawel sebagai Alternatif Dessert untuk Pencegah Stunting” di Posyandu Melati Putih V, wilayah kerja Puskesmas Binjai Estate, Kota Binjai.

Kegiatan ini menghadirkan pendekatan yang menarik dengan memadukan edukasi pencegahan stunting, keterampilan mengolah pangan sehat, serta pengembangan jiwa kewirausahaan masyarakat. Inovasi yang diperkenalkan adalah Puding Bawel, dessert berbahan bayam dan wortel yang diolah menjadi makanan menarik, mudah dibuat, dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai jual.

Program tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sebanyak 130 peserta mengikuti kegiatan, jauh melampaui target awal yang direncanakan sebanyak 40 orang. Peserta mendapatkan edukasi mengenai stunting dan pencegahannya, manfaat bahan pangan yang digunakan, serta praktik dan demonstrasi langsung pembuatan Puding Bawel.

Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Medan menyerahkan Antropometri kit ke mitra sasaran yaitu Puskesmas Binjai Estate bersama Plt Kadis Kesehatan Kota Binjai Bapak Desman SKM, MKM, (Kepala Puskesmas) Binjai Estate : Daniel Hutapea, S.Kep., Ners dan para kader posyandu. (Foto: Istimewa)
Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Medan menyerahkan Antropometri kit ke mitra sasaran yaitu Puskesmas Binjai Estate bersama Plt Kadis Kesehatan Kota Binjai Bapak Desman SKM, MKM, (Kepala Puskesmas) Binjai Estate : Daniel Hutapea, S.Kep., Ners dan para kader posyandu. (Foto: Istimewa)

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Kepala Puskesmas Binjai Estate Daniel Hutapea, S.Kep., Ners. dan Lurah Binjai Estate Yodi Putamasika, S.Si., M.Si. Kehadiran unsur pelayanan kesehatan dan pemerintah kelurahan menjadi bentuk dukungan terhadap kolaborasi dalam meningkatkan kesehatan sekaligus memberdayakan masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian, Sri Wahyuni, S.HI., M.Ag., mengatakan Puding Bawel tidak sekadar diperkenalkan sebagai makanan sehat, tetapi juga menjadi media untuk membangun kesadaran bahwa pencegahan stunting dapat berjalan seiring dengan kreativitas dan kewirausahaan.

“Melalui Puding Bawel, kami ingin mempertemukan tiga hal penting sekaligus, yaitu kesehatan, pencegahan stunting, dan kewirausahaan. Bayam dan wortel yang mudah ditemukan di sekitar kita dapat diolah menjadi dessert yang menarik dan memiliki nilai tambah. Harapannya, masyarakat tidak hanya memahami pentingnya pangan yang lebih baik bagi keluarga, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha,” ujar Sri Wahyuni didampingi anggota tim, Dian Pratiwi, M.Si. dan Digna Renny Panduwati, M.Sc.

Ia menambahkan, Program Pengembangan Kewirausahaan diharapkan mampu menumbuhkan cara pandang baru di tengah masyarakat bahwa bahan pangan sederhana dapat dikreasikan menjadi produk yang sehat, menarik dan memiliki potensi ekonomi.

“Kami ingin kegiatan pengabdian tidak berhenti pada penyuluhan. Masyarakat harus membawa pulang pengetahuan, keterampilan dan gagasan baru. Ketika produk sehat bisa dikembangkan menjadi peluang usaha, maka manfaat pengabdian menjadi lebih luas: kesehatan keluarga meningkat dan kemandirian ekonomi juga dapat tumbuh,” katanya.

Selain edukasi dan pelatihan, kegiatan pengabdian juga diwujudkan melalui dukungan sarana kepada mitra. Tim menyerahkan lima paket Antropometri Kit kepada Puskesmas Binjai Estate. Serah terima tersebut disaksikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai Desman, SKM., MKM.

Setiap paket Antropometri Kit terdiri atas tas antropometri kit, timbangan bayi digital, timbangan injak digital, stadiometer, infantometer board, waisruller, dan pita LILA. Peralatan tersebut diharapkan dapat mendukung pemantauan pertumbuhan dan status gizi anak di wilayah kerja Puskesmas Binjai Estate.

Kegiatan ini semakin relevan karena berdasarkan data Puskesmas Binjai Estate, masih terdapat dua anak yang mengalami stunting di wilayah sasaran. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan program sekaligus memperkuat pentingnya edukasi, pemantauan pertumbuhan anak, dan pemanfaatan bahan pangan bergizi di tingkat keluarga.

Melalui Puding Bawel dan penyerahan Antropometri Kit, kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menghadirkan manfaat yang lebih nyata dan berkelanjutan. Dari bayam dan wortel, lahir bukan hanya dessert yang menarik, tetapi juga semangat membangun keluarga sehat, mencegah stunting, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru