30 C
Medan
Friday, July 12, 2024

Pemko Tebingtinggi Ingin Stunting dan Kemiskinan Turun

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Tebingtinggi menggelar rapat Asistensi Penataan dan Peningkatan Kualitas Perumahan dan Permukiman Kumuh Guna Mendukung Percepatan Penurunan Stunting dan Kemiskinan di Kota Tebingtinggi yang digelar di Aula Bappeda Kota Tebingtinggi Jalan Delima Kota Tebingtinggi, Senin (22/3).

Wakil Wali Kota Tebingtinggi Oki Doni Siregar yang merupakan Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Tebingtinggi dalam arahannya mengatakan bahwa pemerintah harus mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di berbagai bidang untuk menekan stunting dan kemiskinan.

“Persoalan kemiskinan dan stunting ini saling berhubungan, saling berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia di setiap daerah. Untuk itu bagaimana caranya agar kita mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pendapatan per kapita masyarakat Tebingtinggi,” jelas Oki.

Dijelaskam Oki, satu indikator stunting adalah pola hidup bersih khususnya dalam hal sanitasi dan air bersih yang harus diperoleh oleh setiap warga. Maka dari itu pembangunan RTLH ini sangat penting untuk membantu menurunkan Stunting dan Kemiskinan di Kota Tebingtinggi ini,” jelasnya.

Oki juga menambahkan terdapat 25 rumah tak layak huni (RTLH) yang akan dibangun pada Tahun 2022 dan diharapkan dapat benar-benar direalisasikan.

“Tahun ini kita ada 25 RTLH yang tersebar di Kecamatan Rambutan dan Bajenis yang akan mendapatkan bantuan. Untuk itu saya berharap kita untuk benar benar dijalankan dan direalisasikan sesuai dengan ketentuan yang ada,” papar Oki.

“Lurah, camat, kepling diminta untuk yang 25 unit RTLH ini dipantau agar pembangunan ini berjalan sebagaimana mestinya. Kepling diharapkan responsif dan tau perubahan di masyarakat dan langsung dilaporkan agar kesejahteraan masyarakat dapat terwujud di setiap lingkungan,” tutup Oki.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik melaporkan terdapat 25 pembangunan RTLH di tahun 2022 dan pembangunan 50 RTLH di Tahun 2023.

“Kami berusaha untuk menurunkan angka Stunting dan Kemiskinan dengan Program RTLH ini. Data RTLH thn 2022 Kota Tebingtinggi mendapatkan 25 rumah yang akan diperbaiki. Di 2023 nanti kita mendapatkan 50 RTLH yang akan mendapatkan bantuan, ini merupakan peningkatan kinerja dari Pemko Tebingtinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Kepala Bapedda, Erwin Suheri.

Ada 25 RTLH yang mendapatkan bantuan ini tersebar di Kelurahan Mekar Sentosa, Kelurahan Lalang, Kelurahan Rantaulaban, Kelurahan Tanjungmarulak Hilir dan Keluraham Berohol yang masing-masing terdapat 5 unit RTLH.

Turut hadir perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Tebingtinggi, camat lurah se Kota Tebingtinggi dan beberapa kepala lingkungan. (ian/azw)

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Tebingtinggi menggelar rapat Asistensi Penataan dan Peningkatan Kualitas Perumahan dan Permukiman Kumuh Guna Mendukung Percepatan Penurunan Stunting dan Kemiskinan di Kota Tebingtinggi yang digelar di Aula Bappeda Kota Tebingtinggi Jalan Delima Kota Tebingtinggi, Senin (22/3).

Wakil Wali Kota Tebingtinggi Oki Doni Siregar yang merupakan Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Tebingtinggi dalam arahannya mengatakan bahwa pemerintah harus mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di berbagai bidang untuk menekan stunting dan kemiskinan.

“Persoalan kemiskinan dan stunting ini saling berhubungan, saling berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia di setiap daerah. Untuk itu bagaimana caranya agar kita mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pendapatan per kapita masyarakat Tebingtinggi,” jelas Oki.

Dijelaskam Oki, satu indikator stunting adalah pola hidup bersih khususnya dalam hal sanitasi dan air bersih yang harus diperoleh oleh setiap warga. Maka dari itu pembangunan RTLH ini sangat penting untuk membantu menurunkan Stunting dan Kemiskinan di Kota Tebingtinggi ini,” jelasnya.

Oki juga menambahkan terdapat 25 rumah tak layak huni (RTLH) yang akan dibangun pada Tahun 2022 dan diharapkan dapat benar-benar direalisasikan.

“Tahun ini kita ada 25 RTLH yang tersebar di Kecamatan Rambutan dan Bajenis yang akan mendapatkan bantuan. Untuk itu saya berharap kita untuk benar benar dijalankan dan direalisasikan sesuai dengan ketentuan yang ada,” papar Oki.

“Lurah, camat, kepling diminta untuk yang 25 unit RTLH ini dipantau agar pembangunan ini berjalan sebagaimana mestinya. Kepling diharapkan responsif dan tau perubahan di masyarakat dan langsung dilaporkan agar kesejahteraan masyarakat dapat terwujud di setiap lingkungan,” tutup Oki.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik melaporkan terdapat 25 pembangunan RTLH di tahun 2022 dan pembangunan 50 RTLH di Tahun 2023.

“Kami berusaha untuk menurunkan angka Stunting dan Kemiskinan dengan Program RTLH ini. Data RTLH thn 2022 Kota Tebingtinggi mendapatkan 25 rumah yang akan diperbaiki. Di 2023 nanti kita mendapatkan 50 RTLH yang akan mendapatkan bantuan, ini merupakan peningkatan kinerja dari Pemko Tebingtinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Kepala Bapedda, Erwin Suheri.

Ada 25 RTLH yang mendapatkan bantuan ini tersebar di Kelurahan Mekar Sentosa, Kelurahan Lalang, Kelurahan Rantaulaban, Kelurahan Tanjungmarulak Hilir dan Keluraham Berohol yang masing-masing terdapat 5 unit RTLH.

Turut hadir perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Tebingtinggi, camat lurah se Kota Tebingtinggi dan beberapa kepala lingkungan. (ian/azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/