Ditemui di lokasi terpisah, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Karo, Ferianta Purba mendesak perusahaan raksasa itu segera menyetop seluruh kegiatannya. Hal ini penting karena PT. WEP harus bertanggungjawab atas kejadian yang menimpa 13 karyawannya.
“Selain itu, jauh sebelumnya, saya juga ngotot meminta agar pihak PT. WEP harus melengkapi persyaratan-persyaratan izin yang diminta pemerintah untuk pembangunan proyek PLTA. Misalnya saja izin amdal yang sampai hari ini belum dilengkapi juga,” kata Ferianta.
Ferianta juga meminta pihak kepolisian mengusut secara tuntas peristiwa ini. “Jika saja ada kelalaian, Polres Karo harus memproses sesuai hukum yang berlaku, karena ini menyangkut keselamatan kerja,” pungkas Ferianta.
Menyangkut soal tindak lanjut dari lembaga legislatif, kata dia pihaknya akan mengusulkan kepada pimpinan DPRD Karo untuk segera memanggil pihak-pihak yang berwenang di PT. WEP, untuk membahas peristiwa tersebut serta persoalan-persoalan yang belum tuntas belakangan ini.
“Kita akan meminta persoalan-persoalan selama ini agar secepatnya dituntaskan. Terlebih penanganan 13 pekerja. Apakah seluruh korban dan karyawan-karyawan lainnya sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Ini akan kita tindaklanjuti,” cetus Ferianta.
Sementara itu, keterangan yang diperoleh dari dokter Anestesi RS Efarina Etaham, dr. Husnul Span, tujuh pekerja yang jadi korban selamat menjalani perawatan intensif, dimana tiga dari empat korban kondisinya masih kritis.
Tiga orang korban masih ditempatkan di ICU, karena kondisinya cukup kritis dan mengalami luka bakar sangat serius dengan besaran luka mencapai 90 persen lebih.
“Untuk empat orang korban lainnya, meski sudah melewati masa kritis, kondisinya juga cukup memprihatinkan setelah selesai menjalani pembersihan luka bakar. Proses pemulihan korban terbilang tidak mudah dikarenakan mengingat tingginya efek luka bakar yang dialami masing-masing korban,” terangnya. (cr7/cr9/deo)

