30 C
Medan
Friday, July 12, 2024

Pupuk Bersubsidi Langka di Dairi, Alokasi Pupuk Subsidi untuk Dairi Habis

TUMPUKAN PUPUK SUBSIDI: Tumpukan pupuk bersubsidi ditemukan di gudang milik PT Petro Kimia Gresik, di Jalan Pahlawan Panji Siburabura, Kelurahan Batang Beruh Sidikalang.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – PT Petrokimia Gresik, selaku produsen pupuk perwakilan daerah Sumatera Utara, menampik jika pihaknya melakukan penimbunan dan tidak menyalurkan pupuk bersubsidi kepada para distributor.

Hal itu disampaikan staf perwakilan daerah Sumatera Utara I, Wawan Arjuna lewat pesan elektronik yang diterima wartawan, Jumat (27/9).

Dalam pesan singkatnya, Wawan mengakui soal temuan pupuk bersubsidi di dalam gudang penyangga di kota Sidikalang, Kabupaten Dairi, saat sidak Bupati Dairi dan DPRD. Namun lanjut Wawan, pupuk bersubsidi yang ada di gudang tersebut bukan dialokasikan untuk Kabupaten Dairi.

“Secara umum alokasi pupuk bersubsidi untuk Dairi saat ini sudah habis. Saat ini, kita sudah mengajukan permintaan tambahan, namun masih menunggu tambahan dari Kementerian Pertanian,”ujar Wawan dalam pesan singkatnya.

Sementara itu, dua dari 6 distributor pupuk bersubsidi untuk Dairi yakni CV Manik Pratama Jaya serta CV Pratama Karya melalui sejumlah staf, Anjur Simanjuntak, Herti Tian Aritonang serta Sefti Purba yang ditemui, juga menampik tidak menyalurkan pupuk bersubsidi ke kios-kios pengecer pupuk bersubsidi.

Dikatakan Anjur, CV Manik Pratama Jaya menyalurkan pupuk bersubsidi jenis urea dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menangani 4 Kecamatan, yakni Parbuluan, Siempat Nempu Hilir, Siempat Nempu Hulu dan Gunung Sitember dengan jumlah alokasi sebanyak 1983 ton. Namun untuk alokasi pupuk urea sudah habis sejak awal bulan September 2019.

Sementara CV Pratama Karya menyalurkan pupuk bersubsidi jenis SP36, ZA, Phonska serta Petroganik untuk 5 Kecamatan yakni Berampu, Lae Parira, Siempat Nempu Hilir, Tigalingga serta Parbuluan. Disebutkan Herty, jumlah alokasi SP36 sebanyak 632 ton, dan persediannya sudah habis. “Pupuk ZA dengan alokasi sebanyak 930 ton juga sudah habis, Phonska sebanyak 1933 ton juga telah habis. Dan untuk pupuk jenis Petroganik sebanyak 805 ton masih sisa 40 ton karena kios pengecer belum menebus,”beber Herty.

Anjur dan Herty pun menampik terkait pemberitaan di media sosial yang menyatakan distributor menumpuk pupuk bersubsidi di gudang dan tidak menyalurkan ke kios-kios. “Tidak mungkin kami tidak menyalurkan ke kios jika pupuk masih ada di gudang. Kami masih menunggu realokasi yang diajukan Pemkab Dairi ke kementerian Pertanian. Kami berharap masyarakat jangan salah tanggap terhadap hasil sidak Bupati dan Legislator, karena yang ditinjau itu memang gudang milik produsen,”ujar Herty dan Anjur.

Seperti disiarkan sebelumnya, menyikapi kelangkaan pupuk bersubsidi. Bupati Eddy bersama Wakil Ketua DPRD, Benpa Hisar Nababan, Kamis (26/9) melakukan sidak ke sejumlah gudang bersubsidi di Sidikalang. Sebanyak 2.000 ton pupuk bersubsidi tidak ditemukan di dalam gudang, yang belakangan diakui produsen bahwa pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Dairi sudah habis. (rud/han)

TUMPUKAN PUPUK SUBSIDI: Tumpukan pupuk bersubsidi ditemukan di gudang milik PT Petro Kimia Gresik, di Jalan Pahlawan Panji Siburabura, Kelurahan Batang Beruh Sidikalang.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – PT Petrokimia Gresik, selaku produsen pupuk perwakilan daerah Sumatera Utara, menampik jika pihaknya melakukan penimbunan dan tidak menyalurkan pupuk bersubsidi kepada para distributor.

Hal itu disampaikan staf perwakilan daerah Sumatera Utara I, Wawan Arjuna lewat pesan elektronik yang diterima wartawan, Jumat (27/9).

Dalam pesan singkatnya, Wawan mengakui soal temuan pupuk bersubsidi di dalam gudang penyangga di kota Sidikalang, Kabupaten Dairi, saat sidak Bupati Dairi dan DPRD. Namun lanjut Wawan, pupuk bersubsidi yang ada di gudang tersebut bukan dialokasikan untuk Kabupaten Dairi.

“Secara umum alokasi pupuk bersubsidi untuk Dairi saat ini sudah habis. Saat ini, kita sudah mengajukan permintaan tambahan, namun masih menunggu tambahan dari Kementerian Pertanian,”ujar Wawan dalam pesan singkatnya.

Sementara itu, dua dari 6 distributor pupuk bersubsidi untuk Dairi yakni CV Manik Pratama Jaya serta CV Pratama Karya melalui sejumlah staf, Anjur Simanjuntak, Herti Tian Aritonang serta Sefti Purba yang ditemui, juga menampik tidak menyalurkan pupuk bersubsidi ke kios-kios pengecer pupuk bersubsidi.

Dikatakan Anjur, CV Manik Pratama Jaya menyalurkan pupuk bersubsidi jenis urea dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menangani 4 Kecamatan, yakni Parbuluan, Siempat Nempu Hilir, Siempat Nempu Hulu dan Gunung Sitember dengan jumlah alokasi sebanyak 1983 ton. Namun untuk alokasi pupuk urea sudah habis sejak awal bulan September 2019.

Sementara CV Pratama Karya menyalurkan pupuk bersubsidi jenis SP36, ZA, Phonska serta Petroganik untuk 5 Kecamatan yakni Berampu, Lae Parira, Siempat Nempu Hilir, Tigalingga serta Parbuluan. Disebutkan Herty, jumlah alokasi SP36 sebanyak 632 ton, dan persediannya sudah habis. “Pupuk ZA dengan alokasi sebanyak 930 ton juga sudah habis, Phonska sebanyak 1933 ton juga telah habis. Dan untuk pupuk jenis Petroganik sebanyak 805 ton masih sisa 40 ton karena kios pengecer belum menebus,”beber Herty.

Anjur dan Herty pun menampik terkait pemberitaan di media sosial yang menyatakan distributor menumpuk pupuk bersubsidi di gudang dan tidak menyalurkan ke kios-kios. “Tidak mungkin kami tidak menyalurkan ke kios jika pupuk masih ada di gudang. Kami masih menunggu realokasi yang diajukan Pemkab Dairi ke kementerian Pertanian. Kami berharap masyarakat jangan salah tanggap terhadap hasil sidak Bupati dan Legislator, karena yang ditinjau itu memang gudang milik produsen,”ujar Herty dan Anjur.

Seperti disiarkan sebelumnya, menyikapi kelangkaan pupuk bersubsidi. Bupati Eddy bersama Wakil Ketua DPRD, Benpa Hisar Nababan, Kamis (26/9) melakukan sidak ke sejumlah gudang bersubsidi di Sidikalang. Sebanyak 2.000 ton pupuk bersubsidi tidak ditemukan di dalam gudang, yang belakangan diakui produsen bahwa pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Dairi sudah habis. (rud/han)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/