BINJAI – Kejaksaan Negeri Binjai bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Koordinator Wilayah Binjai dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) mulai melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap dapur memenuhi standar kelayakan bangunan, sanitasi, dan keamanan pangan.
Monev yang berlangsung pada Selasa (28/7) melibatkan Kejaksaan Negeri Binjai, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Permukiman, serta Dinas Kesehatan Kota Binjai. Hingga saat ini, tim telah melakukan pemeriksaan di enam dapur MBG sebagai tahap awal pengawasan.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Binjai, Rizqi Afnan, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh dapur MBG memenuhi standar yang telah ditetapkan sehingga makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat tetap aman dan berkualitas.
“Rekan-rekan dari Kejaksaan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Kesehatan datang untuk bersama-sama melakukan pembenahan, mulai dari kondisi bangunan, pengelolaan limbah, hingga kelayakan higienitas,” ujar Rizqi.
Dalam monev tersebut, tim memulai pemeriksaan di SPPG milik Yayasan Kogana Sumut yang berada di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara. Berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari kondisi fisik bangunan, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga sertifikat laik higienis air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan.
Setelah itu, tim melanjutkan pemeriksaan ke SPPG Yayasan Cahaya Semesta Bersama di Jalan Tengku Amir Hamzah, Gang Bakti, Kelurahan Jati Utomo, sebelum menutup rangkaian monev di SPPG kawasan Jatim Makmur.
Rizqi menegaskan, pengawasan lintas instansi tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, kualitas dapur dan keamanan pangan menjadi faktor penting agar program tersebut mampu memberikan manfaat optimal bagi para penerima sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
“Saat ini sudah ada 41 titik SPPG yang beroperasi di Kota Binjai. Kami akan terus mendukung pembenahan agar seluruh dapur memenuhi standar yang ditetapkan,” pungkasnya.
Melalui monitoring dan evaluasi secara berkala tersebut, pemerintah berharap seluruh dapur MBG di Binjai dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan, sehingga makanan yang disalurkan kepada masyarakat tetap memenuhi standar kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan. (ted/ila)

