30.5 C
Medan
Thursday, July 18, 2024

Komoditas Pertanian Asal Sumut Diekspor ke 45 Negara

SUMUTPOS.CO – Komoditas Pertanian asal Sumatera Utara kembali diekspor ke 45 negara. Dengan perincian, 9.701 ton hasil tumbuhan hidup, 197 ribu batang tumbuhan hidup dan 3.228 M3 kayu. Ekspor tersebut, dilakukan Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan, Kota Medan.

Komoditas pertanian bernilai ekonomis Rp. 319 miliar tersebut diekspor melalui Pelabuhan Belawan, Kamis kemarin, 7 April 2022.“Sebelum diekspor Karantina Pertanian Belawan melakukan serangkaian tindakan karantina guna memastikan komoditas pertanian sehat dan aman diterima negara tujuan,” sebut Kepala Karantina Pertanian Medan, Andi PM Yusmanto dalam keterangan tertulis, Jumat (8/4).

Andi menejelaskan dukungan pemerintah daerah dan kerjasama petani dan pelaku usaha yang sinergis, sehingga produk berkualitas dan pasar dapat terus berkelanjutan.

“Untuk itu kami akan terus mendorong para pelaku usaha di bidang pertanian dengan memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan supaya ekspor lancar dan meningkat, “ tutur Andi.

Sebagai informasi, pada saat yang sama Presiden RI, Jokowi Widodo dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jambi juga melepas ekspor komoditas pertanian berupa pinang biji. Dengan total volume 126 ton senilai Rp 4,069 milliar. Komoditas unggulan asal sub sektor perkebunan ini menunjukan tren peningkatan nilai yang cukup signifikan.

Tercatat secara nasional ekspor komoditas pinang biji di tahun 2021 sebanyak 215.260 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp. 5,11 trilliun, meningkat hampir dua kali lipat dibanding capaian nilai tahun 2020 yang hanya Rp. 2,85 triliun saja.

Selain memberikan sejumlah bantuan kepada para pekebun pinang dalam rangka mendorong terus berkembangnya komoditas unggulan ekspor ini, Presiden berpesan agar komoditas yang diekspor harus diolah terlebih dahulu.(gus/ram)

SUMUTPOS.CO – Komoditas Pertanian asal Sumatera Utara kembali diekspor ke 45 negara. Dengan perincian, 9.701 ton hasil tumbuhan hidup, 197 ribu batang tumbuhan hidup dan 3.228 M3 kayu. Ekspor tersebut, dilakukan Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan, Kota Medan.

Komoditas pertanian bernilai ekonomis Rp. 319 miliar tersebut diekspor melalui Pelabuhan Belawan, Kamis kemarin, 7 April 2022.“Sebelum diekspor Karantina Pertanian Belawan melakukan serangkaian tindakan karantina guna memastikan komoditas pertanian sehat dan aman diterima negara tujuan,” sebut Kepala Karantina Pertanian Medan, Andi PM Yusmanto dalam keterangan tertulis, Jumat (8/4).

Andi menejelaskan dukungan pemerintah daerah dan kerjasama petani dan pelaku usaha yang sinergis, sehingga produk berkualitas dan pasar dapat terus berkelanjutan.

“Untuk itu kami akan terus mendorong para pelaku usaha di bidang pertanian dengan memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan supaya ekspor lancar dan meningkat, “ tutur Andi.

Sebagai informasi, pada saat yang sama Presiden RI, Jokowi Widodo dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jambi juga melepas ekspor komoditas pertanian berupa pinang biji. Dengan total volume 126 ton senilai Rp 4,069 milliar. Komoditas unggulan asal sub sektor perkebunan ini menunjukan tren peningkatan nilai yang cukup signifikan.

Tercatat secara nasional ekspor komoditas pinang biji di tahun 2021 sebanyak 215.260 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp. 5,11 trilliun, meningkat hampir dua kali lipat dibanding capaian nilai tahun 2020 yang hanya Rp. 2,85 triliun saja.

Selain memberikan sejumlah bantuan kepada para pekebun pinang dalam rangka mendorong terus berkembangnya komoditas unggulan ekspor ini, Presiden berpesan agar komoditas yang diekspor harus diolah terlebih dahulu.(gus/ram)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/