25.6 C
Medan
Thursday, May 23, 2024

Hiiii…. Raskin Berkutu dan Berbau Apek, Ini Penampakannya

Foto: Yerry Novel/Radar Tegal/JPNN Kepala Desa Dermasuci Mulyanto menunjukkan raskin dari Bulog yang tidak layak konsumsi.
Foto: Yerry Novel/Radar Tegal/JPNN
Kepala Desa Dermasuci Mulyanto menunjukkan raskin dari Bulog yang tidak layak konsumsi.

SUMUTPOS.CO – Upaya pemerintah menekan harga jual beras dengan menggerojokkan penyaluran beras untuk warga miskin (raskin) tidak diimbangi pengawasan mutu. Di berbagai daerah yang dijadikan target operasi penyaluran raskin, selalu muncul sejumlah keluhan soal jeleknya kualitas raskin, seperti berwarna kuning kehitaman, berkutu, dan berbau apek.

Misalnya yang terjadi di Kota Malang. Beras yang diterima warga Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, berwarna kuning dan hancur. Seorang warga yang bernama Nana mengatakan, sejak dulu kondisi raskin yang dibagikan berkualitas kurang bagus.

“Dari dulu seperti ini. Sudah berkali-kali diprotes, tapi tidak ada perubahan. Jarang kualitas raskin yang bagus,” cetusnya saat mengambil raskin di Kelurahan Jodipan Selasa (10/3).

Berdasar pantauan Jawa Pos, kondisi raskin yang dibagikan berwarna kuning dan mengandung banyak kotoran seperti debu. Raskin yang dibagikan juga pecah-pecah dan sebagian berkutu. Kelurahan Jodipan mendapatkan jatah raskin 542 sak per bulan. Setiap sak berisi 25 kilogram. Harga raskin Rp 1.600 per kilogram.

Hal yang sama ditemui di pantura. Pembagian raskin di puluhan desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Pekalongan tak diacuhkan warga karena beras yang dibagikan buruk dan tidak layak konsumsi. Warga menjual beras itu lagi kepada para tengkulak dengan harga Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per kilogram.

Foto: Yerry Novel/Radar Tegal/JPNN Kepala Desa Dermasuci Mulyanto menunjukkan raskin dari Bulog yang tidak layak konsumsi.
Foto: Yerry Novel/Radar Tegal/JPNN
Kepala Desa Dermasuci Mulyanto menunjukkan raskin dari Bulog yang tidak layak konsumsi.

SUMUTPOS.CO – Upaya pemerintah menekan harga jual beras dengan menggerojokkan penyaluran beras untuk warga miskin (raskin) tidak diimbangi pengawasan mutu. Di berbagai daerah yang dijadikan target operasi penyaluran raskin, selalu muncul sejumlah keluhan soal jeleknya kualitas raskin, seperti berwarna kuning kehitaman, berkutu, dan berbau apek.

Misalnya yang terjadi di Kota Malang. Beras yang diterima warga Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, berwarna kuning dan hancur. Seorang warga yang bernama Nana mengatakan, sejak dulu kondisi raskin yang dibagikan berkualitas kurang bagus.

“Dari dulu seperti ini. Sudah berkali-kali diprotes, tapi tidak ada perubahan. Jarang kualitas raskin yang bagus,” cetusnya saat mengambil raskin di Kelurahan Jodipan Selasa (10/3).

Berdasar pantauan Jawa Pos, kondisi raskin yang dibagikan berwarna kuning dan mengandung banyak kotoran seperti debu. Raskin yang dibagikan juga pecah-pecah dan sebagian berkutu. Kelurahan Jodipan mendapatkan jatah raskin 542 sak per bulan. Setiap sak berisi 25 kilogram. Harga raskin Rp 1.600 per kilogram.

Hal yang sama ditemui di pantura. Pembagian raskin di puluhan desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Pekalongan tak diacuhkan warga karena beras yang dibagikan buruk dan tidak layak konsumsi. Warga menjual beras itu lagi kepada para tengkulak dengan harga Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per kilogram.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/