26.7 C
Medan
Wednesday, June 12, 2024

Mudik Lebaran, Pintu Tol Rawan Macet

Dia menambahkan, PT HK telah mengerjakan proyek itu sudah mencapai 90 persen dari keseluruhan pembangunannya. Kata dia, pembangunan terkendala di seksi kedua karena persoalan pembebasan lahan.

Sementara pada ruas jalan tol di seksi satu dan seksi tiga, ujarnya, sudah memasuki tahap penyelesaian (finishing). “Yang lain belum bisa dikerjakan karena masih sengketa terhadap lahan yang akan digunakan untuk pembangunan tol. Ini program pemerintah. Mudah-mudahan jalur tol ini untuk arus mudik nanti, kemacetan dapat teratasi,” tandasnya.

Sementara, Anggota Komisi D DPRD Sumut Burhanuddin Siregar menilai, operasional jalan tol baru yang hanya sampai sore pukul 16.00 WIB dinilai belum efektif mengurangi kemacetan. Sebab, masih banyak masyarakat yang mudik pada malam hari. “Logikanya begini, orang masih bekerja di pagi hari. Kalau mudik, baru bisa di malam hari. Kalau tol hanya dibuka sampai sore, sama saja tidak efektif, tidak bisa membantu mengurai kemacetan,” katanya kepada Sumut Pos, Selasa (20/6) lalu.

Politisi PKS ini meminta agar jalur tol KNIA menuju Sei Rampah dibuka 24 jam seperti jalur tol pada umumnya. “Sebenarnya kita sangat apresiasi adanya pembukaan jalur tol menjelang arus mudik. Tapi, begitu mendengar ada pembatasan jam, saya sangat kecewa,” ungkapnya.

Burhanuddin meminta agar Gubernur Sumut melakukan pembicaraan dengan Dirut PT Jasa Marga mengenai operasional jalan tol selama 24 jam nonstop. “Segera harus dibicarakan, jangan sampai lagi ada pembatasan jam. Kami mendesak agar operasional tol dilakukan 24 jam,” pungkasnya.

Dia menambahkan, PT HK telah mengerjakan proyek itu sudah mencapai 90 persen dari keseluruhan pembangunannya. Kata dia, pembangunan terkendala di seksi kedua karena persoalan pembebasan lahan.

Sementara pada ruas jalan tol di seksi satu dan seksi tiga, ujarnya, sudah memasuki tahap penyelesaian (finishing). “Yang lain belum bisa dikerjakan karena masih sengketa terhadap lahan yang akan digunakan untuk pembangunan tol. Ini program pemerintah. Mudah-mudahan jalur tol ini untuk arus mudik nanti, kemacetan dapat teratasi,” tandasnya.

Sementara, Anggota Komisi D DPRD Sumut Burhanuddin Siregar menilai, operasional jalan tol baru yang hanya sampai sore pukul 16.00 WIB dinilai belum efektif mengurangi kemacetan. Sebab, masih banyak masyarakat yang mudik pada malam hari. “Logikanya begini, orang masih bekerja di pagi hari. Kalau mudik, baru bisa di malam hari. Kalau tol hanya dibuka sampai sore, sama saja tidak efektif, tidak bisa membantu mengurai kemacetan,” katanya kepada Sumut Pos, Selasa (20/6) lalu.

Politisi PKS ini meminta agar jalur tol KNIA menuju Sei Rampah dibuka 24 jam seperti jalur tol pada umumnya. “Sebenarnya kita sangat apresiasi adanya pembukaan jalur tol menjelang arus mudik. Tapi, begitu mendengar ada pembatasan jam, saya sangat kecewa,” ungkapnya.

Burhanuddin meminta agar Gubernur Sumut melakukan pembicaraan dengan Dirut PT Jasa Marga mengenai operasional jalan tol selama 24 jam nonstop. “Segera harus dibicarakan, jangan sampai lagi ada pembatasan jam. Kami mendesak agar operasional tol dilakukan 24 jam,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/