27 C
Medan
Wednesday, July 24, 2024

Akuisisi Produsen Beras Kamboja Dipastikan Tak Ganggu Produksi Dalam Negeri

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi memastikan kerja sama ekonomi dan investasi pangan dengan Kamboja tidak akan mengganggu produksi beras dalam negeri khususnya industri penggilingan kecil.

Bayu mengatakan, akuisisi Bulog terhadap sumber beras dari Kamboja merupakan langkah pemerintah untuk mengamankan stok beras jika Indonesia membutuhkan impor. Namun, apabila Indonesia tidak membutuhkannya maka beras tersebut akan dijual lagi di pasar lelang.

“Kenapa harus khawatir, kalau saya punya beras atau Bulog punya beras di Kamboja, kalau kita butuh, tinggal kita ambil. Kalau kita enggak butuh, ya di trading saja internasional,” ujar Bayu di Gedung DPR RI, Jumat (21/6).

Dengan mengakuisisi sumber beras di Kamboja, lanjut Bayu, Indonesia sudah memiliki stok tanpa kebingungan mencari produsen. Hal ini juga sebagai langkah antisipasi kesulitan mendapat beras impor lantaran banyak negara yang mulai menutup ekspor beras. “Kita bikin bisa buka agen di sana gitu, terus nanti kalau sudah bisa jalan dengan bagus, saling lihat situasi, (misalnya) gimana kalau kita belinya di penggilingan mereka gitu dan seterusnya. Jadi ini adalah sebuah langkah untuk memastikan lebih bisa menjamin pasokan kalau kita perlu,” jelas dia.

Bayu menyampaikan, saat ini pemerintah masih dalam proses untuk perusahaan mana yang akan diakuisisi. Menurutnya, banyak pertimbangan yang harus dilakukan mulai dari konsultasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh, pihak bank dan lainnya.

Lebih lanjut, akuisisi sumber beras merupakan pekerjaan jangka panjang yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu hitungan minggu. “Saya akan melakukannya tahap demi tahap, sesuai dengan perkembangan yang terjadi. Kita lihat saja,” ujarnya. (map/tri)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi memastikan kerja sama ekonomi dan investasi pangan dengan Kamboja tidak akan mengganggu produksi beras dalam negeri khususnya industri penggilingan kecil.

Bayu mengatakan, akuisisi Bulog terhadap sumber beras dari Kamboja merupakan langkah pemerintah untuk mengamankan stok beras jika Indonesia membutuhkan impor. Namun, apabila Indonesia tidak membutuhkannya maka beras tersebut akan dijual lagi di pasar lelang.

“Kenapa harus khawatir, kalau saya punya beras atau Bulog punya beras di Kamboja, kalau kita butuh, tinggal kita ambil. Kalau kita enggak butuh, ya di trading saja internasional,” ujar Bayu di Gedung DPR RI, Jumat (21/6).

Dengan mengakuisisi sumber beras di Kamboja, lanjut Bayu, Indonesia sudah memiliki stok tanpa kebingungan mencari produsen. Hal ini juga sebagai langkah antisipasi kesulitan mendapat beras impor lantaran banyak negara yang mulai menutup ekspor beras. “Kita bikin bisa buka agen di sana gitu, terus nanti kalau sudah bisa jalan dengan bagus, saling lihat situasi, (misalnya) gimana kalau kita belinya di penggilingan mereka gitu dan seterusnya. Jadi ini adalah sebuah langkah untuk memastikan lebih bisa menjamin pasokan kalau kita perlu,” jelas dia.

Bayu menyampaikan, saat ini pemerintah masih dalam proses untuk perusahaan mana yang akan diakuisisi. Menurutnya, banyak pertimbangan yang harus dilakukan mulai dari konsultasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh, pihak bank dan lainnya.

Lebih lanjut, akuisisi sumber beras merupakan pekerjaan jangka panjang yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu hitungan minggu. “Saya akan melakukannya tahap demi tahap, sesuai dengan perkembangan yang terjadi. Kita lihat saja,” ujarnya. (map/tri)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/