27 C
Medan
Wednesday, July 24, 2024

Harga Emas Antam Meroket

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Harga emas Antam keluaran logam mulia PT Aneka Tambang Tbk tercatat meroket sebesar Rp16.000 menjadi Rp1.371.000 per gram hari ini, Jumat (21/6). Harga tersebut tercatat naik dibandingkan dengan harga sebelumnya yang berada di level Rp1.355.000 per gram.

Harga emas yang naik juga berlaku untuk harga penjualan kembali atau buyback emas Antam sebesar Rp16.000 jadi dibanderol Rp1.249.000 per gram. Sehingga jika pemegang emas batangan Antam mau menjual koleksiannya pada hari ini, maka bisa dikenakan harga jual sebesar Rp 1.249.000 per gram.

Khusus untuk pemilik emas batangan yang telah dibeli sejak Januari tahun 2020, maka harga jual yang diperoleh cukup menguntungkan alias cuan. Pasalnya, harga emas pada 20 Januari 2020 berada di level Rp778.800 per gram. Sehingga jika emas Antam sebanyak 5 gram dengan harga beli tahun 2020 senilai Rp 3.894.000 akan dijual hari ini, maka laku sebesar Rp 6.245.000 (belum termasuk pajak). Dengan begitu, keuntungan yang diperoleh secara total dari penjualan 5 gram emas Antam tahun 2020 atau yang telah disimpan selama kurang lebih 4 tahun tersebut sebesar Rp 2.351.000.

Mengutip Jawa Pos (Sumut Pos Grup), harga emas naik lebih dari 1 persen pada hari Kamis (20/6) ke level tertinggi dalam dua minggu, karena data ekonomi AS baru-baru ini menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi terbesar di dunia yang mendorong taruhan penurunan suku bunga dari Federal Reserve tahun ini. Emas di pasar spot naik 1,4 persen menjadi USD 2,358.79 per ounce pada pukul 14:06 ET (1806 GMT), tertinggi sejak 7 Juni. Emas berjangka AS ditutup 0,9 persen lebih tinggi pada USD 2,369.

Peningkatan logam mulia lebih akhir pekan ini, menyusul lemahnya laporan penjualan ritel AS awal pekan ini. Pedagang saat ini memperkirakan kemungkinan 64 persen penurunan suku bunga Fed pada bulan September. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. Permintaan safe-haven, didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta pembelian oleh bank sentral yang terus-menerus berkontribusi pada kenaikan harga emas dari bulan Maret hingga Mei, membawa harga spot ke rekor tertinggi USD 2,449.89 pada tanggal 20 Mei.

Sementara itu, berikut rincian harga emas Antam dari 0,5-1.000 gram di Butik Emas LM, Graha Dipta, Pulo Gadung, Jakarta Timur pada Jumat, 21 Juni 2024 belum termasuk pajak. (map/tri)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Harga emas Antam keluaran logam mulia PT Aneka Tambang Tbk tercatat meroket sebesar Rp16.000 menjadi Rp1.371.000 per gram hari ini, Jumat (21/6). Harga tersebut tercatat naik dibandingkan dengan harga sebelumnya yang berada di level Rp1.355.000 per gram.

Harga emas yang naik juga berlaku untuk harga penjualan kembali atau buyback emas Antam sebesar Rp16.000 jadi dibanderol Rp1.249.000 per gram. Sehingga jika pemegang emas batangan Antam mau menjual koleksiannya pada hari ini, maka bisa dikenakan harga jual sebesar Rp 1.249.000 per gram.

Khusus untuk pemilik emas batangan yang telah dibeli sejak Januari tahun 2020, maka harga jual yang diperoleh cukup menguntungkan alias cuan. Pasalnya, harga emas pada 20 Januari 2020 berada di level Rp778.800 per gram. Sehingga jika emas Antam sebanyak 5 gram dengan harga beli tahun 2020 senilai Rp 3.894.000 akan dijual hari ini, maka laku sebesar Rp 6.245.000 (belum termasuk pajak). Dengan begitu, keuntungan yang diperoleh secara total dari penjualan 5 gram emas Antam tahun 2020 atau yang telah disimpan selama kurang lebih 4 tahun tersebut sebesar Rp 2.351.000.

Mengutip Jawa Pos (Sumut Pos Grup), harga emas naik lebih dari 1 persen pada hari Kamis (20/6) ke level tertinggi dalam dua minggu, karena data ekonomi AS baru-baru ini menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi terbesar di dunia yang mendorong taruhan penurunan suku bunga dari Federal Reserve tahun ini. Emas di pasar spot naik 1,4 persen menjadi USD 2,358.79 per ounce pada pukul 14:06 ET (1806 GMT), tertinggi sejak 7 Juni. Emas berjangka AS ditutup 0,9 persen lebih tinggi pada USD 2,369.

Peningkatan logam mulia lebih akhir pekan ini, menyusul lemahnya laporan penjualan ritel AS awal pekan ini. Pedagang saat ini memperkirakan kemungkinan 64 persen penurunan suku bunga Fed pada bulan September. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. Permintaan safe-haven, didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta pembelian oleh bank sentral yang terus-menerus berkontribusi pada kenaikan harga emas dari bulan Maret hingga Mei, membawa harga spot ke rekor tertinggi USD 2,449.89 pada tanggal 20 Mei.

Sementara itu, berikut rincian harga emas Antam dari 0,5-1.000 gram di Butik Emas LM, Graha Dipta, Pulo Gadung, Jakarta Timur pada Jumat, 21 Juni 2024 belum termasuk pajak. (map/tri)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/