25.6 C
Medan
Sunday, May 19, 2024

Kembangkan Usaha Melalui Hobi

Kebanyakan ibu-ibu rumah tangga memiliki hobi hanya sekadar saja, tidak melakukan perubahan untuk hobi yang dilakukannya. Seperti yang dilakukan oleh wanita yang memiliki dua orang anak ini, kembangkan usaha melalui hobi yang dimilikinya.

KREASI : Aisyah bersama bunga-bunga plastik hasil kreasinya saat dipamerkan  pameran UMKM  Medan baru-baru ini.
KREASI : Aisyah bersama bunga-bunga plastik hasil kreasinya saat dipamerkan di pameran UMKM di Medan baru-baru ini.

Aisyah Hidyatin mengatakan bahwa dirinya memang baru pertama kali mengikuti pameran UKM. Wanita tamatan SMK 8 ini mengatakan usaha yang di gelutinya merupakan hobi yang dimilikinya dari semasa sekolah. Namun baru beberapa bulan ini dirinya berani membuka usaha khusus untuk bunga yang dibuatnya melalui plastik kresek.

“Dulu itu saya suka banget liat-liat punya orang, buat-buat kerajinan sewaktu dizaman saya kan sangat trend sekali. Jadi saya hanya lihat-lihat. Dan mencoba sendiri lama-kelamaan bisa juga. Bahkan inspirasi bunga-bunga yang saya buat memang kebanyakan saya lihat di jalan-jalan, jadi mau bunga jenis apa saja bisa,” katanya saat di wawancarai Sumut Pos di  pameran UMKM yang berada di Gedung Serba Guna Jalan Williem Iskandar.

Lanjutnya, untuk bahan yang dipilihnya plastik. Aisyah mengatakan kalau plastik ini akan lebih tahan lama. “Kan tidak seperti kertas minyak ya, kalau terkena air  warnanya akan berubah atau luntur.

Kalau dari plastik kan bisa mengurangi sampah juga. Lagian bunga-bunganya gampang untuk dibersihin, kalau berdebu,” ucapnya sembari mengatakan dipameran tersebut juga memberi pelatihan bagi wanita yang ingin tahu bagaimana cara membuat bunga-bunga cantik tersebut.

Untuk bentuk-bentuk bunga yang terlihat di standnya seperti bunga mawar yang disulapnya menjadi 4 macam, bunga kunyit, bunga bogenvile, bunga teratai, bunga anggrek. “Semua Insya Allah bisa dikerjakan. Tapi ada sedikit kendala, kalau mau yang berwarna plastik yang kita cari harus dibeli. Dan juga kita pilih plastiknya yang tebal ya,” ungkapnya yang menjual bunga dengan harga dari yang kecil Rp25 ribu – Rp75 ribu yang paling mahal.

Selain itu, untuk di daerah lingkungannya Aisyah juga mengumpulkan tetangga untuk belajar membuat bunga seperti yang dilakukannya dikediamannya di Jalan Mandala No.4 sebelum Asrama X Linut 100 Sunggal. “Jadi kalau di lingkungan saya itu sudah banyak yang tahu. Bahkan dipasarkan juga melalui mulut ke mulut. Untuk itu saya juga mengajak masyarkat di lingkungan saya untuk melakukan hobi ini. Syukur bisa menjadi usaha kalau tidak juga kan tak apa, jadikan sebagai hobi mengisi waktu luang agar bahagia. Karena memiliki aktifitas yang bermanfaat diwaktu luang,” pungkasnya tersenyum dan mengatakan bahwa untuk membuat bunga hanya sekitar 20 menit saja. Bahkan dirinya bisa membuat 8 pot bunga dalam sehari. (nit)

Kebanyakan ibu-ibu rumah tangga memiliki hobi hanya sekadar saja, tidak melakukan perubahan untuk hobi yang dilakukannya. Seperti yang dilakukan oleh wanita yang memiliki dua orang anak ini, kembangkan usaha melalui hobi yang dimilikinya.

KREASI : Aisyah bersama bunga-bunga plastik hasil kreasinya saat dipamerkan  pameran UMKM  Medan baru-baru ini.
KREASI : Aisyah bersama bunga-bunga plastik hasil kreasinya saat dipamerkan di pameran UMKM di Medan baru-baru ini.

Aisyah Hidyatin mengatakan bahwa dirinya memang baru pertama kali mengikuti pameran UKM. Wanita tamatan SMK 8 ini mengatakan usaha yang di gelutinya merupakan hobi yang dimilikinya dari semasa sekolah. Namun baru beberapa bulan ini dirinya berani membuka usaha khusus untuk bunga yang dibuatnya melalui plastik kresek.

“Dulu itu saya suka banget liat-liat punya orang, buat-buat kerajinan sewaktu dizaman saya kan sangat trend sekali. Jadi saya hanya lihat-lihat. Dan mencoba sendiri lama-kelamaan bisa juga. Bahkan inspirasi bunga-bunga yang saya buat memang kebanyakan saya lihat di jalan-jalan, jadi mau bunga jenis apa saja bisa,” katanya saat di wawancarai Sumut Pos di  pameran UMKM yang berada di Gedung Serba Guna Jalan Williem Iskandar.

Lanjutnya, untuk bahan yang dipilihnya plastik. Aisyah mengatakan kalau plastik ini akan lebih tahan lama. “Kan tidak seperti kertas minyak ya, kalau terkena air  warnanya akan berubah atau luntur.

Kalau dari plastik kan bisa mengurangi sampah juga. Lagian bunga-bunganya gampang untuk dibersihin, kalau berdebu,” ucapnya sembari mengatakan dipameran tersebut juga memberi pelatihan bagi wanita yang ingin tahu bagaimana cara membuat bunga-bunga cantik tersebut.

Untuk bentuk-bentuk bunga yang terlihat di standnya seperti bunga mawar yang disulapnya menjadi 4 macam, bunga kunyit, bunga bogenvile, bunga teratai, bunga anggrek. “Semua Insya Allah bisa dikerjakan. Tapi ada sedikit kendala, kalau mau yang berwarna plastik yang kita cari harus dibeli. Dan juga kita pilih plastiknya yang tebal ya,” ungkapnya yang menjual bunga dengan harga dari yang kecil Rp25 ribu – Rp75 ribu yang paling mahal.

Selain itu, untuk di daerah lingkungannya Aisyah juga mengumpulkan tetangga untuk belajar membuat bunga seperti yang dilakukannya dikediamannya di Jalan Mandala No.4 sebelum Asrama X Linut 100 Sunggal. “Jadi kalau di lingkungan saya itu sudah banyak yang tahu. Bahkan dipasarkan juga melalui mulut ke mulut. Untuk itu saya juga mengajak masyarkat di lingkungan saya untuk melakukan hobi ini. Syukur bisa menjadi usaha kalau tidak juga kan tak apa, jadikan sebagai hobi mengisi waktu luang agar bahagia. Karena memiliki aktifitas yang bermanfaat diwaktu luang,” pungkasnya tersenyum dan mengatakan bahwa untuk membuat bunga hanya sekitar 20 menit saja. Bahkan dirinya bisa membuat 8 pot bunga dalam sehari. (nit)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/