23 C
Medan
Friday, June 21, 2024

Kartini Indonesia, Tetaplah Menjadi Wanita

Kalimat tersebut dikatakan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumut Dr Ir Wan Hidayati MSi saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (11/4) terkait momen menyambut Hari Kartini tanggal 21 April Mendatang.

BEKERJA: Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Dr Ir Wan Hidayati MSi saat berada  ruang kerjanya.
BEKERJA: Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Dr Ir Wan Hidayati MSi saat berada di ruang kerjanya.

Dikatakan wanita yang baru genap berusia 50 tahun pada tanggal 6 April kamarin, bahwa wanita-wanita kartini saat ini diharapkannya untuk tetap eksis menjadi wanita. “Eksis menjadi wanita tersebut yakni menjadi wanita yang memiliki kadar kasih sayang lebih tinggi, kelembutan, juga pengabdiannya yang mungkin lebih tinggi, baik dalam bidang pekerjaannya atau dalam rumah tangganya,” ujar istri Hulambaya Hutagalung yang beralamat di Jalan STM ini.

Dikatakannya, peranan wanita sekarang ini untuk menciptakan lingkungan bersih sudah lebih banyak memahami tentang kelestarian lingkungan. “Mereka umumnya lebih paham proses lingkungan, sehingga apabila diberdayakan sebenarnya potensi perempuan sangat besar terhadap lingkungan bahkan kepedulian mereka lebih tinggi dari pada laki-laki sendiri karena laki-laki lebih cuek dari pengelolahan lingkungan,” ucap wanita 3 orang anak ini dan juga dosen di USU.

Disela-sela perbincangan saat ditanyakan bagaimana seharusnya wanita atau ibu-ibu rumah tangga memanfaatkan sampah, Hidayati mengatakan kadang-kadang memang keterbatasan teknologi dan ilmu pengetahuan tentang pendauran ulang sampah dan tentang pemisahan-pemisahan sampah sudah dilakukan oleh mereka. “Tetapi terkadang mereka terbentur kepada  sistem dan pembina di dalam melakukan pendauran ulangan dan pemilihan-pemilihan sampah sebagai salah satu dalam faktor pengelolahan sampah. ‘’Jadi sebenarnya dari kelurahan, PKK, kita sudah melihat mereka sudah mempunyai kemauan yang keras dalam menyelamatkan lingkungan,” tukas wanita yang menghindari makanan menggemukkan serta memiliki banyak hobby ini salah satunya berkomunikasi membangun jaringan.

Wanita yang jago bermain biola ini mengatakan dirinya sangat bersyukur mendapatkan anak-anak yang tidak terlalu banyak menuntut di dalam kegiatannya sehari-hari. ‘’Karena saya bukan wanita luar biasa,” tuturnya tersenyum.

Lanjutnya, pada Hari Kartini yang juga bertepatan dengan Hari Bumi pihaknya sedang merencanakan adanya beberapa kegiatan. Beberapa LSM juga sudah banyak ingin bekerja sama pada Hari Bumi tersebut.

“Namanya hari bumi jadi salah satu kegiatannya termasuk menanam pohon selain itu ada hal-hal lain yang kami dukung seperti gerakan-gerakan perempuan bersama aktifis  yang lainnya,” tandasnya. (mag-12)

Kalimat tersebut dikatakan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumut Dr Ir Wan Hidayati MSi saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (11/4) terkait momen menyambut Hari Kartini tanggal 21 April Mendatang.

BEKERJA: Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Dr Ir Wan Hidayati MSi saat berada  ruang kerjanya.
BEKERJA: Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Dr Ir Wan Hidayati MSi saat berada di ruang kerjanya.

Dikatakan wanita yang baru genap berusia 50 tahun pada tanggal 6 April kamarin, bahwa wanita-wanita kartini saat ini diharapkannya untuk tetap eksis menjadi wanita. “Eksis menjadi wanita tersebut yakni menjadi wanita yang memiliki kadar kasih sayang lebih tinggi, kelembutan, juga pengabdiannya yang mungkin lebih tinggi, baik dalam bidang pekerjaannya atau dalam rumah tangganya,” ujar istri Hulambaya Hutagalung yang beralamat di Jalan STM ini.

Dikatakannya, peranan wanita sekarang ini untuk menciptakan lingkungan bersih sudah lebih banyak memahami tentang kelestarian lingkungan. “Mereka umumnya lebih paham proses lingkungan, sehingga apabila diberdayakan sebenarnya potensi perempuan sangat besar terhadap lingkungan bahkan kepedulian mereka lebih tinggi dari pada laki-laki sendiri karena laki-laki lebih cuek dari pengelolahan lingkungan,” ucap wanita 3 orang anak ini dan juga dosen di USU.

Disela-sela perbincangan saat ditanyakan bagaimana seharusnya wanita atau ibu-ibu rumah tangga memanfaatkan sampah, Hidayati mengatakan kadang-kadang memang keterbatasan teknologi dan ilmu pengetahuan tentang pendauran ulang sampah dan tentang pemisahan-pemisahan sampah sudah dilakukan oleh mereka. “Tetapi terkadang mereka terbentur kepada  sistem dan pembina di dalam melakukan pendauran ulangan dan pemilihan-pemilihan sampah sebagai salah satu dalam faktor pengelolahan sampah. ‘’Jadi sebenarnya dari kelurahan, PKK, kita sudah melihat mereka sudah mempunyai kemauan yang keras dalam menyelamatkan lingkungan,” tukas wanita yang menghindari makanan menggemukkan serta memiliki banyak hobby ini salah satunya berkomunikasi membangun jaringan.

Wanita yang jago bermain biola ini mengatakan dirinya sangat bersyukur mendapatkan anak-anak yang tidak terlalu banyak menuntut di dalam kegiatannya sehari-hari. ‘’Karena saya bukan wanita luar biasa,” tuturnya tersenyum.

Lanjutnya, pada Hari Kartini yang juga bertepatan dengan Hari Bumi pihaknya sedang merencanakan adanya beberapa kegiatan. Beberapa LSM juga sudah banyak ingin bekerja sama pada Hari Bumi tersebut.

“Namanya hari bumi jadi salah satu kegiatannya termasuk menanam pohon selain itu ada hal-hal lain yang kami dukung seperti gerakan-gerakan perempuan bersama aktifis  yang lainnya,” tandasnya. (mag-12)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/