23 C
Medan
Friday, June 21, 2024

Kecantikan Terlihat dari Attitude

Cut Nabila Azhar, Putri Indonesia Kepulauan Sumatera 2010

Bagi cewek kelahiran Medan, 2 Maret 1991 ini, kecantikan seorang wanita tidak hanya terlihat dari luar saja. Tetapi kecantikan tersebut terlihat dari sikap (attitude) seseorang, dan cara berfikir yang positif dan optimis dalam menghadapi hidup. Dengan keoptimisan, seseorang akan memancarkan semangat yang dapat memberi dampak positif bagi orang lain. “Optimis akan memancarkan semangat, sehingga akan memberikan dampak positif pada orang disekitar kita,” ujar gadis manis yang memiliki hidung mancung ini. Selain itu, dengan hati bersih dan senyuman, akan membuat seseorang akan terlihat lebih cantik.

“Menurut saya pribadi, senyuman akan menambah kecantikan seseorang, lihat saja orang yang tersenyum pasti lebih baik dibandingkan dengan yang tidak tersenyum,” ucapnya.

Baginya, kecantikan merupakan pemberian dari Yang Maha Kuasa, karena itu harus dijaga. Untuk menjaga kecantikan, mahasiswi kedokteran USU ini selalu mengonsumsi makanan yang sehat. Bahkan sejak kecil sayuran dan buahan sudah menjadi makanan yang disajikan oleh sang bunda. “Sejak kecil saya sudah mengonsumsi sayuran, karena mama selalu menyediakannya di  rumah,” tambahnya. Walaupun awalnya, dirinya tidak memahami manfaat sayuran, hanya mengikuti perintah sang bunda.

Kecantikan yang dimilikinya juga tidak dijadikannya sebagai alat untuk menarik perhatian orang lain, terutama kaum adam. Menurutnya, kecantikan seseorang itu relatif, tetapi berbeda dengan inner beauty. “Jangan pikir, cowok akan melirik karena kecantikan kita, karena kecantikan fisik itu relative. Jadi inner beauty saja yang diperdalam. Selanjutnya, tentu saja kerapian. Kalau rapi pasti enak dipandang,” ujarnya.

Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, gadis yang biasa disapa Nabila ini sudah mulai focus menjaga kecantikannya. “Pada zaman SMA, saya sudah mulai fokus merawat kecantikan, lebih banyak mengonsumsi sayur, air putih dan kulit,” ujarnya.

Mengonsumsi sayur dan lainnya untuk menjaga kesehatannya dari dalam, sedanghkan untuk perawatan dari luar, dirinya tetap melakukan perawatan lulur. “Karena sudah fokus perawatan, jadi perawatan dari dalam tubuh juga saya lakukan,” ungkapnya.

Masa kecil yang dilewatinya juga sederhana, seperti anak kecil pada umumnya, penampilannya Nabila tidak mencolok, atau bisa dikatakan biasa-biasa saja. Bahkan dirinya tidak pernah dandan untuk mempercantik penampilannya. “Saya biasa-biasa saja, tidak ada yang mencolok. Dandan juga melihat tempat dan situsi, tidak ada yang istimewa,” ujarnya.

Walaupun sudah sangat dekat dengan ketenaran karena posisinya sebagai Putri Indonesia Kepulauan Sumatera 2010 yang ditunjang dengan kecantikan yang dimilikinya, hal tersebut tidak membuatnya lupa akan pendidikan.

Menurutnya, ilmu lebih penting dibandingkan dengan apapun. Demi pendidikan, ia sering menolak  tawaran untuk bermain film dan menetap di Jakarta. Selain itu, Nabila juga tidak mau dicap sebagai cewek bodoh yang hanya bermodalkan wajah cantik saja. “Kita tidak tahu apa yang terjadi ke depannya, entertaiment dan kecantikan hanya bersifat sementara, sementara ilmu untuk bekal selamanya,” tambahnya.

Dengan modal ilmu kedokteran yang dimilikinya, ia berharap dapat mandiri. Dirinya menyadari posisinya sebagai wanita yang nantinya akan menjadi ibu dan istri. “Walau wanita, bukan berarti tidak menuntut ilmu, saya sadar akan posisi saya. Tapi sebagai wanita juga kita harus mandiri, jangan hanya bergantung pada suami nantinya. Sepengetahuan saya, lelaki zaman sekarang juga lebih suka melihat wanita mandiri daripada yang berpangku tangan saja,” tambahnya.

Untuk saat ini, duta PMI (Palang Merah Indonesia) Sumut ini masih konsen dengan penyelesaian kuliahnya. Ke depannya, bila tawaran dari dunia entertaiment masih ada, ia mengaku akan tetap konsen dengan ilmu yang dituntutnya, dan menjadikan dunia entertaiment sebagai hobi.
Adapun keikutsertaannya di PMI, karena ini salah satu yang bisa dilakukannya dan berguna untuk siapa saja. “Saya ingin menjadi berguna bagi siapa, dan kegiatan di PMI menjadikan saja lebih berguna,” ungkap Nabila. (ram)

Cut Nabila Azhar, Putri Indonesia Kepulauan Sumatera 2010

Bagi cewek kelahiran Medan, 2 Maret 1991 ini, kecantikan seorang wanita tidak hanya terlihat dari luar saja. Tetapi kecantikan tersebut terlihat dari sikap (attitude) seseorang, dan cara berfikir yang positif dan optimis dalam menghadapi hidup. Dengan keoptimisan, seseorang akan memancarkan semangat yang dapat memberi dampak positif bagi orang lain. “Optimis akan memancarkan semangat, sehingga akan memberikan dampak positif pada orang disekitar kita,” ujar gadis manis yang memiliki hidung mancung ini. Selain itu, dengan hati bersih dan senyuman, akan membuat seseorang akan terlihat lebih cantik.

“Menurut saya pribadi, senyuman akan menambah kecantikan seseorang, lihat saja orang yang tersenyum pasti lebih baik dibandingkan dengan yang tidak tersenyum,” ucapnya.

Baginya, kecantikan merupakan pemberian dari Yang Maha Kuasa, karena itu harus dijaga. Untuk menjaga kecantikan, mahasiswi kedokteran USU ini selalu mengonsumsi makanan yang sehat. Bahkan sejak kecil sayuran dan buahan sudah menjadi makanan yang disajikan oleh sang bunda. “Sejak kecil saya sudah mengonsumsi sayuran, karena mama selalu menyediakannya di  rumah,” tambahnya. Walaupun awalnya, dirinya tidak memahami manfaat sayuran, hanya mengikuti perintah sang bunda.

Kecantikan yang dimilikinya juga tidak dijadikannya sebagai alat untuk menarik perhatian orang lain, terutama kaum adam. Menurutnya, kecantikan seseorang itu relatif, tetapi berbeda dengan inner beauty. “Jangan pikir, cowok akan melirik karena kecantikan kita, karena kecantikan fisik itu relative. Jadi inner beauty saja yang diperdalam. Selanjutnya, tentu saja kerapian. Kalau rapi pasti enak dipandang,” ujarnya.

Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, gadis yang biasa disapa Nabila ini sudah mulai focus menjaga kecantikannya. “Pada zaman SMA, saya sudah mulai fokus merawat kecantikan, lebih banyak mengonsumsi sayur, air putih dan kulit,” ujarnya.

Mengonsumsi sayur dan lainnya untuk menjaga kesehatannya dari dalam, sedanghkan untuk perawatan dari luar, dirinya tetap melakukan perawatan lulur. “Karena sudah fokus perawatan, jadi perawatan dari dalam tubuh juga saya lakukan,” ungkapnya.

Masa kecil yang dilewatinya juga sederhana, seperti anak kecil pada umumnya, penampilannya Nabila tidak mencolok, atau bisa dikatakan biasa-biasa saja. Bahkan dirinya tidak pernah dandan untuk mempercantik penampilannya. “Saya biasa-biasa saja, tidak ada yang mencolok. Dandan juga melihat tempat dan situsi, tidak ada yang istimewa,” ujarnya.

Walaupun sudah sangat dekat dengan ketenaran karena posisinya sebagai Putri Indonesia Kepulauan Sumatera 2010 yang ditunjang dengan kecantikan yang dimilikinya, hal tersebut tidak membuatnya lupa akan pendidikan.

Menurutnya, ilmu lebih penting dibandingkan dengan apapun. Demi pendidikan, ia sering menolak  tawaran untuk bermain film dan menetap di Jakarta. Selain itu, Nabila juga tidak mau dicap sebagai cewek bodoh yang hanya bermodalkan wajah cantik saja. “Kita tidak tahu apa yang terjadi ke depannya, entertaiment dan kecantikan hanya bersifat sementara, sementara ilmu untuk bekal selamanya,” tambahnya.

Dengan modal ilmu kedokteran yang dimilikinya, ia berharap dapat mandiri. Dirinya menyadari posisinya sebagai wanita yang nantinya akan menjadi ibu dan istri. “Walau wanita, bukan berarti tidak menuntut ilmu, saya sadar akan posisi saya. Tapi sebagai wanita juga kita harus mandiri, jangan hanya bergantung pada suami nantinya. Sepengetahuan saya, lelaki zaman sekarang juga lebih suka melihat wanita mandiri daripada yang berpangku tangan saja,” tambahnya.

Untuk saat ini, duta PMI (Palang Merah Indonesia) Sumut ini masih konsen dengan penyelesaian kuliahnya. Ke depannya, bila tawaran dari dunia entertaiment masih ada, ia mengaku akan tetap konsen dengan ilmu yang dituntutnya, dan menjadikan dunia entertaiment sebagai hobi.
Adapun keikutsertaannya di PMI, karena ini salah satu yang bisa dilakukannya dan berguna untuk siapa saja. “Saya ingin menjadi berguna bagi siapa, dan kegiatan di PMI menjadikan saja lebih berguna,” ungkap Nabila. (ram)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/