33 C
Medan
Wednesday, July 17, 2024

Dicegat Temannya, Dicekoki Tuak, Digerayangi 4 Pemburu

Gadis-diperkosa-ramai-ramaiSIBIRUBIRU, SUMUTPOS.CO – Sebelum diperkosa secara bergilir oleh puluhan pemuda, ternyata Mawar (14), nama samaran ini sempat dicegat oleh dua temannya berinisial BCT dan BT. Setelah itu, siswi kelas dua SMP ini dicekoki seteko tuak hingga mabuk berat.

“Tadinya kami mau membeli kartu handphone di Desa Peria-ria bang. Rupanya tokonya tutup, jadi kami pulang. Tapi di tengah jalan persis di depan warnet desa itu, BCT dan BT mencegat kami. Jadi kami berhenti, kemudian BCT dan BT menanyakan soal kekasihnya Mayu warga Desa Penungkiren, Kecamatan STM Hilir pada kami, ” beber Sarmila (15), teman Mawar yang ditemui di rumahnya Desa Penungkiren, Kecamatan STM Hilir, Jumat (27/5).

Lebih lanjut diceritakan Sarmila, karena saling kenal mereka memilih duduk di depan warnet sambil bercerita. Asyik bercerita, Mawar yang haus meminta dibelikan minuman pada BCT dan BT. Rupanya minuman yang dibeli adalah tuak. Lalu sambil mengobrol ketiganya pun bersama menenggak minuman beralkohol itu.

Tuak pertama sebanyak setengah teko habis, lalu kedua pemuda itu membeli setengah teko lagi dan melanjutkan cerita tentang kekasih BCT.

“Waktu itu aku lihat BCT dan BT meminta Mawar meminum tuak segelas sekali tenggak. Aku juga sempat ditawari, tapi aku menolak,” kenang Sarmila.

Singkat cerita, karena terlalu banyak minum, Mawar pun mulai sempoyongan dan mabuk.

Berdalih untuk menyadarkan Mawar, BCT dan BT membawanya ke pemandian air panas dengan dalih hendak dimandikan. “Di pemandian itu, BCT dan BT keluar dari lokasi dan meminta aku memandikan Mawar, tapi aku hanya mencuci mukanya saja,” jelas Sermila.

Tak lama berselang, 4 pemuda yang baru pulang berburu datang dan menanyainya. “Aku jawab Mawar sedang mabuk berat lantaran minum tuak. Spontan, lampu di pemandian itu mati total, pemburu itu pun masuk ke dalam pemandian air panas tersebut dan berusaha menggerayangi tubuh Mawar. Karena lampu mati, datanglah seorang pendeta gereja dan menyalakan lampu dan menegur mereka,” ujarnya.

Tak lama berselang, keempat pemburu itu membawa Mawar ke air panas Gudang. Sermila yang menyusul belakangan sempat memergoki Mawar yang telanjang dikerumuni banyak laki-laki, termasuk ke empat pemburu itu. “Melihat itu, aku terkejut dan langsung menjerit. Aku langsung menghampiri Mawar kulihat dia sudah telanjang,” katanya.

“Selanjutnya aku menangis dan kupeluk Mawar. Tak lama datanglah 2 orang lelaki menanyaiku. Ya aku ceritakan sama kedua laki-laki itu, lalu mereka pergi. Kemudian aku cari pakaian Mawar, setelah kutemukan aku pakaikan lagi baju dan celananya dan membawanya pulang ke rumah bibinya Ratna br Tarigan di Desa Penungkiren, tempat mawar tinggal selama 2 tahun,” ungap Sermila.

Ayah korban, Ngarehi Tarigan tidak bisa berkomentar banyak. Dia tak menyangka kalau pemuda-pemuda itu tega melakukan hal seperti ini terhadap putri sulungnya. “Semua ini kami serahkan kepada polisi agar segera menangkap pelaku. Bagaimana nanti nasib dan masa depan anak kami ini, tolonglah, ” pinta Tarigan. (cr11/deo)

Gadis-diperkosa-ramai-ramaiSIBIRUBIRU, SUMUTPOS.CO – Sebelum diperkosa secara bergilir oleh puluhan pemuda, ternyata Mawar (14), nama samaran ini sempat dicegat oleh dua temannya berinisial BCT dan BT. Setelah itu, siswi kelas dua SMP ini dicekoki seteko tuak hingga mabuk berat.

“Tadinya kami mau membeli kartu handphone di Desa Peria-ria bang. Rupanya tokonya tutup, jadi kami pulang. Tapi di tengah jalan persis di depan warnet desa itu, BCT dan BT mencegat kami. Jadi kami berhenti, kemudian BCT dan BT menanyakan soal kekasihnya Mayu warga Desa Penungkiren, Kecamatan STM Hilir pada kami, ” beber Sarmila (15), teman Mawar yang ditemui di rumahnya Desa Penungkiren, Kecamatan STM Hilir, Jumat (27/5).

Lebih lanjut diceritakan Sarmila, karena saling kenal mereka memilih duduk di depan warnet sambil bercerita. Asyik bercerita, Mawar yang haus meminta dibelikan minuman pada BCT dan BT. Rupanya minuman yang dibeli adalah tuak. Lalu sambil mengobrol ketiganya pun bersama menenggak minuman beralkohol itu.

Tuak pertama sebanyak setengah teko habis, lalu kedua pemuda itu membeli setengah teko lagi dan melanjutkan cerita tentang kekasih BCT.

“Waktu itu aku lihat BCT dan BT meminta Mawar meminum tuak segelas sekali tenggak. Aku juga sempat ditawari, tapi aku menolak,” kenang Sarmila.

Singkat cerita, karena terlalu banyak minum, Mawar pun mulai sempoyongan dan mabuk.

Berdalih untuk menyadarkan Mawar, BCT dan BT membawanya ke pemandian air panas dengan dalih hendak dimandikan. “Di pemandian itu, BCT dan BT keluar dari lokasi dan meminta aku memandikan Mawar, tapi aku hanya mencuci mukanya saja,” jelas Sermila.

Tak lama berselang, 4 pemuda yang baru pulang berburu datang dan menanyainya. “Aku jawab Mawar sedang mabuk berat lantaran minum tuak. Spontan, lampu di pemandian itu mati total, pemburu itu pun masuk ke dalam pemandian air panas tersebut dan berusaha menggerayangi tubuh Mawar. Karena lampu mati, datanglah seorang pendeta gereja dan menyalakan lampu dan menegur mereka,” ujarnya.

Tak lama berselang, keempat pemburu itu membawa Mawar ke air panas Gudang. Sermila yang menyusul belakangan sempat memergoki Mawar yang telanjang dikerumuni banyak laki-laki, termasuk ke empat pemburu itu. “Melihat itu, aku terkejut dan langsung menjerit. Aku langsung menghampiri Mawar kulihat dia sudah telanjang,” katanya.

“Selanjutnya aku menangis dan kupeluk Mawar. Tak lama datanglah 2 orang lelaki menanyaiku. Ya aku ceritakan sama kedua laki-laki itu, lalu mereka pergi. Kemudian aku cari pakaian Mawar, setelah kutemukan aku pakaikan lagi baju dan celananya dan membawanya pulang ke rumah bibinya Ratna br Tarigan di Desa Penungkiren, tempat mawar tinggal selama 2 tahun,” ungap Sermila.

Ayah korban, Ngarehi Tarigan tidak bisa berkomentar banyak. Dia tak menyangka kalau pemuda-pemuda itu tega melakukan hal seperti ini terhadap putri sulungnya. “Semua ini kami serahkan kepada polisi agar segera menangkap pelaku. Bagaimana nanti nasib dan masa depan anak kami ini, tolonglah, ” pinta Tarigan. (cr11/deo)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/