26 C
Medan
Friday, April 4, 2025

Tembak Mati Saja Begal

JAWAB: Ketua Fraksi DPRD Kota Medan, Herri Zulkarnain menjawab banyak pertanyaan konstituennya, saat menggelar Reses II 2017 di Medan Helvetia baru-baru ini. IST

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Salah satu cara mencegah tindak kriminalitas seperti begal, diyakini dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat. Sebab prilaku begal berkaitan erat dengan masalah ekonomi.

โ€œKarenanya pemerintah harus memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan. Kalau pekerjaan ada pasti kesibukan ada, dan orang tidak jadi begal atau berbuat kriminal,โ€ kata Anggota DPRD Kota Medan, Herri Zulkarnain di hadapan konstituennya, saat menggelar Reses II 2017 di Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (22/6) lalu.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi jam keluar pada malam hari. Selain itu tidak memakai perhiasan berlebihan, sehingga mengundang niat buruk para oknum kriminal. โ€œBegal ini pun terkait dengan masalah ekonomi. Cocoknya memang ditembak mati saja pelaku begal agar memberi efek jera. Namun kuncinya adalah, kesejahteraan rakyat diutamakan dan buka lapangan pekerjaan,โ€ tegasnya.

Prilaku kriminal seperti begal ini, masih menurut Herri, erat kaitan dengan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Kota Medan sendiri saat ini, sudah darurat narkoba. โ€œUntuk itu kitalah yang harus menjaga keluarga dan wilayah kita. Jangan sampai generasi kita hancur karena narkoba. Bapak dan ibu sekalian tidak mau anaknya terlibat narkoba kan?โ€ lanjut Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan itu.

Herri mengajak para orang tua untuk mendidik anak-anaknya dengan baik. Sebab keluarga merupakan landasan setiap prilaku anak, juga sebagai tameng menghadapi pengaruh lingkungan dan pertemanan di luar rumah. โ€œKalau bukan kita, siapa lagi yang peduli. Maka dari itu peran orang tua sangat penting di sini. Pendidikan agama di Medan Helvetia harus diutamakan. Kalau anak-anak kita pintar, pandai baca Alquran dan rajin salat maka mereka tidak akan mau lagi main game di handphone,โ€ imbaunya.

Ia juga meminta agar tak bosan-bosannya mengajukan dan mengusulkan ide untuk daerah masing-masing. Walaupun anggaran terbatas, karena Rp5,8 triliun dibagi dua menjadi sekitar Rp2,8 triliun untuk pembangunan di 21 Kecamatan. โ€œKarena di Belawan itu juga cukup parah pembangunan jalannya. Kalau tidak bisa terealisasi, kami akan perjuangkan anggaran berikutnya,โ€ ujarnya.

Berbagai aspirasi disampaikan masyarakat di kecamatan itu, seperti banjir, penerangan lampu jalan, jalan berlobang, pelayanan publik dan lainnya. โ€œUntuk itu perlunya ada reses ini. Kami ingin masukan dan aspirasi masyarakat, terkhusus di Medan Helvetia. Harus kita jaga bersama sebagai wujud moto kota ini, โ€˜Medan Rumah Kitaโ€™ yang jadi program andalan Wali Kota Medan,โ€ kata Herri. (prn/ila)

 

 

 

JAWAB: Ketua Fraksi DPRD Kota Medan, Herri Zulkarnain menjawab banyak pertanyaan konstituennya, saat menggelar Reses II 2017 di Medan Helvetia baru-baru ini. IST

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Salah satu cara mencegah tindak kriminalitas seperti begal, diyakini dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat. Sebab prilaku begal berkaitan erat dengan masalah ekonomi.

โ€œKarenanya pemerintah harus memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan. Kalau pekerjaan ada pasti kesibukan ada, dan orang tidak jadi begal atau berbuat kriminal,โ€ kata Anggota DPRD Kota Medan, Herri Zulkarnain di hadapan konstituennya, saat menggelar Reses II 2017 di Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (22/6) lalu.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi jam keluar pada malam hari. Selain itu tidak memakai perhiasan berlebihan, sehingga mengundang niat buruk para oknum kriminal. โ€œBegal ini pun terkait dengan masalah ekonomi. Cocoknya memang ditembak mati saja pelaku begal agar memberi efek jera. Namun kuncinya adalah, kesejahteraan rakyat diutamakan dan buka lapangan pekerjaan,โ€ tegasnya.

Prilaku kriminal seperti begal ini, masih menurut Herri, erat kaitan dengan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Kota Medan sendiri saat ini, sudah darurat narkoba. โ€œUntuk itu kitalah yang harus menjaga keluarga dan wilayah kita. Jangan sampai generasi kita hancur karena narkoba. Bapak dan ibu sekalian tidak mau anaknya terlibat narkoba kan?โ€ lanjut Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan itu.

Herri mengajak para orang tua untuk mendidik anak-anaknya dengan baik. Sebab keluarga merupakan landasan setiap prilaku anak, juga sebagai tameng menghadapi pengaruh lingkungan dan pertemanan di luar rumah. โ€œKalau bukan kita, siapa lagi yang peduli. Maka dari itu peran orang tua sangat penting di sini. Pendidikan agama di Medan Helvetia harus diutamakan. Kalau anak-anak kita pintar, pandai baca Alquran dan rajin salat maka mereka tidak akan mau lagi main game di handphone,โ€ imbaunya.

Ia juga meminta agar tak bosan-bosannya mengajukan dan mengusulkan ide untuk daerah masing-masing. Walaupun anggaran terbatas, karena Rp5,8 triliun dibagi dua menjadi sekitar Rp2,8 triliun untuk pembangunan di 21 Kecamatan. โ€œKarena di Belawan itu juga cukup parah pembangunan jalannya. Kalau tidak bisa terealisasi, kami akan perjuangkan anggaran berikutnya,โ€ ujarnya.

Berbagai aspirasi disampaikan masyarakat di kecamatan itu, seperti banjir, penerangan lampu jalan, jalan berlobang, pelayanan publik dan lainnya. โ€œUntuk itu perlunya ada reses ini. Kami ingin masukan dan aspirasi masyarakat, terkhusus di Medan Helvetia. Harus kita jaga bersama sebagai wujud moto kota ini, โ€˜Medan Rumah Kitaโ€™ yang jadi program andalan Wali Kota Medan,โ€ kata Herri. (prn/ila)

 

 

 

Artikel Terkait

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Terpopuler

Artikel Terbaru